Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Dalam Rumah Tanggaku
LIMA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, jagad maya mulai ramai dengan pemberitaan pernikahan antara pengusaha muda yang juga calon pewaris perusahaan property TJ Group. Seperti yang banyak dilansir beberapa media, Jervario termasuk dalam jajaran pengusaha muda, cerdas, berbakat, dan memiliki ketampanan di atas rata-rata.


Meski Jervario tidak aktif di sosial media, tapi namanya kerap disebut-sebut sebagai calon suami idaman para wanita dan calon menantu idaman para orang orang tua. Bukan hanya karena tampan, tapi karena bibit, bebet, dan bobotnya yang bukan sembarangan orang.


Meskipun sikap Jervario terkesan dingin dan acuh tak acuh, tapi tak sedikit wanita yang menggilai dan mengejar-ngejarnya. Jervario juga kerap dijuluki Hot Daddy oleh para perempuan. Tak jarang aktivitasnya bersama sang putri diabadikan kamera-kamera dengan penuh kekaguman. Namun hal tersebut tak lantas membuatnya gemar bermain perempuan, hal itulah yang membuatnya kian digemari banyak wanita, baik yang masih gadis, janda, bahkan istri orang pun ada. Kadang kala mereka berpikir, mengapa mantan istrinya terdahulu bercerai dengannya sebab pihak keluarga memang tidak membuka alasan perceraian Jervario dan istrinya. Mereka hanya tak ingin kehidupan pribadi keluarga mereka menjadi konsumsi publik.


Mengenai pernikahan Jervario, membuat para awak media jadi penasaran dengan siapa calon istri sang Hot Daddy tersebut sebab selama ini media memang tidak pernah menangkap kebersamaan Jervario dengan perempuan lain setelah berpisah dengan mantan istrinya beberapa tahun yang lalu. Namun yang namanya media takkan sulit untuk menemukan informasi tentang calon istri sang milyarder muda tersebut. Setelah nama Mentari disebut, awak media pun kian gencar mengulik indentitas dan latar belakang Mentari.


Tak butuh waktu lama, mulai dari identitas, latar belakang, hingga masa lalu Mentari pun terkuak. Pemberitaan kian heboh, bahkan perusahaan pun jadi sasaran para awak media untuk mendapatkan informasi dan berita terkini.


"Wah, si bos diam-diam menghanyutkan! Nggak main-main, calon suami Bu bos juga pengusaha, hebat, dan tampan."


"Wajar sih Bu bos dapat calon suami sekelas pewaris TJ Group, lah Bu bos juga cantik banget, pintar, dan baik."


"Iya. Gue yakin, mantan suaminya sekarang sedang nangis di pojokan liat mantan bininya dapat calon yang lebih segalanya dari dia."


"Ho'oh. Nangis, nangis dah. Hahaha ... "


Begitulah beberapa dari percakapan yang mampu Shandi dengar. Itu baru di divisinya, belum di divisi lain, perusahaan lain, sosial media, para ibu-ibu tukang ghibah, kaum juliders, dan lain sebagainya. Shandi seolah disumpahi oleh orang-orang se-Indonesia setelah nama Mentari kian dikenal banyak orang. Bukan salah Mentari sih, itu salah dirinya dan keluarganya sendiri. Seandainya mereka bisa bersikap baik pasti semua ini takkan terjadi. Meskipun mereka belum dikaruniai seorang keturunan, tapi mereka tetap bisa bahagia. Namun sayang, seribu kali sayang, semua takkan kembali seperti semula. Mereka pikir dengan membuang Mentari kehidupan mereka akan lebih baik, keluarga mereka akan dikaruniai keturunan seperti yang mereka harapkan, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kehidupan mereka perlahan makin sulit dan penderitaan pun telah menanti di depan mata.


