Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Aku Belum Ingin Mati


__ADS_3

Sebuah Lamborghini Veneno melaju kencang pada jalanan malam yang lumayan padat kendaraan, mobil mewah itu menyalip beberapa kendaraan yang melaju di depannya dengan kecepatan tinggi.


Fokus pengemudi tak teralihkan sedikitpun dari jalanan beraspal itu. Sementara penumpang yang duduk di sebelahnya tampak menutup matanya rapat-rapat, ketakutan terlihat jelas dari raut wajahnya.


Kedua matanya tertutup rapat. Berbagai sumpah serapah berkali-kali keluar dari mulutnya, yang semua dia tunjukkan pada si pengemudi yang tak lain dan tak bukan adalah Keanu.


"Ya, Tuhan. Aku masih muda, masih cantik dan penuh pesona. Selamatkan aku Tuhan." ujar Aster sambil menutup rapat-rapat kedua matanya.


Keanu menoleh dan menatap Aster lalu mendengus. Baru kali ini dia mendengar seseorang berdoa, tetapi doanya begitu konyol. "Ck, kau ini berlebihan sekali. Tenanglah, aku tidak mungkin membunuhmu." Ujar Keanu menimpali.


Aster menoleh. "Kau bilang apa? Tenang, bagaimana aku bisa tenang sementara nyawaku berada di ujung tanduk. Dengan caramu mengemudi seperti ini, hanya ada dua kemungkinan saja. Sampai di tempat tujuan dengan selamat, atau pergi ke neraka." Ujarnya.


Keanu menatap Aster dan mendengus geli."Tenanglah, bukan hanya kau saja yang tidak ingin mati. Tapi aku juga, banyak hal yang masih harus aku lakukan di dunia ini. Jadi aku tidak bisa mati sekarang. Tidak perlu cemas dan takut, karena aku adalah pengemudi yang profesional." Ujar Keanu meyakinkan.


Dan tentu saja Keanu tahu alasan Aster begitu ketakutan, yakni karena dia mengemudi hanya dengan satu mata yang berfungsi. Karena sebelah matanya tertutup perban. Tapi Keanu tak terlihat kesulitan sedikit pun


Tak ingin mendengar Aster mengeluarkan berbagai sumpah serapahnya lagi, akhirnya Keanu mengurangi kecepatan pada mobilnya dan melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan sedang.


Aster bisa bernafas lega. "Nah, begini kan lebih nyaman. Jadi aku tidak perlu olahraga jantung lagi." ujarnya sambil tersenyum lebar.


Keanu mendadak beku ketika melihat senyum lebar dibibir wanita itu. Senyumnya begitu manis dan hangat seperti mentari pagi, apa mungkin Keanu sedang terpesona pada Aster? Keanu menggeleng, mencoba menepis pikiran konyol itu dari kepalanya.


"Hn," Keanu menanggapi ucapan Aster dengan gumaman pelan. Pandangan Keanu kembali bergulir pada Aster. "Apa kau tau dimana kakakmu berada saat ini?"


Aster menganggukkan kepalanya. "Ya, aku tau tempat tongkrongannya. Dan di tempat itu biasanya dia nongkrong bersama teman-temannya." Jawab Aster.


"Dimana?" tanya Keanu memastikan.

__ADS_1


"Golden, Bar!!"


.


.


Lagu yang menghentak-hentak itu seakan membuat seorang gadis dengan surai hitam legam berada dalam dunianya sendiri.


Menari dengan lincah dengan gaya senssuall dan sedikit menggoda di tengah lantai dansa, hingga menjadi pusat perhatian beberapa laki-laki yang tertarik begitu saja dengan pesonanya yang menguar bagai magnet yang tak mampu di tolak oleh mereka semua.


Belum berapa lama wanita itu menginjakan kakinya di lantai dansa, sudah membuatnya kelilingi oleh beberapa pemuda tampan yang mengerubutinya seolah gadis itu adalah ratunya pesta yang terlihat berkilau serta mempesona malam itu.


