Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Monas


__ADS_3

Bara pulang ke rumah pukul setengah dua belas malam setelah sebelumnya Fuji dan Davina mengajak jalan-jalan ke Monas. Bara tidak habis pikir dengan sepupu bulenya, niat banget ke Monas kayak anak kecil.


"Gue seumur-umur belum pernah ke Monas, Bambaaaaannggg" ucap Fuji yang sebal kena omel Bara yang menganggap bukan hal penting.


"Kamu tuh umur berapa sih Ji?" ledek Bara.


"Lebih tua dari elu tapi gue tetep pengen ke Monas. No bantah no debat!" eyel Fuji yang lebih tua dari Bara setahun.


Arya berbisik ke Davina dan Arum. "Jangan dipisah Rum. Kalau perlu nanti aku belikan popcorn nonton orang gelut."


Arum dan Davina terkikik.


"Ya udah ayo ke Monas! Dasar bule udik!" omel Bara.


"Udik tapi tetep ganteng cumiiii !" balas Fuji.


"Karepmu guritaaaa!"


Dan kini kelima orang dengan fisik paripurna berada di Monas sambil foto-foto dan Arya memamerkan di grup keluarga sambil mengirimkan foto Arum yang sedang minum Boba.



Sontak para Durjana di grup sepupu laki-laki langsung heboh.


📩 Aidan : Whoah! Cucok buat Bambang


📩 Arjuna : Jadi kalian taruhan Ya? Siapa yang setuju dalam sebulan Bambang dan Arum jatuh cinta?


📩 All : Me !


📩 Levi : Langsung Bancakan pesan tengkleng Bu Edi.


📩 Arya : Lu ngidam Vi?


📩 Levi : Ho oh 😭😭😭. Besok aku pinjam pesawat Rhett buat terbang ke Solo demi ke Bu Edi.


📩 Arjuna : Parah lu!


📩 Nathan : Untung lu sultan ya Vi. 🤣🤣🤣


📩 Levi : Sultan mah bebas. Siapa nih weekend mau ketemuan di Solo?


📩 Nathan : Baku atur sajalah!


***


Bara mendelik melihat pesan para sepupunya sibuk mengghibah dan membuat taruhan konyol untuknya. Benar-benar sepupu durjana yang memang sudah turunan sejak generasi kedua Pratomo.


📩 Bara : Kalian tuh cowok kok hobinya ghibah?


📩 Levi : Eh subyek ghibah nya nongol 🤣🤣🤣


📩 Arjuna : Lu ga bisa dapat Arum yang ini, patut diragukan kapasitas lu sebagai laki! Gue ajah bisa bikin Sekar bucin ma gue, masa lu kagak bisa?


📩 Kris : Lha kan elu bucin duluan Junjun!


📩 Arjuna : Justru karena gue udah bucin duluan makanya gue bikin Sekar lebih bucin ke gue.


📩 Marco : Gaaeess... Siapa yang mau ke Solo? Marissa kangen Solo dan aku berangkat bertiga bareng Luca.


📩 Levi : Aku! Aku! 🙋🙋🙋


📩 Marco : Kabari ya Vi. Biar ketemu disana bareng.


📩 Levi : Siap bang!

__ADS_1


📩 Iwan : Bang Marco dan Mas Levi mau ke Solo?


📩 Levi : Nah ini dedengkot Solo nongol. Sorry Nathan, lu mah kelamaan di luar Solo.


📩 Nathan : Karepmu cumiiii ! Dah, aku mo ops pasien dulu. Bubar konsentrasi gue kalau kumpul sama Durjana macam kalian.


📩 Aidan : Deritamu Nat


📩 Nathan : Bye semua. Assalamualaikum.


📩 All : Wa'alaikum salam.


📩 Mario : Itu si Fuji ngapain pose di Monas?


📩 Bara : Biasa, bule udik belum lihat Monas jadi norak gitu.


📩 Fuji : Bomat Ra ... Bodo Amat!


📩 Arya : Siapa mau ke Solo?


📩 Marco : Aku, Ya sama Marissa dan Luca.


📩 Levi : Aku juga.


📩 Bara : Gadha yang nanya Vi !


📩 Levi : Laporan Bambaaaaannggg!


Bara cekikikan membaca pesan-pesan absurd para sepupu-sepupunya. Tiba-tiba...


📩 Gendhis Arum : Mas Baraaaa, dompet Arum ketinggalan di mobil kayaknya. Tolong diperiksa dong.


Bara mendelik. Kok bisa? Buru-buru Bara keluar kamar dan melihat sang mama masih membuat teh wasgitel di dapur.


