Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Dalam Mimpimu


__ADS_3

"Celine, apa hubunganmu dengan laki-laki itu? Kenapa kalian begitu dekat? Apa kalian memiliki hubungan spesial?"


Celine menghentikan langkahnya setelah mendengar pertanyaan Ken. Lantas Gadis itu menoleh dan menatap Kakak angkatnya itu dengan bingung. Tidak biasanya Ken tertarik dengan kehidupan pribadinya, apalagi soal hubungan percintaannya. Tapi tiba-tiba Ken mempertanyakan tentang hubungannya dengan Mark.


"Aku dan Mark, kami tidak memiliki hubungan apa-apa dan hanya berteman saja. Kenapa tiba-tiba kau tertarik pada hubungan kami? Omo, jangan bilang jika kau cemburu?" ucap Celine asal menebak.


"Dalam mimpimu!!" Ken menjawab cepat. Celine tertawa mendengar bantahan Kakaknya. "Jangan asal menebak, lagi pula aku tidak memiliki alasan untuk cemburu padamu!!" Jawab Kevin menegaskan.


Celine terkekeh dan menatap kakaknya dengan geli. Melambaikan tangannya, Celine pergi begitu saja dan kembali ke kamarnya, dia benar-benar sudah lelah dan ini cepat tidur. Sedangkan Ken masih bertahan dan belum beranjak sedikit pun dari posisinya sekarang.


Dia merutuki sikap konyolnya. Kenapa tiba-tiba dia bertanya tentang hubungan Celine dan Mark? Sebenarnya itu hanya refleks saja, karena Ken ingin tahu hubungan mereka berdua. apakah sering benar-benar memiliki hubungan dengan Mark atau tidak.


Menghela napas berat. Ken beranjak dari balkon dan kembali ke kamarnya. Lebih baik dia tidur sekarang daripada memikirkan tentang hubungan Celine dan Mark.


Ken tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, tapi dia menjadi begitu sensitif setiap kali melihat Celine dekat ataupun berhubungan dengan laki-laki lain. Jelas-jelas mereka berdua memiliki hubungan apa-apa, hubungan mereka hanya sebatas kakak dan adik.


Baru juga hendak merebahkan badannya, tiba-tiba ponsel milik Ken berdering dan menandakan ada panggilan masuk. pria itu menautkan alisnya melihat nomor asing tertera dan menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Awalnya Ken yang tidak berniat untuk mengangkat panggilan itu, tetapi ponselnya terus berdering dan tetap dari nomor yang sama. Karena penasaran, akhirnya Ken menerima panggilan tersebut.


"Halo,"


"Ken, tolong aku. Seseorang menculik ku dan berniat untuk membunuhku. Aku mohon padamu cepat selamatkan aku, Ken tolong aku..." terdengar suara seorang wanita. Dia menangis dan memohon supaya Ken menolongnya yang sedang di culik. Ken mengenali siapa pemilik suara itu, tetapi dia tidak begitu yakin.


"Regita," panggil Ken dengan tak yakin. dia tidak yakin jika itu benar-benar suara Regita.

__ADS_1


"Ken, ya ini aku. Ken, aku mohon tolong aku, selamatkan aku , mereka ingin membunuhku. Aku takut Ken, aku benar-benar takut." suara Regita terdengar bergetar, dia terdengar ketakutan.


Alih-alih menenangkan dan menanyakan di mana disekap. Ken malah mengakhiri panggilan telfonnya begitu saja. Menurutnya hal itu tidak penting sama sekali. Lagipula dia dan Regita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Kenapa harus dirinya? Kenapa bukan polisi saja yang dihubungi jika dia benar-benar berada dalam bahaya!! Karena bisa saja itu adalah jebakan untuknya. Ken sudah banyak belajar dari pengalaman.


Dari pada pergi mencari tempat Regita disekap, lebih baik tidur dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Itu lebih berfaedah dibandingkan harus terlibat perkelahian yang mampu menguras banyak tenaga. Ken sedang malas untuk berkelahi.


"Dasar wanita tidak tahu malu. Kerjaannya merepotkan orang saja. Benar-benar manusia menyebalkan!!"


xxx


"Halo, Ken... Ken... Ken...!! ARRKKHH... KENAPA DIA MALAH MENGAKHIRI TELEPONNYA? KEN, KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN!!"


