Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Duo K


__ADS_3

Keia Al Jordan Hamilton menatap gadis cantik khas Indonesia yang duduk di sebelahnya sedangkan Bara dan Ezra menjemput Kristal Ruiz dan suaminya Ashley Sky yang bingung mencari restauran mereka.


"Kenapa menatapku seperti itu, Kei?" tanya Arum.


"Tidak. Kamu memang cocok dengan Bara" komentar Keia.


"Kenapa?" tanya Arum lagi.


"Kamu apa adanya dan bisa membuat si kaku itu mencair lagi setelah setahun lebih nyaris kayak zombie."


Arum tertawa. "Terimakasih Kei."


"Kau tahu, keluarga kami itu bertambah lagi anggota dokternya. Papa dan mama ku dokter bedah, kakakku itu dokter jantung meskipun prakteknya tergantung request pasien, Nathan pun dokter jantung, sekarang kamu dan Seira dokter obgyn dan anak. Lama-lama kalian buka praktek sendiri" kekeh Keia yang disambut tawa Arum.


"Bukan ide yang buruk. Pertanyaannya, wani Piro?"


Keia terbahak. "Karena yang praktek dokter high class semua ya Ndis."


"Iyeeess!" cengir Arum.


Tak lama datang Bara dab Ezra bersama dengan sepasang bule dan seorang bayi.


"Itu siapa?" tanya Arum melihat wanita bule yang tidak kalah cantiknya dari Keia.


"Yang perempuan adalah sepupu kami, Kristal Ruiz putri Oom Raymond Ruiz dan Tante Valora Arata, sepupu kandung Davina. Pria di sebelahnya adalah Ashley Sky dan itu putri mereka, Freya."


Arum pun manyun. "Aku insecure lagi" keluhnya. Keia terbahak.


"Mbak Keia" sapa Kristal sambil cipika-cipiki dengan kakak sepupunya. "Halo, kamu pasti Gendhis ya, calonnya Bara. Aku Kristal, itu suamiku Ashley dan putri kami Freya" Kristal langsung memeluk Arum hangat.


"Salam kenal Kristal" balas Arum yang juga menyalami Ashley.


"Halo Gendhis" sapa Ashley Sky yang sekarang bekerja di AJ Corp karena dirinya tidak nyaman satu perusahaan dengan istrinya di PRC group.


"Hello Ashley. Apa kabar kalian semua" sapa Arum ramah.


"Well, akhirnya kumpul bareng ya demi Bara" gelak Ezra.


"Oh asal kamu tahu Ndis, Ezra dulu ngejar Danisha adik Bara tapi dasar emang nggak jodoh, jadinya Danisha sama Iwan, Ezra sama aku" kekeh Keia.


"Whoah! Ezra, kau ditikungan Iwan?" goda Arum.


"Ditikungnya nggak main-main lho Ndis, pakai acara sepertiga malam. Kan kalah aku" gelak Ezra tanpa beban. "Tapi seperti aku pernah bilang, Tuhan memang menutup jodoh kita yang ini, tapi memberikan jodoh kita yang jauh lebih baik. Benar kan Bar?"


"Exactly. Kamu dan aku senasib tapi bedanya, kamu belum ada janur kuning melengkung, Ezra" cengir Bara.

__ADS_1


"Setidaknya kita masih mending daripada pria satu ini yang sombongnya amit-amit nolak Kristal" gelak Ezra.


"Eh? Serius?" teriak Arum yang tidak habis pikir Ashley bisa menolak Kristal yang notabene fisik paripurna. "Apa yang ada di benak kau, wahai Ashley!"


Ashley hanya tersenyum kecut. "Setidaknya aku akhirnya bersama Kristal meskipun harus dihajar papa mama dulu sebelumnya."


"Kris datang nggak Kristal?" tanya Bara.


"Kris itu siapa?" tanya Arum.


"Saudara kembarku" jawab Kristal. "Katanya datang besok, Ra. Masih menyelesaikan pekerjaan di New York."


"Kaia dan Rhett datang kapan?" tanya Keia.


"Kabarnya malam ini berangkat sih lengkap kemari." Bara menatap Keia.


"Kalian menginap dimana?" tanya Arum.


