
^^^Sebelumnya maaf karena cerita Bara dan Arum agak cepat ending-nya nggak seperti yang lain. Entah kenapa dua hari kena semprit, bikin Eike jadi blank plus kena blocking otakku. So, maafkan Eike jika jadinya agak berbeda. Semoga suka bonchap nya. Tararengkyu ❤️🙂❤️^^^
Arimbi diantar oleh mobil milik Rina menuju ke gedung kesenian Jakarta dan disana dirinya sudah ditunggu oleh Bu Sri guru tarinya sejak usia enam tahun.
"Rimbi, akhirnya datang juga" ucap Bu Sri. "Nak Rina."
"Nuwun Sewu Bu, tadi macet" senyum Arimbi.
"Sudah sana ganti bajumu kita akan segera mulai."
Arimbi membawa duffle bag yang berisikan baju latihan menarinya.
***
Bima akhirnya sampai di gedung kesenian Jakarta dan melihat mobil milik Rina terparkir disana. Setelah memarkirkan motornya, remaja tampan itu masuk ke dalam gedung dan terkejut melihat apa yang ada di panggung.
Rupanya kamu menari Jawa, Arimbi. Benar-benar sesuai dengan namamu yang sangat Jawa.
Bima mengambil di bagian belakang kursi yang ada disana dan memperhatikan latihan itu. Suara khas Gending Jawa terdengar dan Bima terkesima melihat bagaimana Arimbi dengan luwesnya menggerakkan tangannya dan menari.
Biasanya Bima paling malas melihat acara tari menari seperti ini bahkan dia bisa tidur tapi kali ini dia begitu antusias melihatnya. Mungkin karena yang menari Arimbi jadinya gue semangat.
Hampir dua jam Bima melihat latihan ke delapan penari perempuan itu dan setelahnya dia memutuskan keluar sebelum Arimbi melihatnya. Saat diluar, dia melihat seorang petugas dan bertanya tentang acara latihan di dalam.
"Di dalam itu latihan apa ya pak?" tanya Bima sopan.
"Latihan nari gambyong, mas. Besok kan ada acara pertukaran budaya dari Indonesia ke Korea Selatan. Indonesia diwakilkan dengan tarian itu, sedangkan Korsel buchaechum atau tari kipas."
"Apa ada tiket masuknya?" tanya Bima.
"Ada mas tapi sudah sold out."
Damn it! Akan aku cari cara mendapatkan tiket itu!
***
Arimbi sampai di rumah pada pukul tujuh malam dan sudah ditunggu oleh kedua orangtuanya, Bara dan Arum serta adiknya Anarghya.
"Assalamualaikum Mam, Pap" sapa Arimbi sambil mencium pipi kedua orangtuanya.
"Wa'alaikum salam. Mandi dulu sana Rimbi, kita tunggu" ucap Bara lembut kepada putrinya.
__ADS_1
Arimbi mengangguk dan menuju ke kamarnya. Kedua opa dan omanya sedang berada di Solo liburan disana.
"Beh, tadi Arga dapat 100 ulangan matematika nya" ucap putra bungsu Bara.
"Wuuiihhhh keren! Gitu dong anak papi" puji Bara sambil mengusap kepala putranya.
"Emak bangga sama kamu Ga" senyum Arum. Di rumah memang terjadi kekacauan memanggil Bara dan Arum yang awalnya Babeh dan Emak, akhirnya papi mami kalau Arimbi sedangkan Anarghya tetap memanggil yang lama. Hanya saja, jika ngobrol dengan Rina, Arimbi membahasakan tetap emak babeh.
Tak lama Arimbi pun berada di meja makan dan mereka mulai makan malam.
"Bi, besok acara manggung jam berapa?" tanya Bara.
"Jam tujuh Pap." Arimbi menatap papinya. "Papi nggak lupa tiketnya kan?"
"Nggak lah! Princess papi mau manggung masa papi nggak pegang tiket" kekeh Bara.
"Besok kamu nari cuma satu, Bi?" tanya Arum.
"Iya mam, cuma gambyong. Habis itu sudah karena cuma satu saja."
