Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap : Gue Suruh Nikah Sekalian!


__ADS_3

Bima terbangun dan melirik jam digital yang dibawakan Arimbi untuknya, jam termasuk radio itu memang sengaja diletakkan oleh gadis itu untuk melihat waktu. Bima mengambil ponselnya yang berada di nakas, ponsel baru yang dibelikan Radit karena ponselnya hancur tertiban reruntuhan tembok rumahnya. No message.


Baru pukul setengah lima pagi. Bima melihat Hoshi masih terlelap di sofa besar dan dia juga melihat Arya Ramadhan masih tidur di kasur pompa yang disediakan.


Bima mendengar sayup-sayup adzan subuh dikumandangkan dari jendela rumah sakit. Tayamum lagi deh! Mana kaki masih di gips pulak. Bima lalu berusaha tayamum sebisanya karena tangan kanan juga masih di gips.


Hoshi terbangun dan sempat mengalami disorientasi tempat. Wajah tampannya menoleh ke sisi kirinya dan melihat Arya masih terlelap. Pria berusia 50,an itu masih tampak tampan walau lelah tergurat di wajahnya. Diliriknya Bima sedang melaksanakan ibadah subuhnya meskipun dengan keterbatasan. Biarpun gue sebel sama elu, tapi gue salut tetap ingat Big Boss.


Pria itu lalu berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelahnya, Hoshi mengganti kaus tidurnya ke kemeja lengan panjang dan mulai ritual subuhnya. Bima melirik ke arah Hoshi yang sama dengan dirinya melakukan ibadah.


"Udah pada bangun kalian?" ucap Arya dengan mata setengah terpejam ke arah Bima dan Hoshi.


"Udah Oom. Mau minum apa? Hoshi buatkan" ucap Hoshi sambil melipat sajadahnya.


"Kopi, Hoshi. Black no sugar" jawab Arya sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Siap Oom. Werkudara, karena elu masih minum obat, kagak boleh kopi ya! Elu minum susu kalsium tinggi ajah biar tulang lu cepat sehat. Kagak kebayang kalau elu jalan bareng sama Arimbi, jalan dengklang" ucap Hoshi si mulut cabe setan.


"Elu tuh bener-bener dah. Kayaknya perhatian banget sama gue, endingnya sama aja! Lambe bon cabe bener lu pagi-pagi!" cebik Bima kesal. "Ikhlas kagak lu bikin minumannya?"


"Eh cumi, ikhlas gue lahir batin! Makanya gue bikin susu kalsium tinggi khusus buat Werkudara" sahut Hoshi manyun sambil menyiapkan air panas dari termos elektrik. Pria itu menyiapkan tiga mug yanb diisinya dengan dua kopi hitam dan bubuk susu kalsium yang disiapkan oleh Haura.


"Kalian berdua itu kalau nggak gelut sehari kayaknya kagak afdol ya" gerutu Arya yang sudah tampak segar keluar dari kamar mandi. "Dah jangan ribut!"


***


Pukul setengah tujuh, Arimbi datang bersama Arum membawakan sarapan pagi buat Bima, Hoshi dan Arya. Bima sumringah melihat gadisnya datang membawakan makanan karena dia lapar meskipun sudah makan roti yang memang ada di nakas.


"Jeng Arimbi bawa apa pagi ini?" goda Bima dengan wajah bahagia yang membuat Hoshi belagak ingin muntah.


"Nggilani! Norak lu, Werkudara! Hoek!" Bima melirik judes ke Hoshi.


"Nape lu? Bunting?" Hoshi melotot. Keduanya saling menatap judes satu sama lain.


"Ya sudah, Arimbi ngalah. Kayaknya mas Bima lebih cocok sama Hoshi deh" cekikik Arimbi.


"Apaaa?" seru keduanya ke arah Arimbi dan keduanya sama-sama menatap horor ke gadis itu.

__ADS_1


"Kalian berdua itu bisa nggak akur semenit saja. Tante pusing pagi-pagi lihat kalian gelut!" omel Arum sebal melihat keponakan dan calon menantunya ribut terus. Ibu cantik itu pun berjalan ke meja depan sofa.


"Kamu bawa apa, Rum?" tanya Arya.