"Aku dan Ezra di mansion Al Jordan, papa mama sudah disana bareng Oom Joshua dan Tante Miki. Kalau Fuji kan punya apartemen disini jadi dia disana. Kalau kamu Kris?"


"Aku dan Ashley disuruh tinggal di mansion punya Eyang Adrian bareng sama Kris, mama dan papa. Kan kita tidak kekurangan rumah juga kan?" ucap Kristal.


"Iya, nggak mungkin kita di mansion Giandra karena pasti Danisha dan Iwan akan datang bersama dengan mertuanya" sahut Ezra.


"Rencananya kalian menikah konsepnya garden party atau gimana?" tanya Kristal.


"Kami memutuskan untuk menikah di pantai saja. Sekalian berjemur" kekeh Bara.


"Wah! Beach! Seru tuh!" seru Keia yang memang suka akan suasana pantai.


"Mama sudah memesan satu hotel khusus untuk keluarga mengingat kita kalau kumpul sampai satu RT." Bara menatap ke arah sepupunya. "Jadi, dua hari satu malam kita menginap disana."


"Eh iya, mas kawinnya nggak aneh-aneh kan Bar?" tanya Ashley.


"Rahasia lah" cengir Bara.


"Tahu nggak, mas kawin generasi kita masih kalah antik sama generasi mama" sahut Keia.


"Paling beda itu mas kawinnya Tante Rain. Oom Jeremy memberikan kastil yang kita pakai nginap waktu lebaran tiga tahun lalu sama dua kuda Arab dan Morgan hanya gara-gara Tante Rain melihat ada istal di belakang kastil" kekeh Kristal.


"Kastil? Kastil?" seru Arum. "Mas Juna punya kastil? Dijadikan mas kawin sama Oom Jeremy? Whoah, mas Bara! Kalian itu yaaaa!"


"Tenang Dis, nanti kalau kamu ada kesempatan ke London, bisa lihat sendiri" senyum Ashley.


"Oh iya, Ashley mantan asistennya Arjuna" jelas Bara.

__ADS_1


"Oooohhh. Ashley udah lihat kastilnya?" Arum menatap Ashley dengan wajah antusias penasaran mendengar tinggal di kastil.


"Lihat lah hampir tiap hari tapi semenjak Arjuna nikah dengan Sekar lebih memilih tinggal di rumahnya sendiri" jawab Ashley.


"Ayo makannya kita habiskan lalu kita kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat. Besok kita ke mansion Giandra" ajak Keia. "Freya sampai dah Boboks tuh."


***


Bara mengantarkan Arum di kost-kostannya karena malas pulang ke rumahnya di Pulomas.


"Aku malas lah pulang ke rumah papa. Kejauhan" ucap Arum.


"Kamu sudah mengajukan cuti?" tanya Bara.


"Malah dapat surat cinta dari kak Fuji suruh aku cuti mulai besok" ucap Arum.


"Baru kali ini Fuji nepotisme" kekeh Bara.


"Bejaku punya ipar pemilik rumah sakit tempat aku bekerja" cengir Arum.


"Nggak kerasa ya Dis, kita hampir menjadi sepasang suami istri" ucap Bara sambil menerawang.


"Aku malah berpikir bakalan jadi jomblowati akut mengingat aku tidak punya pacar dan nggak kepikir bakalan menikah secepat ini. Soalnya aku merasa akan mirip mbak Rani yang menikah di usia 30 tahun. Tapi ternyata Allah memberikan aku jodoh yang tepat di waktu yang tepat. Apalagi mendapatkan perlakuan baik dari keluarga inti calon suami dan keluarga besarnya itu sesuatu." Arum menatap Bara dalam.


"Mas Bara, terima kasih memilih Arum menjadi pasangan hidup mas Bara meskipun aku tukang kentut, tukang makan petai dan jengkol, masih suka kolokan."


Bara mengusap kepala Arum. "Bukannya kamu sendiri yang bilang 'mending tahu jelek-jeleknya kita di depan dulu daripada nanti terkaget-kaget pada saat sudah menikah. Bisa-bisa gagap budaya yang membuat gugurnya impian sebelum menikah'?"


Arum mendelik. "Whoah! Ternyata masih ingat pak?"


"Masihlah Dis."


Arum tersenyum. "Love you mas Bara."


"Love you too, Gendhis."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2