Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Dalam Rumah Tanggaku
ENAM PULUH DUA


__ADS_3

...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...


Warning!!! 21+.


Bukan area bocil.


Lebih afdol baca di samping pasangan. Bagi pasangannya yang sedang jauh, maafkeun othor ya! 🙏🙏🙏


Yang nggak ada pasangan halal, jangan dihayati apalagi dipraktekkan sama yg belum halal ya! 😁😁😁


*


*


*


"Ahhh ... "


Mendengar itu, hasrat Jervario pun kian terpancing, kemudian ia pun melingkarkan tangannya pada bokong Mentari dan menggendongnya bak koala masuk ke dalam kamar. Tak lupa Jervario menutup pintu balkon, setelah itu ia membawa Mentari ke arah ranjang king size mereka dan membaringkan Mentari dengan perlahan.


Mentari hampir menjerit kaget saat Jervario tiba-tiba saja menyingkap baju kaos oversize yang dikenakannya ke atas bahkan kini telah melewati kepalanya hingga terlepas sempurna. Jervario segera melemparkan kaos itu asal sambil menatap lekat tubuh indah sang istri yang tergolek di hadapannya.


Dadanya sudah naik turun dengan deru nafas yang kian tak beraturan. Padahal cuaca tidak begitu terik pagi menjelang siang itu, tapi keringatnya justru telah mulai bercucuran saat tubuh indah sang istri yang biasanya tertutup kini terpampang nyata di depannya.


"Sangat indah," puji Jervario membuat Mentari menggigit bibir bawahnya dengan pipi bersemu merah. Sungguh, ia merasa malu saat ini. Jervario merupakan laki-laki kedua yang telah melihat tubuhnya yang hanya terbungkus bra dan bawahan hotpants.

__ADS_1


Sudah sejak tadi penampilan tak biasa Mentari memantik hasrat Jervario. Mentari tidak memakai lingerie atau bikini super seksi, hanya kaos putih oversize dan hotpants tapi sudah mampu membuat hasrat liarnya kian terbakar.


"I want you, Mentari-ku. Aku ingin kamu," lirih Jervario tepat di depan wajah Mentari. Hangat nafas Jervario yang berbisik lirih menerpa wajah Mentari hingga aromanya pun terhidu masuk ke rongga hidungnya. Bahkan nafasnya saja mampu membuai, 'astaga, belum mulai saja udah buat cenat-cenut di bawah sana apalagi kalau ... '


"I'm yours," balas Mentari. Hanya kata itu yang terucap tapi mampu membuat buncahan gairahnya berkobar seketika.


Mendapatkan lampu hijau dari sang istri membuat Jervario tak mampu menahan diri lagi. Sudah cukup 2 malam ini ia menahan dirinya yang begitu ingin menyentuh sang istri hingga ke bagian yang paling sensitifnya.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Jervario pun mendekatkan bibirnya pada leher Mentari dan menjulurkan lidahnya kemudian menjilati kulit Mentari menciptakan sensasi panas yang tanpa sadar membuat wanita itu mende*sah.


Tangan Jervario tak mau diam. Ia menyelinap ke punggung Mentari dan melepaskan kaitan bra-nya sehingga penutup squishy jumbo itu pun bisa dengan mudah ia lepaskan.


Bibir itu kini bergerak semakin turun kemudian berlabuh di salah satu kismis squishy jumbo Mentari dan membelainya dengan ujung lidahnya. Pelan sekali menggodanya sehingga membuat tubuh Mentari memanas dari ujung kaki hingga ujung kepala. Apalagi ditambah dengan tangan kanannya yang dengan nakalnya mere*mas squishy bagian kiri membuat perasaan Mentari kian meremang. Tak tinggal diam, tangan kiri Jervario telah bergerak seduktif menuju perut lalu dengan perlahan melepaskan kancing hotpant Mentari dan melucutinya hingga hanya menyisakan segitiga berenda berwarna merah.


Kemudian jemari itupun menyusup ke dalam celananya dan menggoda sesuatu yang ada di dalamnya membuat tubuh Mentari makin bergelinjang dengan deru nafas terengah.


Kepala Mentari semakin pening. Pening karena hasratnya yang kian terpancing.


Jervario tersenyum simpul saat merasakan cairan hangat mengenai jemarinya, membuatnya makin bersemangat ingin memberikan kenikmatan pada sang istri.


"Bang Jerva ... " Mentari mende*sah dan di saat bersamaan Jervario memasukkan jari telunjuknya dengan sedikit keras ke dalamnya membuat Mentari hendak menjerit tapi Jervario segera membungkamnya dengan mulutnya.


Mentari semakin menggila. Ini merupakan sensasi pertama yang ia rasakan. Jervario sangat pintar membuai titik-titik sensitifnya hingga membuatnya melayang. Padahal Jervario baru melakukan foreplay tapi sudah mampu membuatnya melayang hingga mencapai orgas*me. Sesuatu yang tak pernah ia rasakan saat bersama dengan mantan suaminya dahulu.


Kini ia akui, gelar Hot Daddy memang pantas Jervario sandang. Selain ia sangat pandai mengurus sang putri, ia pun pandai membuainya hingga jiwa dan raganya seolah melayang karena kenikmatan yang sangat-sangat luar biasa.

