
Bara masuk ke dalam kamar hotelnya pukul empat subuh setelah membereskan semua cecunguk yang dibawa Ye-jun dan pagi ini semuanya diangkut kembali ke Miami dengan pengawalan ketat termasuk Ghani, Alexandra, Javier dan Agatha pun ikut bersama dengan beberapa pengawal pilihan Arya dan Gozali. Pesawat yang disewa Duncan memang disetting menjadi pesawat super ketat bagi para tahanan.
Meskipun Bara sempat memprotes kedua orangtuanya terbang ke Miami tapi sang papa meyakinkan bahwa mamanya sangat berguna beladiri nya. Bara tinggal nanti mengatakan kepada kedua mertuanya bahwa besannya harus terbang ke Amerika karena ada urusan.
Kini dengan tubuh lelah, Bara masuk dan menatap Arum yang masih terlelap. Mau unboxing kok tanggung mau subuh. Nanti sajalah! Bara pun masuk ke kamar mandi mengganti baju ala ninjanya dan membersihkan dirinya.
Keluar dari kamar mandi, Bara melihat istrinya sudah bangun dan tampak memasang muka bantal yang membuat Bara gemas.
"Selamat pagi nyonya Sambara Giandra" senyum Bara.
Arum menatap Bara dengan wajah seperti belum menyatu nyawanya. "Hah? Siapa istrinya siapa?"
Bara tertawa. "Kamu, istrinya Sambara Giandra."
Arum mengangguk tampak belum ngeh. "Aku mau pipis." Gadis itu pun turun dari tempat tidur.
"Jangan lupa wudhu sekalian, kita sholat subuh berdua." Arum menatap Bara dan mengangguk.
***
Arum manyun melihat Bara yang langsung tertidur setelah sholat subuh meskipun sebenarnya tidak boleh sih tapi melihat suaminya tampak lelah, Arum merasa kasihan.
Bosan di kamar, Arum pun keluar menuju restoran untuk sarapan dan ternyata disana sudah tampak para sepupu perempuannya bersama anak-anak mereka dan beberapa orang tua disana.
Arum tidak melihat para kaum pria termasuk mertua nya. Pada kemana mereka?
"Wah pengantin baru udah bangun. Belum sempat unboxing ya?" goda Kaia dengan cueknya.
"Hah?" Arum melongo. Hari ini benar-benar terjadi, dia harus menghadapi para sepupu rusuhnya Bara tak peduli pria atau wanita.
"Pada tidur laki kita. Kayaknya semalam benar-benar deh!" kekeh Josephine.
"Lho Seira dan Fuji kemana?" tanya Marissa.
"Ke rumah sakit bawa Ali dan Davina kalau Fuji, Seira sih siap-siap disana karena kemungkinan besar Yanti lahiran hari ini" ucap Keia.
"Memang tadi malam ada apaan?" tanya Arum sambil membawa kopi yang sudah disiapkan pelayan..
"Penangkapan mantannya Davina. Benar-benar psycho tuh orang! Bilang Davina adalah miliknya sejak kuliah di Stanford" jawab Kristal sambil menyuap Freya bubur bayi.
"Jadi semalam tuh para suami kita dan para sepupu-sepupunya jadi ninja bekerjasama dengan Miami Dade Policez FBI dan DEA menangkap Ye-jun dan anak buahnya. Terus pagi ini mertuamu dan Oom Javier serta Tante Agatha mengawal sampai Miami" papar Kaia.
"Jadi para pria semalam jadi tukang grebek?" ucap Arum yang mendapat pelototan sepupu perempuannya.
"Kok jadi tukang grebek sih Ndis?" kekeh Josephine.
__ADS_1
"Lha terus apaan dong?" cengir Arum. "Lho Davina ke rumah sakit ada apa?"
"Ali kena tembak" sahut Keia sambil menyuap croissant nya. Arum melotot. Kenapa semua santai-santai saja sih?
"Tenang, pakai kevlar kok" ucap Ezra yang baru datang dengan muka ngantuk lalu mencium Keia mesra.
"Kopi sayang?" tawar Keia.
"Hitam, pekat, no sugar!" ucap Ezra yang sejurus kemudian meletakkan kepalanya di atas meja dan kembali tertidur.
