Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Arum Lagi?


__ADS_3

Arya pulang ke rumah dengan hati riang karena yakin dia bisa membuat Bara mati kutu dan ngedumel berat. Dilihatnya jam kamarnya yang menunjukkan jam empat sore yang berarti London jam sembilan pagi, New York jam empat pagi, Tokyo jam enam sore.


Arya segera melakukan panggilan zoom kepada sepupu-sepupunya. Aidan yang pertama hadir karena dia sudah berada di restaurannya di London.


"Assalamualaikum bro" sapa Arya.


"Wa'alaikum salam. Morning from London" sapa Aidan.


Lalu satu persatu sepupunya pun hadir. Levi, Kris, Kaia, Rhett, Kristal, Keia hadir dari New York meskipun dengan acara ngomel panjang x lebar x tinggi kemudian Davina di Jakarta, Fuji, Mario, Marco dari Tokyo, Nathan di Singapura dan terakhir Arjuna yang baru saja masuk ruang kerjanya.


"Apa hal Ya?" sungut Rhett yang sedang asyik kelonan dengan Kaia tapi diributkan suara zoom.


"Aku sih nggak masalah soalnya Freya pas minta ASI" ucap Kristal.


"Kalau elu hubungi kita di jam rusuh begini tanpa ada kabar bagus, awas lu Ya!" sahut Levi yang masih muka bantal.


"Tenang, kabar bagus. Ji, inget nggak Bara tanya soal Gasendra Amada Pradipta?" Arya menatap Fuji.


"Iya kenapa?" tanya Fuji bingung.


"Memang Sendra kenapa?" tanya Davina.


"Bara jalan bareng sama adiknya Gasendra." Arya sukses menjatuhkan bom ke saudara-saudaranya.


"WHAAAATTTT?" seru mereka semua.


"Dan kalian tahu siapa namanya? Gendhis Arum Pradipta" cengir Arya.


"ARUM LAGIIII???"


***


Bara merasa berisik mendengar suara notifikasi ponselnya dan membelalakkan matanya ketika grup pria heboh menanyakan soal dirinya dengan Arum.


📩 Arjuna : Bambang! Emang gadha nama lain apa? Arum lagi, Arum lagi!


📩 Kris : Gak kreatif lu Bar!


📩 Nathan : Betul tuh Kris. Kagak ada kemajuan.


📩 Levi : Benar kan! Harusnya kemarin aqiqah, bikin bubur merah putih terus nolak bala.


📩 Nathan : Bangkeeee lu Vi!


📩 Levi : Lha habis ketemunya Arum lagi, Arum lagi. Apa jodohnya Bara namanya Arum tapi beda orang?


📩 Arya : Kalau kalian ke Jakarta, harus ketemu Arum yang Gendhis. Beda banget dan sumpah receh tuh cewek!

__ADS_1


📩 Aidan : Udah namanya sama, profesi juga sama. Dokter tapi beda jurusan. Ya ampun, Bar, Bar. Kayak gadha yang lain saja. 🤣🤣🤣


📩 Bara : Udah? Puas bullynya?


📩 All : Beloooommm!


Bara hanya menghela nafas panjang. Akhirnya dia membuat silent ponselnya daripada melihat pesan-pesan dari para sepupu durjananya.


Suara mobil masuk ke halaman rumah dan Bara melihat mobil Range Rover biru tuanya terparkir disana.


"Assalamualaikum" sapa Ghani dan Alexandra bersamaan.


"Wa'alaikum salam." Bara lalu mencium kedua orangtuanya. "Lancar Pa? Ma?"


"Alhamdulillah." Ghani melepaskan sepatu perginya dan berganti sandal rumah. "Bibik masak apa Ra?" tanya Ghani sambil mencuci tangannya sedangkan Alexandra meletakkan tas Louis Vuitton di meja ruang tengah.


"Masak Sop iga Pa. Tadi aku minta."


"Sip. Lexa, makan yuk, aku sudah lapar."


***


Seperti biasa Bara Senin pagi ini melakukan inspeksi mendadak ke semua divisi dan mereka pun tidak ada yang lolos dari semua sidaknya. Boss yang dulu dikenal ramah sekarang menjadi boss dingin dan tanpa ampun jika ada yang melakukan kesalahan fatal.


