Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Kumpul Keluarga 1


__ADS_3

Pagi ini mansion Giandra kedatangan Iwan, Danisha, Bu Kinanti dan cucu Ghani, Ega. Bayi berusia delapan bulan itu semakin menggemaskan apalagi dengan darah bulenya membuat Iwan sering diragukan sebagai ayahnya. Siapa lagi kalau bukan Levi yang sudah berada disana bersama Yanti istrinya yang hamil sembilan bulan.


Yanti memang meminta Levi untuk melahirkan di Jakarta atau Solo agar dia mau anaknya lahir di negara kelahirannya apalagi HPL nya akan masuk Minggu depan.


"Wuuiihhhh keponakan bule uncle Levi yang paripurna ganteng sejagat klan Pratomo" goda Levi ke Ega yang tertawa dalam pelukan Oomnya.


"Datang kapan mas?" tanya Danisha setelah berpelukan dengan Yanti.


"Subuh tadi cuma masih jetlag jadi susah tidur. Yanti malah ketemu Tante Alexandra malah langsung heboh minta makan" kekeh Levi.


"Beneran nih Yanti mau lahiran di Indo?" tanya Iwan sambil menikmati camilan yang disediakan oleh pelayan.


"Iya, maunya minta di sini atau Solo tapi aku rasa mending di Jakarta saja lah, perjalanan ke Solo kan lumayan juga." Levi menatap Iwan serius.


"Oom Eiji dan Tante Ayame kemana?" tanya Danisha yang tidak melihat kedua orang tua Levi.


"Oh tadi langsung ngajak bapak jalan-jalan cari panganan." Memang tadi pagi pak Heri, ayah Yanti datang bersama Danisha dan Iwan.


"Kalian tuh nggak ke mansion Reeves gitu?" ledek Bara yang baru keluar dari kamarnya.


"Dipakai Oom Ryoma tapi nanti kita kesana kok, yang penting gue kesini dulu lah" sahut Levi cuek.


"Levi, tolong ikut Oom bentar" pinta Ghani.


"Baik Oom. Ega, kembali ke habitat dulu ya" ucap Levi ke keponakannya sambil memberikan ke Iwan.


"Habitat! Emang apaan cumiiii !" ledek Bara.


"Suka-suka gue, Bambaaaaannggg!" balas Levi yang berdiri meninggalkan ruang tengah mengikuti Ghani untuk masuk ke ruang kerjanya.


"Kalian kok nggak bareng Kaia?" tanya Bara ke Yanti yang masih tersenyum melihat keributan suaminya dengan Bara.


"Kami sudah seminggu di Singapura karena mas Levi ada pertemuan dengan pihak investor disana. Jadi kami tiba lebih cepat dari Kaia."


"Pantas datang duluan dari geng New York" gumam Bara.


***


"Ada apa Oom Ghani?" tanya Levi setelah mereka berada di ruang kerja Ghani.


"Soal Davina."


Levi menghela nafas panjang. Semua keluarga besarnya tahu kejadian yang menimpa Davina namun semua sepakat untuk tidak bertindak sebelum pesta pernikahan Bara dan Arum selesai. Apalagi acaranya kurang dari dua hari lagi.


"Ali Khan gimana?"


"Dia tidak pernah jauh dari Davina sejak peristiwa itu. Dia benar-benar membuktikan omongannya bahwa akan bertanggungjawab atas Davina."

__ADS_1


"Oom Ghani memanggil aku karena..."


"Sehari setelah acara Bara, Oom minta kamu, Bryan, Arjuna dan Fuji membuat laporan ke FBI dan Miami Dade Police tentang kejahatan Lee Ye-jun. Arya sudah mendapatkan bukti tapi Oom minta kalian mulai menggali semuanya."


"Harusnya Oom minta Oom Joshua buat bongkar aib sih tapi tak apa, aku dan pasukan Bodrex akan membongkar semua. Dan sehari setelah Bara menikah, akan lapor ke FBI bahkan interpol. Kalau itu bisa minta bantuan Juna dan Oom Duncan."


Ghani tersenyum. "Thanks Vi."


