
Bima sedang melakukan panggilan zoom dengan Jono dan Radit ketika suara ribut-ribut terdengar di ruang tengah. Bima sendiri sedang di halaman belakang bersama Abi yang sedang melakukan pengawasan pembuatan mesin Boeing melalui CCTV di pabrik milik MB Enterprise dan Giandra Otomotif Co.
"Apa itu mas?" tanya Bima.
"Menilik dari keributannya, paling Hoshi dihajar Daddy dan opanya" kekeh Abi.
"Apa kalian seperti ini kalau bertemu?"
Abi tertawa kecil mendengar pertanyaan Bima. "Anggap saja no rusuh no life. Motto keluarga kami sejak jaman eyang buyut Nabila Pratomo."
"Bimasena!" suara Rhea memanggil dirinya membuat Bima harus memutuskan panggilan zoom nya.
"Bang Jono, Oom Radit, sambung nanti ya. Aku dipanggil Oma Rhea."
"Oke Bim. Nanti kita sambung lagi."
Bima menutup MacBook nya. "Mas Abi, aku ke dalam dulu."
"Kalau terjadi pertumpahan darah, biarkan saja. Dokter tinggal panggil Joey Bianchi. Dia dokter bedah di Bellevue" kekeh Abi cuek. Bima hanya menggelengkan kepalanya.
Joey Bianchi adalah putra Josephine Al Jordan Akandra dan Mario Bianchi, cucu Miki Pratomo Al Jordan dan Joshua Akandra, cicit Shanum Pratomo dan Hiroshi Al Jordan. Joey sudah menikah dengan keponakan Rhett O'Grady, Georgina O'Grady putri Kieran O'Grady.
Bima pun masuk ke ruang tengah dan disana tampak tiga orang generasi Reeves sedang ribut tidak jelas sedangkan Duncan dan Rhea hanya menonton begitu juga Arimbi, Reana dan Pandu. Kaia dan Rhett memilih mengacuhkan ketiga pria yang gegeran.
"Jadi hanya gara-gara kamu tidak mau Arimbi mendapatkan Bima yang level beladiri nya dibawah adikmu itu lalu kamu menantangnya?" bentak Levi Reeves.
"Lho bukannya kalau mau masuk di keluarga harus discreening Dad?" tanya Hoshi balik. Wajahnya masih membiru akibat kena jotos Bima.
"Toyib, kamu urus lah anak kamu! Papa pusing!" keluh Eiji yang langsung duduk di sebelah wanita paruh baya yang cantik dan modis. "Diajeng Aya-aya, apa yang terjadi dengan cucu kita? Kenapa dia jadi nakal begitu?" ucapnya dramatis.
"Oh papa ngaku si Hoshi cucu papa?" sindir Levi karena sebelum mereka sampai di mansion Blair, Eiji tidak mengakui Hoshi cucunya.
"Lha gimana tidak bisa mengakui Toyib? Fisik nya kan sama dengan kita!" balas Eiji. "Ganteng, paripurna..."
"Dan menyebalkan!" balas Duncan yang membuat Eiji makin manyun.
"Come on D! Harus kamu akuilah" cebik Eiji ke sepupunya.
"Fisik oke, akhlak minus, gesrek top! Itu kalian!" balas Duncan.
__ADS_1
"D, akhlak kita nggak ada yang minus, tetap rajin beribadah dan menabung, ditambah rajin bersedekah. Minus dari mana?"
"Minus lah, karena kalian bertiga hobinya sama, menistakan orang lain!" kekeh Duncan.
"Oh my D. Kamu menyakiti hatiku. Diajeng Aya-aya, lihat tuh Duncan!" Eiji semakin manyun sambil bersender ke Ayame.
"Kalian tuh makin tua malah makin absurd. Yuk, Rhea, Yanti, kita tinggalkan pria-pria Reeves ribut sendiri. Kalian ada makanan apa di dapur?" tanya Ayame.
"Kamu yang namanya Bima?" tanya Yanti ketika melihat Bima berdiri di pintu penghubung ruang tengah dan halaman belakang.
"Iya Tante, saya Bima" ucapnya sambil menyalami satu persatu keluarga Hoshi.
"Ya ampun, kamu sama saja dengan Hoshi. Babak bunyak" kekeh Yanti sambil memegang wajah Bima yang juga babak belur.
"Saya tidak menyesal menghajar Hoshi kok" cengir Bima yang membuat Levi dan Eiji melongo.
"Whoah! D, aku suka anak ini!" seru Eiji.
