Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Tidak Masalah


__ADS_3

"Baiklah, aku akan meminta supir untuk menjemputmu,"


Keanu mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja. Aster baru saja menghubunginya dan mengatakan ingin datang ke perusahaan. Karena tidak bisa pergi sendiri, akhirnya Keanu meminta sopirnya untuk menjemput Aster dikediaman orang tuanya.


Ketukan pada pintu sedikit menyita perhatiannya. Kemudian seorang wanita memasuki ruangannya. Wanita itu kemudian membungkuk tipis di depan Keanu.


"Direktur, Tuan Tanaka telah tiba, dan dia bertemu dengan Anda," ucap wanita itu.


"Kalau begitu persilakan dia masuk," wanita itu mengganggu lalu beranjak dari hadapan Keanu dan meninggalkan ruangan tersebut.


Tak berselang lama setelah kepergian wanita itu, orang pria berkebangsaan Jepang memasuki ruangan kerja Keanu. Dia tak sendirian, tapi bersama seorang wanita dan juga pria bertubuh kekar. Mereka adalah bodyguard dan asisten pribadinya.


Wanita berambut sebahu itu sedikit membulatkan matanya ketika terjadi kontak mata dengan Keanu. Bukan karena dia mengenalnya, tetapi karena wanita itu jatuh ke dalam pesona seorang Xiao Keanu.


"Tuan Tanaka, silakan duduk," Keanu mempersilahkan.


Tuan Tanaka adalah salah satu kolega Keanu yang berasal dari luar negeri, dia berasal dari negeri matahari terbit. Sebenarnya belum bisa dikatakan sebagai kolega, karena kerjasama diantara mereka belum benar-benar terjalin. Keanu masih mempertimbangkannya untuk bekerja sama dengannya.


Sementara itu. Sang asisten pribadi tak sedikitpun meloloskan pandangannya dari Keanu, memperhatikan pria itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, awalnya dia pikir Direktur Utama Xiao Empire adalah seorang pria yang telah berumur. Tapi dugaannya salah, karena ternyata dia adalah seorang pria muda sangat tampan.


Meskipun sadar ia tengah diperhatikan, tetapi Keanu tetap bersikap dingin dan acuh, dia sama sekali tak menghiraukan wanita itu.


"Direktur Xiao, bagaimana dengan keputusan Anda? Apakah anda setuju dengan pengajuan kerjasama yang saya ajukan pada perusahaan ini?" tanya Tuan Tanaka tanpa banyak basa-basi.


"Perencanaan yang sangat matang dan terperinci, tapi sayangnya ada beberapa poin yang tidak sesuai standar dengan perusahaan ini. Jadi maaf, kerja sama ini saya tolak," ucap Keanu memberikan kepuasannya.


Sontak Tuan Tanaka bangkit dari kursinya dengan tatapan marah dan juga kecewa.


"Apa, ditolak?! Apa Anda bercanda, Direktur Xiao? Perusahaan kami sangat mengharapkan kerjasama ini terjalin, dengan entengnya Anda malah menolaknya!! Padahal banyak sekali perusahaan-perusahaan besar yang ingin bekerja sama dengan Tanaka Corp, dan saya sengaja menolak semua tawaran yang masuk hanya demi bisa bekerjasama dengan perusahaan ini. Tapi apa yang saya dapatkan dari pengorbanan besar ini, Anda malah menolaknya mentah-mentah!!" teriak Tuan Tanaka dengan emosi. Dia tidak bisa menahan kemarahannya karena penolakan Keanu.


"Itu karena aku memiliki punya alasan kuat untuk menolak kerjasama itu. Tuan Tanaka, jangan samakan aku dengan para kolegamu yang bodoh itu. Yang bisa dengan mudah kau bohongi, dan kau tipu, karena aku tidak seperti mereka!! Jadi jangan remehkan aku, aku memegang semua kendali atas dirimu!!" ujar Keanu tak mau kalah.

__ADS_1


Tuan Tanaka mengepalkan tangannya. "Bocah, jangan sombong kau. Kau pikir dirimu siapa? Sampai-sampai bisa menggertak diriku dengan kalimat seperti itu. Bocah kemarin sore sepertimu memangnya tau apa dalam dunia perbisnisan?! Jangan main-main denganku!! Lihatlah siapa yang berdiri di belakangku ini. Dia adalah orang yang mampu meremukkan tulang-tulangmu!!" Tutur Tuan Tanaka.


"Lalu?" Keanu menyikapinya dengan santai.


"Jadi jangan main-main denganku, cepat tandatangani kontrak kerjasama itu, atau aku akan meminta anak buahku untuk mematahkan lehermu, aku memberimu dua pilihan, jadi segera tentukan!!"


Jadi pria itu mengancam Keanu? Benar-benar sebuah kesalahan yang sangat fatal. Lalu apakah dia tidak tau siapa orang yang di ancamnya itu? Tanpa sadar tuan Tanaka membangunkan seekor singa jantan yang sedang tertidur pulas.


Tuan Tanaka segera memberi kode pada pria bertubuh gempal itu untuk maju dan memberikan pelajaran pada Keanu.


"Berani-beraninya kau membuat marah, Tuan Tanaka. Dan kau harus menerima kemarahanku!!" ucapnya sambil memukulkan kepalan tangan kanannya pada telapak tangan kirinya.


