
Langit kelam yang amat indah bertaburan bintang, berkelap-kelip layaknya jutaan permata, memamerkan cahaya mana yang paling terang dan indah. Namun tak ada yang mampu menandingi keindahan cahaya benderang Sang Dewi malam yang selalu menggantikan Sang Surya dikala memulai peristirahatannya.
Sama halnya penghuni Bumi di saat ini, menghentikan aktifitas rutinnya sejenak, membutuhkan waktu untuk raganya beristirahat di balik kain tebal, mencari suatu kehangatan dan kenyamanan yang menyelimuti dirinya. Tapi ada salah satu penghuni bumi yang sejak tadi tak ingin menutup kedua mata yang sewarna dengan langit di kala sang surya sedang menampakkan dirinya.
Ya, lelaki itu masih tetap terjaga meskipun Sang Surya mulai tampak di ujung timur sana. Entah apa yang membuatnya tidak bisa tidur dan terjaga hampir semalaman. Padahal dia tidak melakukan pekerjaan apapun, dia hanya diam sambil duduk termenung seperti jendela kamarnya.
"KYYYAAAA!!!"
Jeritan kencang itu membuatnya terhenyak. Suaranya begitu lantang, karena tidak ada suara apapun jadi suara itu terdengar begitu kencang.
Laki-laki itu terlihat bangkit dari posisinya dan melenggang keluar menuju ke tempat suara itu yang berasal. Tidak ada yang mendengarnya, karena dinding di kamar itu kedap suara. Dan karena letak kamar mereka yang bersebalahan, jadi Ken bisa mendengarnya dengan jelas.
"Celine, ada apa?" tanya Ken sambil menghampiri gadis itu. Ken terpaksa mendobrak pintu kamar Celine karena terkunci dari dalam.
Alih-alih menjawab pertanyaan Ken, Celine terlihat bangkit dari tempat tidurnya lalu berlari menghampiri Ken dan menerjang tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Ge, aku takut. Aku baru saja bermimpi buruk." Ujar Celine sambil mengeratkan pelukannya pada Ken.
Jadi karena mimpi buruk makanya Celine sampai berteriak sekencang itu. Namun yang menjadi pertanyaan Ken, kira-kira mimpi buruk apa yang dia alami sampai-sampai membuat Celine begitu ketakutan. "Jangan takut, ada aku di sini." Ucap Ken berbisik.
"Tapi masalahnya mimpi buruk ku berhubungan denganmu, jadi bagaimana mungkin aku tidak takut? Bagaimana jika kau malah membuat mimpi buruk itu menjadi kenyataan," ujar Celine.
Ken melepaskan pelukannya dan menatap Celine dengan penasaran. "Memang apa yang kau alami di dalam mimpimu, dan apa yang aku lakukan padamu sampai-sampai membuatmu ketakutan begitu?" tanya Ken penasaran.
Bukannya menjawab. Celine malah menundukkan wajahnya. Semburat merah tampak di kedua pipinya. Dia sangat malu untuk mengatakan mimpinya pada Ken. Karena mimpinya sangatlah menggelikan. Ken yang awalnya respect , bisa-bisa malah jijik padanya setalah mendengar mimpi apa yang dia alami barusan.
"Ge, aku benar-benar malu untuk mengatakannya padamu karena mimpiku sangat menggelikan. Aku benar-benar tidak sampai hati untuk mengatakannya padamu." Celine menggigit bibir bawahnya kebiasaan yang selalu dia lakukan ketika sedang gugup.
"Katakan saja!!" pinta Ken dengan tegas.
"Tapi kau harus berjanji tidak akan menertawai ku apalagi menganggap ku gila dan kurang waras, aneh dan mengada-ngada."
__ADS_1
"Ck, tinggal katakan saja apa susahnya!!" Ken semakin kesal. Celine sudah menguji kesabarannya.
Gadis itu menghela napas. Celine menutup matanya rapat-rapat, dengan ragu dia mengatakan pada Ken tentang mimpinya. "Aku bermimpi kau mencium ku dan mengambil First Kiss ku. Kau membuat bibirku tidak perawan lagi," tangis Celine kembali pecah, kali ini bukan karena sedih tetapi untuk menutupi rasa malunya pada Ken.
Dan Hampir saja Ken tersedak air liurnya sendiri setelah mendengar apa yang Celine katakan. Benar-benar mimpi yang konyol, bagaimana bisa Celine bermimpi sekonyol itu. "Ge, bukankah mimpiku sangat mengerikan? Ge, kau sudah berjanji padaku untuk itu jangan menertawakan ku." pinta Celine.
"Aku pikir mimpi apa, mimpimu benar-benar aneh dan tidak masuk akal." ucap Ken dan pergi begitu saja.
Dia sangat menyesal karena sempat mencemaskan Celine setelah mendengar teriakan kerasnya. Ken pikir sesuatu yang buruk terjadi padanya, tapi sungguh di luar dugaannya. Karena ternyata Celine hanya bermimpi dan mimpinya sangat konyol. Tapi dirasa-rasa Aneh juga, bagaimana mungkin Celine bisa bermimpi aneh begitu?
"Ge, mimpiku jangan diambil hati apalagi terlalu dipikirkan. anggap saja kau tidak pernah mendengar apapun keluar dari bibirku!!" seru Celine dengan lantang. Dia tidak ingin Ken sampai mengingat-ingat tentang mimpi konyolnya. lebih baik dia melupakannya dan menganggap Celine tidak pernah bermimpi apapun tentangnya.
Namun tidak ada tanggapan dari pemuda itu. Ken hanya diam sambil terus melangkah pergi. dia terheran-heran dengan mimpi yang baru saja Celine alami. Memang tidak ada yang salah dengan mimpinya, semua orang pasti pernah bermimpi. Tapi yang menjadi pertanyaan Ken, Kenapa harus dirinya yang berada di mimpi gadis itu?
xxx
__ADS_1
Bersambung