Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bahan Bully Baru Arya


__ADS_3

Bara dan Arum masih berjalan-jalan keliling mall hingga perut pria tampan itu merasa lapar. Bara pun menoleh ke arah Arum yang sedang asyik memilih casing buat ponselnya.


"Dis, makan siang dulu yuk. Aku lapar!"


Arum pun menoleh. "Bentar mas, aku bayar ini dulu." Arum membayar casing ponsel yang berwujud imut itu lalu menghampiri Bara.


"Mau makan dimana mas?" tanya Arum setelah dekat dengan Bara.


"Mana aja yang penting makan. Lapar nih. Mau Marugame, Shinkansen atau Bakmi GM?" tawar Bara.


"Bakmi GM saja mas tapi pangsit gorengnya banyak boleh?" tanya Arum.


"Boleh. Lapar juga kan?" Arum mengangguk. Keduanya lalu menuju kedai bakmi GM dan Arum langsung memesan dua porsi pangsit goreng.



Bara tersenyum tipis melihat Arum dengan cueknya langsung menghabiskan dua pangsit goreng begitu pesanannya datang meskipun masih panas karena baru digoreng.


"Sabar kenapa?" kekeh Bara yang melihat Arum segera meletakkan jarinya ke telinga karena kepanasan ketika hendak ambil pangsit ketiga.


"Lapar aku mas" ucap Arum sambil manyun.


"Kamu besok praktek?" tanya Bara sambil memakan mienya.


"Praktek lah mas, kan Senin even I don't like Monday sih benernya" jawab Arum cuek.


"Dis, kedua orangtuamu pekerjaannya apa?" tanya Bara sambil lalu.


"Papa itu diplomat, suka melanglang buana, ini saja terdampar di New Delhi, kalau mama tadinya sih dokter cuma karena ikut papa terus, eh ijazah dokternya cuma jadi pajangan buat nakutin cicak dan nyamuk" cengir Arum.


"Wah hebat dong. Kok kamu nggak ikut orangtuamu kemanapun?"


"Capek aku mas. Aku kecil udah ke Jepang, Hongkong, Malaysia terakhir ke Korea Selatan. Makanya pas masuk SMA, aku memutuskan untuk pulang ke Solo, sekolah disana sampai kuliah."


"Kamu lulusan UNS ( Universitas Sebelas Maret ) atau UMS ( Universitas Muhammadiyah Surakarta )?" tanya Bara.


"UNS lah! Tadinya aku sih pengen masuk UGM terus pas SPMB, aku masukan itu sama UNS. Eh keterima di UNS. Ya Wis, mlebu lah aku Ning Kono" kekeh Arum. "Kalau mas Bara? Lulusan mana?"


"Royal College of Art London." Bara sudah melepaskan Hoodie nya tadi di kamar mandi karena terasa gerah.



Arum melongo. "Hah? Kirain tipe-tipe mas Bara tuh lulusan UI, Binus atau Gunadarma. Jebule malah adoh!"


"Memang aku potongan kampus-kampus gitu ya?"


"Iya mas. Gadha potongan lulusan seniman. Kok bisa masuk situ?" tanya Arum penasaran.


"Oma ku dulu alumnus sana terus aku lebih tertarik art, ya sudah coba masuk RCA, eh lolos. Padahal papaku sudah minta aku masuk Harvard tapi akhirnya ngalah gara-gara dibelain omaku. Nggak lama aku masuk RCA, omaku meninggal kecelakaan pesawat." Bara menatap sendu ke Arum mengingat Opa Edward dan Oma Yunanya.


"I'm so sorry mas tapi aku yakin Oma mas sekarang bangga punya cucu begini. Mas Bara masuk RCA usia berapa?"

__ADS_1


"Aku mulai kuliah usia 15 tahun."


"Ikut akselerasi ya?" tanya Arum.


"Hu um. Rata-rata semua di keluargaku pada ambil kelas akselerasi" jawab Bara tanpa bermaksud menyombongkan.


"Wuuiihhhh, keluarganya mas pintar-pintar semua."


"Bara?" sebuah suara membuat keduanya menoleh.


Bara terkejut melihat siapa yang datang dengan muka super kepo maksimal.


"Arya?"


***


Arya Ramadhan memindai gadis cantik di hadapannya dengan wajah usil. Baru kali ini dia melihat sepupunya jalan bareng sama cewek setelah setahun hampir kayak robot. Di otaknya Bara hanya kerja saja setelah ditinggal nikah Arum.


