Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Bima Tahu Rahasia Arimbi


__ADS_3

Bima, Yudha dan beberapa teman-temannya berlari menuju lapangan basket ketika mendengar Arimbi ditarik oleh para kakak kelas dan fansnya. Mereka tidak terima melihat Bima yang menjadi salah satu most eligible bachelor atau bujangan yang paling menarik bersama dengan gadis seperti Arimbi atau siapapun.


Betapa terkejutnya Bima ketika sampai disana, yang ada para cewek-cewek itu malah terkapar dan memegangi pipi serta kepala masing-masing.


"Apa yang terjadi?" tanya Radit. "Berikan semua ponsel kalian!" Para siswa yang merekam kejadian tadi menyerahkan semua ponselnya ke kepala sekolah dan beberapa guru. Bima menghampiri Arimbi yang tampak berantakan namun masih bisa berdiri sedangkan Rina, yang sama berantakan nya, juga sempat memberikan bogem kepada seorang kakak kelas sebelum Radit melihatnya.


"Rina Kareem! Arimbi Maheswari! Ke ruangan saya! Para guru, bantu siswa yang terluka, bawa ke UKS!" perintah Radit.


Bima memeluk Arimbi dan menggandeng Rina yang masih mode bertarung menuju ke ruang kepala sekolah. Semua siswa menyingkir memberikan jalan pada ketiganya karena mereka tidak mau mengalami kejadian seperti yang menimpa rekan mereka.


***


Bima melongo melihat Arimbi dikeroyok para siswi itu namun bisa mengatasinya bahkan Rina sendiri mengeluarkan karatenya. Gadis itu tampak tenang menghajar mereka semua seolah itu bukan sesuatu yang mengusiknya.


"Ya ampun, Arimbiiii. Apa yang bapak bilang nanti sama papamu!" Radit memegang pelipisnya dan sudah kebayang wajah judes Bara jika mengetahui putrinya berkelahi.


"Bukan saya yang memulai Pak Radit. Saya kan hanya membela diri saya dan Rina hanya menolong saya" ucap Arimbi lembut. Pipinya tampak membiru seperti kena tampar. Bima mengambil kompres berupa saputangannya diberikan es batu dari kulkas mini Oomnya. Dengan telaten remaja pria itu mengompres pipi Arimbi dan perbuatannya itu tidak lepas dari perhatian Radit.


Gak heran kalau keponakanku suka dengan Arimbi, cantik, pintar dan halus juga tapi jangan buat dia marah.


"Pak Radit, bukan salah Arimbi. Mereka yang mulai! Mereka tidak suka melihat Arimbi dekat dengan anak satu ini!" tunjuk Rina sambil meminta kompres dari Bima.


"Bikin kompres sendiri kenapa?" pendelik Bima.


"Rina, ada kompres di kulkas punya bapak kalau habis berlatih di gym. Ambil saja di kulkas." Radit mengedikkan dagunya ke Rina. "Kamu kok nggak ambil kompres yang sudah ada malah pakai saputangan?"


"Biar lebih cepat sembuh soalnya pake saputanganku" jawab Bima cuek.


"Berapa orang tadi yang mengeroyok kamu?" tanya Radit.


"Sekitar dua puluh orang" jawab Arimbi.


"Dua lawan dua puluh orang pak. Bayangkan! Adduuuhhh!" Rina meringis ketika kompres dingin itu kena ke pipinya.


"Arimbi, bapak tahu kamu ikut pencak silat tapi tadi itu bukan pencak silat! Kamu belajar apalagi?" tanya Radit dengan tatapan tajam.


Bima menatap Arimbi dalam. Buset! Calon bini gue jago bela diri ternyata!


"Ehem, pencak silat saja kok pak..." ucap Arimbi pelan.


"Arimbi Maheswari Pradipta Giandra" desis Radit.

__ADS_1


Arimbi menatap Radit dan Bima bergantian. Selain Rina dan keluarganya, tidak ada yang tahu kalau dia mahir bela diri lainnya selain pencak silat.


Setelah menghela nafas panjang, Arimbi membuka suara. "Krav Maga dan Eskrima."


Radit menepuk jidatnya. "Astaghfirullah! Beruntung mereka nggak pada mati! Jadi kamu tadi bertarung dengan menggabungkan semua jurus?"


Arimbi mengangguk. "Basic pencak silat dan aku hanya menggabungkan dua ilmu beladiri itu."


