Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Background


__ADS_3

Arum Banowati tidak percaya ketika Gavin memberikan surat somasi dari Prayogha untuk meminta kembali semua aset yang diberikan kepadanya.


"Apa maksudnya pria bodoh itu meminta kembali semua yang sudah dia kasih sebagai hadiah dalam perkawinan?" teriak Arum kesal.


Gavin menatap kekasihnya selama ini dengan tatapan horor. "Apa kamu tidak membaca. perjanjian pra nikah kamu, Rum?"


"Yang mana?" sergah Arum gusar.


"Disitu tertulis 'jika pihak kedua diketahui melakukan perselingkuhan, maka pihak pertama berhak meminta kembali semua pemberian tanpa terkecuali'. Dan kamu sudah ketahuan, sayang!" Gavin menatap tajam kepada Arum.


"Tapi selama ini kita selalu bermain rapi! Sejak jaman Azzam pun, dia tidak pernah tahu!"


"Kamu lupa dengan siapa kamu berhadapan? Prayogha menyewa James Blair, anggota keluarga Pratomo! Semua asetmu sudah dibekukan oleh Prayogha!"


"Dia tidak berhak melakukannya!" teriak Arum histeris.


"Ohya, dia berhak karena kamu sudah melanggar dan sekarang kamu masih menjadi istrinya yang sah. Dan aku tidak bisa membantu lebih lanjut karena berhadapan dengan keluarga mereka, sama saja cari perkara!" Gavin hanya bisa terduduk lemas. Bagaimana mereka tahu soal marriage scam yang kami lakukan? Damn! Kenapa juga anak Prayogha pacaran dengan anaknya Bara!


Mata Arum berkilat-kilat marah. Semua gara-gara Bima! Anak sialan itu pacaran dengan anaknya Bara! Ya, semua bermula dari sana! Semua salah Bima! Padahal sendikit lagi aku ambil alih semua harta Prayogha! Semua gara-gara Bima dan Surat perjanjian pra nikah sialan itu! Akan aku habisi dia!


Tentang Arum Banowati


Arum Banowati dilahirkan dari keluarga sederhana dan setelah ayahnya, Ricky, memilih tinggal di sebuah dusun di Pacitan setelah sebelumnya mereka di Surabaya, membuat Arum kesal.


Dia bertekad untuk mendapatkan suami yang kaya dan tidak mau hidup sederhana seperti ini. Kehadiran Bara yang amnesia dan ketika mengetahui keluarga Bara adalah keluarga kaya, membuat Arum ingin bersama pria Giandra itu.


Saat kumpul bersama dengan keluarganya, Arum baru mengetahui bahwa Bara 'hanya seorang fotografer dan bukan pemilik perusahaan keluarganya'. Ketika mengetahui Bara hanya memiliki showroom mobil dengan pendapatan tidak pasti, Arum pun berpikir ulang. Belum tentu keluarga besar Bara diam saja jika dia ambil semua kekayaan Bara. Arum tahu saat mereka berkumpul di Solo, bagaimana keluarga mereka sangat erat dan dekat. Bukan tidak mungkin mereka akan ikut campur Urusannya dengan Bara.


Ketika keluarga Mustafa datang dan mengetahui Azzam adalah anak tunggal dan tidak memiliki banyak keluarga seperti halnya keluarga Bara, Arum memutuskan untuk mau menerima lamaran Azzam. Setidaknya pria ini cukup bodoh bisa dia kibuli, Bara tidak bisa karena semua keluarga besarnya orang-orang cerdas.


Arum Banowati adalah sosiopath sejati.


Mengenali Ciri dan Tanda Sosiopat


Seseorang bisa diduga sebagai sosiopat jika berusia minimal 18 tahun dan menunjukkan 3 dari 7 tanda berikut:



Tidak menghormati norma atau hukum sosial, sehingga secara konsisten melanggar hukum atau melampaui batas sosial


Berbohong, menipu orang lain, menggunakan identitas palsu atau nama panggilan, dan menggunakan orang lain untuk keuntungan pribadi


Kesulitan membuat perencanaan hidup dalam jangka panjang dan sering berperilaku tanpa memikirkan konsekuensi

__ADS_1


Menunjukkan perilaku agresif


Tidak mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau keselamatan orang lain


Tidak memiliki rasa tanggung jawab pribadi atau profesional, misalnya tidak membayar tagihan tepat waktu atau kesulitan bertahan dalam suatu pekerjaan


Tidak merasa bersalah atau menyesal telah menyakiti orang lain



Selain itu, tanda atau ciri lain yang menunjukkan gangguan kepribadian antisosial pada sosiopat adalah selalu mengabaikan mana yang benar dan salah, tidak atau jarang menunjukkan empati, mencuri, impulsif, dan manipulatif.


