Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Planning Bubar Jalan


__ADS_3

Arjuna tersenyum lebar melihat Bara tampak begitu posesif ke Gendhis Arum, tampak dari cara duduknya yang semakin dekat ke tubuh gadis itu.



Arjuna Samudera McCloud


"Assalamualaikum bro. Hai, kamu pasti Gendhis ya? Aku Arjuna McCloud" Arjuna mengulurkan tangannya yang disambut oleh Arum dengan tersenyum.


"Wa'alaikum salam" jawab Bara dan Arum bebarengan.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mas Juna langsung setelah sebelumnya hanya dari omongan mas Levi, mas Arya dan mas Bara."


"Arum" sapa Davina yang langsung memeluk gadis itu. "Davina." Arum mengganti panggilannya karena dirinya dan Davina hanya beda beberapa bulan saja.


"Oh kenalkan ini Ali Khan rekan bisnis ku, Davina dan Bara" Arjuna memperkenalkan pria India tampan itu. "Ini Sambara biasa dipanggil Bara, besok yang akan kita temui di Giandra Otomotif Co, kalau itu Gendhis, kekasih Bara."



Ali Khan


Ali Khan tersenyum kepada Bara dan Arum sembari mengulurkan tangannya dan disambut keduanya.


"Kita bertemu duluan ya Bara" ucap Ali.


"Prolog sebelum meeting besok" senyum Bara.


Posisi duduk mereka adalah Arjuna dan Ali bersebalahan sedangkan Bara duduk di sofa bersama Arum dan Davina.


Bara melihat cara Ali Khan mencuri-curi pandangan ke Davina yang tampak cuek asyik ngobrol dengan Arum.


"Besok Sabtu enaknya ketemuan dimana Ra?" tanya Arjuna sambil memasukkan sushi ke mulutnya.


"Aku sama Gendhis sudah ada acara pagi. Kami mau mau ke hutan mangrove sambil motret sana sini."


"Ya udah, kita ikut sajalah ke mangrove. Kalian mau kan?" tawar Arjuna kepada Davina dan Ali Khan yang membuat Bara dan Arum melongo.


Kok jadi berubah haluan sih? Arum memandang Bara.


"Eh Junjun, aku tuh mau pergi bersama Gendhis saja, berdua. B-E-R-D-U-A." Bara menatap tajam ke arah sepupunya.


"Kalian jalan saja sendiri, aku akan ajak Arya biar kita berempat jalan sendiri juga" sahut Arjuna ngeyel.


Arum dan Davina yang menatap kedua pria tampan itu saling ribut hanya bisa menghela nafas panjang.


"Jangan dipisah" ucap kedua gadis itu yang membuat Ali Khan tertawa.


"Apakah mereka seperti ini jika bertemu?" tanya Ali ke arah Arum dan Davina.


"Ini belum seberapa" jawab Arum sambil memasang wajah melas namun wajah Davina berubah menjadi datar.


"Nona Davina, apa ada yang salah?" tanya Ali Khan.


__ADS_1


Davina Arata


Davina hanya menatap tanpa ekspresi ke Ali. "Tidak, tidak ada yang salah." Ali tahu, akan sulit untuk bisa menaklukkan hati gadis cantik bermata hazel di hadapannya.


Aku akan menaklukkan Davina Arata.


Arum hanya bergantian menatap Davina dan Ali Khan. Kayaknya Ali tertarik dengan Davina tapi dia biasa saja. Ada apa ya dengan Davina?


Setelah menyelesaikan makan siang dengan perdebatan antara Arjuna dan Bara, akhirnya kelima orang itu kembali ke tempat kerja masing-masing.


***


"Apa maksudmu Ali Khan naksir Davina?" tanya Bara ketika mereka sudah berada di Rubicon milik Bara.


"Kelihatan lho mas, kalau Ali Khan mulai tertarik dengan Davina" ucap Arum.


"Davina itu lebih parah dari Nisha dan Kaia kalau soal kaku ke lawan jenis" kekeh Bara.


"Memang apa yang membuat Davina begitu mas?"


