
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Bara dan Gendhis. Setelah acara pengajian yang diadakan di rumah masing-masing dan acara siraman serta Midodareni yang berakhir rusuh karena MC Arya Ramadhan yang bagian memperkenalkan semua anggota keluarga merasa lelah karena tidak ada habisnya.
POV Malam Midodareni
"Maafkan saya Oom Raka, nafas saya sudah mau habis tapi keluarga saya masih ada saja ada bermunculan" ucap Arya yang tentu saja mendapatkan pelototan dari Gozali dan Ghani.
Raka hanya tertawa mendengar ucapan CEO Ramadhan Security Co. karena memang kali ini yang datang dari pihak keluarga Bara lumayan lengkap.
"Saya tahu mas Arya bagaimana memiliki keluarga banyak. Insyaallah saya hapal nantinya" kekeh Raka Pradipta yang malam ini juga membawa keluarganya yang tidak sebanyak Ghani.
Setelah acara perkenalan dan Luna memberikan segelas air putih kepada Bara karena calon pengantin pria di malam Midodareni tidak boleh makan hidangan yang disediakan hanya air putih yang diberikan tadi.
"Untung aku tadi dah makan dulu, kalau nggak bisa kelaparan" senyum Bara melihat sepupunya asyik makan malam.
"Ra, Jun, Vi" panggil Arya yang membuat ketiga pria itu mendekati pria tengil itu.
"Ada apa?" tanya Arjuna yang masih menggigit sate kambing.
"Lihat!" Arya menunjukkan sesuatu di iPad.
"Seperti yang kita duga" senyum Bara.
"Selalu waspada gengs!" bisik Levi. "Yang lain sudah tahu?"
"Sudah aku kirim semuanya ke ponsel masing-masing kecuali para nyokap. Kalian tahu sendiri kan kalau emak-emak sudah turun tangan, bahkan anaknya sendiri pun bisa dicincang dan dimasukkan ke dalam perut emak lagi terserah mau dibuat steak atau sop daging!" ucap Arya bergidik mengingat bagaimana sang mama Maira, marah mengetahui dirinya hampir membuat kebakaran rumahnya.
"Sekali lagi kamu bikin perkara soal kompor, mama akan cincang kamu dan mama masukkan ke dalam perut! Biar nggak usah bikin perkara lagi!" omel Maira sambil menjewer telinga Arya.
"Mamaku sadis!"
"Biarin! Hak prerogatif mama! Mau bilang apa kau!"
Arya langsung bergidik mengingat wajah super galak Maira.
"Dia parkir di dua rumah dari sini, boss" ucap salah seorang pengawal Arya yang ikut dalam rombongan untuk mengawal dan mengawasi.
"Kita harus waspada. Aku sudah mengirimkan data kepada FBI, Miami Dade Police, DEA karena dia juga menjadi bandar narkoba. Mereka tahu tapi untuk menangkapnya masih membutuhkan satu bukti lain dan aku sudah memberikan" ucap Levi. "Mereka berangkat hari ini ke Jakarta, semua aparat yang kusebutkan tadi."
"Bagus!"
__ADS_1
POV End
Kini kedua keluarga besar sudah berada di pinggir pantai yang sudah dibooking private untuk acara pernikahan Bara dan Arum. Meskipun mereka mengambil beberapa tata cara adat Jawa, namun Bara dan Arum sepakat untuk tidak menggunakan baju pengantin adat Jawa bahkan mereka meminta dress code hanya sama warnanya yaitu biru muda untuk pihak Bara dan pink untuk pihak Arum.
Raka dan bapak penghulu sudah siap di meja bersama dengan Ghani serta Gozali Ramadhan dan Duncan Blair sebagai saksi dari pihaknya sedangkan dari pihak Raka ada seorang pamannya.
Bara sendiri sudah siap dengan jas warna putih duduk di hadapan calon mertuanya yang akan menjadi mertuanya beberapa menit ke depan.
