Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Bunga Untuk Celine


__ADS_3

Sepasang ayah dan anak terlibat dalam obrolan yang cukup serius. Mereka berdua sedang menyantap makan siangnya di cafe yang tidak terlalu jauh dari perusahaan.


Dan keberadaan mereka berdua begitu menyita banyak perhatian pengunjung lain, banyak pasang mata wanita yang tak henti-hentinya menatap ayah dan anak tersebut, baik yang masih sendiri atau sudah berpasangan. Namun mereka berdua bersikap acuh dan terkesan tidak peduli.


"Ken, apa rencanamu sekarang? Papa, yakin wanita itu tidak akan berhenti apalagi jera untuk menganggu dan mengusik hidup, Celine. sebagai Kakak dan calon suaminya, kau harus memikirkan sesuatu untuk mengatasi wanita itu. Bisa saja Papa turun tangan dan mengatasinya, namun bagaimanapun juga Celine adalah calon istrimu dan sudah menjadi tugasmu melindunginya," ujar lelaki paruh baya itu yang pastinya adalah Keanu.


"Aku masih memikirkannya, Pa. Untuk sementara aku hanya mengawasinya saja, aku meminta beberapa anak buahku untuk mengawasi wanita itu. Aku baru saja mendapatkan laporan jika dia dan Mama bertemu," tutur Ken.


Keanu memicingkan matanya dan menatap Ken penasaran. "Untuk apa wanita itu mengajak mamamu bertemu?" tanya Keanu.


Ken menggeleng. "Aku sendiri tidak tahu. Dia tidak mengatakan apapun lagi selain memberitahuku jika wanita itu dan Mama bertemu. untuk mendapatkan jawabannya, mungkin kita bisa bertanya pada Mama,"


"Kalau begitu biar Papa saja yang bertanya padanya." Ucap Keanu dan di balas anggukan oleh Ken.


Keanu penasaran dan terus bertanya-tanya untuk apa Bella dan Aster bertemu. Tidak mungkin mereka bertemu jika tidak ada apa-apa, untuk itu Keanu harus bertanya langsung pada Aster untuk mendapatkan jawabannya. Meskipun dia yakin itu masih berhubungan dengan Celine, tapi tetap saja dia penasaran jika belum mengetahui untuk apa dan kenapa mereka berdua harus bertemu.


Ken melihat jam yang melingkari lengan kirinya lalu bangkit dari kursinya. "Pa, aku duluan. Tiga puluh menit lagi aku ada pertemuan penting dengan CEO GL Group." Ucap Ken dan dibalas anggukan oleh Keanu.


"Baiklah, hati-hati, tdiak perlu mehgebut." pinta Keanu menasehati.


Ken mengangguk. "Aku tahu, Pa. Aku pergi dulu." Ken melenggang pergi.


Pertemuan itu untuk membahas tentang rencana kerjasama yang diajukan oleh GL Group, dan Ken tidak bisa mengecewakan klien nya dengan datang terlambat. Itulah kenapa dia harus bergegas.


xxx


Setelah makan siang, Keanu tidak kembali ke kantor melainkan langsung pergi ke rumah sakit. Dia benar-benar penasaran kenapa Aster dan Bella bertemu. Bukan untuk memarahi istrinya, Tetapi hanya untuk bertanya saja. Lagipula Mana berani Keanu memarahi Aster, karena bisa-bisa dia sendiri yang diterkam hidup-hidup olehnya.


Keanu datang ke rumah sakit tidak dengan tangan kosong. Dia tidak lupa membawakan makanan kesukaan Putri tercintanya, cheese cake... Adalah makanan kesukaan Celine. Tentu saja hal itu membuat Celine sangat gembira.


"Pa, kau tahu saja kalau aku ingin memakan cheese cake. Thanks, Pa. Kau memang Papa terbaik di dunia," ucap Celine sambil memeluk sang ayah.


Keanu tersenyum. Mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan putrinya. "Tentu saja tahu, karena aku adalah Papamu. Memangnya siapa lagi yang bisa mengerti dirimu selain Papa dan Mama," ucap Keanu sambil melepaskan pelukannya. Lalu pandangan Keanu bergulir pada Aster.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Keanu merasa tidak nyaman dengan tatapan Keanu padanya.