"Gimana ya. Davina itu sulit untuk membuka dirinya karena Oom Javier sangat over protective ke putrinya padahal Davina menuruni kehebatan omanya, Oma Vivienne yang jago menembak."


Arum melotot. "Menembak? Are you kidding me mas?"


"Keluarga kami semua bisa menembak dan bela diri, Dis. Mamaku bisa bela diri Eskrima, aku pun. Aku punya lisensi menembak, Nisha pun punya."


Mulut Arum semakin menganga mendengar penjelasan Bara.


"Iya. Itu sudah kewajiban kami semua keturunan Pratomo meskipun aku tidak ada darah klan itu yang mengalir di tubuhku tapi karena Tante Rhea menikah dengan Oom Duncan Blair, jadi kita semua ikut menjadi bagian keluarga besar Pratomo."


"Kalian semua wow! Beneran mas, aku tidak menyangka bakalan kenal dengan lingkungan keluargamu yang humble. Serius, aku kaget ketika mendengar ayahnya Yanti penjual sate tapi kalian tidak memandang itu. Danisha menikah dengan Iwan yang sederhana." Arum menatap Bara. "Daebak!"


"Hah?" Bara menoleh ke arah Arum.


"Kalian itu semua, Daebak!" senyum Arum.


Bara hanya mengacak-acak rambut Arum gemas. Arum hanya terpaku menerima perilaku spontan Bara yang tampak manis. Duh lama-lama kok mas Bara gemesin sih?


***


Bara turun dan mengantarkan Arum masuk ke dalam rumah sakit dan keduanya saling tersenyum.


"Thanks mas Bara sudah mengantarkan aku ke rumah sakit."


"Mas nanti jemput kamu jam lima ya" ucap Bara.


Arum pun mengangguk. Bara menepuk pelan kepala Arum dengan tatapan mesra yang membuat pipi gadis itu merona.


"Mas balik kantor dulu. Assalamualaikum" pamit Bara.


"Wa'alaikum salam" jawab Arum pelan sambil memandang tubuh kekar itu masuk ke dalam mobilnya dan Arum melambaikan tangannya.


"Ciiieee akhirnya pacaran ya dok" goda salah seorang suster yang melihat keuwuan Arum dan Bara.

__ADS_1


"Iiihhh apaan sih" sungut Arum dengan wajah merona.


"Ambil saja dok, cocok kok sama dok Arum" kompor suster itu.


Arum hanya tersenyum simpul. "Udah yuk urus pasien lagi!"


***


Bara memasuki ruang kerjanya dengan hati gembira karena sudah berani menyentuh Arum meskipun seperti ke adiknya sendiri tapi memiliki sensasi tersendiri. Teringat wajah Arum yang memerah membuat jantung Bara berdebar-debar.


Suara ketukan di pintu ruangannya membuat Bara menoleh ke arah pintu.


"Masuk!"


Fajar pun masuk membawakan sebuah kotak dengan bungkus coklat khas paket.


"Ada kiriman buat pak Bara" ucap Fajar sambil menyerahkan bingkisan itu ke Bara.


"Terimakasih Jar." Bara tersenyum melihat paket yang ditunggu-tunggu datang juga akhirnya.


"Saya permisi dulu pak Bara." Fajar mengangguk dan membalikkan tubuhnya lalu berjalan keluar pintu ruangan Bara.


Pria itu lalu mengambil pisau pembuka amplop dan mulai membongkar bungkusan paket yang sudah dipesannya.


Mata hitam Bara berbinar melihat paket yang datang pasti akan membuat Arum senang.


Suara notifikasi ponsel Bara berbunyi dan dirinya hanya bisa menghela nafas panjang.


📩 Arjuna Junjun : Ra, Sabtu besok kita semua ke mangrove termasuk Arya, Ali dan Davina. Jangan membantah!


📩 Arya : Lha aku kan jomblo cumiiii !


📩 Arjuna Junjun : Lu ma gue aja! 🤣🤣🤣


📩 Arya : Iisshhhh jijay! Gue bilangin ke Sekar tar!


Bara hanya manyun membaca pesan dari sepupu durjananya.


Yang penting kado ini aku serahkan ke Gendhis.



***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Meskipun puyeng dan bumpet.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2