Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Dalam Rumah Tanggaku
ENAM PULUH ENAM


__ADS_3

Setelah dari danau Como, kini pasangan pengantin baru Jervario dan Mentari telah bertolak ke Venesia. Venesia merupakan sebuah kota yang dipenuhi dengan kanal, kastil yang luar biasa, museum kuno, katedral, galeri seni, gereja, dan beberapa tempat wisata lain yang menarik. Hal ini membuat Venesia menjadi sebuah kota di Italia yang selalu masuk daftar tempat yang selalu dikunjungi ketika musim liburan tiba, termasuk juga pasangan pengantin baru Jervario dan Mentari yang ingin menikmati masa bulan madu mereka dengan berlibur ke sana.


Di Venesia, Jervario mengajak Mentari mengunjungi Grand Canal. Mereka menjelajahi Grand Canal dengan menggunakan gondola. Gondola merupakan salah satu transportasi utama di kota ini. Grand Canal tersebut memiliki jalur yang melalui pusat kota dari Basilika Santo Markus hingga Gereja Santa Chiara. Berbaris di kedua sisinya terdapat banyak struktur bangunan bergaya Romawi, Gotik, dan Renaissance. Selain itu, Grand Canal dilintasi oleh empat jembatan, dan yang paling terkenal adalah Jembatan Rialto yang indah.


Terakhir, Jervario mengajak Mentari ke kota Roma. Roma terkenal sebagai salah satu kota peradaban dunia karena telah memberikan banyak sekali pengaruh pada dunia hingga saat ini.


Di sana terdapat banyak sekali bangunan istana-istana yang indah, Basilika kuno, monumen Romawi kuno, patung, air mancur, dan banyak lagi lainnya.


Jervario mengajak sang istri mengunjungi Colosseum yang merupakan bangunan terbesar dan paling terkenal di Roma sehingga menjadikannya tempat wisata di Roma. Setelah dari sana, mereka menyempatkan diri mampir ke Tarvic Fountain yang merupakan sebuah air mancur yang sangat indah di sana. Setelah puas berjalan-jalan, mereka pun gegas pulang ke hotel yang mereka booking selama berada di Roma sebelum akhirnya bertolak pulang ke Indonesia.


...***...


Mereka akhirnya tiba di kamar hotel. Mentari merenggangkan otot-otot tubuhnya dengan merentangkan kedua tangannya dan sedikit meliukkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Belum turun tangan itu ke samping tubuhnya, sepasang lengan kekar justru telah memerangkapnya dengan sebuah pelukan hangat dari belakang membuat Mentari hampir berjingkrak kaget.


"Bang Jerva, ngagetin tahu! Untung jantung Riri nggak copot," omel Mentari sambil berusaha melepaskan tangan Jervario yang melingkari perutnya.


"Lepas, bang! Riri mau mandi ih, lengket banget ini. Nggak nyaman. Riri pasti bau juga kan seharian ini kita di luar." Mentari merengek minta dilepaskan tapi bukannya melepaskan, Jervario justru mengeratkan pelukannya sambil mencumbu leher Mentari.


"Bang ... ah ..." Mentari mende*sah saat Jervario dengan lidah nakalnya menjilati kulit leher Mentari kemudian memberikan gigitan kecil di sana. Leher merupakan salah satu titik sensitif Mentari, tentu saja apa yang Jervario lakukan membuat tubuhnya menggelinjang kegelian. Namun ada sensasi nikmat saat Jervario menggigit kemudian menghisapnya. Jervario memang sangat pro sekali dalam membuainya. Mentari selalu saja terbuai dalam kenikmatan setiap Jervario mencumbu mesranya.


"Bang, kok nakal sih! Riri ... Riri mau ... ukhhhh ... ahhhh ... "


Jervario tersenyum geli saat mendengar desa*han Mentari. Padahal ia hanya bermain di leher dan sedikit merambah ke area semangka segarnya.


"Kita mandi bersama, sweetheart," bisik Jervario sambil menarik lepas blouse yang dikenakan Mentari.


Mentari ingin menolak, tapi 8a tahu, bila Jervario telah memanggilnya sweetheart, artinya ia menginginkan lebih. Apalagi kalau bukan bercinta.

__ADS_1


Bercinta di dalam bathtub, menempel di dinding, di atas closet, dan di bawah guyuran shower. Hal itu pernah ia lakukan semua dengan mantan suaminya, tapi dengan Jervario, ini merupakan kali pertama. Dengan niat menjadikan rumah tangga mereka kian harmonis, Mentari pun menyanggupi. Ia segera membalikkan badannya sehingga mereka kini saling berhadapan. Kemudian Mentari melepas kaos singlet yang masih menutupi dada bidang dan perut sixpack Jervario dengan gerakan menggoda, sebab kemejanya telah lebih dahulu dilepas.