Tak lama Arum pun datang mengenakan gaun pengantin berwarna putih lengkap dengan veil diatas kepalanya. Wajahnya tampak cantik dengan make up natural, rambutnya hanya tata simpel sedangkan gaunnya cocok untuk nuasa pantai. Senyuman tak pernah lepas dari bibirnya yang memperlihatkan lesung pipinya dan dia mengangguk kepada semua tamu undangan yang datang. Arum sempat memeluk dan mencium pipi sang mama Luna dan calon ibu mertuanya Alexandra sebelum duduk di kursi untuk akad.
Bara tersenyum melihat Arum yang tampak cantik pagi ini.
"Sudah siap semuanya?" tanya bapak penghulu.
"Insyaallah siap pak" ucap Raka dan Ghani.
Pak penghulu pun memberikan wejangan kepada Bara dan Arum yang tampaknya tidak didengar oleh Bara karena harus konsentrasi membaca ijab kabul. Karena semalam semua sepupunya yang sudah menikah menakut-nakuti kalau gagal ijab dalam satu tarikan nafas, gagal kawin son!
Bara merutuki semua sepupunya yang sudah menikah karena membuatnya gugup bukan kepalang.
Brengsek kalian semua! Arjuna, Aidan, Levi!
"Baik pak Raka Pradipta, Monggo dimulai ijab qobul nya" suara penghulu membuat Bara harus melupakan semua umpatan untuk sepupu durjananya.
Yanti mencubit perut suaminya yang mengaduh dan meremas kertas yang dipegang oleh Levi sementara para sepupu lainnya hanya cekikikan. Ghani, Gozali dan Duncan yang membaca kertas itu langsung melotot ke arah Eiji yang hanya mengedikkan tangannya seolah-olah 'Bukan aku yang ngajari' ucapnya.
Dasar Durjana syaiton semua lu pada! Bara menatap tajam ke tempat mereka duduk.
"Mas Bara, apakah anda sudah siap?" tanya pak penghulu yang membuat Bara menoleh lagi ke arah bapak penghulu sedangkan Raka mati-matian menahan tawanya melihat kelakuan sepupu Bara yang rata-rata adalah pengusaha, CEO dan dokter yang diakui seluruh dunia tapi jika sudah berkumpul melupakan jabatan itu. Yang ada hanyalah kehangatan sebuah keluarga.
"Insyaallah pak" jawab Bara tegas.
Raka meraih tangan Bara. "Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Sambara Ganendra Giandra bin Daniswara Ghani Giandra dengan anak saya yang bernama Gendhis Arum Pradipta dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, perhiasan senilai USD$ 10,000 dan mobil mini Cooper. Tunai."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Gendhis Arum Pradipta binti Raka Pradipta dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” ucap Bara dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
__ADS_1
"Alhamdulillah!"
"Alhamdulillah nggak jadi pending kawin!" seru Arjuna dan Levi yang langsung tertawa dan Tosh bareng karena satu server. Yanti dan Sekar langsung menjewer telinga suami masing-masing karena mendapat pelototan dari ibu suri, siapa lagi kalau bukan Rain dan Ayame.
Semua keluarga Bara langsung tertawa melihat kelakuan sepupu minus akhlak itu.
"Bangkee lu semua!" umpat Bara pelan namun sempat didengar Arum yang langsung cekikikan.
"Beneran ya mas, keluargamu rusuh!" bisik Arum yang dibalas dengan tatapan memelas Bara.
Setelahnya, kedua pengantin melakukan acara tukar cincin dan Bara bukannya mencium Arum di kening setelah dia mencium tangan Bara. Dengan cueknya, Bara langsung mencium bibir Arum yang langsung mendapat sorakan dari sepupu-sepupunya.
"Woooiiii!"
"Uhuuuyyy! Langsung samber aja! Pantas wae namanya Sambara, wong tukang samber gitu!" gelak Fuji.
"Astaghfirullah! Bara!" seru Alexandra teringat kejadian saat pernikahan Gasendra dan Rani.
Ghani, Gozali dan Duncan hanya melongo melihat kelakuan putra dan keponakannya.
"G, kita kalah sama anakmu kalau soal sosor menyosor" kekeh Duncan.
"Dasar gak sabaran!" umpat Ghani.
Yang mau tahu visual pasukan Durjana 👆👆👆
Kalau ini para pawangnya 👆👆👆
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️