"Arimbi, kamu Nemu dimana nih bocah?" tanya Levi ke arah keponakannya.
"Dia kakak kelas aku dulu Oom waktu SMA" jawab Arimbi.
"Bima, Opa mau tanya. Apa kamu selama pacaran sama Arimbi... Sudah bikin Ghani dan Bara kesal?" seringai Eiji jahil yang membuat Ayame mengeplak suaminya.
Eiji dan lalu mengajak Bima bertosh ria. "Bagus! Aku suka kalau Ghani darting! Secara dia kan kaku banget!" Eiji tertawa durjana.
"Oh astaga" Kaia memegang pelipisnya.
"Jadi bagaimana ceritanya kalian berantem? Siapa yang menang?" tanya Levi.
"Nggak ada yang menang Oom. Dipisah sama aku dan Rama" suara Abi terdengar saat pria blonde itu masuk ke dalam rumah.
"Anggap saja seri lah!" timpal Duncan.
"D, kayaknya harus dilakukan rematch deh!" Eiji menatap Duncan dengan wajah menyebalkan yang membuat perasaan pria bermata biru itu tidak enak.
"Apa yang kamu pikirkan Eiji Adipramana Reeves?" Duncan memincingkan matanya.
"Kalian tahu kan besok Selasa libur nasional. Kenapa tidak melanjutkan saja pertarungan kalian berdua di sasana berlatih milik keluarga besar. Anggap saja kita nonton MMA gitu" usul Eiji yang langsung mendapatkan pelototan dari semua orang.
"Astaghfirullah! Mas Eiji!" protes Ayame kaget.
__ADS_1
"Look Diajeng Aya-aya, anak laki itu harus menyelesaikan keributannya dengan otot karena percuma pakai mulut karena aku tahu mulutnya Hoshi itu ngalah-ngalahi cabe setan tingkat dewa dan Bima bisa mengimbanginya. Kelamaan kalau nunggu mereka berdebat, nggak ada habisnya! Yang ada uban aku makin nambah! Jadi, pakai otot lah paling cucok meong. Lagipula, aku kan bisa tahu apakah Bima dan Hoshi bisa aku kirim ke hell week atau nggak" seringai Eiji.
"Astaga si Opa! Usil banget kirim ke hell week!" gelak Abi. Hoshi langsung menatap horor ke opa gesreknya sedangkan Levi hanya menggelengkan kepalanya.
Bima yang tidak paham pun bertanya. "Hell week itu apa?"
Wajah Eiji tambah durjana. "Bima, sini Opa kasih tahu."
Tiba-tiba Bima merasa susah menelan salivanya. What the hell is that? Ditatapnya Arimbi yang masih terbengong-bengong mendengar ucapan Eiji.
Kok perasaan gue kagak enak ya? Kayak ngirim gue ke neraka jahanam beneran.
***
Prayogha kini berada di kantor Blair & Blair Advocate dan menunggu jam pertemuan dengan James Blair. Pertemuannya dengan Bara Giandra beberapa waktu lalu membuatnya banyak berpikir.
Dirinya bukan tidak tahu Bima berpacaran dengan anaknya Bara dan sudah pasti dirinya tidak pantas menjadi besan keluarga besar mereka karena statusnya suami Arum Banowati yang sudah membuat banyak masalah.
Keluarga besar klan Pratomo sangat ketat melakukan screening dan meskipun mereka bisa menerima Bima, tapi tidak dengan dirinya walaupun posisinya sebagai ayah kandung Bima.
"Ada orang tua yang pantas menjadi orang tua dan ada orang tuan yang tidak pantas. Jangan salahkan anak jika tidak mau menghormati orangtua karena perilaku si ortu itu sendiri. Bersyukur Bima hasil didikan Savita Hermawan yang membuat pribadinya bagus dan saya berharap dia tidak seperti anda yang tidak setia dengan istri anda."
Ucapan Bara benar-benar mengena di Prayogha yang selama hampir 20 tahun mengacuhkan anaknya sendiri. Maafkan papa, Bima. Semoga kamu bisa memaafkan papa.
"Apa kamu sudah sadar apa yang kamu lakukan selama ini, Prayogha?" sebuah suara bariton terdengar di telinga Prayogha.
Pria berusia pertengahan empat puluhan itu pun mendongak dan tampak seorang pria bule paruh baya dan masih tampak gagah berdiri di hadapannya.
Neil Blair.
Introducing Neil Blair, ayah James Blair, Opa Travis Blair.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️