Tak heran jika banyak pegawai yang selalu berusaha memberikan pekerjaan yang terbaik karena gaji yang diberikan Giandra Otomotif Co lebih tinggi dari tempat lain dan feedback yang didapatkan juga menguntungkan pegawai.


Usai sidak, Bara pun kembali ke ruangannya dan mulai memeriksa semua laporan dari cabang di seluruh kota di Indonesia. Setelahnya, Bara meminta meeting melalui zoom yang membuat para manager harus siap tanpa teks dan berkas laporan. Tujuan Bara adalah untuk mengetes apakah manajer disana ikut dalam membuat laporan atau mengetahui isi laporan ditambah apa mereka tahu internal kantor cabang yang mereka pimpin secara dalam.


Bara dikenal tanpa ampun mengganti manajer yang tidak kompeten karena nama perusahaan dipertaruhkan. Meskipun tampaknya Bara tidak memeriksa, namun diam-diam jika di rumah dia selalu memeriksa semuanya sebelum tidur jadi dia memiliki semua bahan meeting.


Para manajer yang semula bekerja agak santai, sekarang mau tidak mau harus mengikuti ritme kerja Bara yang disiplin tinggi. Banyak senioe yang mengatakan kinerjanya berbeda dengan Arya yang lebih santai namun jauh lebih ketat dari Duncan dan Kaia Blair.


Meeting semua manajer selesai dalam waktu satu jam setelah Bara puas melihat para manajernya menguasai cabang masing-masing. Melihat jam yang menunjukkan pukul 11.45, Bara pun bersiap makan siang. Dirinya pun mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Arum.


📩 Mas Bara : Dis, makan siang bareng yuk. Aku jemput.


📩 Gendhis : Makan di rumah sakit saja mas. Aku ada ops nanti jam dua siang.


📩 Mas Bara : Ya udah, aku ke rumah sakit ya sekarang.


📩 Gendhis : Oke. Aku tunggu di lobby.


Bara pun tersenyum. Pria itu pun mengambil kunci mobil Rubicon nya dan bergegas keluar ruangannya. Dilihatnya asistennya juga bersiap makan siang.


"Mau makan siang Jar?" sapa Bara ke Fajar.


"Iya pak. Ini sudah dibawakan istri saya" jawab Fajar sambil menunjukkan paper bag berisikan kotak Tupperware.

__ADS_1


"Hati-hati jangan sampai hilang kotak Tupperware nya. Kamu tahu sendiri kan perempuan itu paling heboh kalau kotak Tupperware hilang" kekeh Bara.


"Benar pak. Saya pernah menghilangkan kotak Tupperware, seminggu kena omel" keluh Fajar.


Bara tersenyum dan pintu lift terbuka. "Saya duluan Jar."


"Silahkan pak." Bara pun memasuki lift yang segera menutup.


Pak Bara kenapa ya? Tumben ramah seperti dulu biasanya saingan sama freezer.


***


Bara memarkirkan mobilnya di area parkir dan turun dengan santainya. Hari ini dia memang memakai suit hitam semua. Entah kenapa dia ingin memakai warna itu hari Senin ini.


Seorang satpam menyapanya dan mengatakan hendak bertemu dengan dokter Gendhis dan satpam pun memintanya menunggu di ruang tunggu publik.


Tak lama Arum pun datang dengan mengenakan blazer hitam garis putih, tank top putih dan celana hitam. Rambutnya dibiarkan tergerai dan wajahnya tampak cantik dengan make up agak tebal dibandingkan kemarin saat di mall.


"Mas Bara sudah lama?" tanya Arum.


"Barusan kok. Tumben kamu dandan agak tebalan?" komentar Bara.


"Tuntutan profesi mas, ya masa dokternya kethok lusuh?" gelak Arum.


"Tapi cantik kok!" puji Bara.


"Ya iyalah cantik, lha wong aku wedhok. Nek Lanang cantik, bahaya Kuwi" sahut Arum santai.


"Iya deh Bu Dokter. Mau makan dimana?" tanya Bara.


"Ketoprak dekat rumah sakit yuk!" ajak Arum.


"Ayo, siapa takut?" Bara pun berjalan mengikuti Arum.



***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Kara wait ya ... Sempat kehapus padahal dah jadi satu chapter 😭😭😭. Ngetik ulang lagi.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2