
Keanu menghentikan mobil mewahnya di halaman luas sebuah rumah bertingkat yang memiliki tiga lantai. Aster turun lebih dulu kemudian diikuti Keanu. Wanita itu tak berhenti menganga saat melihat bagaimana mewah dan megahnya kediaman laki-laki gila yang tiba-tiba meminta anak darinya ini.
"Kenapa kau diam saja seperti orang bodoh?! Ahh, jangan-jangan kau terpesona setelah melihat rumahku?" Keanu menyeringai.
Dan Keanu segera menyadarkan Aster dari lamunannya. sontak ia menoleh dan menatap laki-laki itu dengan sebal. "Sialan kau!! Seenak jidat menyebutku bodoh, jelas-jelas kau yang lebih bodoh," tuding Aster sambil menunjuk Keanu tepat di depan mukanya.
Laki-laki itu mendengus. Berdebat dengan perempuan memang tidak ada gunanya, memang benar apa kata orang, jika perempuan tidak pernah mau kalah. Jika laki-laki seringkali dibuat frustasi oleh tingkah dan sikapnya, dan akhir-akhir ini Keanu benar-benar mengalaminya.
"Tutup mulutmu!! Sebaiknya kita masuk!!" ucap Keanu lalu berjalan mendahului Aster.
"Omo!! Jadi benar ini rumahmu?!" bukannya mengikuti Keanu untuk masuk ke dalam. Aster malah bertanya dengan nada tak percaya.
Laki-laki itu menghela nafas dan menatap Aster dengan sebuah. "Dasar ottak udang!! Memangnya apa yang kau pikirkan dari tadi? Lalu jika bukan rumahku, terus rumah siapa lagi?" ucap Keanu sambil mencubit pipi Aster dengan gemas.
"Awww, sakit bodoh!! Kau membuat pipiku memerah," teriak Aster sambil mengusap pipinya yang baru saja dicubit oleh Keanu.
"Salah sendiri!! Siapa suruh jadi orang kau terlalu bawel, cepat masuk!!"
Aster mendengus sebal. Rasanya dia ingin sekali menjambak rambut Keanu dan mencakar wajah tampannya itu. Tapi hal tak dia lakukan karena Aster tak ingin dalam masalah besar. Sambil menghentakkan kakinya dengan kesal, Aster mengikuti Keanu masuk ke dalam bangunan mewah tersebut.
Lagi-lagi Aster dibuat terkagum-kagum dengan bagian dalam rumah Keanu, ternyata bagian dalamnya lebih menakjubkan lagi. Banyak sekali barang-barang mewah yang memenuhi ruangan tersebut. Dan Aster berani bersumpah, jika barang-barang yang ada di dalam rumah itu tentu tak murah harganya.
"Sebenarnya ini rumah atau istana?!" ucap Aster bertanya-tanya.
__ADS_1
"Tentu saja rumah. Di rumah ini aku tidak hanya tinggal sendirian. Pamanku dan keluarganya ikut tinggal disini, jangan ragu untuk melawan jika mereka sampai menyusahkan mu!! Aku akan memberikan kekuasaan penuh padamu sebagai Nyonya di rumah ini!!"
Sontak Aster menunjuk dirinya sendiri. "Aku jadi, Nyonya?!" serunya tak percaya. "Kau serius ingin menjadikanku sebagai Nyonya di rumah ini?! Astaga mimpi apa aku semalam, sampai-sampai harus mengalami hal baik seperti ini. Jangankan berpikir menjadi seorang, Nyonya. Bermimpi saja aku tidak pernah!!" ujar Aster menanggapi ucapan Keanu.
Samar-samar Keanu mendengar beberapa orang sedang mengobrol dari arah ruang keluarga. Tak hanya obrolan saja yang terdengar, tetapi suara gelak tawa juga. Dan tak hanya satu-dua orang saja, tetapi lebih dari 5 orang. Tanpa melihat sekalipun, tentu saja Keanu tahu siapa mereka dan alasan keberadaan orang-orang itu di kediamannya.