Arum mengeluarkan beberapa kotak makanan dari tas makanan tahan panas. "Bubur ayam dekat mansion, favorit kita semua."


"Wah enak tuh!" seru Hoshi.


Kelima orang disana pun menikmati sarapan bubur ayam favorit keluarga Giandra dan keluarga besar lainnya. Bima yang harus susah payah makan dengan tangan kiri dan menolak disuapin oleh Arimbi, mengakui bahwa buburnya enak.


***


Rhett O'Grady bersama Levi Reeves tiba di mansion Giandra semalam dan kini mereka berada di ruang makan menikmati sarapan bersama Bara, Ghani, Alexandra, Abi, Anarghya dan Ega.


"Bryan sudah dapat bahan aibnya Ra?" tanya Ghani.


"Sudah Pa. Ini." Bara menyerahkan iPad nya ke arah Ghani yang hanya tersenyum smirk.


"Tumbu entuk tutup" komentarnya. Rhett yang tidak paham bahasa Jawa menatap semua orang dengan tatapan bingung.


"Apa artinya?" tanya Rhett bingung.


Rhett mengangguk dan mengakui bahwa pepatah yang dilontarkan Ghani benar adanya setelah membaca hasil penyelidikan aib dari Bryan.


"Pak Kosasih masih belum bisa nangkap ya?" tanya Abi.


"Apa kamu ada usul, Bi?" Alexandra menatap cucunya.


"Kalau kita mau menangkap orang sakit seperti ini, kita harus lebih sakit. Melihat si perempuan ini penggemar brondong, bagaimana aku dan Hoshi yang akan maju mendekati?" seringai Abi.


Semua orang disana hanya melongo. "Apa kamu yakin Bi?" tanya Bara yang bergidik membayangkan keponakan-keponakan tampannya harus mendekati perempuan menjijikkan itu.


"Wajah Oom Levi dan Papa sering lalu lalang di jendela... eh layar elektronik karena kalian terjun di dunia bisnis. Aku, Hoshi dan Ega nyaris tidak pernah terekspos dan kita semua bukan tipikal sosmed junkie. Jadi, wajah-wajah kita masih aman" ucap Abi. "Kalau perlu, bawa Rajendra dan Rama sekalian."


"Jangan mas Jendra, mas Abi. Nanti mbak Aruna bisa ngamuk sama kita. Tahu sendiri kan bumil sensitif nya kayak apa" Ega meringis membayangkan istri Rajendra yang bar-barnya kebangetan. Ditambah kemampuannya bela diri Eskrima mirip dengan Alexandra, membuat para sepupu-sepupunya Rajendra rada ngeri.


"Ah, aku lupa! Aruna itu bucinnya minta ampun sama Jendra...eh tapi mereka sama-sama bucin sih! Kadang sampai menyebalkan melihat mereka berdua!" omel Abi sebal.

__ADS_1


"Makanya kamu cari istri sekalian lah Bi" kekeh sang papi Rhett.


"Dih papi mah gitu!" ucap Abi manyun.


"Lho kok aku nggak lihat Gendhis dan Arimbi?" Levi baru menyadari ada yang hilang di meja makan.


"Yaelah si Toyib baru nyadar bini gue kagak ada" ledek Bara ke Levi.


"Kan ini banyak orang Bambaaaaannggg, jadi wajar dong gue silap mata!" Levi menatap tajam ke Bara.


"Emak ke rumah sakit Oom Levi, sama mbak Arimbi" jawab Anarghya cuek sambil makan cerealnya.


"Jiaaaahhh, Arga tetep ya manggil Gendhis 'emak'. Nggak diganti Ga, panggilan ke emakmu?" goda Levi.


"Suka-suka Arga lah Oom" cengir Anarghya.


"Sebentar, Hoshi apa jaga di rumah sakit?" tanya Rhett.


"Iya. Kenapa?" tanya Bara bingung.


"Vi, apa mereka nggak gelut semalaman?" Rhett menatap Levi jenaka.


"Gelut terus, lama-lama gue panggil penghulu buat Hoshi dan Bima!" sungut Levi sebal.



Bonus Bokap dan Anak


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf makin membagongkan ceritanya 😁😁😁


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2