
*Catatan. Davina dan Ali Khan disini nggak terlalu sering aku sebut ya soalnya dah ada lapak sendiri. Khusus Bara dan Gendhis Arum ajah yang aku fokuskan*
Ali Khan meresmikan pembukaan kantor cabang Khan Fabric Ltd di Jakarta. Meskipun pabrik tetap di India, tapi kantor di Jakarta untuk memperluas jaringan bisnis dengan para pengusaha di Indonesia terutama para desainer dan toko kain high class yang mencari kain sari dengan kwalitas tinggi.
Pria India itu mengundang para rekan bisnisnya yang menjadi sahabat baiknya, Arjuna McCloud yang datang bersama istrinya Sekar, Arya Ramadhan, Bara Giandra dan Arum juga Davina Arata dan Fuji Al Jordan dari PRC group.
Arum yang baru kali ini bertemu dengan Sekar McCloud terkesima dengan kecantikan ibu dua anak itu.
"Ya ampun mbak Sekar, pantas mas Juna bucinnya setengah hidup lha wong cantiknya begini" puji Arum heboh.
"Eh biasa ajah kok, Ndis. Aku masih kalah cantik dibanding sama Kaia, Keia, Davina dan Kristal. Mereka tuh kayak model. Nanti deh kalau kamu menikah bisa lihat Keia dan Kristal seperti apa" kekeh Sekar.
"Aku jadi insecure ini" gumam Arum dramatis.
"Lebay! Insecure dari Monas kamu tuh!" ledek Arjuna sambil memeluk mesra istrinya.
"Aku kan pendek kalau dibandingkan dengan kalian yang tingginya 170senti" ucap Arum manyun.
"Heels mu apa kabar Dis?" goda Bara yang langsung merangkul bahu Arum yang terbuka.
"Ini cuma lima sentimeter tapi mbak Sekar udah tinggi jadi mau tambah lagi, tetap saja kasih tak sampai" kekeh Arum.
"Kamu tak sampai Gendhis! Kasih tak sampai itu Siti Nurbaya" ledek Arjuna.
"Wuuiihhhh, mas Juna tahu karya sastra juga?" seru Arum.
"Karya sastra iya, majalah Playboy juga" kerling Sekar ke suaminya yang melengos.
"Wah, mbak Sekar Nemu yang mana?" tanya Arum antusias yang membuat dua pria tampan disana melongo.
"Yang edisi tahunan itu Ndis. Kayaknya mas Arjuna sukanya antara Miss January atau Miss June. Eh, tapi kok kamu tahu?" Sekar menatap Arum bingung.
"Mas Sendra, kakakku juga punya yang edisi tahunan. Kayaknya yang Miss January itu memang idola banyak pria ya soalnya mas Sendra suka lihatnya yang itu. Paling lusuh kertasnya!" gelak Arum.
"Eh beneran ya Ndis. Itu dadanya bagus ya bentuknya meskipun silikon tapi tampak natural bulatnya" sahut Sekar cuek.
__ADS_1
"Kayaknya dia itu ukuran 38 cup B deh mbak. Aku jadi Meri ( iri ) soalnya dadaku cuma 36 cup A" timpal Arum.
"Okeeee! Kalian berdua! Jangan bikin pria-pria ini traveling kemana-mana Yaaa!" potong Arjuna yang makin lama makin jengah mendengar percakapan soal perdadaan.
Bara hanya bisa memegang pelipisnya. Ya bener Arum receh tapi soal ukuran dada dibahas kan kacau juga! Masih mending bahas kentut atau jengkol lah!
"Lho yang nyuruh kalian otaknya traveling tuh ya siapa?" sungut Arum.
"Ya nggak ada tapi itu kan otomatis, Gendhis!" Arjuna menatap tajam tunangannya Bara itu.
"Pria tuh Yaaa, yang diotaknya hanya tiga. Dada, ************ dan bagaimana bisa masuk yang anget-anget" cengir Arum.
"Whoah! Oh Astagaaaaa! Dokter obgyn satu ini rusuh juga Yaaa!" Arjuna mengusap wajahnya dengan kesal karena yang diucapkan Arum terlintas di otaknya. "Ra, kamu belum halal jadi sebaiknya solo karir saja!" cengir Arjuna yang mendapatkan keplakan dari Sekar.
"Tenang mas Bara, nanti kalau kita sudah halal, bisa mencoba berbagai gaya. Kalau mau punya anak perempuan ada gayanya sendiri, begitu juga kalau mau punya anak laki-laki" goda Arum.
