Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bara Galau


__ADS_3

Arum asyik bersenandung mendengarkan lagu yang ada di tape mobil Bara. Suaranya termasuk enak didengar membuat Bara melirik gadis yang memakai baju model Sabrina warna putih, celana jeans dan sepatu sneaker plus tas selempang warna coklat itu tidak nampak sebagai seorang dokter kandungan.


Some of us breaking like ice


Some of us like a stone


Some are just like the blowing wind


Others always getting thrown


But we'll all just fade, so is it better to say?


Chances are what you feel is like everyone else


Who is wrong, what is real?


You can ask yourself


But if you find a way, you can always carry on


Chances are what you need is like everyone else


It's in you, it's in me


You can see yourself


But if you find a way, you can always carry on


"Kamu tahu lagu ini?" tanya Bara yang kaget ternyata Arum hapal liriknya.


"Tahu lah. Yang nyanyi band Aussie namanya Invertigo kan?" jawab Arum.


"Padahal nggak banyak yang tahu lho" sahut Bara.


"Kakakku kan tinggal di Aussie, di Sydney tepatnya. Dia pernah mengirimkan CD band ini jadi tahu lah" jawab Arum santai.


"Kakakmu cowok atau cewek?"


"Cowok, kerja di PRC group sebagai arsitek disana" jawab Arum.


"Siapa namanya?"


"Memang mas Bara kerja di PRC juga?" Arum balik bertanya.


"Nggak tapi kenal sama orang PRC group." Tidak mungkin lah aku bilang masih bersaudara sepupu dengan keluarga PRC group.


"Namanya Gasendra Amada Pradipta."


Bara mengingat-ingat nama itu karena nanti dia akan bertanya kepada Fuji.


"Mas Bara memang kenal sama siapa di PRC group?" tanya Arum.


"Fuji Al Jordan dan Kris Ruiz."


"Ya Allah mas, itu kan CEO PRC cabang Asia dan Amerika Serikat. Hebat ih mas Bara kenal sama mereka" puji Arum.


"Kebetulan saja kenal" sahut Bara datar.


"Mas Bara kerjanya motret ya?" tanya Arum.


"Kenapa?"


"Itu ada tas kamera. Tadi habis motret di hutan mangrove ya? Kenapa nggak ajak Arum? Kan bisa gantiin monyet pose" gelak Arum yang membuat Bara melongo.


Ya ampun cewek ini!

__ADS_1


"Memang tadi kamu ke hutan mangrove?" tanya Bara.


"Sempat sih cuma aku takut monyet jadinya kabur lah, jalan-jalan sekitarnya saja" kekeh Arum.


"Oh."


Tak terasa keduanya sudah sampai dekat rumah sakit ibu dan anak yang hanya berjarak satu kilo dari bangunan perusahaan milik Giandra Otomotif Co.


Arum mengeluarkan uang bewarna merah dan diletakkan di dashboard mobil Bara.


"Buat apa nih Rum?" tanya Bara.


"Urun bensin" jawab Arum santai. "Kan tadi aku dah bilang."


"Gak usah Rum."


"Gak boleh gitu mas, aku kan dah bilang dan itu janji aku ke mas. Diterima ya." Arum menatap Bara penuh harap.


Bara hanya mengangguk. Bisa lama kalau debat sama cewek receh satu ini.


"Kost-kostan kamu yang mana?" tanya Bara yang masuk ke sebuah jalan di belakang rumah sakit.


"Itu yang cat putih pagar hijau."


Bara menghentikan mobilnya. "Sudah sampai."


"Terimakasih mas Bara. Kapan-kapan kalau butuh teman ke mangrove, ajak aku ya" cengir Arum.


"Hhmmm" gumam Bara.


"Ish mas Bara gak asyik. Ohya mas, ini nomor ponsel aku kalau butuh teman ke mangrove." Arum menuliskan nomor ponselnya di selembar post it yang dibawanya lalu diletakkan di dashboard.


Bara hanya menatap Arum yang sedang melepaskan seatblet. "Makasih sudah diantarkan dan dibayarin makan." Arum pun membuka pintu. "Assalamualaikum."


