
Hoshi melongo mendengar rencana kakak sepupunya untuk menggoda Gracia Samuel, adik Gavin Samuel. Hasil penyelidikan Bryan sebagai penerus Joshua Akandra yang jago cari aib orang, Greg Samuel ayah Gavin memiliki tiga orang anak, Gavin yang berprofesi sebagai pengacara, Gracia mantan model dan sekarang pemilik klub di segitiga emas Jakarta dan Gabriella yang bekerja sebagai marketing mobil mewah saingan Bara Giandra.
Gabriella dan Gavin menghilang dari Jakarta sedangkan Gracia masih menjalankan bisnisnya. Greg Samuel sendiri sudah meninggal, begitu juga dengan istrinya Yessy. Pihak kepolisian sudah menghubungi dan mendatangi Gracia tapi tidak mendapatkan petunjuk apapun dimana Gavin dan Gabriella.
Arum Banowati yang juga diinterogasi pun tidak bisa memberikan keterangan karena sudah seminggu tidak berkabar dengan Gavin dan alibinya pun cocok karena saat kejadian itu, dia sedang berada di sebuah restauran bersama dengan kolega dokternya.
Satu-satunya jalan adalah mendapatkan informasi dengan cara mendekati Gracia, wanita berusia empat puluh tahunan yang sukanya berhubungan dengan berondong apalagi yang ingin diorbitkan menjadi artis.
"Aku harus mendekati Tante girang itu? ARE YOU FUC**** KIDDING ME!" teriak Hoshi emosi.
"Aku dan kamu dulu, Hosh. Rama belum sampai ke Jakarta. Kalau kita gagal, baru dia yang maju." Abi menatap Hoshi tenang.
"Ega nggak maju sekalian?" Hoshi menuding sepupunya yang asyik membaca komik. Mereka semua sekarang sedang berada di ruang rawat inap Bima.
Bima dan Arimbi hanya melihat drama di depan mereka sambil mengemil potato chips.
"Jangan dipisah, sayang" bisik Bima yang dijawab anggukan Arimbi.
"Ega bagian rescue nantinya. Yang jelas kamu dan aku harus waspada dengan makanan dan minuman yang dikasih ke Tante Gracia itu..."
"Tante Girang!" potong Hoshi kesal.
"Iya deh! Ini fotonya." Abi menunjukkan Ipad-nya.
Hoshi dan Bima bergidik melihatnya. "Mending gue ***** Bima deh daripada orang jadi-jadian gitu! Setidaknya Bima asli!" sahut Hoshi asal.
"Amit-amit jabang bayi!" teriak Bima sambil mengetuk kasurnya tiga kali.
Abi dan Ega terbahak. "Gue bilang ma Oom Levi deh suruh bawa penghulu kemari. Anaknya belok ke Bima!" gelak Ega durjana.
"Gue masih normal Egaaaa! Dianya yang kagak normal!" Bima menuding Hoshi dengan tangan kirinya.
"Makanya, elu cepet sembuh! Kalau kagak, gue bikin elu darting ma gue tiap hari!" ledek Hoshi.
Apakah ini karma untukku karena sering slengean sama Oom Bara dan Opa Ghani? Kalau iya, Kulo Nyuwun ngapuro Gusti Allah!
"Mas Abi, Opa Abian dan Oom Bryan jago juga. Bikin berita Bima koma belum sadar-sadar ini" ucap Ega.
"Aku? Koma?" Bima tidak terima dibilang koma.
"Demi keselamatan mu, Werkudara! Kami bikin berita kamu koma di semua platform. Jadi mereka merasa aman. Dan jika mereka menghilang, kemungkinan besar mereka sedang menyusun rencana" sahut Hoshi.
"Aku kok ga yakin ya Arum itu tidak berhubungan dengan Gavin sama sekali" gumam Arimbi.
__ADS_1
"Ini catatan telponnya masih diperiksa Oom Bryan dan katanya datanya banyak banget serta berguna bagi Nusa dan bangsa" kekeh Ega.
"Nusa dan bangsa gundulmu!" cebik Hoshi.
***
Kapten polisi Kosasih sudah berada di lokasi klub milik Gracia Samuel dan beberapa anak buahnya beserta Ega sudah berada di sekitar parkiran. Malam ini Abi dan Hoshi akan masuk ke dalam memancing Gracia.