"Cari dompet ma!" jawab Bara sambil mengambil kunci mobil yang tergantung di tembok lalu keluar rumah.


Alexandra mengerenyitkan dahinya. "Cari dompet?"


Tak lama Bara pun masuk rumah dan mengembalikan kunci mobilnya ke tempat kunci. Di tangannya terdapat dompet pink Sanrio yang feminin membuat Alexandra menatap tajam putranya.



"Dompet siapa itu, Bara?"


***


Bara melirik ke arah mamanya yang masih menunggu penjelasan putranya.


"Mama mau dengar dari mana?" tanya Bara.


"Mama pengen tahu dari awal."


Bara menghela nafas panjang lalu mulai bercerita tentang awal pertemuan dengan Gendhis Arum Pradipta. Alexandra hanya mendengarkan dengan seksama dan sesekali tertawa ketika mendengar ucapan receh Arum yang diceritakan Bara hingga janjian kencan selama sebulan.


"Jadi kamu ditantang Fuji harus mau berkencan dengan Gendhis selama sebulan?" tanya Alexandra.


"Mama kok jadi ikutan manggil Gendhis?"


"Namanya bagus dan antik, mama suka" senyum Alexandra yang sebenarnya ingin menghapus nama Arum dari benaknya.


"Tapi anaknya cablak lho ma. Satu server kalau digabung sama Levi, Arya dan Juna."


"Lho malahannya, bikin awet muda" kekeh Alexandra. "Kapan-kapan Gendhis dibawa kesini ya, kenalan sama mama dan papa."


"Iya ma."

__ADS_1


***


Bara mengirimkan pesan kepada Arum bahwa dompetnya ketemu dan sudah disimpan di meja kerjanya namun gadis itu tidak membalasnya. Paling sudah tidur.


Bara iseng membuka dompet Arum meskipun hati kecilnya melarang tapi rasa penasaran lebih kencang di otak isengnya.


Tampak KTP, SIM A, kartu ATM, kartu kredit dan Akhirnya Bara tahu kalau Arum akan berulang tahun dua Minggu lagi. Uang senilai 500ribu, beberapa lembar uang dollar Amerika pecahan $5, $20 dan $50. Lalu ada foto Arum bersama dengan seorang pria yang mirip dengannya. Pasti ini yang bernama Gasendra.


Suara notifikasi masuk ke dalam ponselnya.


📩 Gendhis Arum : Mamaciihh mas Bara. Mpe bingung aku cariin. Soalnya aku malas urus lagi KTP kan harus ke Solo, soalnya masih warga sana.


📩 Mas Bara : Aku Minggu depan mau ke solo. Sepupuku ngidam tengkleng Bu Edi.


📩 Gendhis Arum : Waaaahhh enak itu! Sepupu mas tinggal dimana?


📩 Mas Bara : New York.


Ponsel Bara berubah menjadi panggilan telepon.


"Assalamualaikum" sapa Bara.


"Wa'alaikum salam. Serius mas? Sepupu mas terbang dari New York demi makan tengkleng Bu Edi?" seru Arum heboh.


"Serius lah Dis. Kamu mau ikut?" tawar Bara sambil harap-harap cemas.


"Kalau boleh dan pas waktunya. Soalnya aku mau nyekar eyang putri juga."


"Boleh lah sama mas Bara" gombal Bara.


"Iisshhhh mas Bara tuh. Gara-gara boleh kencan sama aku sebulan langsung receh tapi aku suka. Biar mas Bara ga kaku kayak kanebo atau kaktus!"


Bara melongo. "Kanebo aku masih paham, tapi kaktus?"


"Iyalah, kaktus itu belum sampai ke pohonnya udah kena durinya. Tajam menyakitkan" gelak Arum.


Bara hanya bisa menggelengkan kepalanya. Gadis satu ini memang asal kalau njeplak.


"Udah kamu tidur sana Dis. Sudah malam, dompetnya aku antar besok ya. Apa sekalian kencan hari pertama?" goda Bara.


"Boleh mas. Makan apa Yaaa?" ucap Arum santai.


"Kamu tuh memang tukang kuliner ya Dis?"


"Wong Solo ora doyan kuliner Kuwi Dudu wong Solo, mas!" tawa Arum.


"Dis, kayaknya itu hanya alibimu yang menyatakan kamu memang tukang doyan makan" kekeh Bara.


Arum terbahak. "Mas Bara tahu aja ih!"


"Dah istirahat. Selamat malam Gendhis. Assalamualaikum."


"Selamat istirahat mas Bara. Wa'alaikum salam."


Bara menatap layar ponselnya. Lama-lama aku bisa jatuh cinta beneran lagi ini.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2