Bara melihat dari spion hanya tersenyum tipis.


Benar-benar hari yang heboh.


***


Bara melakukan video call ke sepupunya, Fuji Al Jordan yang sedang berada di Tokyo.


"Assalamualaikum Fuji" sapa Bara ketika wajah sepupunya muncul.


"Wa'alaikum salam. What's up bro? Sehat?" balas Fuji yang tampak baru selesai mandi.


"Lu habis ngapain?" goda Bara.


"Mandi bis nge gym bambaaaaannggg. Jangan mikir aneh-aneh deh!" cebik Fuji sebal membuat Bara terbahak.


"Eh Ji, masih pegang PRC group cabang Asia - Australia kan?"


"So far, menurut susunan pemegang saham sih masih" jawab Fuji cuek. "Kenapa?"


"Kenal arsitek Gasendra Amada Pradipta?"


Fuji yang masih Shirtless dan hanya mengenakan celana pendek dengan handuk di leher, menatap Bara dengan tatapan bertanya.


"Kenapa tanya Sendra?"


"Kenal atau tidak Ji?" Bara merasa gemas karena Fuji malah balik bertanya.


"Kenal lah! Dia salah satu arsitek terbaik PRC group dan sekarang sedang di Sydney mengurus pembangunan apartemen disana." Fuji memakai bajunya. "Kenapa?"


"Tidak apa-apa" jawab Bara.

__ADS_1


Fuji memincingkan matanya. "Sambara Ganendra Giandra, elu ga bakalan nanya kalau tidak ada sesuatu. Kok kamu bisa-bisanya tanya soal PRC group secara kamu nggak berkecimpung di grup kami."


"Tidak apa-apa. Thanks Ji." Bara mematikan panggilannya.


***


Fuji yang bengong panggilan dari Bara dimatikan mendadak, merasakan ada sesuatu. Pria itu lalu menelpon Levi.


"What Ji?" sapa Levi judes.


"Assalamualaikum cumiiii" ledek Fuji.


"Wa'alaikum salam gurita! Apa?"


"Lu kenapa Vi?" tanya Fuji bingung.


"Berantem sama Yanti. Ngidam kok nggak masuk akal!" sungut Levi.


"Lha memang ada ngidam masuk akal?" gelak Fuji. "Memang Yanti minta apa?"


"Dia minta aku ngedance ala EXO yang judulnya Growl. Emang gue anggota EXO apa?" omel Levi.


Fuji terbahak. "Turutilah, tar anakmu ngeces deh!"


"Nanti aku pelajari dulu. Ada apa telpon?"


"Bara lagi aneh" jawab Fuji.


"Kenapa?"


"Kok bisa-bisanya tanya arsitek PRC group yang lagi aku tugaskan di Sydney."


Levi terdiam. "Bara kan nggak pernah ikut campur urusan PRC group."


"Itu dia yang aku bingung."


"Kita tunggu saja Ji, ada apa Bara tanya arsitekmu."


***


Bara mulai mencari tahu tentang Gendhis Arum Pradipta dengan menstalking semua akun sosial nya. Arum ternyata hanya memiliki akun WhatsApp, Instagram dan Twitter, itu pun jarang aktif.


Bara mulai membuka akun Instagram Arum yang tidak diprivate. Tampak Arum lebih suka memposting tentang kesehatan organ reproduksi untuk wanita terutama untuk program kehamilan. Gadis itu malah jarang memposting dirinya karena lebih sering sesuai dengan profesinya.


Ternyata kamu memiliki dua akun. - batin Bara setelah melihat ada akun Instagram Arum lainnya yang diprivate.


Namun Bara bisa melihat profil Arum yang tampak cantik dengan baju putih dan bermake up agak tebal seperti menghadiri acara.



Cantik! Sangat berbeda dengan penampilannya tadi.


Bara menatap kertas post it yang dipegangnya berisikan nomor ponsel Arum.


Telpon atau WhatsApp dulu ya?


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2