Abi mengenakan suit bewarna hitam tanpa dasi yang semakin membuatnya tampan. Semua orang bisa melihat setelan yang dikenakannya adalah setelan mahal.
Pria bule itu mencoba masuk ke dalam klub dengan mengeluarkan kartu namanya dan pihak penjaga pun memeriksa nama Abi hanya mengangguk. Kapan lagi sultan datang ke klub.
Abi berjalan ke tempat yang penuh hingar bingar, tempat yang tidak disukainya sama sekali! Abi lebih memilih berjam-jam di laboratorium mesinnya daripada disini.
Setelahnya dia ke bar dan meminta ginger ale. Abi tidak suka alkohol meskipun keluarga ayahnya memiliki pabrik whiskey dan beer. Dia minum pun hanya untuk menghormati undangan klien dan relasi yang pasti ada champagne atau anggur. Abi biasanya hanya minum satu sip dan setelahnya meminta air putih atau Orange juice.
Mata coklatnya memandang ke sekeliling klub. "Lihat nggak?" tanya Abi ke Ega melalui ear piece.
"High class ya mas" gumam Ega di telinga Abi. Sebelumnya mereka mencoba teknologi kamera yang disamarkan di kancing baju Abi dan saputangannya.
"Gue sebentar lagi masuk" ucap Hoshi.
"Hati-hati Hosh" ucap Ega.
"Apakah kamu g*y?" tanya wanita itu.
"Sekarang iya tapi aku cenderung Bise***Al" cengir Abi yang dalam hati ingin muntah juga.
Ega tertawa terbahak-bahak mendengar sandiwara sepupunya. "Oom Rhett sama Tante Kaia bisa gedubrak kalau dengar!"
Sepupu lucknut! Ini demi informasi cumiiii !!! Abi mengumpat habis-habisan.
"Kalau kamu sudah kembali suka cewek, hubungi aku" bisik wanita itu sen*sual sambil menyelipkan sebuah kertas di tangan Abi lalu mencolek dagu pria itu sebelum pergi.
Astaghfirullah Al Adzim! Dagu gue kena panu nih bisa-bisa! Abi meminta tissue basah ke bartender lalu mengelap dagunya.
Melalui sudut matanya, dia melihat Hoshi sudah masuk dan berjalan menuju ke sebuah meja kosong. Malam ini Hoshi memakai kemeja putih serta celana jeans hitam.
Kenapa elu dandanannya begono? bisik Abi.
Biar kelihatan mahasiswa - bisik Hoshi. "Ginger ale kaleng" ucapnya ke seorang pelayan.
__ADS_1
Elu kan masih mahasiswa cumiiii - desis Abi kesal.
Kok aku amnesia ya? - Hoshi menatap Abi dengan wajah manyun.
Tak lama minuman yang dipesan Hoshi datang namun pria itu tidak meminumnya dan tetap membiarkan kalengnya tertutup.
Tiba-tiba datang seorang wanita berusia hampir se mama Yanti duduk di hadapan Hoshi.
Itu orangnya Hosh. Gracia Samuel - ucap Ega di ear piece Hoshi.
"Halo" sapanya ramah.
"Halo" jawab Hoshi yang sedikit tersentak dengan harum parfum wanita itu yang sangat menyengat. Buset! Pakai parfum berapa ember nih betina?
"Tampaknya kamu baru pertama kali ya disini?"
"Iya. Maaf anda siapa?" tanya Hoshi dengan wajah polos.
"Namaku Gracia tapi kamu bisa memanggilku kak Gracia" senyumnya. Itu gincu kagak kurang merah kah? "Nama kamu siapa?"
"Pramudya" jawab Hoshi menggunakan nama tengahnya yang aslinya Paramudya tapi dipersingkat.
"Kamu cakep" goda Gracia.
"Terimakasih"
"Tampaknya kamu tuh seorang pendengar yang baik. Mau dengar cerita nggak Pram?" kerling Gracia.
"Kakak mau cerita apa?" suara Hoshi dibuat selembut mungkin. Jangan judes! Jangan mulut cabe setan!
"Aku tuh sedih sebenarnya..."
Hoshi melirik ke arah Abi yang menahan tawanya. Kamprrreeeettt!
Babang Hoshi harus menahan lambe pedesnya ...
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️