
"Halo," jawab Jervario pada panggilan dari Dario.
"Jer, loe buka link yang gue kirim. Gawat, loe ada masalah besar."
"Masalah apa?"
"Liat aja dulu, loe pasti shock. Kalau bisa Mentari jangan ... "
"Abang ... " belum sempat Dario menyelesaikan kalimatnya, Mentari telah terlebih dahulu berteriak membuat Jervario pun segera menghampiri istrinya. "Tolong jelaskan, apa maksudnya foto ini? Dan ... siapa dia?" Mentari menyodorkan ponselnya dan menunjukkan foto-foto yang tengah viral saat ini.
Jervario mengerutkan keningnya, "sayang, jangan salah paham. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," sergah Jervario tak ingin istrinya salah paham.
Mentari mendelik tajam membuat Jervario menelan ludahnya kasar.
"Sayang, itu ... "
"Itu apa?" sentak Mentari dengan mata melotot.
"Itu hanya fitnah, sayang. Itu bukan Abang. Perempuan licik itu pasti mau balas dendam sama Abang karena memutuskan kontrak begitu saja sama dia."
"Oh!" jawab Mentari sambil mendudukkan bokongnya di sofa. Kemudian ia menepuk-nepuk sisi di sebelahnya sebagai isyarat agar Jervario duduk di sampingnya juga.
"Kamu percaya kan sama Abang? Abang nggak mungkin mengkhianati kamu," tutur Jervario lembut sambil menggenggam tangan Mentari dengan perasaan was-was.
Mentari menatapnya lekat kemudian tergelak membuat jantung Jervario berdegup kencang.
"Khawatir ya?" goda Mentari membuat Jervario mengangguk patuh.
__ADS_1
"Uluh-uluh, kasihan! Iya, iya, Riri percaya kok sama Abang. Lagian ya, Riri itu udah hafal Abang luar dalam, sampai jumlah tahi lalat Abang aja Riri hafal termasuk dimana saja tahi lalat itu bersembunyi. Karena itu, dari foto ini aja jelas banget kalau laki-laki itu bukan Abang," jawab Mentari santai tapi mampu membuat wajah Jervario memerah karena tidak menyangka istrinya bisa mengucapkan kata-kata seperti itu.
Melihat suaminya hanya terdiam sambil menatap lekat dirinya dengan wajah memerah membuat Mentari bingung.
"Abang kenapa?"
"Kamu ... beneran hafalin jumlah tahi lalat di tubuh Abang?" Kini giliran wajah Mentari yang memerah karena pertanyaan suaminya.
"Udah, ih, kok malah bahas tahi lalat sih! Yang harus kita bahas itu, kenapa perempuan gila ini sampai membuat rumor kayak gini? Lihat, akun sosmed kita diserang para deterjen jadinya. Heran deh, mentang perempuan itu artis jadi apa yang diucapkannya dianggap benar gitu aja, tanpa mencari tahu kebenarannya. Kalau kata-katanya nggak menyakitkan sih nggak papa, tapi sampai ada yang ngatain Riri pelakor jahanam, perempuan perusak hubungan orang, pasti hamil duluan, dan yang paling menyakitkan ada yang nuduh Riri perempuan murahan karena merebut kekasih orang, jangan-jangan anak-anak kita anak haram, kata mereka. Riri nggak terima pokoknya, bang. Aku akan bawa kasus ini ke jalur hukum Sebelum itu, aku akan kasi pelajaran dulu sama artis nggak tahu malu itu. Para pembully ini juga harus menerima konsekuensinya karena tidak bisa menjaga lisan dan ketikan," tutur Mentari dengan menggebu-gebu.
"Kamu tenang aja, kita akan berikan mereka semua pelajaran. Abang janji. Para pembully tak beradab itu juga akan Abang kirim somasi agar menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak memanfaatkan sosial media dengan seenaknya," ucap Jervario penuh kesungguhan.
"Good. Untuk sementara, kita lihat aja dulu, apa yang ingin perempuan itu lakukan sembari mengumpulkan informasi tentangnya," tutur Mentari sambil mengusap-usap dada Jervario.
"Sayang," desah Jervario saat jemari lentik Mentari bermain di atas dada bidangnya yang tertutup kemeja putih.
"Emangnya udah siap? Kemarin-kemarin masih takut, hm?" Balas Jervario menggoda.
"Kalo kemarin-kemarin sih, iya. Tapi kali ini kayaknya Riri harus memberanikan diri daripada suami Riri yang ganteng, baik, romantis, pengertian, dan kaya raya ini digaet pelakor nggak tahu malu, jadi Riri harus memberanikan diri. Lagian, Riri udah ... kangen," cicit Mentari malu-malu tapi mau membuat Jervario tergelak kencang.
