
Bara memandang kedua sepupunya yang asyik memindai Arum dan Davina menatap Bara sambil tersenyum.
"So, Arum. Kamu tuh dokter obgyn?" tanya Fuji.
"Iya kak. Kenapa? Kurang meyakinkan?" balas Arum sambil nyengir.
"Tul! Kurang meyakinkan" timpal Arya.
Arya Ramadhan
"Astagaaaaa demi Neptunus, Neo dan Dory. Perlu keluarkan kartu sakti nih" kekeh Arum yang mengambil id card dari dalam tasnya dan menunjukkan kepada Fuji dan Davina.
"Ternyata beneran, kirain ngadi-ngadi" ledek Fuji.
"Nggak mungkin lah aku ngadi-ngadi kak Fuji. Bisa-bisa eyang putriku jitak kepalaku nanti malam kan horor kak. Janganlah biarkan eyang ku hidup tenang di alamnya, jangan nongol ke alamku."
Bara dan Arya melongo sedangkan Davina tertawa.
"Ya ampun, Arum. Katanya kalau malam kita mimpi didatangi oleh orang tersayang, tandanya lagi rindu mereka dengan kita" ucap Davina.
"Oooohhh jadi bukan karena bangkit dari kubur?" tanya Arum sok polos.
"Kamu mah kebanyakan nonton film zombie" sahut Arya.
"Eh aku tuh pecinta resident evil series, malahan dulu sempat main gamenya di PlayStation" jawab Arum serius.
"Beneran kamu main game itu?" tanya Arya antusias karena dia juga penggemar game zombie itu.
"Beneran. Begitu ketemu zombienya, aku langsung kabur masuk kamar, keypadnya aku lempar entah kemana" gelak Arum. "Sisanya mas Gasendra yang mainin."
Arya menganga. "Ya ampun kirain beneran main, tiwas seneng ada temannya."
Arum hanya tersenyum manis. "Aku hanya pom pom girl yang teriak-teriak di belakang Mas Gasendra. 'Awas mas! Zombienya disitu! Itu...itu ada licker! Sebelah sana ada anjing zombie!' Gitu aja sih."
__ADS_1
Keempat orang yang duduk bersama Arum hanya bisa melongo melihat gaya gadis itu menirukan disaat melihat kakaknya main game.
"Ra, kamu nemu dimana sih dia?" tanya Fuji yang takjub melihat gaya receh Arum.
"Hutan mangrove, temenan sama monyet" jawab Bara asal.
"Ish mas Bara. Kok tahu kita masih satu leluhur sama monyet" gelak Arum cuek.
Arya tertawa terbahak-bahak. "Ya Ampuuunnn! Untung gadha Levi dan Arjuna. Bisa ancur dah!"
Bara hanya menggelengkan kepalanya.
***
Davina menatap Arum yang masih cuek menggigit iga bakarnya dengan tangan.
"Mbak Davina kenapa lihatin aku seperti itu?" tanya Arum yang tidak enak karena cara makannya yang tidak elegan.
"Kamu tuh cuek banget ya Rum. Maksudku ini kan termasuk fine dining lho" ucap Davina yang memang elegan jika makan.
Davina tertawa kecil.
"Lagian mbak, kalau pakai tangan, enak bisa brakoti sisa-sisa daging yang ada di tulang" kerling Arum.
"Astoge, kok tahu sih kata brakoti? Apa nggak ada kalimat lain yang lebih enak ngomongnya?" komentar Bara.
"Lha kalau bilang gigitin kok rasanya kurang pas di kuping, mas. Kalau brakoti tuh kesannya ngepasi ngunu" eyel Arum yang membuat Arya dan Fuji makin ngakak.
"Tapi memang bahasa Jawa tuh macem-macem. Kata jatuh di bahasa Indonesia, masuk ke Jawa bisa panjang urusannya. Jatuh di bahasa Jawa ditentukan dengan posisi kamu jatuh. Kejlungup, kejengkang, ciblok, geblak... Wis angel nek meh diruntut siji siji. Ora bar bar. Kesuwen, Selak ubanan" tambah Arum yang membuat keempat orang disana tertawa.
"Ya Allah Rum. Beneran lama-lama ta tanggap" kekeh Fuji.
"Ojo tho kak. Nek sampeyan arep nanggap aku Kon ngelawak, wani Piro?" goda Arum ke Fuji.
Fuji tersenyum licik. "Wani ora kencan Karo Bara sebulan?"
__ADS_1
Bara melongo. "Ji!"
Arum menatap Fuji lalu ke Bara. "Kencan dalam definisi apa nih? Kencan tiap hari maksi bareng sama weekend ngedate gitu kah?" tanya Arum.
"Yoooiiii. Wani rak Rum?" tanya Fuji lagi.
"Wani lah kak! Lagian kencan sama mas Bara tuh menyenangkan soalnya bakalan ditraktir terus. Maklumlah aku kan anak kost jadi kalau ada yang traktir makanan itu merupakan rejeki nomplok!" cengir Arum.
"Tuh Ra! Arum dah oke lho kencan sama kamu" goda Fuji.
"Udah, iyain aja Ra" kompor Davina yang mulai suka sama cewek receh itu meskipun awalnya agak gimana karena cablaknya.
Bara menatap Arum yang hanya tersenyum manis dilihatin pria itu. "Yakin mau kencan sama aku?"
"Yakin lah demi makan enak gratisan" gelak Arum.
"Kita ngedate ya sebulan" ucap Bara.
"Deal!"
"Ya, taruhan dalam sebulan Arum dan Bara bakalan jatuh cinta beneran" bisik Fuji ke Arya.
"Setuja! Kita ajak pasukan durjana taruhan biar mantap jiwa." Arya menyeringai licik.
***
Yuhuuu Up Malam sebelum bobok
Sebenarnya aku dah ngantuk banget cuman tanggung kalau belum ta posting.
Lanjut besok yaaaa.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️