
Hoshi sedang berada di parkiran kampus menunggu kakak sepupunya, Abi O'Grady yang akan datang membantu presentasi tentang mesin yang diciptakan bersama kakak sepupunya itu. Sebagai mahasiswa fisika yang mengambil spesialisasi aerodinamika, Hoshi membutuhkan partner untuk mempresentasikan dan dia hanya mempercayai kakak sepupunya sendiri yang juga alumni MIT.
Abi datang menggunakan mobil Range Rover dan sontak para gadis-gadis heboh melihat alumni terkenal mereka datang ke kampusnya kembali.
Pria tinggi dengan badan liat itu hanya mengacuhkan teriakan para gadis dan menghampiri Hoshi yang cemberut melihat dandanan kakak sepupunya yang berantakan tapi membuat para cewek klepek-klepek.
"Bisa kagak sih elu ga dandan? Berisik kuping gue dengar teriakan... 'Aaahhhh Abiiii'. Hoek!" sungut Hoshi sambil cemberut.
"Eh cumi! Kan gue habis ini langsung ke kantor mami! Bisa digorok kalau gue kagak pakai suit!"
"Tante Kaia, gorok ajah, aku ikhlas! Adduuuhhh!" Hoshi terkena keplakan di kepala oleh Abi.
"Sembarangan cabe setan! Gue belum nikah!"
"Ndang lah! Cari cewek sana! Ajak nikah! Pasti kagak ada yang bisa nolak pesona Andrew Abiyasa Blair O'Grady" kekeh Hoshi sambil membawa ranselnya.
"Idiiihhh Hoshi Paramudya Quinn Reeves, gue yang ogah! Lu tahu sendiri kan keluarga kita kagak bisa sembarang dapat pasangan."
"Opa Edward lolos tuh sama Oma Yuna. Mama lolos sama papa." Keduanya kini berjalan menuju gedung kampus fakultas fisika.
"Jamannya beda, Hoshi. Sekarang kita harus lebih hati-hati." Abi berjalan berdampingan dengan Hoshi yang jadinya terlihat lebih pendek dari putra Kaia Blair dan Rhett O'Grady, cucu Duncan Blair dan Rhea Giandra.
"Arimbi dan Werkudara itu gimana?" tanya Hoshi.
"Bima, Hoshi, Bima. Kamu tuh sama Bima kok nggak bisa akur sih?" kekeh Abi mengingat kekasih Arimbi adiknya tidak pernah akur dengan pria tampan di sebelahnya.
"Godain Werkudara itu menyenangkan mas. Aku suka berdebat dengan dia, jadi mood booster aku" gelaknya durjana.
"Haddeeeehhh!" Abi hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tiba-tiba mereka mendengar suara seseorang minta tolong dan keduanya bergegas menuju arah suara itu. Karena hari ini hari Sabtu, kampus agak lengang dan jadwal Hoshi untuk presentasi memang jatuh hari Sabtu.
Kedua sepupu itu melihat seorang pria berwajah oriental seumuran Hoshi dikeroyok oleh enam orang pria dan berusaha merebut tas ransel pria oriental itu.
"HEI!" bentak Hoshi langsung menerjang orang melupakan tasnya yang berisi bahan presentasi guna menghajar pria yang berusaha merebut tas ransel posisi dipertahankan pria oriental itu.
"Hoshi!" Abi hanya bisa menghela nafas panjang dan ikut membantu Hoshi yang seperti trance menghajar orang-orang itu.
Abi pun membantu adiknya menghajar dua orang lainnya yang bukan lawannya karena Abi menguasai pencak silat dan Krav Maga. Dalam waktu sekejap dua orang itu sudah terkapar kena hajar Abi. Pria blonde itu menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Hoshi sudah menodongkan PPK nya di pelipis pria yang merupakan pemimpinnya.
Astaga Gusti! Bocah ini tetap bawa pistol ke kampus?
"Jawab! Siapa yang menyuruh kamu! Kalau nggak, isi otakmu berantakan dan bakalan aku bikin gulai otak!" bentak Hoshi dengan wajah kejam.
Abi melongo. Bisa-bisanya kepikiran makanan gulai otak? Mending doyan! Lihat saja sudah mau muntah tuh cabe setan!
"Hoshi! Sudah! Mending kita bantu cowok ini. Parah lukanya!" ucap Abi sambil menghampiri pria itu yang wajahnya babak belur dan jatuh pingsan.
"Awas kau!" ancam Hoshi setelah melepaskan orang itu dan sempat memberikan bogem kepadanya.
"Kok mas Abi tahu?" tanya Hoshi sambil mengambil tas ranselnya dan tas ransel milik pria yang pingsan itu.
"Ini ada hearing aid nya." Abi menemukan hearing aid yang terjatuh dekat pria itu.
"Duh sayang si Falisha di Jakarta! Dia kan fasih bahasa isyarat!" cebik Hoshi.
"Sudah! Panggil pengawal, kita bawa ke rumah sakit!" putus Abi.
"Presentasi ku?" teriak Hoshi.
"Nanti mas bilang sama Oom Levi dan mami. Siapa sih yang bisa melawan kedua orang itu?" cengir Abi.
***
__ADS_1
Aji membuka matanya dan yang tampak di hadapannya adalah seorang pria dengan wajah jutek yang sangat terkenal di fakultas teknik MIT. Hoshi Paramudya Quinn Reeves, biasa dipanggil Quinn di kampus.
"Terimakasih" jawab Aji.
"Sama-sama." Hoshi menyerahkan hearing aid ke Aji. "Maaf aku belikan yang baru, yang lama rusak kena injak orang-orang brengsek itu."
Terimakasih.
"Hei, aku tidak paham bahasa Morse mu!" cebik Hoshi sambil manyun.
Aji tersenyum meskipun sedikit nyeri akibat bibirnya kena jotos tadi.
"Siapa namamu?" tanya Hoshi. "Ketik disini." Pria judes itu menyerahkan Ipad-nya.
Aji mengetik namanya. Sangaji Aryaseta Lau. Panggilan Aji.
"Nice to meet you, Aji. Aku Quinn."
Aku tahu siapa kamu. Terimakasih sudah menolongku.
Hoshi membaca tulisan di ipadnya. "De nada" senyum pria itu.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Bonchap background Hoshi, Abi dan Aji pertama kali bertemu
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️