
Beberapa hari ini Aster merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, dia sering merasa pusing mual dan ingin muntah.
Dan ketika mencium aroma yang menyengat, pasti dia akan langsung memudahkan semua makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya, tak hanya itu saja, dia juga menjadi lebih sering merasa lelah dan letih.
Dan karena penasaran dengan kondisi tubuhnya, akhirnya Aster periksa ke rumah sakit.
Dan sungguh sangat mengejutkan, ternyata dirinya dinyatakan hamil, dan usia kehamilannya baru masuki Minggu ke-4. Antara bahagia dan terharu, sampai-sampai Aster tidak bisa menahan air matanya ketika mengetahui jika dirinya hamil.
"Nyonya, apakah Anda datang untuk bertemu dengan Direktur?" tanya Rio saat melihat kedatangan Aster.
Wanita itu mengangguk. "Ya, apakah Keanu ada di dalam?" tanyanya memastikan.
"Direktur, masih berada di ruang rapat. Memangnya ada apa, Nyonya. Sepertinya Anda sangat bahagia," tanya Rio penasaran.
Aster tersenyum dengan mata berkaca-kaca. "Ada hal yang ingin aku sampaikan padanya, dan aku ingin agar Keanu mendengarnya secara langsung dariku." jawabnya.
Panjang umur, saat sedang dibicarakan oleh Aster dan Rio, terlihat Keanu yang baru saja keluar dari ruang rapat. Pria itu memikirkan matanya melihat kedatangan Aster di kantornya, tidak biasanya wanita itu datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Keanu memisahkan diri dari yang lain, lalu menghampiri mereka berdua. "Kau disini, kenapa datang kemari tidak memberitahuku terlebih dulu?"
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu, dan ini sangat penting," master berkata dengan mata berkaca-kaca, membuat Keanu kebingungan dibuatnya.
"Baiklah, sebaiknya kita ke ruanganku saja," Aster mengangguk. Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju ruangan Keanu, sementara Rio lanjut bekerja.
Dan disini mereka berdua sekarang, hanya ada aster dan Keanu di dalam ruangan itu. Aster Kak langsung memberitahu pria itu gembira yang ia bawah, matanya hanya terus berkaca-kaca membuat Keanu kebingungan dibuatnya.
"Aster, Sebenarnya ada apa? Apa yang ingin kau sampaikan padaku? Jangan diam saja dan membuatku bingung, cepat katakan sesuatu," pinta Keanu.
Kemudian Aster menyerahkan selembar kertas pada Keanu, meminta supaya pria itu membacanya sendiri. Kedua mata Keanu membelalak sempurna setelah membaca isi di dalam selembar kertas tersebut.
Ingin meledak rasanya dada Keanu saat mengambil benda itu Ada dua garis merah sejajar di tengah benda tersebut. Raut wajah pria itu yang selalu dingin menunjukkan kegembiraan sekarang.
"Aster, kau~"
"A-aku hamil," kata Aster menganggukkan kepala.
__ADS_1
Setelah meletakan benda itu di meja kerjanya, jari telunjuk tangan kiri Keanu mengangkat perlahan dagu Aster.
Diarahkan wajah cantik itu dan dengan perlahan ia menunduk mengecup lembut bibir Aster. Dilumattnya dengan penuh perasaan bibir mungil itu. Ia tidak tahu harus berkata apa sekarang, semua perasaan senang, takjub, gembira bercampur menjadi satu.
Setelah dirasa cukup, Keanu melepaskan tautan bibirnya dan mengunci manik Hazel milik Aster. Sungguh, Keanu tidak bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini. Apa yang dia nanti-nanti selama ini akhirnya terwujud juga, Aster hamil dan dia akan segera memiliki keturunan.
"Mulai sekarang kau harus lebih memperhatikan dirimu sendiri, jangan pernah ceroboh apalagi melakukan tindakan yang bisa membahayakan kehamilanmu," Zian memberikan nasehat pada Aster seraya mengangkat tubuh wanita itu bridal style lalu mendudukkannya di sofa.
"Kenapa kau menjadi sangat protektif sekali?" Aster menatap Keanu tidak suka.
"Itu karena aku peduli padamu kalian berdua. Karena jika ada apa-apa denganmu, maka juga bisa terjadi pada janin di dalam perutmu. Untuk itu mulai sekarang kau harus bisa lebih memperhatikan dirimu sendiri, mengerti?!"
Aster mempoutkan bibirnya dan menghela napas."Iya-iya, aku tahu. Tidak perlu kau beritahu lagi," wanita itu mulai menggerutu yang tidak jelas. Tiba-tiba Keanu menjadi sangat protektif padanya , dan semua itu karena janin di dalam perutnya.
Baru saja Minggu depan mereka akan memeriksakan tubuh mereka untuk mengetahui siapa yang normal dan siapa yang tidak. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, karena Aster dinyatakan hamil sebelum tiba waktunya untuk mereka periksa.
.
__ADS_1
.
Bersambung.