Sementara sang wanita terlihat acuh dengan aksi laki-laki hidung belang di sekelilingnya, yang mulai berbuat yang tidak-tidak, wanita itu tetap terlihat asyik dengan dunianya sendiri, tanpa mau peduli dengan tatapan liar orang-orang yang mengerubutinya seolah ingin menellanjangii saat itu juga.


Wanita itu memakai pakaian bak kurang bahan yang memperlihatkan kaki jenjang mulusnya yang terekspos dengan sempurna. Dalam balutan hot pant hitam dan sport bra berwarna merah.


"Yakk!! Minggirlah, jangan menghalangiku!!" seorang laki-laki berteriak pada pengunjung lain yang menghalanginya untuk menari dengan wanita itu.


Orang itu pun lantas menoleh. "Kau bicara padaku?!" dia dirinya sendiri.


"Jika bukan kau memangnya siapa lagi?! Karena cuma kau satu-satunya orang yang menari dengan tidak normal, kau menghalangi yang lain untuk menarik juga!!" teriakannya.


Tubuh laki-laki itu tersungkur di lantai setelah mendapatkan dorongan keras dari orang yang dia marahi. Orang itu tidak terima karena laki-laki itu berteriak padanya. Mereka pun terlibat perkelahian dan saling menghantam. Tentu saja aksi mereka segera di hentikan oleh security. Keduanya di lempar keluar dan dilarang masuk lagi.


Disaat bersamaan, Sebuah Lamborghini Veneno berhenti tak jauh dari tempat dua pria itu berkelahi. Seorang perempuan terlihat keluar dari mobil tersebut dan langsung berteriak dengan lantang.


"ALDO!!"

__ADS_1


Dan perkelahian mereka berdua pun terhenti detik itu juga setelah mendengar teriakan nyaring tersebut. Keduanya menoleh, pupil mata orang yang berkelahi dengan Aldo melebar melihat wanita itu berlari mereka. Buru-buru dia menghindar dan menjauh dari Aldo.


"Uhhh..." Laki-laki itu dan Keanu sama-sama menutup matanya saat melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Aster pada Aldo. tanpa basa-basi wanita itu menendang Aldo di bagian pisang rajanya dan membuatnya ambruk seketika.


"A...Aster, apa yang kau lakukan?!" Teriak Aldo sambil memegang pisang rajanya yang luar biasa sakit akibat tendangan maut Aster. "Kau ingin membuatku menjadi pria cacatt, ya?!"


"Bukan!! Tapi aku ingin menghabisi mu!!" balas Aster menimpali.


Aldo menatap wanita itu dengan marah. "Apa salahku, kenapa kau ingin membunuhku? Apa kau sudah tidak waras?!" Aldo berkata dengan nada meninggi. Dia bercucuran keringat.


"Bukan aku yang tidak waras!! Apa yang sudah kau lakukan pada, Papa? Dan kenapa kau melukainya?!" bentak Aster penuh emosi."Dan apa kau tau, Aldo? Saat ini papa berada di rumah sakit karena ulahnya, kau benar-benar bajingann!!" teriak Aster untuk kedua kalinya.


Aster tak hanya menendang bagian itunya saja, tetapi juga mengajarnya habis-habisan. Dan ada kemungkinan besar jika salah satu telor milik Aldo pecah akibat tendangan maut Aster. Dia sampai berguling-guling karena kesakitan.


"Ja..Jangan salahkan, aku!! Tapi salahkan dirimu sendiri. Kau menikah dengan pria kaya raya tapi kenapa tidak memberikan uang padaku!! Dan Papa sangat pelit padaku, dia tidak mau membagi uangnya dan membohongiku dengan mengatakan Jika dia tidak memilikinya sepeser pun!!" Ujar Aldo tak mau kalah.


Aster mengepalkan tangannya. "Kau benar-benar tidak pernah berubah, Aldo. Dan manusia sepertimu lebih pantas menjadi penghuni rumah sakit jiwa!!" ucapnya.


"Kalau begitu masukkan saja dia ke rumah sakit jiwa!!" sahut Keanu seraya menghampiri Aster. "Sudah cukup kau bersenang-senangnya, sebaiknya sekarang kita pulang. Sisanya biar anak buahku yang mengurusnya."


Aster menghela napas lalu menganggukkan kepalanya ."Baiklah,"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2