Dan sementara itu. Satu-satunya wanita di ruangan itu menggeleng. Dia benar-benar mencemaskan Keanu, wanita itu tidak bisa membayangkan ketika pukulan bodyguard Tuan Tanaka menghantam wajah tampannya.


"Presdir, sebaiknya Anda hentikan. Tidak seharusnya kita membuat keributan disini, karena bagaimanapun juga kita adalah tamu," wanita itu mencoba membujuk Tuan Tanaka, namun sayangnya ucapannya tak dihiraukan oleh pria berkebangsaan Jepang tersebut.


"Diamlah, Terumi. Sebaiknya kau tidak usah ikut campur, karena masalah ini tidak ada hubungannya denganmu," jawab Tuan Tanaka menimpali, dia melirik wanita bernama Terumi tersebut dari sudut matanya dan menatapnya dengan tajam.


"Majulah, biar aku lihat seberapa kuat dirimu sampai-sampai berani menantangku!!" ucap Keanu dengan suara dingin dan datar.


"Baiklah, kau boleh merasakannya," balas pria bertubuh gempal tersebut.


Dan tepat ketika pria itu hendak melayangkan pukulannya pada Keanu. Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dari luar, dan mengalihkan perhatian mereka berempat. Dan Keanu sedikit terkejut dengan kemunculannya disaat yang tidak tepat.


"Siapa kau? Berani sekali kau masuk kemarin dan mengganggu kesenanganku?!" Tuan Tanaka menatap orang itu dengan marah.


"Aster, keluarlah. Kau bisa masuk kembali beberapa saat lagi," ucap Keanu. Dia meminta Aster untuk pergi dari ruangannya.


Bukannya menuruti Keanu. Aster malah menghampirinya. Wanita itu meregangkan otot-otot jari dan tangannya yang terasa kaku. "Apa bajjingan ini mencoba untuk mengganggumu?" tanya Aster memastikan.


"Hm, tapi kau tenang saja, masalah kecil seperti ini aku bisa mengatasinya," jawabnya meyakinkan.

__ADS_1


"Tapi apa boleh, jika aku saja yang membereskan tikus ini. Kebetulan tanganku terasa gatal sekali, dan lagi pula olahraga kecil-kecilan disaat hamil bukanlah hal yang buruk." ucap Aster memohon.


Keanu tidak tahu Apa rencana Aster, dan juga maksudnya berkata seperti itu. Bukankah Aster tidak bisa beladiri, lalu kenapa dia malah sok-sokan ingin memukul pria di depannya ini. Dan karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Keanu, maka Aster anggap kediamannya sebagai jawaban.


Tanpa banyak basa-basi, Aster mengepalkan tangan kanannya lalu memukul pria itu dengan sekuat tenaga, membuat dia terhuyung kebelakang dengan hidung mengeluarkan darah.


Dan apa yang baru saja Aster lakukan membuat Keanu terkejut bukan main. Pria itu menganga, dengan tatapan tak percaya. Rasanya sulit mempercayai, Aster yang bertubuh mungil memiliki tenaga sekuat itu.


"Hurt, begini saja harus buang-buang waktu segala, kalian terlalu lama mengoceh tidak jelas. Harusnya langsung ditumbangkan saja, beres kan!!" Aster menoleh dan menatap Keanu dengan senyum lebar.


"Aaarrkkhh!! Dasar wanita sialan, berani-beraninya kau menjatuhkan harga diriku sebagai seorang pria sejati? Kau sudah bosan hidup, ya? Kemari kau, biar aku beri kau pelajaran!!" pria itu berteriak dengan marah. Dia benar-benar tidak terima karena dipukul oleh Aster.


Tiba-tiba Keanu berdiri di depan Aster dan menghalangi pria itu untuk menyakitinya. "Langkahi aku dulu sebelum kau berani menyentuhnya!!" ucapnya dingin.


Perkelahian pun tak bisa terhindari, beberapa pukulan menghantam tubuh pria itu dengan keras. Tak sedikitpun Keanu memberikan ruang untuk pria itu melawan apalagi memberikan pukulan balasan.


Melihat bodyguard-nya babak belur di tangan Keanu, membuat Tuan Tanaka menjadi panik. Tak ingin bernasib sama dengan bodyguard-nya, tuan Tanaka dan Terumi buru-buru meninggalkan ruangan Keanu, dan meninggalkan pria itu sendirian.


"Kau tidak apa-apa kan?" tanya Aster memastikan.


Keanu Magelang. "Tidak. Aku baik-baik saja dan tidak terluka sedikit pun. Aster, aku harap ini pertama dan terakhir kalinya kau melakukan tindakan berbahaya seperti ini. Bagaimana jika Sesuatu terjadi padamu, dan juga janin di dalam perutmu? Lakukan tindakan berbahaya seperti ini lagi!!" bukannya ucapan terima kasih, aster malah dimarahi habis-habisan oleh Keanu.


Tetapi Aster tidak tersinggung sedikit pun, wanita itu justru tersenyum. Karena Aster menganggap itu sebagai bentuk perhatian Keanu padanya.


"Baiklah, aku berjanji."


Keanu menghela nafas. "Ayo, temani aku makan siang." Ia menyambar jasnya lalu membawa Aster meninggalkan ruangannya, sementara pria bertubuh gempal itu langsung di urus oleh anak buah Keanu.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2