"Ayo, aku akan memperkenalkan mu pada para manusia tak tahu diri itu,"
Kedatangan Aster dan Keanu menyita perhatian orang-orang itu. Dua diantara mereka langsung berdiri saat melihat orang asing yang datang bersama Keanu. "Siapa perempuan itu?! Kenapa kau membawa orang asing masuk ke rumah ini?" tanya seorang wanita paruh baya sambil menunjuk Aster.
"Dia adalah istriku, mulai hari ini Aster adalah Nyonya di rumah ini!!"
"Apa, kau sudah menikah?!" sahut seseorang dari arah belakang. Seorang laki-laki menghampiri Keanu. "Lalu kenapa kau tidak bertanya dulu pada kami? Langsung menikah saja tanpa ada pembicaraan terlebih dulu dengan keluarga?! Aku adalah walimu, dan orang yang berhak menentukan dengan siapa kau seharusnya menikah!!"
Sebenarnya paman Keanu keluarganya telah terusir dari keluarga Xiao. Selama bertahun-tahun mereka hidup terlunta-lunta di luaran sana, hidup penuh kekurangan dan penuh penderitaan.
Namun tiba-tiba mereka datang mengatakan ingin kembali ke keluarga terpandang itu, akhirnya Kakek Keanu menyetujuinya dengan syarat mereka hanya boleh tinggal namun tak mendapatkan sepeserpun warisan darinya. Dan mereka pun menyetujuinya daripada harus hidup penuh penderitaan di luar sana.
Wanita itu memperhatikan sekelilingnya. Teman-temannya tengah membicarakan dirinya. Mereka saling berbisik-bisik dan menatapnya dengan tatapan meremehkan. Bahkan ada yang mengatakan jika dirinya dan keluarganya sangat tidak tahu malu, karena harta yang selama ini dipamerkan adalah harta orang lain.
"Keanu, kau benar-benar keterlaluan!!"
PLAKKK...
__ADS_1
Aster menahan tangan wanita itu yang hendak menampar Keanu. Sorot matanya terlihat tajam dan dingin, dan apa yang Aster lakukan membuat wanita itu sangat marah.
"YAKK!! APA-APAAN KAU INI? LEPASKAN TANGANKU, SIALAN!!" bentaknya dengan emosi.
Kemudian Aster menyentak kasar tangan wanita itu lalu menunjuk dia di depan mukanya. "Berkali-kali aku bertemu dengan wanita sepertimu, tapi baru kali ini aku bertemu dengan orang yang begitu tak tahu malu!! Penampilanmu yang berkelas, ternyata tak menjamin pribadi seseorang. Perilakumu sangat mencerminkan jika kau adalah orang yang tak berkelas sama sekali!!" ujarnya panjang lebar.
"Kau~"
"Sebelum kesabaranku habis dan mengusir kalian keluar dari rumah ini, sebaiknya pergi dari hadapanku sekarang juga!! Melihat muka kalian hanya membuatku merasa muak!!" ucap Keanu tak bersahabat, lalu pandangannya bergulir pada tamu bibinya yang belum juga pergi dari rumahnya. "Lalu apa yang kalian tunggu?! Pergi dari sini sekarang juga dan jangan pernah kembali ke rumah ini!!"
Mereka pun buru-buru meninggalkan kediaman Xiao sebelum Keanu semakin marah, melihat sorot matanya yang dingin dan tajam membuat mereka sangat ketakutan setengah mati.
Wanita itu menatap Keanu dengan marah. Bisa-bisanya Keanu mempermalukan dirinya di depan teman-temannya. Dan karena dia, mungkin merek tak akan mempercayainya lagi apalagi menganggapnya sebagai teman lagi. Padahal memiliki teman-teman sosialita sudah menjadi impiannya sejak dulu.
"Kau benar-benar keterlaluan, Keanu Xiao!! Apa sekarang kau merasa puas?! Karena dirimu kini mereka menjauhiku. Bahkan mereka langsung memblokir kontak ku, sebenarnya masalah apa yang kau miliki dengan kami, hah?!" bentaknya dengan penuh emosi.
"Diam, kau terlalu berisik!! Aster, ayo istirahat. Kau pasti sangat lelah,"
Aster menganggukkan kepalanya. "Oke,"
.
.
__ADS_1
Bersambung.