"Ya udah, ayok!" seru Jervario girang sambil menggendong Mentari menaiki tangga.
"Eh bang, gimana dengan wartawan di depan?"
"EGP, ada yang lebih penting daripada menghiraukan mereka," pungkas Jervario yang kini sudah memasuki kamar. Tak lupa ia mengunci pintu dan setelahnya ia langsung saja menyerang bibir Mentari disusul menerkam bagian lainnya hingga akhirnya mereka pun tiba di puncak kenikmatan.
Mereka melepas penyatuan itu dengan nafas terengah. Baru saja Jervario hendak memeluk tubuh Mentari dari samping, tiba-tiba saja Mentari memekik membuat Jervario terduduk karena terkejut.
__ADS_1
"Ada apa, Yang? Ada yang sakit? Ada apa? Kamu kenapa?" cecar Jervario panik.
Mentari pun ikut duduk dengan wajah bersungut-sungut, "bang, kok dibuang di dalem sih? Riri kan belum pasang kontrasepsi, kalo hamil lagi gimana?" sungut Mentari dengan bibir mengerucut membuat Jervario yang awalnya terperangah kemudian tertawa lebar.
"Astaga, kirain kenapa! Kalo hamil lagi ya ... Alhamdulillah. Berarti rejeki kita dong! Berarti Agya dan Ayla akan segera jadi kakak, sama kayak Asha yang akan punya adek lagi. Pasti dia senang. Abang juga, rumah pasti bakal makin rame apalagi kalo sekali hamil, kembar lagi, langsung 3 lagi, wah pasti keren tuh!" cerocos Jervario membuat Mentari mendelik sebal lalu memukuli Jervario dengan bantal.
"Abang nyebelin, emangnya Riri kucing disuruh hamil melulu, sekali 3 lagi. Nih, rasain!" Mentari terus memukuli Jervario, tapi lelaki itu tidak membalas, ia hanya terus menerima dengan pasrah sambil tergelak kencang.
Dua jam kemudian, Jervario telah berpenampilan rapi kembali. Masih ada pekerjaan yang mesti ia selesaikan di kantor jadi ia pun segera berpamitan dengan Mentari yang juga telah rapi dan cantik. Mentari mengantarkan Jervario dari teras rumahnya. Terang saja, para wartawan yang masih setia menunggu di depan pagar tampak memotret kebersamaan Jervario dan Mentari. Apalagi Jervario memperlakukan Mentari dengan begitu romantis, membuat mereka makin bersemangat memotret. Mentari mencium punggung tangan Jervario, dilanjut Jervario mencium dahi, mata, pipi, hidung, dan terakhir berlabuh di bibir. Pasangan itu sengaja memamerkan kemesraan mereka agar para wartawan segera memberitakannya.
Dan sesuai keinginan Jervario dan Mentari, Angelica yang melihat berita romantisme Jervario dan Mentari membuatnya meradang. Padahal ia berharap, Mentari murka dan bersedih. Bahkan bila ia beruntung, Mentari segera menggugat cerai suaminya karena tidak terima atas hubungan terlarang antara dirinya dan Jervario yang melewati batas. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, kedua pasangan itu justru tampil makin mesra dan begitu terang-terangan di hadapan awak media.
"Argh, sial! Kenapa mereka tampak biasa saja dan sepertinya tidak terpengaruh sama sekali?" geram Angelica sambil membaca satu persatu portal media yang memberitakan pasangan Jervario dan Mentari yang tampak tetap begitu mesra meskipun berita hubungan terlarang suaminya telah viral dimana-mana.
Tak mau tinggal diam, Angelica pun segera menghubungi orang-orang bayarannya untuk makin memojokkan Mentari dengan kata-kata hinaan dan umpatan mulai dari perempuan tak tahu malu hingga hinaan yang menyebutkan Mentari adalah seorang jalaang karena itu ia bisa bersikap begitu santai meskipun berita hubungan terlarang suaminya telah viral dimana-mana.
...***...
Halo kakak-kakak semua, seperti biasa karena udah mau ending, siap-siap 3 top fans akan get pulsa dari othor sebagai ungkapan makasih karena udah selalu setia jadi pembaca karya othor. Buat tambahan, yang di bawah 3 besar dan mendapatkan label fans juga insya Allah akan get pulsa 10 ribu. Lumayan buat tambahan beli kuota. 😁 Kemungkinan beberapa hari lagi ending, so dukungannya jangan kendor ya!
Terima kasih.🤩🤩🤩
Yang belum mampir ke karya othor Dibuang karena hamil anak perempuan, ditunggu kedatangannya.
Love you all. 🥰🥰🥰
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1