Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Karena Aku Mencintaimu


__ADS_3

Langit malam berselimut awan hitam. Kelam menyelubungi langit malam Tak terlihat bukan maupun bintang, semua bersembunyi di balik awan hitam. Di sebuah kamar yang tak bisa dikatakan mewah, seorang wanita berdiri diambang jendela yang terbuka.


Jari lentik itu menyeka air mata yang mengalir dari pelupuk matanya. Air mata itu jatuh tanpa bisa dia hentikan. Sampai-sampai membuat dadanya terasa sekal dan membuatnya sulit untuk bernapas.


Aster tidak pernah takut pada kematian, karena dia sadar setiap makhluk yang hidup dan bernafas pasti akan mati. Namun ada satu hal yang membuatnya sedih, yakni ia tidak bisa melihat buah hatinya tumbuh dewasa.


Dia memiliki masalah pada kehamilannya. Plasenta Akreta, adalah salah satu pemicu kematiian pada ibu hamil pasca melahirkan, dan kondisi itulah yang sedang Aster alami saat ini. Sebenarnya Aster sudah tahu sejak lama tentang keadaannya.


Awalnya dia tidak begitu menghiraukannya, dan menganggap apa yang terjadi padanya adalah hal yang wajar. Namun akhir-akhir ini dia menjadi begitu takut.


"Aster," perhatiannya teralihkan, Aster menyeka air matanya lalu berbalik badan dan mendapati Keanu berjalan ke arahnya. "Kenapa matamu sembah? Apa kau menangis?" tanya Keanu. Lalu jari-jarinya menghapus sisa air mata di wajah Aster.


Aster menggeleng. "Tidak, aku tidak menangis. Tadi hanya sedikit kelilipan saja," Aster terpaksa berbohong pada Keanu karena tak ingin diserbu berbagai pertanyaan olehnya. Pasti Keanu akan bertanya apa alasannya menangis.


Keanu tiba-tiba termenung, seperti sedang memikirkan sesuatu. Ya, dia teringat dengan ucapan dokter tadi. Dan Ia berpikir, jika Aster menangis karena hal itu. "Aster, aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ucap Keanu.


Sontak Aster mengangkat wajahnya dan menatap Keanu penuh tanya. "Ingin bertanya soal apa?" Aster balik bertanya, dia penasaran kenapa Keanu tiba-tiba menjadi sangat serius.


Mata kirinya mengunci mata Aster dengan begitu dalam. "Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku?" tanya Keanu dan membuat Aster sedikit terkejut.


"Apa maksudmu, Key?" tanya Aster. Dia pura-pura tidak tahu, meskipun kenyataannya Aster tahu kemana arah pembicaraan Keanu.


"Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Kenapa, Aster? Kenapa kau harus menyembunyikan hal sebesar itu dariku? Aku sudah tahu semuanya tentang keadaanmu saat ini. Jika sejak awal kau tahu kehamilanmu sangat beresiko, lalu kenapa tidak kau hentikan saja dan malah membiarkan janin itu tumbuh dewasa di dalam rahimmu?" ucap Keanu sambil mengunci mata Hazel Aster.


Alih-alih menjawab, Aster malah menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. Tidak mungkin lagi dia menyembunyikan kebenaran itu dari Keanu, karena dia sudah terlanjur mengetahuinya.


"Plasenta Akreta, benar kan?" tanya Keanu memastikan. Aster mengangguk. "Lalu kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku, dan menyembunyikan hal itu dariku? Katakan dengan jujur, apa alasanmu?" pinta Keanu menuntut.


Aster mengangkat kepalanya dan matanya kembali terkunci pada mata kiri Keanu.


"Karena kau sangat menginginkan anak ini, kenapa aku tetap mempertahankannya meskipun tahu apa yang akan ku alami ketika melahirkan nanti. Dan selain itu, tidak mungkin aku mengorbankan darah dagingku sendiri hanya untuk hidupku, sementara aku mempertaruhkan hidupku untuknya. Dia tidak berdosa, jadi mana mungkin aku bisa mengorbankannya?" ujar Aster sambil menundukkan kepalanya.


"Dasar bodoh!!" kemudian Keanu menarik Aster ke dalam pelukannya, dan memeluk wanita itu dengan erat. "Kau benar-benar bodoh," ucap Keanu setengah berbisik.


