
Hari ini adalah hari ketiga pasca peristiwa ledakan bengkel Bima dan Radit baru bisa membesuk keponakannya karena harus mengurus pengunduran dirinya dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
"Oom Radit kenapa?" tanya Bima yang sedang makan menggunakan tangan kiri karena bahu kanannya masih di gips.
"Kamu beneran tidak ingat terlempar kena ledakan?" tanya Radit. Mereka berdua saja di ruang rawat inap Bima.
"Beneran bengkel Bima hancur?" Sejak kemarin Bima tidak percaya kalau usaha yang dirintisnya dari nol sekarang luluh lantak.
"Hancur, Bim. Bahkan sampai ada korban jiwa Trisman dan Yusman. Kamu masih nggak percaya?" Radit benar-benar bingung, Bima tidak ingat kejadian terakhir yang menimpanya.
Bima menatap Oomnya yang wajahnya serius. Radit jika bilang A ya A tidak bisa diganggu gugat dan Bima merasakan bahwa pria berusia akhir 30 tahun itu sangat serius.
"Bim, ini kondisi bengkel dan rumahmu sekarang." Bima melongo melihat bangunan bengkel nya tinggal puing-puing dan terdapat bangkai dua mobil disana. Rumahnya sendiri masih berdiri meskipun atap bolong dan kaca pecah semua.
"Siapa yang urus barang-barang Bima di rumah?" tanyanya.
"Jono dan Travis Blair. Karena mereka hendak mengurus inventarisasi barang dan kerusakan untuk klaim asuransi." Bima mengangguk.
"Oom, kalau begitu tolong berikan santunan buat keluarga Trisman dan Yusman."
"Pegawai bengkel gimana?"
"Tetap diberikan gaji Oom tapi 75% karena aku juga membutuhkan biaya untuk membangun bengkel aku kembali seperti dulu." Radit mengangguk sambil mencatat ucapan Bima.
"Kamu tahu siapa yang meletakkan bom mobil?" Radit menatap Bima.
__ADS_1
"Siapa Oom?"
"Gabriella Samuel, adik dari Gavin Samuel."
Bima melongo. "Kok bisa?"
"Itu yang masih diselidiki."
***
Hoshi datang sambil membawa satu bucket ayam goreng kolonel Sanders ke ruang rawat inap Bima. Malam ini memang gilirannya menjaga Bima. bersama dengan Arya. Karena Oomnya masih sibuk dengan pihak kepolisian, dirinya datang duluan.
"Jiaaaahhh, muka cewek yang nemenin gue malam ini. Kenapa nggak Arimbi saja!" cebik Bima malas.
"Bersyukur elu ditemenin ma gue daripada mbak Kunti? Secara ini malam Jumat Kliwon, Werkudara!"
"Terus? Apa hubungannya?"
"Gue dah bawa menyan nih, tar sekalian ngepet, lu jaga lilinnya yak!" jawab Hoshi asal sambil membuka bucket dan bau harum ayam goreng krispi semerbak di kamar Bima.
"Serius lu bawa kemenyan?" Bima bergidik mendengarnya. Yang bener aja bawa kemenyan? Yang ada pada datang dah semua penghuni beranak dalam kubur!
"Serius lah!" Hoshi mengeluarkan sesuatu dari paper bag dan mengeluarkan obat nyamuk bakar. "Nih menyannya."
__ADS_1
Bima melongo. "Wagu!"
"Hah? Wagyu?"
"Wagu, muka cewek! Norak!" cebik Bima sebal. Tiwas kebayang kemenyan beneran, kan horor tuh! Kalau tiba-tiba nongol ada suster ngesot? Bisa nightmare gue!
Hoshi terbahak. "Ya salam gue beneran bawa kemenyan dimari, yang ada bokap gue langsung jewer gue!"
***
Arya tiba di ruang Bima pada saat tengah malam dan tersenyum melihat keduanya sudah terlelap. Penjaga yang berada di depan kamar pun sudah berganti shift dan semuanya adalah pengawal dari perusahaan keamanannya.
Melihat ada satu tempat tidur yang sudah disiapkan. Arya melepaskan jaketnya dan mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur pompa yang disiapkan oleh pengawalnya.
Hari ini benar-benar melelahkan karena belum bisa menangkap Gabriella Samuel. Tak lama, Arya pun terlelap.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek. Eike teler seharian urus dunia nyata.
Sambung Besok
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️