
"Apa itu perbuatanmu?"
Celine menoleh setelah mendengar sebuah pertanyaan terlontar dari bibir Ken. Gadis itu terkekeh kemudian menganggukkan kepala.
"Ya, siapa suruh mereka berbuat rusuh di tempat umum. Tau sendiri kan akibatnya, apalagi jika para ras terkuat di dunia bersatu dan turun tangan. Jangankan Bos preman, Raja iblis sekalipun tidak akan berkutik menghadapinya." Ujar Celine.
Ken mendengus. Berurusan dengan Celine benar-benar menjadi mimpi buruk bagi mereka. Dan Ken tidak bisa membayangkan trauma yang akan mereka alami setelah kejadian hari ini. Tapi itu bagus juga, dengan begitu saja mereka tidak akan berani macam-macam lagi, dan kejadian hari ini bisa menjadi peringatan keras bagi yang lain supaya tidak berulah di tempat umum.
"Ge, apa kau tidak ingin memberiku sebuah penghargaan?" Celine menatap Ken sambil mengedipkan matanya. Dia memberi kode pada Ken supaya mencium bibirnya.
Ken mendengus. Dia menarik tengkuk Celine kemudian mendaratkan satu ciuman pada bibir ranum tipisnya. Bukan ciuman panjang dan memabukkan, melainkan ciuman singkat yang durasinya kurang dari satu menit.
__ADS_1
"Sudah, aku lanjutkan pekerjaanku dulu." Ken mengusap kepala Celine lalu kembali ke meja kerjanya.
Celine kembali menikmati arak-arakan dibawah sana, siapa suruh mereka berani mencari masalah dan gara-gara di tempat matanya, dan sekarang mereka harus merasakan akibatnya.
.
.
Hari telah beranjak sore, langit yang semula berwarna biru cerah kini telah mengalami gradasi warna hingga bercampur dengan cahaya matahari yang kini bernuansa jingga. Samar-samar, terlihatlah rembulan yang sedang mencuri-curi kesempatan untuk menampakkan dirinya.
Masih di tempat yang sama. Seorang pria tampak sibuk dengan dokumen-dokumennya sambil sesekali menatap pada sang gadis yang begitu asik dengan dunianya sendiri. Pria itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis, dia meletakkan dokumennya lalu bangkit dari kursinya dan menghampiri gadis itu lalu memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Tubrukan pelan antara dada dan punggung membuat gadis itu sedikit terkejut. Sontak dia menoleh ke belakang dan bibirnya langsung disambut kecupan lembut oleh orang yang tengah memeluknya. Bukan ciuman panjang dan memabukkan melainkan ciuman lembut penuh kehangatan.
"Ge, kau mengejutkanku saja." Gadis itu yang pastinya adalah Celine sesaat setelah Ken melepaskan tautan bibir mereka.
"Ternyata memandang sunset bersama orang special rasanya begitu luar biasa." Ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada Celine.
Gadis tu mengangguk. "Ya, Dari dulu aku ingin sekali melihat matahari terbenam bersama seseorang yang spesial. Tapi sayangnya aku tidak pernah bisa mewujudkannya, tetapi Hari ini aku bisa mewujudkan keinginanku itu. Ge, terimakasih telah memenuhi impianku." Ucap Celine sambil tersenyum lebar.
Ken melepaskan pelukannya kemudian memutar tubuh Celine untuk menatapnya, posisi mereka saling berhadapan. Tanpa berkata apa-apa, Lucas meraih dagu Celine lalu menyatukan bibir mereka. Membuat sepasang mata Hazel itu tertutup ketika merasakan tarikan pada tengkuknya di susul Dengan lumattan-lumattan pada bibir ranum tipisnya.
Kemudian Celine mengangkat kedua tangannya untuk memeluk leher Ken. Dan ciuman mereka kali ini lebih panjang dan lebih dalam dari ciuman sebelumnya. Melalui ciuman tersebut dan ingin mengungkapkan betapa dia sangat menyayangi Celine, dan begitupun sebaliknya.
__ADS_1
xxx
Bersambung