"Halo? Namaku Arya Ramadhan, sepupunya Bara. Kamu?" Arya mengulurkan tangannya setelah dia duduk di sebelah Bara.


"Gendhis Ar..."


"Namanya Gendhis, Ya" potong Bara.


"Iya namanya Gendhis Ar... Ar apaan? Arabella? Ara adanya?"


"Itu mah apa adanya mas" kekeh Arum.


Arum terbahak. "Ya Ampuuunnn, baru kali ini aku dipanggil Gen. Gen apa mas Arya?"


"Gen Gesrek" jawab Arya asal. "Ayolah nama lengkap?"


"Gendhis Arum Pradipta."


Arya sukses melongo lalu melirik ke arah Bara yang melengos. "Oooohhh Gendhis Arum Pradipta." Arya sengaja menekankan nama 'Arum' ke Bara.


Bara menatap tajam sepupunya. 'Jangan macam-macam atau kamu aku gantung di pohon durian' seolah itu kalimat yang muncul di mata hitam Bara.


"Aku panggil apa nih enaknya, Gendhis atau Arum?" goda Arya ke arah Bara.


"Arum saja mas. Kalau mas Bara memang maunya manggil aku Gendhis" jawab Arum apa adanya tanpa mengetahui apa yang terjadi diantara dua pria tampan di hadapannya.


"Kamu tahu nama lengkap sepupuku ini nggak?" tanya Arya sambil nyengir.


"Aku cuma tahu mas Bara saja" jawab Arum apa adanya.


"Namanya Sambara Ganendra Giandra. Panggilannya Bara."


Mata indah Arum terbelalak. "HAAAAHHHH? Mas Bara itu CEO nya Giandra Otomotif Co?" bisik Arum.


"Bingo!"

__ADS_1


"Pantas kenal Fuji Al Jordan dan Kris Ruiz" kekeh Arum.


"Jadi kamu adiknya Gasendra Amada Pradipta?" tanya Arya lagi.


"Mas Arya tahu kakakku?"


"Kenal lah! Kan dia juga yang mendesain kantor PRC group Jakarta yang sekarang dipegang oleh sepupu kami, Davina Arata."


Arum menutup mulutnya saking terkejutnya. "Ya ampun mas Arya, dunia sempit ya?"


"Kalau kamu mengira dunia tidak selebar daun kelor itu salah. Wong daun kelor itu cuma seberapa sih kalau dibandingkan dengan daun kuping gajah" gelak Arya.



Daun Kelor


"Kayaknya yang bikin perumpamaan itu lupa bawa penggaris jadi salah ukuran. Cuma kalau diganti dunia tidak selebar daun kuping gajah kok kedawan ( kepanjangan ) ya mas" timpal Arum.


"Wah beneran kamu cocok ikut di geng gesrek kita, Rum" goda Arya. "Ngomong-ngomong kamu kerjaannya apa?"


Bara hanya diam saja melihat interaksi sepupunya dengan Arum.


"Aku dokter obgyn mas" jawab Arum yang lagi-lagi sukses membuat Arya melirik usil ke Bara.


"Oh dokter Obgyn" sindir Arya usil. Bisa jadi bahan bully lagi nih selain nama Bambang.


"Udah? Kamu masih ada acara kan Ya?" ucap Bara dingin dengan tatapan tajam ingin memiting sepupu tampannya.


"Yang mau pergi tuh siapa Ra? Wong aku juga lapar. Bukannya lebih ramai lebih seru?" kerling Arya ke Arum.


"Bener tuh mas!" cengir Arum.


"Ra, ayo makan, kok malah bengong? Dingin nggak enak lho!" ucap Arya ketika pesanannya datang.


Entah kenapa setelah Arya datang, selera makannya tiba-tiba menghilang padahal tadinya dia lapar berat.


Perasaanku menjadi tidak enak setelah salah satu personel Durjana nongol. Bisa ramai nih grup keluarga. Brengseeeekkkk! Kenapa juga sih si kampret ini ke mall sini? Kenapa nggak ke mall lainnya sih?


Bara mulai memakan mienya sambil cemberut.


Gue bakal laporan ke grup Durjana. Si boy with the broken heart anggotanya Godfather of the broken heart tampaknya sudah ketemu gantinya yang ndilalahnya sama-sama bernama Arum. Arya tersenyum licik.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2