Sumber alodokter.com


Tidak banyak yang tahu bahwa Arum memiliki gangguan kepribadian seperti itu karena dia pintar menutupi semuanya dengan kecharmingan dan sikap keibuan perhatian yang membuat lawan jenis terpikat.


Arum selain sosiopath, juga oportunis sejati yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Baginya hanya kebahagiaan dirinya yang penting, sebodo amat dengan orang lain.


***


James Blair menatap Prayogha yang sedang harap-harap cemas akan keberhasilan mendapatkan semua aset yang dia berikan kepada Arum Banowati.


"Beruntung anda tidak membuat surat perjanjian pra nikah dengan Gavin jadi isinya masih otentik" senyum James. Dibandingkan dengan Neil dan Travis, James paling tenang. Neil sendiri adalah didikan langsung sang Opa, Stephen Blair yang dikenal kalem tapi sadis. Travis adalah gabungan dari mereka, bisa kejam, kalem, tenang dan serius.


"Lalu, kemana pengacara anda yang lama?"


"Dia meninggal dan Arum mengatakan dia memiliki teman pengacara yang juga mengurus rumah sakitnya di Surabaya."


James hanya menggelengkan kepalanya. "How can you be so stupid?"


"Aku terpesona dengan sikapnya yang halus dan elegan." Prayogha menghela nafas panjang. Sungguh dia menyesal mengenal dengan Arum Banowati.


"Dia adalah sosiopath dan oportunis sejati, Prayogha. Manipulator ulung! Beruntung Bima bertemu dengan Arimbi yang membantu melindungi darimu dan Arum..." suara James terhenti. Bima! Segera James mengambil ponselnya dan menelpon Bara.


"Bara, dimana Bima sekarang?"


"Bima di New York bersama dengan Arimbi dan keluarga mu" jawab Bara.


"Dia di mansion Oom Duncan?" tanya James lagi. Syukurlah!


"Iya, dia disana habis tarung dengan Hoshi" kekeh Bara. "Memang kenapa James?"


"He's in danger."

__ADS_1


Prayogha terkejut mendengar ucapan James. Ya Tuhan, Arum akan melakukan apa saja demi semua aset itu! Dia tidak menyangka bahwa sosiopath mengerikan setelah sempat membrowsing arti gangguan kepribadian itu.


"Do you think what I'm thinking James?" tanya Bara.


"Yep."


***


Bima terkejut melihat Travis Blair datang ke mansion Blair dengan wajah serius. Pengacara tampan itu langsung meminta semua keluarga besarnya berkumpul.


Rama dan Levi tidak berada di mansion karena harus berangkat ke perusahaan sedangkan Abi dan Reana beserta Pandu sudah ke Boston pagi-pagi untuk memeriksa pabrik baja O'Grady. Sisanya semua berada di mansion yang menunggu penjelasan Travis.


"Bima, kapan kamu kembali ke Jakarta?" tanya Travis langsung.



Babang Travis serius mode on


"Lusa aku kembali, bang. Kenapa?" Bima menatap Travis bingung.


"Kamu pulang bareng Abang karena semua kejahatan Arum Banowati sudah terbongkar dan papa sedang berusaha mengambil alih semua asetnya. Dan apa kalian tahu bahwa Arum itu memiliki gangguan kepribadian sosiopath?" Travis menatap ke semua orang disana.


"Astaghfirullah" bisik Rhea, Ayame dan Yanti.


"Memang kenapa aku harus bareng dengan bang Travis?"


"Karena nyawamu dalam bahaya, Bim. Arum sekarang sedang mempertahankan semua aset yang dia peroleh selama sepuluh tahun pernikahan mereka" senyum Travis.


"Sepuluh tahun? Tapi mamaku meninggal saat aku berusia 14 tahun dan... " Bima tidak menyelesaikan ucapannya.


"Oh ya, mereka sudah menikah siri saat kamu berusia sepuluh tahun dan kakekmu tahu akan hal itu makanya toko emas terbesar miliknya dia serahkan ke mamamu."


Rahang Bima mengeras. Dasar wanita ular dan kurang waras!


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaakkk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2