"Sayang Opa Ghani dan Oma Alexandra lagi ke Solo besuk besan tapi Opa Raka sama Oma Luna bisa datang kok" sahut Bara.
"Asyik!" senyum Arimbi.
***
Bahkan di generasi sekarang, Arimbi memilih menari tradisional bukannya tarian modern. Kemana saja aku selama ini? Bima, Bima... Ada cewek menarik, calon bini elu kok baru sekarang lihat sih!
"Tunggu! Berarti besok bokap nyokap nya ada dong! Yes! Nembung dulu bisa nih!" Bima tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun, Bim. Otakmu memang sudah error gara-gara jatuh cinta sama Arimbi."
Bima bersiul-siul menuju kamar mandi. Mandi air dingin biar otak mu bener Bim!
***
Bara, Arum dan Anarghya sudah duduk di kursi khusus VIP bersama dengan Raka dan Luna. Sebagai mantan diplomat dan pernah bertugas di Seoul, Raka cukup dikenal para staf kedutaan Korea Selatan.
Kini mereka bersiap untuk menyaksikan pertunjukan tari gambyong yang berasal dari Solo Jawa Tengah. Tari ini merupakan tarian yang ditampilkan untuk menyambut tamu.
Gerakan Tari Gambyong terdiri dari tiga bagian, yakni awal, isi, dan akhir. Keunikan tari Gambyong berada pada gerakan yang berfokus pada kaki, lengan, tubuh, dan juga kepala.
Gerakan mengiringi atau mengikuti setiap gerak tangan dengan cara memandang arah jari tangan. Setiap gerakan bahkan beriringan dengan lantunan musik yang dibawakan.
__ADS_1
Pembuka tarian juga diiringi dengan gendhing Pangkur. Kemudian, irama ini membuat teknik gerakan ditampilkan para penari dengan luwes, kenes, kewes, dan tregel.
Biasanya para penari Tari Gambyong dilengkapi dengan sanggul dan kemben. Walaupun begitu, penampilan mereka tetap elegan dan menunjukkan ekspresi anggun.
Bima sudah sampai di barisan penonton yang hanya berbeda empat baris dari panggung. Malam itu dia memakai batik terbaiknya dan celana pantolan hitam. Wajahnya yang tampan sempat menarik perhatian beberapa anak gadis remaja yang ikut orang tuanya.
Setelah MC membuka acara dan beberapa sambutan dari pejabat kedutaan, kementrian luar negeri, akhirnya acara dimulai.
Suara gending Jawa pun berbunyi dan tampak delapan gadis remaja memakai kemben dan sanggul berada diatas panggung. Kedelapan gadis cantik itu langsung menari dengan luwesnya.
Bima tidak berkedip melihat bagaimana anggunnya Arimbi menari. Meskipun semuanya memiliki make up yang sama, namun Bima bisa membedak mana yang Arimbi.
Masyaallah, cantiknya Arimbi. Bima mengambil beberapa foto gadis itu dengan kamera ponselnya dan langsung tersenyum melihat bagaimana cantiknya Arimbi.
Hampir satu jam tari gambyong itu berlangsung dan setelah selesai, applaus pun terdengar di gedung kesenian Jakarta. Bima pun melakukan standing applaus untuk gadis yang diincarnya.
Bima menunggu sampai acara selesai dan setelahnya dia melihat Arimbi menghampiri ke kedua orangtuanya dan kedua opa omanya.
Dengan percaya diri, remaja pria itu mendatangi keluarga besar Arimbi.
"Selamat malam, Arimbi" sapa Bima sopan. "Selamat malam Mr Giandra, Mrs Giandra, dik Anarghya" Bima menatap ke arah Raka dan Luna. "Mr Pradipta, Mrs Pradipta."
"Malam. Siapa ini princess?" tanya Bara bingung melihat remaja memakai batik bagus menghampiri mereka.
"Ini..."
"Perkenalkan. Saya kakak kelas Arimbi di sekolah, nama saya Bimasena Rahadian Baskara. Saya calon suami Arimbi jika dewasa nanti." Bima mengulurkan tangannya ke arah Bara yang mendelik.
"AAAPPAA?"
***
Yuhuuu Up Malam Lagi Yaaaaa
Lanjut besok.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️