Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Di Mansion Giandra


__ADS_3

Arum memandang Alexandra dengan tatapan kagum. Cerita tentang dokter forensik di New York yang berani melawan ayah tersangka di atas kursi saksi membuat banyak dokter forensik menjadi berani mengungkapkan fakta tanpa harus takut.


"Ma, kayaknya mama dapat fans deh" kekeh Bara.


"Mama nggak tahu kalau kasus Joseph Miller jadi breaking point ke semua rekan sejawat" ucap Alexandra.


"So, Gendhis. Orangtua kamu dimana sekarang?" tanya Ghani.


"Lagi ketemu sama Shah Rukh Khan Oom aka dinas ke New Delhi" jawab Arum.


"Bukannya Shah Rukh Khan tinggalnya di Mumbai?" gumam Bara.


"Iisshhhh mas Bara tuuuhhhh!" protes Arum yang selalu disela oleh Bara.


Ghani dan Alexandra tersenyum mendengar keduanya ribut tidak jelas.


"Pekerjaan papamu apa Dis?" tanya Ghani yang memang tahu siapa orang tua Arum.


"Papa saya namanya Raka Pradipta seorang diplomat, sedangkan mama saya namanya Luna Pradipta, mantan dokter anak."


"Kok bisa mantan dokter?" tanya Alexandra.


"Lha gimana Tante, sejak menikah sama papa, mama tidak bisa praktek kan, harus ikut kemana papa pergi. Jadi kan bisa dibilang mantan dokter wong ga tau praktek. Ijazah mung jadi pajangan thok di ruang kerja papa di rumah Solo" kekeh Arum santai.


"Rumah kamu di Solo memangnya di daerah mana?" tanya Ghani.


"Kami tinggal di daerah Manahan. Papa kan anak tunggal, jadi rumah eyang putri buat papa dan sekarang rumah itu kosong hanya ada pembantu disana yang menjaga dan bersih-bersih."


"Manahan ya. Dekat dengan saudara Oom disana dong."


"Sesama wong Solo, kalau ketemu Yaaa mesti ubek-ubek sita situ wae soalnya Solo kan kota kecil dibandingkan ibukota yang luasnya bikin aku pusing" senyum Arum.


"Ohya Pa, Levi dan Bang Marco mau ke Solo Minggu depan. Papa mau ke Solo juga?" tanya Bara.


"Dalam rangka apa Ra?"


"Levi mah karena ngidam, bang Marco karena mbak Marissa pengen ke Solo bareng Luca juga."


"Kayaknya seru tuh kalau kita semua kumpul di Solo sekalian nengok Iwan, Danisha dan Ega ya" gumam Alexandra.


"Iwan itu suaminya Danisha adikku sedangkan Ega itu keponakanku, anak dari mereka berdua" ucap Bara ke Arum menjelaskan.


"Wah, jadi pengen lihat keponakannya mas Bara" ucap Arum spontan.


"Kamu ikut saja Dis ke Solo bareng kita" ajak Ghani.


"Memang boleh Oom? Kalau boleh dan pas aku tidak ada jadwal praktek dan ops pasien, mau ikut sih. Sekalian nyekar eyang, sudah lama aku nggak pulang." Arum menatap Ghani dan Alexandra.

__ADS_1


"Lha kamu berapa lama nggak pulang ke Solo?" tanya Alexandra.


"Udah sebulan nggak pulang Tante" jawab Arum polos.


Bara melongo mendengar jawaban Arum. "Ya ampun Dis, itu mah baru! Kirain udah enam bulan atau setahun nggak pulang!"


"Hah? Iyakah? Menurut Arum itu mah udah lama sih" gumam Arum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bara hanya melengos sedangkan Ghani dan Alexandra hanya tertawa mendengar jawaban Arum.


***


Disini Arum dan Alexandra berada di dapur bersama dengan pelayan memasak untuk makan siang. Alexandra berencana membuat ayam crispy dengan gaya Texas. Ayam yang sudah dimarinade semalaman tinggal diberi bumbu tepung dan digoreng.


Arum membantu para pelayan membuat salad dan mashed potato serta saus tartar buat cocolan ayam gorengnya.


"Tante, biar aku yang goreng kentang nya" pinta Arum melihat Alexandra hendak menggoreng kentang.