"Apa kau bertemu dengan, Bella?" tanya Keanu tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Aster penasaran.


"Aku tadi tidak sengaja melihat kalian berdua di cafe. Untuk apa dia mengajakmu bertemu?" tanya Keanu lagi.


"Dia yang lebih dulu menghubungi Mama dan mengajaknya untuk bertemu. Wanita itu meminta sejumlah uang pada Mama untuk melunasi hutang-hutangnya pada rentenir itu, dan dia berjanji tidak akan menggangguku lagi jika Mama bersedia memberinya uang." bukan Aster yang menjawab dan menjelaskan, melainkan Celine.


Sontak Keanu menoleh. "Apa itu benar?" tanyanya memastikan.


Aster mengangguk. "Ya, benar yang sering katakan. Wanita itu mengajakku bertemu untuk meminta uang dariku."


"Dan kau memberinya?" tebak Keanu 100% benar.


Lagi-lagi Aster menganggukkan kepala. "Ya, aku memberi uang yang dia inginkan dengan catatan wanita itu tidak boleh mengganggu apalagi mengusik hidup Celine lagi. Dan jika dia berani mengingkarinya, dengan tanganku sendiri aku akan menyingkirkannya. Aku sudah menjelaskannya, apa masih belum jelas? Kau ingin aku menjelaskan Seperti apa lagi?" Aster menatap Keanu dengan pandangan dingin dan datar.


Keanu menggeleng. "Sudah cukup. Sudah cukup penjelasan yang kau berikan, baguslah kalau begitu, sekarang kita bisa tenang karena wanita itu tidak akan berani mengusik Celine lagi." Ucap Keanu.


Keanu tidak bertanya apapun lagi pada Aster, bahkan jumlah uang yang harus dia keluarkan untuk wanita itu pun tidak Aster tanyakan. Dia memilih diam dan menutup bibirnya rapat-rapat, lebih baik membahas hal lain daripada membahas hal lagi.


Dari Aster pandangan Keanu lalu bergulir pada Celine. "Apa kau sudah makan?" tanya Keanu memastikan.


"Ken, ada pertemuan penting dengan salah satu clien-nya. Setelah pulang kerja dia akan langsung kemari. Kenapa, apa kau merindukannya?" tanya Ken sedikit menggoda.


Celine tersipu, rona merah muncul di kedua pipinya. "Mana ada, untuk apa juga aku merindukanmu. Papa, jangan aneh-aneh!!" ucapnya. Keanu terkekeh. Dia gemas sendiri melihat wajah memerah Celine yang mirip dengan tomat matang. Diam-diam Aster menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis. Dia hanya bisa berdoa pada Tuhan supaya kebahagiaan seperti ini jangan cepat berlalu.


Aster mendekati mereka berdua sambil membawa Cheese cake dari Keanu. "Bagaimana kalau kita makan cheese cake ini bersama-sama?" tawar Aster sambil meletakkan kotak berbentuk segi empat itu diatas meja.


"Boleh, tapi apa tidak sebaiknya kita tunggu Ken Ge saja?" ucap Aster.


Keanu dan Aster menggeleng dengan kompak."Tidak usah. Sekali-kali tanpa dia juga tidak masalah." jawab keduanya dengan kompak.


Celine tersenyum lebar, kemudian dia menganggukkan kepala. Mereka menikmati cheese cake itu dengan tenang. Obrolan hangat menyertai kebersamaan mereka bertiga.


Senyum dan tawa mengiringi mereka bertiga. Sikap Keanu benar-benar berubah 180°, dia bukan lagi Keanu yang dulu , yang dingin dan tidak tahu bagaimana menunjukkan kasih sayang.


Dan sikapnya berubah semenjak kejadian Ken di dalam hidupnya. Dia berubah menjadi ayah yang penyayang dan juga penyabar. Kasih sayang yang sangat besar sekali dia curahkan pada keluarganya, karena mereka adalah harta paling berharga yang dia miliki di dunia ini. Harta paling berharga dan tidak ternilai.


xxx

__ADS_1


Ken berhenti di toko bunga ketika dia melihat sebuah buket mawar yang sangat cantik dan elegan. Hatinya mendorongnya agar dirinya membeli bunga tersebut untuk Celine, meskipun rasa gengsi lebih mendominasi. Dia mengikuti kata hatinya dan memutuskan untuk membeli bunga tersebut, mungkin saja bunga itu bisa membuat Celine tidak merengek lagi meminta untuk pulang.