Aster mencengkram kemeja yang Keanu kenakan dan menumpahkan air matanya di dalam pelukannya. Aster menangis terisak, isakannya yang pilu membuat hati Keanu seperti teriris-iris. Keanu tidak tau seberapa dalam luka yang Aster rasakan saat ini, tapi dia tahu jika wanita itu mencoba untuk bersikap tegar. Dia berusaha untuk kuat di depan semua orang terutama ayahnya.


"Tidak peduli bagaimanapun caranya, aku pasti akan menyelamatkan nyawamu. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku dan juga anak kita. Aku akan melakukan apapun, agar kau bisa selamat." Ujar Keanu sambil melepaskan pelukannya.


Jari-jarinya menghapus air mata di pipi Aster. Kemudian ia menangkup wajahnya dan mencium lembut kening Aster. "Keanu, apa kau benar-benar takut kehilanganku?" tanya Aster. Dia ingin mendengar jawaban Keanu yang sejujur-jujurnya.


Keanu menganggukkan kepala. "Ya," dan menjawab singkat.


"Kenapa?" Aster bertanya lagi sekali lagi, bukan jawaban itu yang ia inginkan, tetapi alasan takut kehilangan dirinya. "Apa karena kau kasihan padaku, atau karena aku orang yang mengandung anakmu?"


"Karena aku mencintaimu!!" ucap Keanu menyela ucapan Aster.


Wanita itu membulatkan pupil matanya setelah mendengar jawaban Keanu, sungguh Aster tak menduga jika Keanu akan memberikan jawaban yang begitu mengejutkan. "Sejak kapan? Sejak kapan kau mulai mencintaiku?" tanya Aster.


"Sejak aku melihatmu berjalan di altar di hari aku menikahimu. Saat itu kau terlihat begitu cantik, sampai-sampai aku berpikir jika kau tidak nyata. Namun egoku yang terlalu tinggi, membuatku tidak bisa mengakui apa yang sebenarnya aku rasakan padamu. Bahkan berkali-kali aku melukai perasaanmu dan membuatmu menangis, maafkan aku Aster karena tidak pernah jujur padamu jika sebenarnya aku sangat mencintaimu. Bukan karena anak di dalam perutmu, tetapi karena dirimu," ujar Keanu.


Akhirnya dia mengungkapkan apa yang dia rasakan selama ini pada Aster, dan pengakuan mengejutkan Keanu sampai-sampai membuat Aster tak kuasa untuk menahan air matanya. Wanita itu menutup mulutnya dan terisak pelan.

__ADS_1


Keanu maju satu langkah mendekati Aster lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Maaf," dia berbisik pelan. Mulai hari ini, Keanu pasti akan menjaga Aster dengan sungguh-sungguh. Tidak akan dia biarkan wanita itu terluka lagi terlebih-lebih itu karena dirinya.


Keanu melepaskan pelukannya dan menatap Aster dengan senyum tipis. Keanu menarik tengkuk Aster dan kemudian mencium singkat bibir ranumnya. Ciuman itu begitu singkat dan kurang dari satu menit.


"Sebaiknya hapus air matamu, jangan sampai Papa melihatmu menangis dan bersedih, aku tidak ingin dia sampai salah paham dan mengira jika aku yang telah melukaimu. Untuk itu tersenyumlah, kau terlihat sangat jelek Jika menangis " ucap Keanu sambil tersenyum tipis.


Aster merenggut kesal. "Dasar menyebalkan, baru saja mengungkapkan cinta dan sekarang malah membuatku kesal, sebenarnya maumu apa?" tanya Aster sambil mempoutkan bibirnya.


"Ini yang aku inginkan," Keanu menarik tengkuk Aster lalu mencium bibirnya dan mellumatnya. Ciuman kali ini lebih panjang dan lebih dalam dari ciuman mereka yang sebelumnya.


Keanu melingkarkan tangan kanannya pada pinggang Aster dan menariknya lebih dekat. Tak ada lagi jarak di antara mereka berdua, Keanu membunuh jarak itu sepenuhnya. Sebelah tangan Keanu yang berada di tengkuk Aster berpindah ke belakang kepalanya dan menekannya lebih dalam agar ciumannya tak mudah terlepas.