*


*


*

__ADS_1


Rohani tampak menonton televisi sambil duduk di kursi roda dengan separuh tubuhnya yang mati rasa. Kegemarannya sama seperti mak-mak lain yang suka menonton sinetron dan infotainment tentang berita-berita artis ternama. Padahal di sinetron ikan terbang sampai ikan jongkok dan lompat-lompat sudah sering diceritakan bagaimana akhir dari orang-orang yang suka jahat dengan orang lain apalagi itu adalah seorang istri dan menantu, tapi Rohani tidak mengambil pelajaran dari sinetron yang ditontonnya. Ia justru bersorak-sorai saat pemeran antagonis berhasil menjahati pemeran protagonisnya.


Saat asik menonton infotainment, tiba-tiba layar berukuran 50 inci itu menayangkan berita pernikahan pengusaha muda sekaligus pewaris perusahaan property ternama dengan pengusaha perusahaan furniture. Sontak saja Rohani membelalakkan matanya saat melihat foto pasangan pengusaha yang akan segera menikah tersebut. Tubuhnya sampai bergetar, ia tak menyangka bila apa yang dikatakan Mentari dan Jervario tempo hari memang benar adanya, bukan sekedar bualan semata.


"Nggak, nggak, itu nggak mungkin. Jadi mereka memang benar akan segera menikah." Rohani bergumam lirih. Entah harus senang, sedih, atau marah, ia sendiri bingung. Dengan kondisi fisik yang sedang tidak baik-baik saja ini membuat dirinya kadang seperti orang linglung.


Bukan hanya Rohani yang terkejut, tapi Septi, Septian, dan Erna pun ikut terkejut. Tapi berbeda dengan Septi dan Erna yang menatap iri, Septian justru tersenyum bahagia mendengar kabar gembira tersebut. Ia pikir mantan kakak iparnya itu akan terus terpuruk, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mentari berhasil kembali memancarkan sinarnya hingga berhasil menarik perhatian lelaki hebat setelah sempat diselimuti awan kelabu.


Aku senang mbak Tari akhirnya berhasil bangkit kembali. Selamat ya mbak, Tian turut bahagia mendengar kabar gembira ini.


Sebuah pesan Septian kirimkan pada mantan kakak iparnya tersebut. Mentari merupakan wanita yang baik dan Septian yakin Mentari akan mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi dari sang kakak yang pikirannya mudah sekali dipengaruhi khususnya oleh mamanya.


Terima kasih, Tian. Oh ya, kapan-kapan mau ya makan siang sama mbak? Mbak kangen sama adek mbak yang ganteng ini. 😁


Balas Mentari membuat Septian tersenyum simpul.


Setelah selesai berbalas pesan, mereka pun segera melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


*


*


*


"Kamu mau gaun yang mana sayang?" tanya Jervario pada Mentari yang sedang sibuk memperhatikan detail dari beberapa gaun pengantin yang disodorkan padanya.

__ADS_1


Mentari menggaruk pelipisnya, ia bingung sebab semua gaun itu bagus dan menarik hatinya. Mereka membutuhkan gaun pengantin untuk dikenakan saat resepsi, sedangkan untuk akan nikah, mereka telah memesan kebaya dan Jervario mengenakan setelan khusus yang dipesankan Nanda.


"Semuanya bagus, aku bingung," ujar Mentari jujur.


Lalu Jervario memilihkan salah satu gaun. Bila dilihat secara langsung gaun itu seperti berwarna jingga, tapi bila cermin tampak berwarna putih. Berbeda lagi saat di foto, warnanya terkadang terlihat putih, terkadang pula terlihat berwarna jingga. Sungguh designernya sangat hebat dalam merancang gaun tersebut. Belum lagi aksen bunga yang memenuhi bagian bawah, terlihat indah dan elegan. Gaun itu juga berbentuk sabrina sehingga tulang selangka Mentari yang indah terlihat menonjol namun tidak terlalu terbuka, Jervario sampai menelan ludahnya sendiri saat melihat penampilan Mentari saat sedang melakukan fitting.