Regita tidak bisa menahan emosinya, dia benar-benar kesal setengah mati karena Ken mengakhiri sambungan telfonnya begitu saja. Padahal dirinya belum selesai bicara. Benar-benar manusia menyebalkan, sepertinya memang sudah tidak ada harapan untuk bisa kembali padanya karena Ken tidak lagi menginginkannya.


"Bagaimana, Nona? Apa kita tetap melanjutkan rencana Anda?" tanya seorang laki-laki pada Regita. Alih-alih menjawab, dia malah menatapnya dengan tajam.


Regita benar-benar tidak habis pikir dengan Ken. Bisa-bisanya dia mengabaikan dirinya dan menolak untuk menyelamatkannya yang berada dalam bahaya. Setelah kebersamaan mereka selama bertahun-tahun, apakah tidak ada cinta sedikit pun di hati Ken untuknya?


"Ken, aku pasti akan membuatmu menyesal!!"


xxx


"MAMA!!"

__ADS_1


Celine terbangun dengan napas tersengal-sengal. Gadis itu baru saja bermimpi buruk. Dia bermimpi Aster membuangnya dan tidak menginginkannya lagi. Dan teriakan keras Celine sampai ke telinga Ken yang kebetulan belum tidur, dia kesulitan untuk menutup matanya meskipun rasa kantuk sudah mendera sedari tadi.


"Celine, kau kenapa?" tanya Ken kebingungan.


"Ge," melompat dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri Ken lalu memeluknya.


"Apa bermimpi buruk?" tanya Ken memastikan. Celine menganggukkan kepala membenarkan pertanyaan kakak angkatnya. Ken mengambil napas panjang dan menghelanya. "Tenanglah, mimpi hanyalah bunga tidur, jadi tidak perlu terlalu dipikirkan." ucapnya menenangkan.


Ken berusaha menenangkan Celine yang tampak ketakutan. Tubuhnya sampai gemetaran dan dia berkeringat dingin. Ken pun penasaran memangnya mimpi buruk apa yang dia alami sampai-sampai dia bisa setakut ini.


"Ge, aku bermimpi Mama buang aku dan tidak menginginkanku lagi. Dalam mimpiku itu, Mama menyebutku sebagai anak pembawa sial. dia mengusirku dan melarang ku untuk bertemu denganmu, aku benar-benar takut jika mimpi itu menjadi kenyataan. Aku takut mama tidak menginginkanku lagi." Tangis Celine seketika pecah. Dia menceritakan tentang mimpinya pada Ken.


Ken menghela napas. Jelas itu adalah mimpi yang tidak masuk akal. Mana mungkin Ibunya tidak menginginkan Celine lagi, sementara Dia sangat menyayanginya.


"Itu tidak akan terjadi. Mama dan Papa, sangat menyayangimu. jadi tidak mungkin jika mereka mengusirmu, apalagi sampai membuang. Tenanglah, semua pasti baik-baik saja. Kami semua menyayangimu, jadi Jangan berpikir yang tidak-tidak lagi. Sebaiknya sekarang kau tidur kembali, supaya kau tidak bermimpi buruk lagi biar Gege menemanimu di sini." Ucap Ken sambil membantu Celine untuk kembali berbaring.


Celine menahan tangan Ken ketika hendak beranjak dari berdiri. "Ge, Jangan pergi ke mana-mana, temani aku di sini." pintanya memohon.


Ken mengangguk. "Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku cuma mau menutup jendela. Tidak baik membiarkan angin masuk sampai semalaman, kau bisa masuk angin." Ujar Ken.


Setelah menutup jendela itu. Ken kembali pada Celine kemudian duduk di sebelahnya. Karena sudah berjanji akan menemaninya, Ken jadi tidak tega untuk meninggalkannya. Pasti Celine melarangnya pergi , dan Ken akan meninggalkan gadis itu setelah dia tertidur pulas. Baru dia kembali ke kamarnya.


"Cepat tidur, aku tidak akan pergi ke mana pun." Pinta Ken dan di balas anggukan oleh Celine. Gadis itu mencoba untuk menutup kembali matanya meskipun itu sedikit sulit.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2