Dan ciuman itu baru berakhir setelah mendengar teriakan tuan Jovan yang meminta mereka untuk segera turun untuk makan malam. "Nanti kita lanjutkan lagi, jangan membuat Papa menunggu," ucap Keanu dan dibalas anggukan oleh Aster.


"Baiklah,"


.


.


Seorang wanita paruh baya terlihat mondar-mandir di depan sebuah restoran yang tak jauh dari gedung perusahaan Xiao Empire. Beberapa kali wanita itu melihat ke arah jalan raya, namun orang yang iya tunggu-tunggu tak kunjung datang. Sudah hampir 30 menit, dia berdiri dan mondar-mandir di sana tetapi orang itu tidak datang juga.


"Yunna, dimana kau sebenarnya? Kenapa lama sekali?" wanita itu mulai kesal karena yang dia tunggu tak kunjung datang.


Untuk memastikan di mana Yunna saat ini, dia pun mencoba untuk menghubungi ponselnya tapi tidak aktif. Ponsel Yunna tidak bisa dihubungi dan selalu berada di luar jangkauan, dan hal itu membuatnya sangat cemas dan khawatir, iya takut sesuatu yang buruk menimpa putrinya itu.


"Yunna," dia berseru pelan saat ponsel dalam genggamannya tiba-tiba berdering dan nama Yunna menghiasi layar ponselnya yang menyala terang."Yunna, kau dimana? Sampai kapan kau akan membuat Ibu menunggu disini seperti orang bodoh? Cepat datang atau ibu akan memberimu pelajaran!!" ucapnya memberi ancaman.


Dan ucapan Yunna membuat wanita itu terkejut bukan main. "Apa, dikejar-kejar polisi?! Bagaimana bisa?!" tanya wanita itu kebingungan.


"Ibu, kau jangan banyak tanya lagi, cepat datang ke alamat yang sudah aku Sherlock padamu dan selamatkan aku. Aku tidak ingin membusuk di penjjara!!"


Kemudian wanita itu memutuskan sambungan teleponnya begitu saja, dia harus segera mencari Yunna dan menyelamatkannya.


Wanita itu tidak akan membiarkan, polisii-polisii itu menemukannya , dia akan melindungi Yunna. Tanpa ada penjelasan sekalipun, sebenarnya dia sudah tahu Yunna sampai menjadi buronan polisi. Dan apapun kesalahannya, dia tetap tidak akan membiarkan mereka menemukan putrinya.


.


.


Suasana hening menyelimuti kebersamaan Aster, Keanu dan Tuan Jovan dimeja makan. Saat ini mereka bertiga sedang menyantap makan malamnya dengan tenang.


Kebersamaan mereka bertiga warnai dengan obrolan-obrolan ringan dan penuh candaan. Tuan Jovan dan Keanu juga menjadi begitu dekat seperti tak ada jarak lagi diantara mereka berdua, padahal sebelumnya Tuan Jovan begitu segan padanya. Hal itu tentu saja membuat Aster merasa senang.


"Pa, tinggallah bersama kami," pinta Keanu dan mengejutkan Aster serta Tuan Jovan. Keduanya kemudian saling bertukar pandang, lalu menatap Keanu bersamaan.


"Key, kenapa tiba-tiba kau mengajak Papa untuk tinggal bersama kita?" tanya Aster kebingungan.


"Agar kau bisa selalu dekat dengannya. Lagipula Papa sudah tua, dan sudah waktunya dia di rawat oleh putrinya. Aku tidak tega jika Papa harus tinggal sendirian disini, bagaimana jika dia jatuh sakit? Siapa yang akan merawatnya, karena jika di sana, banyak orang yang bisa merawatnya." Ujar Keanu panjang lebar.


Aster tersenyum lebar. Dia sungguh tidak menyangka jika Keanu akan memikirkan hal ini. Meskipun Aster juga memiliki pemikiran yang sama, namun dia tidak berani mengungkapkannya. Dia takut Keanu akan menolak permintaannya.

__ADS_1


Lalu pandangan Aster bergulir pada ayahnya."Bagaimana, Pa? Papa setuju kan untuk tinggal bersama kami?" dia menatap ayahnya dengan penuh harap, berharap sang Ayah mau ikut tinggal bersamanya dan Keanu.


