
Hoshi mengumpati Abi, Bima dan Ega karena dirinya yang harus menghadapi si cougar satu ini, bahkan Gracia dengan santainya memegang tangan Hoshi. Gue mandi kembang tujuh rupa, mandi pakai sabun antiseptik dua kali, cuci tangan pakai cairan disinfektan tiga kali.
"Aku sedikit jenuh disini Pram. Kamu sepertinya anak baik-baik. Bagaimana kita ngobrol di balkon? Disini terlalu bising." Gracia langsung menggamit tangan Hoshi dan menariknya untuk jalan bersamanya.
Hoshi menoleh sekilas ke arah Abi dan Abi pun berjalan mengikuti adiknya. Kaleng ginger ale yang dipesan Hoshi, langsung diambil oleh Abi.
"Kita ngobrol disini saja ya Pram" ucap Gracia di balkon klub yang terdapat pemandangan kota Jakarta.
"Kakak mau ngobrolin apa sih?" Hoshi duduk menyamping seolah concern atas kegalauan Gracia. Wajahnya dibuat selembut mungkin meskipun Abi dan Ega tahu, si mulut cabe setan itu sedang mengumpat dengan semua bahasa kasar yang dia ingat.
"Kakak sepertinya melakukan kesalahan tapi menurut kakak... Apakah kamu seorang mahasiswa?"
"Iya kak."
"Bagaimana kamu bisa masuk sini?" tanya Gracia karena klub miliknya hanya bisa dimasuki oleh orang-orang kalangan atas.
"Kakak tahu kak Harry? Model dari agensi AK? Dia yang merekomendasikan masuk kesini" ucap Hoshi. Sebelumnya Kapten polisi Kosasih dan James Blair meminta bantuan Harry dengan imbalan status dirinya menjadi simpanan istri pejabat tidak diekspos.
"Ah Harry. Semenjak dia sama si istri pejabat tambun itu sudah jarang kemari. Setidaknya dia mendapatkan uang banyak dari si istri itu meskipun badannya kayak beras satu kwintal." Gracia berbisik. "Gadha pinggangnya sama sekali."
Hoshi tersenyum. Untung keluarga gue biarpun sudah pada punya anak, masih menjaga tubuhnya. Hoshi teringat sang mama dan Tante Kaia yang masih bagus badannya meskipun sudah berumur.
"Aku berikan suatu rahasia yang mungkin akan membuat kamu turn on. Fantasi ku akhirnya kesampaian setelah sebelumnya agak sulit saat papaku masih ada..."
Hoshi pun mulai mendengarkan cerita Gracia dan sesekali menepuk punggung tangan wanita itu untuk menenangkan dirinya.
***
Semua orang di ruangan kapten polisi Kosasih hanya bisa melongo, tidak percaya dengan apa yang didengar oleh telinga mereka.
"Incest?" Akhirnya Bara mengeluarkan suaranya. "Ini gila!"
Travis Blair hanya memijit pangkal hidungnya dan merasa pusing. Hoshi dan Abi sendiri memilih tidak mau hadir karena mereka hendak mandi berkali kali di rumah.
"Gue sekalian mau ke kyai minta diruqyah!" ucap Hoshi asal yang setelah berhasil membuat Gracia mabuk dan menceritakan semuanya. Saat dirinya keluar dari klub itu setelah jam tutup, pria itu langsung muntah-muntah.
Kini semua orang hanya bisa terdiam.
"Pram, apakah aku egois? Aku sangat mencintai kakakku sendiri tapi dia mencintai wanita lain, wanita yang sama saja dengan dirinya ... Hamba uang. Mereka bilang hanya akan melakukan marriage scam tapi ternyata mereka saling mencintai. Aku sakit hati, aku cemburu melihat Gavin bersama si dokter bang**sat itu.
Ketika suaminya yang terakhir hendak menceraikannya, aku harus bertindak. Aku ingin b1tch itu masuk penjara jadi aku melakukan sesuatu yang buruk.
Apakah aku jahat Pram? Aku hanya ingin Gavin menjadi milikku seorang. Tidak ada orang lain yang boleh memiliki kekasihku.
"Tapi Gavin itu kakakmu kan?" suara Hoshi terdengar.
__ADS_1
Kakak satu ayah lain ibu. Gavin adalah anak kekasih ayah sebelum menikah dengan mamaku. Aku jatuh cinta sejak aku SMP. Dia pria yang sangat tampan.
Akhirnya setelah sekian lama, dia menjadi milikku, Pram.