"Oh Astagaaaaa" gelak para perempuan disana melihat CEO Hamilton Co itu cuek.
***
Arum masuk ke dalam kamarnya dan melihat Bara masih tidur. Dokter obgyn itu tersenyum karena tahu semalam suaminya benar-benar lelah. Para wanita di bawah itu pun bercerita kalau suami mereka pun masih pada tidur.
Suara notifikasi masuk ke dalam ponsel Arum dan mata wanita itu langsung melotot.
"Mas, Mas Bara" bisik Arum sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
"Hhmmm. Ngantuk..." gumamnya masih memejamkan matanya.
Bara membuka matanya. "Siapa?" dengan suara parau khas bangun tidur.
"Yanti dan mas Levi sudah jadi orang tua. Anaknya cowok!" seru Arum sambil tersenyum lebar namun senyum itu pun menghilang ketika melihat suaminya tidak antusias. "Kok mas Bara B ajah sih?"
Bara melentangkan badannya. "Sedih mas tuh."
"Kenapa?"
"Oom Eiji dan Levi ada penerusnya kegesrekan."
Arum melongo. Bara membalikkan tubuhnya dan tidur lagi.
***
Kini Keluarga memutuskan bergantian membesuk Levi dan Yanti karena banyaknya saudara pria tampan itu.
Bara dan Arum pun memutuskan untuk membesuk sore bersama dengan Kaia, Rhett, Aidan dan Thara. Keenam orang paripurna itu bergantian dengan Iwan dan Danisha yang sudah menengok tadi siang.
Levi tampak lelah tapi rona kebahagiaan tidak hilang dari wajahnya yang tampan. Yanti tampak sedang menatap putra lucunya.
__ADS_1
"Capek Pak?" goda Aidan melihat sepupunya itu.
"Gue mending ikut kalian ngehajar orang daripada nunggu bini gue lahiran... Adduuhhh!" Levi mengusap bahunya yang dipukul Yanti. "Mana bini gue sekarang habis lahiran tambah galak kayak macan beranak padahal udah brojol anak macannya juga... Adduuuhhh! Sakit Yank!" Yanti sekarang mencubit bahu suaminya yang disambut tawa saudaranya.
"Namanya siapa Vi?" tanya Rhett sambil melihat bayi lucu itu.
"Hoshi Paramudya Quinn Reeves" ucap Levi. "Artinya pemimpin bintang yang baik, cerdas dan bijak tapi aku lebih mengambil dari Korea yang artinya macan." Levi tersenyum bangga.
"Sebenarnya artinya bagus sih cuma karena dia anaknya Levi, aku kok tidak yakin dia bisa sesuai dengan namanya. Okelah aku yakin dia bakalan cerdas seperti kamu Vi tapi kalau gesrek kok aku rasa beyond darimu dan Oom Eiji" kekeh Kaia.
"Kalian ituuuu mbok Yaaa doakan agar anakku tidak segesrek aku dan papaku lah!" ucap Levi sambil manyun.
"Gen kamu terlalu kuat, Vi dan aku tidak akan heran jika anak-anakku akan pusing menghadapi Hoshi" cengir Rhett.
"Eh tapi siapa tahu Hoshi nggak gesrek lho. Lihat saja tidurnya anteng" ucap Arum sambil menowel pipi Hoshi.
"Belum saja, Dis. Kita lihat saja dua bulan kedepan, pasti Levi rempong" kekeh Bara.
"Awas lu ya Ra! Kalau elu punya anak yang jauh lebih rusuh dari anakku, gue bakal bancaan wedangan pak Basuki!" ancam Levi.
"Kalau itu sih maunya kamu Vi" cebik Aidan.
"Eh tapi kok Hoshi lebih mirip Yanti daripada Levi ya?" gumam Thara.
"Iyakah?" Kaia dan Arum ikutan menelisik wajah bayi tampan itu.
"Iya lho, mirip Yanti! Levi cuma kebagian jenis kelamin doang" kekeh Kaia.
"Kalau sama Yanti, berarti ketularan galak nya si mama macan dong!" kekeh Levi.
"Ohya Vi, puasa ya 40 hari" cengir Rhett.
"Iya, si belut kepaksa jadi biksu deh."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1