Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Gelut Ronde Kedua


__ADS_3

"Tuan Neil Blair" sapa Prayogha sopan.


"Prayogha, Prayogha. Bapakmu bakalan menangis di alam sana melihat kamu seperti ini. Baskara sudah memberikan istri untukmu yang dari keluarga baik-baik, tapi kamu menyia-nyiakan. Savita memberikan anak yang tampan dan cerdas, kamu pun tidak peduli dengan darah dagingmu sendiri." Neil menggelengkan kepalanya. "Kasihan Baskara."


Prayogha diam saja karena apa yang diucapkan oleh Neil Blair benar adanya. Ayahnya memang berteman baik dengan pria berwibawa itu.


"Dan sekarang kamu baru tahu aslinya watak istrimu ini kan? Kamu membuat berlian pergi malah menampung kotoran sapi. Apa kamu akan menceraikan dia?"


"Iya tuan..."


"Setelah tahu, baru sadar. Masih baik Bara melindungi anakmu dari kebodohan bapaknya!" Prayogha geram diledek terus oleh salah satu pemimpin Blair tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia di pihak yang salah.


"Dad, sudah. Bersyukur Prayogha sadar sebelum hartanya habis." James Blair keluar dari ruangannya.



Introducing James Blair


"Kamu urus, James. Usahakan semua asetnya Baskara kembali dan serahkan kepada cucunya Bima, setidaknya dia lebih kompeten daripada bapaknya!" putus Neil sambil berjalan menuju ruang kerjanya.


James tersenyum ke arah Prayogha. "Ayo masuk. Kita bicarakan semuanya di dalam."


Prayogha pun menurut dan masuk ke dalam ruang kerja James Blair yang mewah.


***


Bima sedang duduk bersama Arimbi sambil menikmati camilan buatan Oma Rhea ketika Travis menghubunginya. New York pagi hari berarti Jakarta malam hari.


"Jadi si Prayogha itu meminta bantuan Oom James untuk bercerai dengan b1tch itu?" Bima tertawa terbahak-bahak. "What an ironic."


"Kamu tahu apa yang diminta Opa Neil? Semua aset yang nanti bisa diambil dari wanita itu akan dialihkan ke atas namamu semua."


Bima melongo. "Bang, aku memilih membuang nama 'Baskara' itu agar aku tidak terbebani aset sebanyak itu! Aku tidak peduli, bang!"


"Apa kamu ikhlas aset eyang Baskara akan jatuh ke gold digger lainnya? Menilik dari sifat bapakmu, tampaknya dia tidak akan kapok!" ujar Travis. "Aset mu yang sebanyak itu nantinya akan diurus oleh kantor akuntan publik. Akan ada pegawai yang capable untuk mengurus semuanya. Kamu dan Pak Radit sebagai pengawas seperti biasanya."


Bima hanya bisa terdiam. Kalau mengingat Eyang dulu baik dan sayangnya dengan aku dan mama, aku eman-eman jika semua melayang karena itu hasil jerih payahnya eyang tapi mengingat bagaimana Prayogha itu...

__ADS_1


"Bang, apa masih bisa tetap menjadi milikku semua aset milik eyang Baskara meskipun namaku sudah tidak ada nama 'Baskara' di belakang?" Bima menatap Arimbi yang hanya memegang tangannya dan rasanya menenangkan.


"Hei, akta kelahiran mu kan tetap nama ayah Prayogha Baskara. Test DNA pun masih berhubungan darah dengan keluarga Baskara. No problemo." Travis menatap remaja itu yang masih kebingungan. "Oh, Pak Radit bersedia mundur dari jabatan kepala sekolah demi mengurus asetmu. He's really Alfred Pennyworth nya Bruce Wayne."


Bima melongo.


***


Kabar tentang Prayogha menggugat cerai Arum Banowati dan usaha James serta Travis Blair untuk mengambil alih semua aset yang dimiliki oleh Arum, terdengar di keluarga di New York. Proses perceraian pun terbilang alot karena semua aset yang sudah dialihkan ke Arum, sulit untuk diminta kembali karena semua sudah dilegalisasi oleh Gavin.


Bima sendiri tidak peduli aset yang direbutkan oleh ayahnya dan Arum karena yang penting adalah aset miliknya sendiri dan Oom Radit. Selama tidak menyenggol miliknya, Bima mengacuhkan.


"Wah elu jadi juragan emas dong, Werkudara" ledek Hoshi saat acara sarapan di ruang makan keluarga Blair.


"Gue lebih suka jadi juragan bengkel, muka cewek!" balas Bima.


Duncan dan Rhea hanya tersenyum melihat keributan keduanya. Mereka seperti teringat masa lalu.


"Kangen ya D, jaman kita di rumah Oom Abi dulu" komentar Eiji.


"Mana pakai acara Drakor abal-abal pulak!" gelak Duncan yang membuat Ayame tersipu.


"Banyak storynya, Rhett" kekeh Duncan.


"Oh ya, kalian berdua, nanti jadi gelut ya!" celetuk Eiji tiba-tiba.


"Haaaahhhh? Masih berlaku pa?" seru Levi.


"Masih lah! Papamu ini belum pikun, Toyib!" ledek Eiji.


Levi hanya bisa menghela nafas panjang. Udah jadi opa kok ya masih durjana sih!


"Nggak usah ngumpat Levi Anthony Reeves!" tegur Eiji.


Jiaaaahhh! Dia tahu juga!


Duncan dan Rhea terbahak.

__ADS_1


***


Dan kini kedua pria sebaya itu pun bersiap di Dojo milik keluarga Pratomo. Semua penghuni mansion Blair datang kesana untuk melihat Bima dan Hoshi bertanding.


Abi yang akan menjadi wasit buat keduanya. Pria tampan itu langsung membuka kaosnya.



"Udah siap Boys?" Abi memandang Hoshi dan Bima yang sudah model bertarung.


"Ready!"


"Fight!"


***


Sekali lagi Arimbi mengompres wajah Bima yang bengap terkena pukulan dari Hoshi sedangkan Hoshi pun mengalami hal yang sama sedang diobati oleh Yanti.


"Sudah? Puas? Mau lagi?" sindir Arimbi.


"Nggak, cukup sayang." Bima meringis ketika Arimbi mengoleskan obat di sudut bibirnya yang berdarah. "Setidaknya aku menang lah" kekehnya.


Arimbi menggelengkan kepalanya.


Pria oh pria.



Bonus Hoshi manyun kalah gelut...


***


Yuhuuu Up Sore Yaaakkk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2