Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Dalam Rumah Tanggaku
SERATUS DUA BELAS


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, tapi tapi berita tentang hubungan Jervario dan Angelica Mauren, bukannya meredup, malah kian menjadi. Tentu itu adalah imbas dari sikap Mentari yang kian memamerkan kemesraannya dengan Jervario hingga membuat Angelica kian meradang.


Mentari yang biasanya enggan menunjukkan kemesraannya di depan umum, kini malah dengan senang hati memamerkannya. Seperti kemarin, ia jalan-jalan berlima dengan Asha dan kedua bayi kembarnya menggunakan jumpsuit couple hingga mereka menjadi bahan sorotan. Mulai dari kekaguman hingga cibiran mereka dapatkan, tapi mereka tak peduli toh berita yang beredar itu tidak terbukti kebenarannya. Justru ia kini sudah mengantongi banyak informasi tak terduga mengenai Angelica.


Mentari hanya menunggu waktu yang tepat sebelum ia meledakkan bom yang ia pegang. Tentu ia tak ingin gegabah. Sebenarnya Mentari tak berniat membalas, tapi karena tindakan Angelica kian menjadi membuat Mentari tak punya pilihan lain. Mentari merasa kasihan pada kebodohan Angelica. Mentang Mentari diam saja, ia pikir Mentari takkan melawan dan akan dengan mudah tersingkirkan. Ah, yang benar saja. Jangan membangunkan macan tidur karena sekali ia bangun dan mengaum, tuntas sudah. Begitu pula Mentari. Ia tahu, risiko dari tindakannya adalah kehancuran karir Angelica karena itu ia masih bersabar. Ia harap Angelica menghentikan kebodohannya, namun sayangnya kesempatan yang ia beri justru membuatnya makin menggila. Angelica kian berani membuat statement yang membuat Mentari kian terpojok.


Tapi, semua itu takkan berlangsung lama sebab hari dimana Mentari akan meledakkan bomnya telah tiba. Hanya dengan menjentikkan jarinya, semua akan segera berbalik. Seperti saat ini, sambil menyusui Agya, matanya sedang terfokus ke berita infotainment di layar televisinya yang menayangkan berita tentang artis berinisial AM yang ternyata merupakan simpanan seorang pria berumur yang merupakan seorang pejabat pemerintah di daerah setempat.


Berita kian heboh sebab bukan hanya foto-foto sang artis yang sedang memasuki hotel bersama pria berumur tersebut, tetapi juga ada video tak senonohnya dari yang sedang bercumbu hingga video ia sedang mabuk-mabukan dengan para teman lelakinya.


Dan yang makin membuat geger, foto-foto artis AM dengan lelaki yang diduga Jervario itu kini kembali beredar tetapi dengan wajah lain. Dalam foto diungkapkan kalau foto-foto sebelumnya beredar itu merupakan hasil editan dan wajah sebenarnya dari laki-laki tersebut adalah yang sedang beredar kini. Bahkan ada sebuah video yang menyertai sebagai bukti yang menunjukkan rupa asli dari laki-laki tersebut.


Para deterjen eh netijen pun geram. Mereka merasa tertipu mentah-mentah. Padahal salah mereka sendiri begitu mudah terpengaruh dengan apa yang disuguhkan di sosial media sehingga tanpa pikir panjang menghakimi orang-orang yang sebenarnya tak bersalah.


Pemberitaan kian heboh apalagi setelah sang istri dari pria yang menjadi kekasih gelap artis tersebut melaporkannya ke polisi atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan.


"Heh, serius amat nontonnya!" sergah Jervario yang entah sejak kapan sudah duduk di sampingnya membuat Mentari tersentak kaget.


"Eh, lho, bang, kok udah pulang?" beo Mentari yang benar-benar terkejut melihat keberadaan Jervario di kamarnya. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul 10.35. Mau makan siang pun waktunya masih terlalu dini, sedangkan Jervario saja berangkat ke kantor pukul 7.30 tadi. Artinya suaminya itu baru 3 jam pergi bekerja, tapi kenapa sekarang sudah di rumah lagi.


Jervario terkekeh kemudian mengambil alih Agya yang sudah terlelap dan membaringkannya di box bayi miliknya yang bersebelahan dengan box bayi Ayla.


Setelahnya, Jervario kembali duduk di sisi sang istri sambil melingkarkan tangannya.


"Mau nemenin istri yang lagi asik nonton. Ternyata istri Abang hebat bener, bisa dapetin informasi sebanyak dan sedetail itu," tukas Jervario merasa kagum. Awalnya Jervario berniat membantu Mentari mencari informasi dan kelemahan Angelica untuk menjatuhkannya, tetapi Mentari menolaknya dan mengatakan ia mampu melakukannya sendiri. Saat itu Jervario sempat meragukannya, tetapi kini Jervario justru kagum dengan apa yang sudah dilakukan istrinya itu.


Tak perlu turun tangan langsung, justru tangan orang lain lah yang kini mewakili mereka menjebloskan Angelica ke balik jeruji besi. Mentari juga sudah mengirimkan kuasa hukumnya untuk mengirim somasi kepada orang-orang yang tak mampu menjaga lisan dan ketikkannya sehingga membuat nama baiknya tercemar. Sel,itu, kuasa hukumnya juga sudah menuntut orang-orang bayaran Angelica yang sudah menyebarkan foto-foto editan dan menyebar fitnah juga kebencian ke khalayak ramai.