"You're so perfect. Rasanya aku tak rela kalau kau dipamerkan di hadapan orang-orang nanti. Seandainya bisa, aku ingin mengurung mu di dalam kamar saja. Biar hanya aku yang menikmati keindahan dan kecantikanmu seorang diri," ujar Jervario yang berdiri tepat di belakang Mentari yang sedang bercermin. Pipi Mentari bersemu merah, ia tertunduk dengan wajah tersipu. Jantungnya berdebar kencang saat Jervario memujinya telat di dekat telinga. Bulu kuduknya sampai berdiri, meremang. Darahnya berdesir, jantungnya bertalu-talu. Sebuah pujian yang mampu membuatnya melayang.


"Kenapa diam, hm?" goda Jervario sambil memegang pundak Mentari. Wanita itu kian menegang saat telapak tangan Jervario yang terasa sedikit kasar bersentuhan dengan kulitnya. Rasa panas dengan cepat menjalar di seluruh tubuhnya. Mentari menggigit bibirnya saat Jervario dengan nakalnya mencium pundaknya. Ciuman itu sebenarnya begitu lembut, bahkan seringan bulu karena hanya sekedar menyentuh tipis, tapi sensasinya sungguh luar biasa. Dalam hati, Mentari mewajarkan Jervario mendapatkan gelar Hot Daddy sebab hanya dengan tindakan lembut itu saja mampu membuatnya panas dingin dan meremang. Ah, andai perempuan lain yang diperlukan seperti ini, pasti ia takkan bisa menahan langsung berpikir ingin berlabuh ke arah ranjang. Tapi syukurlah, pertahanan diri Mentari cukup kokoh. Meskipun dirinya bukanlah hamba yang taat, tapi setidaknya ia mampu menjaga dirinya agar tidak terlalu terjerumus pada hal-hal yang terlarang dan berbahaya.


"Jer, jangan gitu! Ingat, kita belum sah! Sabarlah!" bisik Mentari membuat Jervario tersenyum manis padanya.


"Maaf. Jujur melihatmu seperti ini rasanya membuatku tak sabar lagi. Seminggu lagi rasanya seperti 1 tahun," kekeh Jervario membuat Mentari tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Apakah kau pun seperti ini dengan perempuan lain? Maksudnya melakukan itu pada seseorang yang menarik perhatiamu?" tanya Mentari ragu-ragu. Mentari tahu, masa lalu Jervario bukanlah ranahnya. Itu merupakan milik Jervario pribadi. Tapi Mentari pun sedikit khawatir, bagaimana bila Jervario termasuk salah satu pengusaha yang gemar one night stand. Bukankah sudah jadi rahasia umum kalau laki-laki kaya gemar melakukannya.


Jervario tersenyum kecil, "mama bisa mencekikku dan memecatku sebagai anak bila aku sampai melakukannya. Mama selalu mengajarkan, hidup itu ada hukum tabur tuai, bila kita berbuat baik, ganjarannya pasti akan baik, dan bila kita melakukan keburukan, maka ganjarannya pun buruk. Tapi yang paling membuatku takut adalah terkadang ganjarannya itu bukan kita yang mendapatkannya, tapi orang-orang terdekat kita, dan aku takut hal itu terjadi pada keluargaku, orang-orang terdekatku, dan orang-orang yang ku sayangi. Karena itu, percayalah, meskipun aku sudah menduda nyaris 3 tahun lamanya, tapi aku mampu menahan diri. Bahkan kau merupakan satu-satunya perempuan yang aku cium setelah nyaris 3 tahun ini menduda," ucap Jervario jujur. Mentari sampai terperangah mendengarnya.


"Terima kasih karena telah menjaga dirimu," ucap Mentari dengan senyum manis penuh ketulusan.


...****...



Malam kakak-kakak yang kece badai, makasih untuk dukungannya ya, baik yang udah kasi like, komen, vote, bunga, kopi, rate bintang, pokoknya makasih banget. Bikin othor semangat update aja. 😍😍😍

__ADS_1


Othor juga mau sampein salam dari Abang Je, katanya SARANGHEYO. 😘😘😘


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2