"Berarti dia sudah putus dengan kekasihnya yang mengajak marriage scam?"
Ohya. Dia sekarang ada di rumah ku, tidak bisa kemana-mana.
"Kakak akan menghancurkan kekasihnya?"
Sudah aku mulai. Anak tiri si b1tch itu sekarang koma kan? Hasil karyaku. Gracia tertawa jahat. Aku berdandan semirip mungkin dengan Gabriella adikku yang sekarang sedang bersama suaminya di Rusia. Adikku satu itu beruntung, mendapatkan suami orang kaya di Moskow.
"Aduh Tante, itu namanya fitnah lho." Hoshi mengeluarkan jurus merayunya dengan membenarkan anak rambut Gracia.
Levi melotot melihat aksi anak lelakinya. "Eh buset! Darimana dia belajar ngegombal akting begitu?"
"Elu kan gurunya!" kekeh Rhett. Levi langsung manyun.
"Ssstttt!"
Soalnya kalau aku berdandan seperti si b1tch itu, tidak akan bisa masuk. Anaknya sudah memasang fotonya di bengkel dan anak buahnya sudah pasti melarangnya masuk.
Badanku kan masih bagus lagipula the power of make up itu sangat powerfull. Gracia tertawa lagi.
"Jadi Tante yang membuat bengkel itu rusak parah?"
Kosasih mematikan hasil rekaman baik dari Hoshi maupun Abi. Semua orang disana hanya bisa terhenyak.
"Aku kira kasus Cypres, Martinez dan beberapa kasus lainnya sudah begitu menyebalkan. Disaat aku sudah pensiun pun masih menemukan kasus gila seperti ini?" Ghani memegang pelipisnya.
"Biar elu ada kegiatan G" kekeh Gozali.
"Kampret kau Goz!" umpat Ghani sebal meksipun dirinya juga rindu suasana seperti ini.
"Kami akan menggerebek klub dan rumah milik Gracia Samuel sembari mencari Gavin Samuel. Semoga dia masih hidup." Kosasih menatap semua tamu-tamunya.
"Kami serahkan semua kepada pak Kapten Kosasih dan karena kasus ini adalah kewenangan anda. Kami hanya membantu sebatas yang kami bisa dan tidak melanggar hukum" ucap Neil Blair.
"Bapak-bapak sekalian terimakasih atas semua bantuannya terutama buat mas Hoshi dan mas Abi yang sampai 'mengorbankan' diri..."
Semua keluarga besar tertawa terbahak-bahak. Kapan lagi si mulut cabe dikerjain?
"Eh apa ada yang salah?" tanya kapten polisi Kosasih.
"Nggak ada yang salah pak. Kita memang sukanya menistakan Hoshi" gelak Travis.
"Astaghfirullah. Kasihan mas Hoshi" ucap Kosasih.
__ADS_1
"Kami nggak!"
***
Haaattssyyiinngg!
Hoshi mengusap hidungnya. Siwalan! Kayaknya lagi pada nistain gue nih! Kamprrreeeettt!
"Kamu flu, Hoshi?" tanya Rama yang sedang berjaga di ruang rawat Bima.
"Kagak, mas. Ini gue dighibahin dengan sangat super niat dan durjana" sahut Hoshi.
"Thanks lho muka cewek. Tanpa bantuan elu, kagak tahu apa yang terjadi" ucap Bima tulus.
"Hei, bantuan gue kagak gratis Werkudara!" seringai Hoshi licik.
"Perasaanku tak enak" gumam Bima. "Elu minta apa? Insyaallah gue bisa kabulkan."
Hoshi semakin melebarkan seringainya.
"Kalau gue minta elu lepasin Arimbi, gimana?"
Bima melongo. "Hoshi!" hardik Rama.
"Hoshi!" seru Arimbi dari pintu kamar.
"Rimbi..." Hoshi menoleh dan Arimbi menjewer kuping sepupunya itu.
"Lambenya itu lhoooo! Minta dikuncir pakai karet gelang ya!" bentak Arimbi kesal.
"Rimbi! Sakit cumiiii !"
"Bodo!"
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Ohya habis ini selesai, baik Arimbi dan Davina, aku mau cuti cerita klan Pratomo. Rencananya mau cerita lepas tapi berkaitan. Soal empat gadis yang memiliki nama empat musim.
Kayaknya bakalan panjang karena keempatnya mau aku bikin dalam satu novel.
Refreshing sejenak dulu Yaaakkk biar dapat mood booster ke klan Pratomo lagi.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️