Semua pihak yang bersalah kini sedang menuai hukumannya semua. Khawatir ikut terseret ke dalam kasus ujaran kebencian dan fitnah yang diciptakan Angelica, membuat banyak orang yang merasa bersalah menghakimi Mentari berduyun-duyun memohon maaf. Mentari yang tidak bisa membalas satu persatu pun hanya menuliskan sebuah kalimat di akun sosial medianya,

__ADS_1


Bila dulu mulutmu, harimaumu, maka kini ketikkanmu, harimaumu. Semoga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama sebab tidak semua orang mampu ikhlas memaafkan.


"Istri siapa dulu dong!" seloroh Mentari sembari terkekeh.


"Istrinya Abang dong," ujarnya. Setelah mengatakan itu, keduanya pun saling tatap dengan senyum tak lepas dari bibir. Perlahan wajah mereka saling mendekat dan saling menempel, tiba-tiba ...


"Oeek ... oeek ... oeek ... "


Mereka pun segera menjauhkan diri masing-masing, setelahnya tergelak bersama sambil melangkah menuju box bayi dimana ternyata Ayla lah yang sedang menangis.


"Cup cup cup cup, Ayla kok nangis? Haus ya? Yuk, mik cucu sama mami dulu," ujar Mentari sambil meraih Ayla ke dalam gendongannya.


Mentari pun segera membawa Ayla ke ranjang dan mulai menyusuinya.


"Sayang, udah Ayla, giliran Abang ya! Abang juga haus, mau mik cucu sama mami," ucapnya dengan memasang wajah polos membuat Mentari memutar bola matanya.


"Emang Abang bayi."


"Bisaan Abang aja lah nyari alesan padahal emang dari sononya doyan."


Jervario terkekeh, "tuh tahu, jadi setelah ini giliran Abang kan? Tuh, Ayla udah tertidur lagi, boleh ya?"


"Emangnya Riri bisa nolak?"


"Yes, tau aja kebutuhan Abang. Makin cinta deh! Ayla sayang, gantian ya, sekarang giliran papi. Kamu bobok yang lamaan dikit ya. Papi mau mik cucu sama mami dulu," ujar Jervario sambil meraih Ayla ke dalam gendongannya kemudian menidurkannya kembali di box bayi miliknya.


Setelahnya, dengan bibir mereka, Jervario pun segera melakukan apa yang sudah dari tadi ia inginkan.


...***...

__ADS_1


3 bulan kemudian


Tok tok tok ...


Mendengar pintu kamarnya diketuk, Shandi yang sudah tertidur pun gegas membuka matanya. Diliriknya jarum jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, tapi siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini pikirnya.


Shandi pun segera membuka pintu dan menemukan keberadaan Fatma dengan wajah meringis.


"Fatma, kamu kenapa?" tanya Shandi panik.


"Mas, kayaknya aku udah mau lahiran deh!" cicit Fatma sambil mengusap-usap perutnya yang sudah membukit.


"Apa?" seru Shandi terkejut. "Jadi ... jadi bagaimana? Aku ... aku harus apa?" ucap Shandi yang justru panik bercampur bingung. Tak tahu harus melakukan apa dan bagaimana.


"Mas, tenang. Jangan panik!" ujar Fatma mengingat. "Tarik nafas, terus buang. Mas nggak boleh panik. Yang mau lahiran itu aku, bukan mas." Peringat Fatma membuat Shandi menghela nafasnya. Setelahnya ia mengikuti saran Fatma untuk menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.


Setelah tenang, barulah ia bisa berpikir dengan jernih.


"Kita ke rumah sakit sekarang. Sebentar, mas bangunkan Septi dulu buat nitip Rafa."


Fatma pun mengangguk. Dengan langkah pendek, ia berjalan menuju pintu keluar sambil memegang tas berisi perlengkapan bayi dan perlengkapan persalinannya.


2 jam kemudian, terdengar suara tangis bayi dari sebuah ruangan di klinik persalinan. Jarak rumah sakit yang cukup jauh, membuat Shandi justru mengajak Fatma ke klinik persalinan yang tak begitu jauh dari rumahnya.


Atas permintaan Fatma, Shandi ikut masuk ke ruangan persalinan untuk menemaninya. Rasa haru menyeruak, meskipun bayi yang Fatma lahirkan bukan darah dagingnya, tapi ia langsung jatuh cinta sejak pertama kali melihatnya. Seorang bayi perempuan yang cantik, secantik ibunya.


"Fatma, terima kasih. Terima kasih telah hadir dalam hidupku. Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk merasakan menjadi seorang ayah. Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk menemanimu melahirkan. Sesuatu yang mungkin mustahil akan aku alami lagi. Pengalaman ini, adalah pengalaman terindah dalam hidupku. Terima kasih. Aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang terbaik untukmu dan anak-anak kita," ujar Shandi dengan berlinang air mata.


"Mas, aku pun berterima kasih padamu. Entah apa yang terjadi padaku dan anak-anakku bila tidak bertemu denganmu. Kau bukan hanya memberikan kami tempat berteduh, tapi juga kenyamanan, perhatian, kepedulian, dan kasih sayang yang tulus. Selain itu, kau pun mau menerima anak-anakku dan menganggap mereka seperti anakmu sendiri. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk anak-anak kita," ucap Fatma tulus.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2