Namun Tuan Jovan tidak langsung memberikan jawaban. Dia sedang memikirkannya, memikirkan tawaran Keanu dan juga ucapannya. Dan setelah ia pikir-pikir, memang benar apa yang Keanu katakan. Dan tuan Jovan pun setuju untuk tinggal di kediaman Xiao bersama Aster dan Keanu.


"Baiklah, Papa setuju untuk tinggal bersama kalian," Aster tersenyum lebar mendengar jawaban ayahnya. Karen dengan begini, dia tidak perlu mencemaskannya setiap waktu.


.


.


Entah mimpi buruk apa yang Yunna alami sampai-sampai dia mengalami kesialan seperti ini. Kejahatannya terbongkar dan dia menjadi incaran pollisi. Saat ini wanita menjadi buronann polisii setelah mereka menemukan bukti jika memang dialah yang membunuh suaminya di kamar hotel.


Jangankan untuk melarikan diri, untuk keluar dari persembunyiannya saja dia tidak bisa. Polisii mengawasinya di mana-mana, karena mereka tidak ingin sampai kecolongan dan targetnya berhasil melarikan diri.


"Sial!! Sampai kapan mereka akan berdiri di sana?!" geram Yunna melihat para polisii yang lalu lalang di depan gang tempatnya bersembunyi.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Yunna terkejut bukan main. Suaranya yang sangat nyaring bisa-bisa para polisi itu menemukan keberadaan. Dan benar saja, beberapa polisi bahkan langsung menoleh ke arah suara ponselnya berasal. Buru-buru Yunna bersembunyi di tempat yang jauh lebih gelap dari tempatnya saat ini.


Wanita itu menutup matanya rapat-rapat ketika para polisii itu mengarahkan senter ke tempat persembunyiannya. Yunna takut jika keberadaannya diketahui oleh mereka, lalu mereka akan menangkapnya.


"Sepertinya tidak ada siapa-siapa disini," ucap salah seorang dari ketiga polisi tersebut.


"Ya, sudah ayo pergi. Sepertinya dia memang tidak ada disini, kita cari di tempat lain di tempat lain saja,"


"Oke,"


Yunna menghela nafas lega setelah melihat polisii-polisii itu pergi dan meninggalkan tempat persembunyiannya. Kemudian dia menghubungi balik orang yang baru saja menghubunginya, dan orang itu adalah ibunya.


"Yunna, Ibu sudah berada di tempat yang kau maksud. Tapi kau dimana? Ibu, tidak bisa menemukanmu,"


"Ibu, tetap disitu dan perhatikan sekelilingmu, apa para polisii-polisii itu masih ada di sekitaran sana atau tidak? Jika sudah aman aku akan keluar sekarang," ucap Yunna.


"Aman, kau bisa keluar sekarang,"


Karena yakin situasinya sudah benar-benar aman, Yunna pun memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya lalu ia menghampiri ibunya. Baru saja dua langkah dia berjalan, tiba-tiba beberapa polisii muncul dari tempat persembunyiannya dan mengepung Yunna.


"Jangan bergerak dan tetap ditempat. Kau sudah dikepung!!" teriak salah seorang polisii itu memperingatkan.


"Sial!!" Yunna mengumpat marah, ternyata ia masih diawasi. Para polisii itu masih mengawasinya, dan ternyata mereka tidak benar-benar pergi.


Tak ingin tertangkap dan membusukk di penjjara. Yunna pun memutuskan untuk melarikan diri. Namun sial menimpanya, peluru yang dilepaskan oleh salah satu dari kelima poliisi itu berhasil melumpuhkannya. Yunna jatuh tersungkur setelah kaki kanannya tertembak.


"Aaahhh." wanita itu berteriak histeris, dia kesakitan.


Yunna pun segera dibekuk dan dibawa ke kantor polisii. Bukan hanya Yunna saja yang ditangkap tetapi ibunya juga, karena Wanita itu mencoba membantunya untuk melarikan diri, ternyata polisii sudah mengawasinya dari tadi.


Yunna tidak bisa kabur lagi dalam kondisinya saat ini, bukan hanya satu pelluru saja yang menerjang kakinya, tetapi tiga sekaligus. Yunna benar-benar sial, karena sudah pasti dia akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jerujii besi


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2