"Aku mau bunga yang itu." Ken menunjuk buket cantik itu sambil memberikan beberapa lembar uang pada pemilik Florist.


"Apakah bunga ini untuk kekasih Anda , Tuan? Anda memilih bunga yang tepat, apalagi mawar adalah lambang cinta dan kasih sayang. Dan saya yakin pasangan Anda pasti akan bahagia menerima bunga cantik ini," ujar seorang wanita sambil tersenyum lebar.


Ken tidak memberikan jawaban apapun. Dia memilih diam karena bingung harus menjawab apa. Setelah menerima kembalian, Ken pergi meninggalkan toko bunga itu dan bergegas pergi ke rumah sakit.


Sepanjang jalan, Ken terus teringat oleh kata-kata wanita itu


'Benarkah celine akan menyukainya? Benarkah dia akan terharu jika aku memberikan bunga ini padanya? Benarkah, Benarkah dan Benarkah??!'


Pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi kepalanya. Ken menggeleng, memangnya sejak kapan dia memiliki pemikiran konyol semacam itu? Lagipula kenapa jika Celine menyukainya, bukankah itu adalah hal yang wajar? Memangnya perempuan mana yang tidak menyukai ketika diberi bunga oleh seseorang.


Karena terlalu larut dalam pikiran konyolnya. Sampai-sampai Ken tidak sadar Jika dia sudah tiba di rumah sakit. Itu segera turun dari mobilnya setelah diparkirkan di parkiran dan bergegas pergi menuju ruangan Celine yang berada di lantai 3. Mobil milik ayahnya masih berada di parkiran, yang artinya dia masih belum pulang.


Cklekkk...


Suara pada pintu mengalihkan perhatian 3 orang yang sedang bercanda itu. Ketiganya sama-sama menoleh. Senyum terpatri dibibir Aster dan Keanu ketika melihat bunga yang berada di genggaman Ken. Aster kemudian berdiri menghampiri putranya tersebut.


"Apa bunga itu untuk, Celine?" tebak Aster 100% benar. Dan kediaman Ken dia anggap sebagai jawaban. Aster tersenyum lebar. Kemudian dia memberi kode pada Keanu agar meninggalkan mereka berdua.


Dan selepas kepergian mereka berdua. Di dalam kamar itu hanya menyisakan Ken dan Celine. "Ini untukmu," dan menyerahkan bunga itu pada Celine, wajah tampannya tidak menunjukkan ekspresi apapun, datar.


Celine mengangkat kepalanya dan menatap Ken dengan pandangan tidak percaya. "Ini untukku?" tanyanya memastikan.


"Memangnya untuk siapa lagi jika bukan untukmu, masa iya untuk tembok," jawab Ken dengan sebal. Dia benar-benar sebal setelah mendengar pertanyaan Celine.


Celine tersenyum lebar. Dia mencium bunga itu tanpa melunturkan senyum cantik itu dari bibirnya. Kemudian Celine mengangkat kepalanya dan menetap Ken yang juga menatap padanya. "Terimakasih, Ge. Aku menyukai bunganya. Bunga ini sangat cantik dan harum, aku benar-benar menyukainya." ucapnya dengan senyum yang sama.


Ken mendekati Celine lalu menepuk kepala berhelaian coklat miliknya. "Syukurlah kalau kau menyukainya. Aku lega mendengarnya..." Ucap Ken sambil menyungging senyum tipis di sudut bibirnya, membuat senyum Celine semakin lebar.


Celine benar-benar ternyata sangat bahagia karena memiliki tiga pelindung yang selalu siap untuk menjaga dan melindunginya. Jika saja dia tetap bersama ibu kandungnya, mungkin kisah hidupnya tidak akan sama dan dia seberuntung saat ini. Celine tidak henti-hentinya berterima kasih pada Tuhan, karena tanpa campur tangannya, jelas dia bukan siapa-siapa.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2