
Hari ini adalah hari pernikahan Gasendra Pradipta dan Rani Jayanti yang dilaksanakan di sebuah hotel berbintang di Jakarta Pusat. Banyak tamu undangan dari kalangan kelas atas termasuk dua boss Gasendra, Fuji Al Jordan dan Davina Arata hadir di acara pernikahan arsitek PRC group itu.
Fuji datang bersama dengan seorang gadis cantik bernama Seira Hayami, putri salah satu rekan dokter Mamoru Al Jordan, ayah Fuji. Seira adalah seorang dokter anak di Tokyo. Keduanya bertemu tidak sengaja ketika Fuji harus mengantarkan Luca Bianchi yang terjatuh dari tangga sekolah.
Davina sendiri datang bersama Ali Khan yang menggantikan Javier Arata yang tidak bisa mendampingi karena masih mengurus PRC group di Australia. Meskipun agak keberatan datang bersama Ali, tapi setidaknya Davina tidak sendirian datang.
Ghani, Alexandra dan Bara datang di acara ijab Kabul yang dilaksanakan di rumah Raka Pradipta pagi hari dan sekarang mereka datang di acara resepsi.
Ghani memakai jas lengkap bewarna abu-abu sedangkan Alexandra mengenakan gaun berglitter warna hitam. Keduanya tampak masih awet muda meskipun sudah berumur.
Anggap aja gini yaaa
Bara celingukan mencari kekasihnya dan terkejut melihat gaun yang dipakai Arum. Benar-benar berbeda dengan yang dia lihat sehari-hari.
"Mas Bara" sapa Arum sambil mengangkat gaun bewarna putih keperakan lengkap dengan Swarovski bertebaran. "Oom Ghani, Tante Alexandra." Arum mencium tangan Ghani dan Alexandra seperti biasanya.
"Ya ampun Dis, gaunmu cantik banget" puji Alexandra.
"Iyakah Tante?" Arum pun berputar-putar centil.
"Sayang, punggungnya bolong kayak Suzanna" komentar Bara yang langsung mendapatkan keplakan dari Arum.
"Modelnya memang begini! Mama yang pilih! Mas Bara tuh nggak tahu fashion!" omel Arum sebal.
Ghani dan Alexandra hanya tersenyum melihat keributan keduanya.
"Ya udah, masuk yuk. Oom Ghani mau menyapa papamu" Ghani menggamit Alexandra.
Bara memeluk pinggang Arum dengan posesif. "Kamu kok cantik banget!"
"Baru sadar pak? Kemarin pengsan gitu?" cebik Arum manyun.
"Bara" panggil Fuji sambil menggandeng Seira.
"Hai Fuji. Siapa ini?" tanya Bara ke arah wanita cantik khas Jepang di sebelah sepupunya.
"Kenalkan ini Seira Hayami, dokter anak di rumah sakit Tokyo. Seira ini sepupu aku Bara Giandra dan ini calon istrinya yang gesrek, Gendhis Pradipta."
Seira mengulurkan tangannya yang disambut Bara dan Arum.
"Wah, Seira sama-sama dokter ya?" sapa Arum. "Aku dokter juga, dokter obgyn."
__ADS_1
"Bisa buka praktek bareng dong" timpal Seira yang membuat keduanya tertawa.
"Semoga tabah ya bersama dengan sepupu durjanaku" kekeh Bara.
"Fuji? Harus tabah lah!" balas Seira dengan mengerling jenaka.
"Yakin kamu sama kak Fuji?" bisik Arum penasaran sebab menurut pandangannya, wanita yang bisa menghadapi Fuji haruslah punya usus panjang dan stok sabar unlimited.
"Kenapa? Karena dia gesrek?" balas Seira sambil berbisik juga. "Tenang saja, aku sudah tahu cara menaklukkan pria koplak itu."
Arum melongo. "Whoah! Aku merasa menemukan soulmate buat rekanan menghadapi pria-pria ancur Lila loh jinawi." Arum dan Seira saling bertosh ria membuat kedua pria mereka bingung.
Kenapa mereka tiba-tiba jadi akrab?
***
Bara dan Arum sedang menikmati hidangan ketika melihat Davina tampak manyun didampingi oleh Ali Khan. Arum langsung melambaikan tangannya memanggil sepupu Bara itu.