***


Duncan Blair dan Rhea Giandra bersama dengan Kaia Blair, Rhett O'Grady, Abian Smith, Bryan Smith dan si kembar Abi dan Reana sampai di kediamannya Ghani dan Alexandra pada sore hari. Mansion itu pun menjadi ramai


Alexandra, Rhea dan Bu Kinanti malah asyik heboh di dapur karena ketiga wanita itu suka memasak apalagi banyak orang di mansion pasti banyak mulut kelaparan.


Kaia, Levi, Bara, Danisha, Rhett, Iwan, Bryan dan Yanti tampak asyik di gazebo belakang sedangkan Duncan, Abian dan Ghani memilih berbincang di ruang tengah sambil mengawasi cucu masing-masing.


"Ega dijaga ya Bi, Rea. Kalian bisa kan?" tanya Duncan kepada cucu kembarnya, Abi dan Reana.


"Bisa Opa. Abi akan jaga dik Ega" ucap Abi yang menurut Ghani gayanya mirip sang papa Abimanyu.


"Gue kok ngerasa Daddy nitis ke Abi deh, D" gumam Ghani.


"Kenapa G?" tanya Duncan bingung.


"Casing boleh bule karena Kaia dan Rhett bule tapi gaya bicara, perilaku, mirip Daddy. Sok cool gimana gitu" jawab Ghani.


"Kalau mereka masih ada, apa nggak gelut setiap saat ya D" gumam Ghani menatap adik iparnya.


"Di alam sana pun tampaknya malaikat yang mengcapek mendengar Daddy dan papa berantem melulu" gelak Duncan. "Sampai mommy dan mama jeleh."


Ghani dan Duncan tertawa membayangkan keempat orang tua mereka yang sudah tiada masih saja gelut di alam lain.


"Kita makin tua makin ngaco" kekeh Ghani.


Abian hanya menggelengkan kepalanya. "Dulu Oom Abi dan Oom Edward kalau ketemu nggak pernah akur tapi anaknya malah akur. Tampaknya ada yang salah."


"Haaaahhhh?" seru Ghani dan Duncan bersamaan.


***


"Jadi katering nya tetap pakai dari RR's meal seperti biasanya Ra?" tanya Kaia sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Rhett.


"Ai yang nawarin, ya sudah deh. Pakai saja meskipun pihak hotel juga menyediakan supaya para tamu nggak kelaparan" kekeh Bara.


"Duo K sudah datang ya?" tanya Levi sambil mengelus perut buncit Yanti. Dia paling suka jika baby-nya merespon sentuhan tangannya.


"Sudah. Kristal dan Ashley di mansion milik eyang buyut Adrian Pratomo bareng Oom Raymond dan Tante Valora. Keia di mansion Al Jordan."

__ADS_1


"Davina nggak kesini mas?" tanya Danisha yang duduk dengan dipeluk Iwan.


Levi hanya memandang Bara dan Kaia penuh arti.


"Davina kan sama Oom Javier di mansion Arata" jawab Kaia.


"Kak Levi, udah tahu jenis kelaminnya si debay?" tanya Bryan, si bontot keluarga klan Pratomo yang baru saja menyelesaikan skripsinya di MIT.


"Udah dong! Laki lah!" ucap Levi jumawa.


"Alamat deh" komentar semua orang disana.


"Alamat apaan?" tanya Levi bingung.


"Alamat ada yang menjadi penerus bangsa gesrek" kekeh Rhett O'Grady sambil tertawa.


Suara ramai-ramai terdengar di ruang tengah, tampak seorang pria yang masih tampan seumuran dengan Ghani dan Duncan muncul di pintu belakang.


"Toyiiibbb! Nih ada makanan banyak! Ambil gih!" teriak Eiji Reeves ayah Levi Reeves.


"Ya Allah Daaaadd! Jangan panggil Toyib kenapeeee!" teriak Levi jengkel namun ta urung bangkit juga buat mengambil beberapa kotak makanan.


"Mas Eiji ! Jangan panggil Levi pakai nama Toyib!" teriak Ayame dari dalam dapur.


"Tapi Diajeng Aya-aya, seru aja manggil si bocah sok kecakepan itu Toyib!" balas Eiji.


"Aku ganteng dari siapa?" ledek Levi.


"Daddy lah!"


"Berarti Daddynya Toyib ini Toyib Senior" balas Levi sambil nyengir menyebalkan.


"Haaaiissshhhh!"


"Kapok!" terdengar suara Ayame judes.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Maaf Davina masih direview dari semalam belum lolos juga


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2