__ADS_1


"Abang ... " Mentari terdengar merengek karena gerakan jari Jervario yang kian menggila di bawah sana. Sebuah rengekan yang justru membuat Jervario kian terbakar.


Jervario pun membenamkan wajahnya di antara dua squishy jumbo Mentari dan bermain-main di sana hingga meninggalkan banyak maha karya.


Mentari nyaris menjerit saat lidah Jervario telah menggantikan jemarinya di bawah sana dan mengirimkan sensasi jilatan panas yang semakin membakar Mentari. Entah kapan Jervario telah melucuti CD-nya sehingga kini ia benar-benar polos, berbanding terbalik dengan laki-laki itu yang masih mengenakan pakaian lengkap.


"Bang ... ahhhh ... jha-ngan ahhh ... "


"Jangan apa sweetheart? Jangan berhenti, hm?" sahut Jervario sambil mengangkat sedikit wajahnya. Sebuah seringai terbit di sudut bibirnya.


Setelah itu, Jervario kembali menyapukan lidahnya tepat di tengah-tengah belahan apel Mentari membuat inti tubuh Mentari terasa berdenyut-denyut. Untung saja, selama satu Minggu tadi, Mentari melakukan perawatan luar dan dalam. Ia juga melakukan perawatan khusus **** ***** dengan menggunakan ratus. Tujuannya tentu agar area intinya bukan hanya kesat tapi harum. Mungkin inilah yang membuat Jervario makin menggila di bawah sana. Tak dipungkiri, Mentari pun ikut menggila. Sensasi ini sungguh luar biasa. Mentari sampai tak mampu menggambarkannya dengan kata-kata. Hanya ada desa*han dan erang*an yang keluar dari bibir seksinya.


"Bang, udah ya aku ... aku ... " Nafas Mentari terengah-engah. Entah sudah yang ke berapa kalinya ia mencapai puncak tapi sang suami belum sama sekali. Sepertinya ia ingin memberikan servis yang terbaik untuk istrinya itu agar selalu berkesan hingga selamanya.


Jervario segera bangkit dari bawah sana, kemudian meraih tisu basah yang ada di atas nakas dan mengelap jemarinya yang basah sambil menatap wajah Mentari yang memerah dengan nafas terengah. Dadanya naik turun, membuat Jervario tak mampu menahan dirinya lagi.


Ia pun melemparkan asal bekas tisu itu dan segera merangkak naik ke atas ranjang dan kembali menyatukan bibirnya dengan Mentari yang di saat bersamaan ia pun menyatukan golok naganya dengan si sarung super hangat dan lezat dalam sekali hentakan.


Jlebbbsssshhhh ...


Jervario sampai memejamkan matanya merasakan sensasi hangat dan mencengkram di bawah sana. Sungguh terasa begitu nikmat. Pun Mentari sampai membelalakkan matanya saat golok tumpul itu menembus sarungnya yang hangat dan kesat. Golok naga suaminya itu terasa begitu memenuhi miliknya sehingga terasa begitu sesak. Ia dapat merasakan golok naga suaminya itu ternyata begitu besar hingga membuatnya mabuk kepayang.


"Ahhh ... sweetheart, milikmu sungguh nikmat. Aku jadi ragu kau seorang janda," desis Jervario setengah mengeram saat merasakan cengkraman yang maha nikmat di bawah sana.


Kemudian Jervario kembali melu*mat bibir Mentari sambil bergerak maju mundur bawah sana. Makin lamq gerakan itu makin cepat dan menghentak. Hujaman demi hujaman Jervario lakukan membuat Mentari tak mampu mengontrol suaranya yang tak henti-hentinya mende*sah kenikmatan. Apalagi saat ujung dari golok naga itu menyentuh dinding terdalamnya, benar-benar terasa nikmat. Nikmat yang tak terlukiskan. Terlalu nikmat sehingga entah berapa kali mereka berganti posisi untuk saling memberikan kepuasan. Tentu Mentari tak ingin enak sendiri. Ia pun ingin memberikan kepuasan untuk sang suami. Hingga akhirnya setelah cukup lama melakukan pergulatan, mereka pun menjerit nikmat bersamaan dengan disemburkannya benih-benih bibit unggul Jervario di dalam rahim Mentari. Dalam hati Jervario berdoa, semoga salah satu dari bibit-bibit itu ada yang berhasil tumbuh di rahim sang istri. Besar harapannya bisa memberikan kebahagiaan tak terhingga pada sang istri dan membuktikan pada manusia-manusia tak beradab yang selama ini kerap menghina Mentari kalau istrinya itu subur dan bisa mengandung anaknya.

__ADS_1


Setelah mencapai puncak kenikmatan, Jervario pun melepaskan penyatuannya dan membaringkan tubuhnya di samping Mentari. Kemudian ia menariknya masuk ke pelukannya. Nafas keduanya masih terputus-putus, tapi senyum tidak surut dari bibir kedua insan yang baru resmi menikah 2 hari yang lalu. Mereka merasa puas sekaligus sangat bahagia.


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2