Keduanya pun datang menghampiri Bara dan Arum yang duduk di meja undangan. Davina langsung menempatkan diri di sebelah Arum sedangkan Ali Khan di sebelah Bara.
Davina mengenakan gaun brokat bewarna putih sedangkan Ali Khan mengenakan suit bewarna biru navy.
"Hu um. Minggu depan setelah acara sepasarnya Mas Sendra dan Mbak Rani." Arum memasukkan udang mayonaise ke dalam mulutnya. "Bisa datang kan Davina?"
"Insyaallah bisa, Rum."
***
"Masih belum bisa mengambil hati Davina, Al?" tanya Bara.
Ali Khan hanya tersenyum getir sambil menggelengkan kepalanya.
"Susah mengambil hatinya, Ra. Apa karena aku duda ya?" gumam Ali Khan sambil minum coke.
"Kayaknya bukan itu sih tapi memang Davina yang kaku dan menutup diri dengan lawan jenis karena keseringan kumpul dengan sepupu prianya jadi merasa tidak perlu punya pasangan." Bara menatap pria berdarah India itu.
"Harus sabar benar aku kayaknya" kekeh Ali.
"Kalau kamu benar-benar mencintai Davina, kejar dia dan buat sepupuku itu mencintaimu."
Ali Khan menoleh ke Bara. "Itu juga yang Fuji dan Arjuna bilang padaku."
"Tapi ingat, jangan sekali-kali melukai hati Davina karena kamu akan berhadapan dengan kami semua" seringai Bara.
__ADS_1
Ali Khan terbahak. "Aku tidak akan pernah menyakiti Davina karena tahu siapa di balik dirinya. Bisa-bisa aku tinggal nama deh!".
***
Azzam dan Arum Satu melihat banyaknya tamu undangan yang hadir dan Arum Satu menangkap mantan kekasihnya sedang asyik mengobrol dengan seorang pria berdarah India sedangkan di sebelahnya Arum Pradipta tertawa bersama dengan seorang wanita cantik yang dikenal sebagai CEO PRC group, Davina Arata.
Arum menolak untuk berjalan-jalan bersama Azzam menemui beberapa koleganya karena dia hanya ingin duduk istirahat setelah menyalami kedua pengantin. Tubuhnya memang mudah lelah di kehamilannya ini dan dia duduk bersama beberapa rekan kerja Rani yang memang sudah disana.
MC acara pun mengatakan bahwa akan ada acara dansa sepasang pengantin itu antara papa Hari dan sang putri Rani sebelum diserahkan ke Gasendra yang nantinya akan dilanjutkan acara dansa bersama.
Arum Satu melihat bagaimana Bara dengan mesranya mengelus punggung Arum Pradipta yang terbuka dan membisikkan sesuatu. Mata hitam Bara tampak penuh cinta ke kekasihnya. Hati Arum Satu tampak sesak karena dia merasa bersalah dulu meninggalkan Bara karena memikirkan demi bisa praktek di rumah sakit besar di Surabaya.
Mas Azzam memang baik padaku, aku saja yang tidak tahu diri. Arum satu teringat ucapan Arum Pradipta yang nama boleh sama tapi sifat dan hati berbeda. Aku terlalu sombong menganggap mas Bara masih terpaku padaku tapi aku lihat sendiri dia sudah berbeda. Arum menghela nafas panjang. Sudah saatnya dia menjauh dari Bara dan Arum Pradipta dan hidup bersama Azzam di Surabaya.
***
"Mas Bara memang bisa dansa?" tanya Arum.
"Mau dipraktekkan?" goda Bara sambil mengulurkan tangan ke gadisnya ketika acara dansa dimulai.
Bara melihat sang papa sudah berdansa dengan sang mama, begitu juga Fuji dengan Seira. Arum pun menerima uluran tangan Bara dan mereka turun ke lantai dansa.
Bara memegang pinggang Arum sedangkan dokter cantik itu mengalungkan tangannya di leher Bara. Keduanya pun mulai bergerak sesuai dengan lagu yang diputar.
"Awas! Jangan injak kakiku!" bisik Arum jahil.
"Kalau injak yang lain, boleh?" goda Bara.
"Memang mau injak mana?"
"Injak ini." Bara mencium bibir Arum dengan mesra dan cueknya di lantai dansa membuat para undangan heboh termasuk Ghani dan Alexandra yang melotot tidak percaya putra kakunya bisa berbuat seperti itu.
"Astagaaaaa! Bara!"
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1