"Eh? Iyakah?" tanya Sekar antusias karena dia ingin setelah Rama berusia dua tahun, ingin punya anak perempuan.
"Masih belum teruji sih mbak, tapi kalau nggak dicoba kan juga tidak tahu, wong namanya juga teori kan harus dilakukan penelitian" ucap Arum sok serius. "Mbak Sekar pingin punya anak perempuan?"
"Maunya sih nanti setelah Rama dua tahun."
"Ra, apa tadi barusan?" tanya Arjuna bingung.
"Kenapa tadi bahas Playboy, silikon, gaya terus bahas anak?" gumam Bara yang juga tidak habis pikir.
"Kukira Gendhis gesreknya hanya soal makanan tapi kenapa sampai kemana-mana?" Arjuna menatap sepupunya.
"I have no idea."
***
Usai acara peresmian kantor milik Ali Khan, kini keempatnya bersama dengan Arya Ramadhan dan Fuji Al Jordan berada di area rooftop RR's Meal, restaurant milik Opanya Arjuna, Ryu Reeves, yang sekarang dipegang oleh Aidan Blair.
Arum dan Sekar tampak asyik membahas soal program hamil kedua untuk adiknya Rama. Rajendra, anak Arjuna yang sulung adalah anak dari Lily, saudara kembar Sekar yang sudah meninggal. ( Elang Untuk Rain bagian bonchap ).
"Junjun, kenapa si Arum bisa dekat gitu sama Sekar? Padahal baru pertama ketemu kan ini?" tanya Arya sambil menyesap lemon sodanya.
__ADS_1
"Aku juga bingung. Begitu pertama ketemu tadi langsung klop bahkan bahas soal silikon dada juga" jawab Arjuna yang tidak habis pikir istrinya mudah sekali membahas kerusuhan dengan Arum.
"Tapi memang Arum grapyak orangnya. Seira saja yang baru pertama ketemu juga langsung ramai sama Arum apalagi dia juga fasih bahasa Jepang" sahut Fuji.
"Elu serius sama Seira?" tanya Bara.
"Insyaallah serius. Dia wanita tipeku, bukan cewek lembek yang menyek-menyek" cengir Fuji yang disambut tawa ketiga sepupunya.
"Ji, elu tuh bule banget! Bokap lu campuran, nyokap lu orang Belanda asli. Bisa-bisanya tahu menyek-menyek?" gelak Arya.
"Eh jangan salah. Nyokap gue itu fasih bahasa Jawa lho malah lebih njawani dibanding bokap" ujar Fuji. Ingrid Van Dijk Al Jordan, istri Mamoru Al Jordan, orangtua Fuji dan Keia memang wanita Belanda asli yang sangat menyukai budaya Jawa. Jadi tidak heran jika dia benar-benar serius mempelajarinya.
"Ya ampun benar-benar deh!" kekeh Bara.
"Dua bulan lagi elu melepaskan masa lajang ya Ra. Gimana kabar mantan?" tanya Arjuna.
"Sudah di Surabaya dan aku tidak mau tahu Jun" jawab Bara santai.
"Jika yang dilihat kamu hanya sekedar pemilik showroom Giandra dan fotografer, berarti dia yang matre Ra. Dikira kamu gak punya duit buat bangun rumah sakit" kekeh Arjuna.
"Padahal bisa saja kamu minta salah satu rumah sakit di Jakarta milik PRC group buat dia tapi kembali lagi, Tuhan itu pasti akan menunjukkan sifat aslinya seseorang sebelum kita melangkah lebih jauh. Gendhis, kita tahu dia seperti apa orangnya jadi it's no big deal buatnya" timpal Fuji.
"Gendhis itu jatuh cinta dengan keluarga kita lebih dulu daripada denganku dan itu yang membuatku jatuh cinta padanya. Tidak banyak orang yang jatuh cinta dengan keluarga asing tanpa tendensi terselubung dan selama ini dia bersikap apa adanya dengan kita-kita. Benar kan?" Bara menatap ke ketiga sepupunya.
"Tul, apalagi dengan kakakku si duo JM yang dikenal keras tapi Arum bisa dengan luwes membuat JM guyon dengan dia." Fuji menatap Arum dan Sekar yang tertawa bersama ketika melihat sesuatu di ponsel gadis itu.
"Bersyukurlah Ra, kamu diberikan jodoh yang cocok dengan keluarga kita" ucap Arya.
"Iya. Alhamdulillah." Bara tersenyum.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️