Radit tidak terbayang jika semua keluarga Arimbi datang. Bisa jadi gegeran nanti karena para siswi yang menyerang Arimbi adalah dari keluarga terpandang juga meskipun masih kalah dengan gabungan keluarga Arimbi.


"Radit! Apa yang terjadi?" suara menggelegar Ghani membuat semuanya menoleh ke arah pintu.


Malah Tuan Ghani Giandra yang datang! Mati Aku! Tamatlah riwayatmu, Radit!


***


Ghani dan Alexandra bergegas ke sekolah Arimbi setelah salah seorang pengawal bayangannya melaporkan kejadian pengeroyokan para siswi ke Arimbi dan Rina.


Alexandra segera memeriksa kondisi cucunya dan Rina karena Bara sedang ada pertemuan dengan klien penting, jadi Ghani yang mewakilinya.


"Gara-gara apa Arimbi dan Rina jadi berantem?" tanya Ghani.


"Radit! Keponakanmu ini apa cowok terkenal di sekolah?" Ghani menatap Radit.


"Salah satunya" jawab Radit apa adanya.


Ghani hanya memijit pangkal hidungnya. Teenagers!


"Kamu tadi dikeroyok berapa orang, Bi?" tanya Alexandra sambil memberikan salep di pipi Arimbi dan Rina.


"Dua puluh Oma. Aku menghajar dua belas, sisanya Rina" senyum Arimbi.


"Bagus! Mereka bagaimana?" tanya Alexandra lagi.


"Lebih parah dari kita sih... Adduuuhhh!" Rina meringis ketika Alexandra mengoleskan antibiotik di bibir Rina.


"Akhirnya kepakai juga ya krav maganya" kekeh Alexandra cuek.


Bima semakin melongo. What's going on in here?


"Kamu masih yakin mau sama cucu saya? Bisa berantem, bisa bela diri mematikan dan bisa menembak. Yakin kamu, Bimasena?" tanya Ghani dengan tatapan tajam.

__ADS_1


WHAAAATTTT? Bima semakin mendelik.


***


Kasus pengeroyokan Arimbi semakin berpelik karena yang dihajar oleh gadis itu beberapa diantaranya adalah anak pengusaha yang ada kerjasama dengan PRC group, Giandra Otomotif Co dan AJ Corp.


Tentu saja Bara tidak terima anaknya dikeroyok seperti itu sedangkan mereka tidak terima anaknya dihajar oleh Arimbi. Setelah melakukan mediasi akhirnya semua siswi yang mengeroyok dikenakan sanksi skorsing satu Minggu tidak boleh masuk sekolah dan harus online, yang kelas tiga ijazah mereka ditahan.


Arimbi pun mendapatkan skorsing tiga hari bersamaa dengan Rina. Bima sendiri tetap masuk sekolah namun dirinya semakin dingin kepada para siswi perempuan dan hanya hangat kepada Yudha serta teman-teman dekatnya.


Beberapa siswi yang mengeroyok Arimbi meminta maaf pada Bima namun remaja tampan itu hanya mendengus kesal.


"Makanya lu pake otak semua kalau mau berbuat! Otak taruh di dengkul ya gitu! Memang kalau kalian menghajar Arimbi, gue tertarik sama elu-elu? Kagak! Yang ada gue jijik sama kelakuan elu semua! Gue ga suka perempuan gak punya otak!" Bima pun berlalu bersama Yudha dan gengnya.


Para siswi itu pun tidak menyangka Arimbi yang dikenal halus dan sukanya nari Jawa bisa menghajar mereka tanpa ampun. Bahkan dari gerakannya dia memang memiliki dasar ilmu bela diri yang lumayan tinggi.


Kita lupa dia anggota keluarga Pratomo, keluarga yang mengerikan turun temurun.


***


Arimbi sedang berlatih di sebuah Dojo di daerah dekat kantor sang papi. Disana dia dan Rina sama-sama berlatih krav maga bersama dengan guru mereka, Takei.


"Kabarnya kalian habis berantem ya?" tanya Takei, pria berkebangsaan Jepang yang menguasai berbagai ilmu bela diri namun dia memfokuskan diri di krav maga.


"Hu um" jawab Arimbi sambil berkonsentrasi gerakan dengan Rina. Kali ini mereka belajar jurus baru.


"Menang siapa ?" tanya Takei.


"Kita lah!" jawab Rina.


Takei terbahak. "Mereka salah cari musuh!"


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2