"Kau tampak cantik berkali-kali lipat dengan senyum menggoda dan tubuh seksimu, sweetheart. Aku sudah tidak sabar ingin melahapmu bulat-bulat," lirihnya dengan bola mata yang telah diselimuti kabut gairah.


"Makanlah aku, aku milikmu, hubby," balas Mentari yang mana membuat Jervario kian terbakar gairah.


Seketika lelah karena baru pulang dari berkeliling kota Roma lenyap begitu saja, berganti semangat ingin kembali mereguk kenikmatan dunia yang baru dirasainya kembali beberapa hari ini setelah menikah.


Tak mau menunda waktu lagi karena golok naganya telah mencuat tak sabar ingin menjelajah goa asmara, Jervario pun segera menggendong Mentari seperti koala masuk ke kamar mandi. Kemudian terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Bagaimana proses dan cara kerjanya, kakak-kakak bisa bayangkan sendiri. Hahahaha ...


...***...


Setelah hampir satu jam lamanya bergelut di dalam kamar mandi, akhirnya Mentari dan Jervario keluar dari dalam sana dengan menggunakan kimono handuk putih yang memang selalu tersedia di kamar hotel.


Mentari pun langsung duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Jervario yang melihat itu lantas berdiri di belakang Mentari. Kemudian ia segera mengambil handuk kecil di tangan Mentari dan mengelap rambut basah Mentari dengan begitu cekatan membuat Mentari membulatkan matanya dengan penuh rasa kagum.


"Ternyata selain pengusaha jual beli mobil mewah dan calon CEO, kamu juga punya keahlian jadi tukang salon yang bang," seloroh Mentari sambil mengulum senyum.


"Enak aja. Aku kan multitalenta, jadi serba bisa tapi bukan untuk sembarang orang. Keahlianku ini hanya akan aku tunjukkan kepada orang-orang yang spesial," ujarnya.


"Termasuk aku?"


"Siapa lagi? Ya pastilah, sayang."


"Pasti ada lagi. Bukan aku doang pastinya."


"Kata siapa? Nggak ada, cuma kamu. Oh iya, ada satu lagi, putri kesayangan kita, Asha. Abang juga kadang bantu mengeringkan rambutnya. Tapi hanya pakai handuk, nggak pakai hair dryer kayak kamu," tuturnya sambil menyalakan hair dryer dan mulai mengarahkannya pada rambut Mentari yang ada di sisir.

__ADS_1


"Ada lagi kok. Orang dewasa, perempuan. Malah pasti dia yang pertama kali mendapatkan pelayanan spesial kayak gini," ucap Mentari dengan bibir mengerucut.


Jervario yang tidak paham, mengangkat alisnya, bingung.


"Siapa? Abang serius, nggak ada."


"Ih, masih nggak mau ngaku juga."


"Lha, emang bener, sayaaang. Emang siapa sih?"


Mentari memicingkan matanya, "emang Abang sama mantan Abang dulu nggak kayak gini?"


Tiba-tiba gerakan tangan Jervario yang tadinya sibuk bergerak mengeringkan rambut Mentari tampak mengambang di udara. Jervario mematung kemudian menghela nafasnya.


"Ya, kamu benar. Dia yang pertama. Tapi itu kan udah bertahun-tahun yang lalu. Tanya terpenting sekarang hanya kamu dan Asha yang bisa mendapatkan pelayanan spesial ini," tutur Jervario lembut sambil mengarahkan kembali hair dryer ke rambut Mentari.


"Iya juga sih, tapi kok aku jadi ... "


"Kamu cemburu, hm?" goda Jervario sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mentari yang sedang menatapnya dari cermin di hadapannya.


"Cemburu? Ih, mana ada. GR," kilah Mentari tak mau mengaku. Ia mengalihkan pandangannya agar tidak bersirobok dengan mata Jervario.


Jervario terkekeh geli, "cemburu ngaku aja. Nggak dosa kok cemburu sama suami sendiri. Malah Abang seneng. Artinya kamu ... "


"Hooaaammm ... ngantuk. Udahan aja bang, Riri ngantuk. Mau tidur." Mentari pun gegas berdiri dan naik ke atas ranjang kemudian menutup matanya pura-pura tidur. Dia malu, ketahuan merasa cemburu.


Jervario hanya bisa tergelak melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2