"Kamu suka masak Dis?" tanya Alexandra.


"Kalau aku tidak mau masuk dapur, sudah dijamin telingaku putus Tan. Eyang putri Arum tuh benar-benar deh! Meskipun eyang orangnya receh, tapi kalau soal masak, tidak bisa diganggu gugat. Bagi Eyang, perempuan itu harus bisa masak!" jawab Arum.


"Sama dong dengan Almarhum mertua Tante. Mama Dara itu sangat pintar memasak sampai Tante pun belajar banyak karena Tante hanya bisa masak pasta dan sekarang Tante bisa masak masakan apa saja berkat mama Dara. Cucu-cucu mama malah pintar-pintar masak. Aidan anaknya tante Rhea adik Oom Ghani malah jadi chef sekarang" ucap Alexandra.


"Kata mas Bara, Aidan Blair itu yang mengakusisi semua kerajaan bisnis kuliner keluarga Pratomo ya Tante?" tanya Arum sambil menggoreng kentang.


"Aku baru tahu kalau Keluarga besar mas Bara aduhai Tan soalnya kemarin pas ketemu kak Fuji, mas Arya dan mbak Davina, nggak kelihatan kalau mereka pemilik perusahaan hebat."


Alexandra menatap Arum. " Bagaimana pendapatmu soal sepupunya Bara?"


"Ancuuurrr" gelak Arum.


"Kamu belum ketemu semuanya apalagi yang bernama Levi dan Arjuna. Entah karena dulu mereka saudara sepersusuan dengan Fuji, makanya jadi gesrek begitu" kekeh Alexandra.


"Kok bisa Tante?"


Alexandra bercerita tentang Rain, ibu Arjuna yang mengalami koma setelah melahirkan dan akhirnya Ayame ibu Levi dan Ingrid ibu Fuji memberikan ASI nya buat Arjuna.


"Emang ngaruh ya Tan?" kekeh Arum setelah Alexandra bercerita.


"Lha buktinya mereka dari kecil memang sudah jadi biang kerok kalau kumpul keluarga besar setiap lebaran" kerling Alexandra.


"Wah kecil ajah rusuh, gimana dewasanya?"


"Hancur Lila" sahut Alexandra yang membuat Arum tertawa bersama.


***

__ADS_1


"Papa suka Arum yang ini, Ra" ucap Ghani ke Bara. Keduanya kini berada di halaman belakang, tempat favorit mereka.


"Kenapa pa?"


"Lebih apa adanya dan koplak" gelak Ghani. "Dan papa sudah menyelidiki siapa keluarganya Ra. Mereka berasal dari keluarga baik-baik. Raka Pradipta itu lulusan Hubungan internasional UI, kampus yang sama tempat Luna mengambil kuliah di kedokteran." Ghani menyesep teh wasgitel buatan Alexandra.


"Aku pusing kadang-kadang mendengar ucapan receh Gendhis kemarin saat kumpul dengan Fuji dan Arya" keluh Bara.


"Kenapa?"


"Aku kalah receh" sungut Bara. Ghani terbahak.


***


"Wuuiihhhh tumben hari ini menunya western?" komentar Ghani.


"Sekali-kali mas. Ini yang bikin salad sama saus tartar nya Gendhis lho" ucap Alexandra sambil mengambilkan salad buat Ghani.


"Kamu bisa masak Dis?" tanya Bara.


"Bisa dong! Apalagi masak Indomie dan air panas, wooo jago aku!" ucap Arum jumawa.


"Itu mah semua orang bisa Dis" kekeh Ghani.


"Ada lho yang masak Indomie dan air hampir bikin jadi kebakaran" gelak Bara.


"Wah parah! Ada Yaaa orang yang gak akur sama kompor" komentar Arum.


"Ada dan kamu kenal orangnya, Dis" kekeh Bara sambil mengambil ayam goreng.


"Siapa mas?" tanya Arum penasaran.


"Tuh, si Arya Ramadhan. Berapa kali dia hampir bikin rumah papanya kebakaran" gelak Bara.


"Astaghfirullah! Berarti dia dan kompor memang tidak berjodoh" kekeh Arum.


"Memang!"


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Maaf telat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2