
Di siang hari yang cukup terik, seorang gadis terlihat melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung perusahaan yang memiliki puluhan lantai.
Dan kedatangannya di sana disambut baik oleh beberapa karyawan yang sengaja berpapasan dengannya. Mereka membungkuk memberi hormat, namun ada juga yang menyambut kedatangannya dengan sinis. Tetapi dia tak mau ambil pusing dan menghiraukannya.
Gadis itu menuju lift. Tujuannya adalah lantai tiga puluh. Karena orang yang ingin dia temui ada di lantai tiga puluh. Baru juga pintu Lift tertutup. Seseorang tiba-tiba menahannya dengan mengulurkan tangannya, untuk menghentikan pintu itu tertutup. Seorang laki-laki masuk ke dalam lift tersebut.
Dan di dalam lift hanya ada mereka berdua. Sesekali laki-laki asing itu memperhatikan perempuan yang satu lift dengannya dengan pandangan lapar. Dia terus menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Paras yang cantik, kaki jenjang yang indah serta tubuh yang ramping. Benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Sadar tengah diperhatikan, perempuan itu yang tak lain dan tak bukan adalah Aster merasa tak nyaman. Dan tanpa banyak basa-basi Aster pun menegur laki-laki itu.
"Kenapa kau terus memperhatikanku? Kau memiliki niat buruk padaku?" tanya Aster tepat sasaran.
Karena udah tertangkap basah tidak ada gunanya lagi untuk mengelak. Laki-laki itu mendorong tubuh Aster dan menghimpitnya pada lift dengan mencengkram kedua tangannya di atas kepala. "Yakk!! Apa-apaan kau ini?!" bentaknya dengan emosi.
"Kebetulan sekali aku memang sedang haus dan lapar. Dan tiba-tiba bertemu denganmu disini, untuk itu kau harus memuaskan rasa lapar dan dahagaku!! Kemarilah dan jadilah kelinci yang baik," ucap laki-laki itu seraya mendekatkan wajahnya pada Aster berniat untuk mencium bibirnya.
Merasa terancam dengan tindakan tak senonohh laki-laki itu. Aster pun tak tinggal diam, ia pun segera mengambil tindakan untuk memberikan pelajaran pada laki-laki kurang ajar tersebut. Aster menendang senjata tempur laki-laki itu hingga dia tersungkur.
Kesakitan terlihat jelas di raut wajahnya. Kedua tangannya memegangi senjatanya yang baru saja ditendang oleh perempuan itu. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, laki-laki itu merosot kebawah sambil berguling-guling.
"Wa...Wanita sialan, apa kau ingin membunuhku?!" bentak laki-laki itu sambil memegangi senjatanya yang mungkin sudah remuk karena ulah Aster.
"Makanya jadi pria jangan kurang ajar. Bagus aku hanya menendangnya saja, dan tidak sampai memecahkan kedua telurnya. Bisa habis kau jika aku sudah lepas kendali dan tidak tertolong lagi. Lain kali jangan macam-macam, jika tidak ingin menanggung akibatnya!!" ucap Aster lalu meninggalkan pria itu begitu saja.
__ADS_1
Dia telah sampai di tempat tujuan. Dan Aster pun bergegas keluar. Sementara laki-laki itu masih berada di dalam sambil terus berguling-guling. "Sial, Sial, Sial!! Mimpi apa aku semalam, sampai-sampai harus bertemu dengan perempuan karakter seperti itu?!" teriak pria itu dengan frustasi.
Demi memastikan apakah senjata tempurnya masih baik-baik saja atau tidak. masih bisa berfungsi dengan baik atau tidak, laki-laki itu pun bergegas pergi ke rumah sakit untuk memeriksakannya.
Dia bisa kehilangan seluruh dunianya jika aset berharganya benar-benar hancur karena perbuatan wanita itu. Dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia menjalani hidup tanpa senjata tempurnya!!
.
.
Kabar tentang insiden yang terjadi di lift telah sampai ke telinga Keanu. Salah satu pegawainya memberitahu Keanu jika rekan bisnisnya dianiaya di dalam lift hingga hampir pingsan karena mendapatkan tendangan maut pada senjata tempurnya. Dan saat ini dia berada di rumah sakit.
Laki-laki itu di temukan seorang salah seorang pegawai Keanu yang hendak menggunakan lift. Dan dia amat sangat terkejut ketika mendapati seorang laki-laki terkulai tak berdaya di dalam Lift.
"Aku datang," seru Aster.
Suara itu mengalihkan perhatian Keanu dari rekaman CCTV. Dia mengangkat kepalanya dan mendapati Aster berjalan menghampirinya. Perempuan itu menautkan alisnya melihat ekspresi Keanu. "Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti habis melihat setan?" Aster menatapnya penasaran.
"Apa kau hampir dilecehkan?!" tanya Keanu tanpa basa-basi.
Dan Aster pun terkejut mendengar pertanyaan soal laki-laki itu. "Bagaimana kau bisa tahu?" dia menatap Keanu penasaran. Karena seingatnya, ia belum mengatakan apapun pada laki-laki itu. Tetapi seharusnya Aster tak merasa heran, mengingat siapa Keanu dan apa posisinya di perusahaan ini.
"Saat ini orang yang kau hajar itu sedang berada di rumah sakit. Ada kemungkinan jika dia akan mengalami kecacatan permanen, dan besar kemungkinan jika pisang rajanya tak berfungsi lagi dengan baik." Alih-alih menjawab pertanyaan Aster, Keanu malah memberikan penjelasan panjang lebar.
__ADS_1
"Lalu kenapa? Dan bagus dong. Karena dengan begitu dia tidak akan berani untuk macam-macam lagi pada perempuan apalagi mencoba untuk melecehkan mereka!!" jawabnya.
Keanu mengangguk setuju. "Ya, kau benar. Dan aku mendukung tindakanmu itu. Karena bajingan seperti dia tidak layak di berikan ampunan!!" ucap Keanu menimpali.
"Dan seharusnya hal itu juga berlaku padamu. Supaya kau tidak seenak jidat menindas diriku!! Karena perbuatanmu itu, aku merasakan sakitnya sampai detik ini. Bagian dalamku terkadang terasa perih ketika buang air kecil ataupun sedang berjalan. Kau, benar-benar keterlaluan." tuding Aster sambil menunjuk Keanu tepat di depan mukanya.
Keanu menyentak tangan Aster dan menjauhkan dari mukanya. "Bukan salahku, tapi kau saja yang terlalu payah dan kebanyakan drama. Toh, kau merasakan enaknya juga. Buktinya saja kau mengeluarkan gelombang-gelombang cinta yang begitu menggaiirahkan!!" ujar Keanu tak mau kalah.
"Kau~" Aster menunjuk Keanu dan hendak melayangkan protesnya. Tetapi hal itu dia urungkan. Aster menghela napas. "Aku datang bukan untuk berdebat denganmu, tapi mengantarkan makan siang untukmu. Bibi Lee, dia memberitahuku jika kau memiliki riwayat penyakit lambung. Jadi aku mengantarkan makan siang ini untukmu."
"Hn, letakkan saja di atas meja. Aku akan memakannya nanti. Sekarang aku masih harus menyadari rapat dengan para dewan direksi. Jika kau bosan dan malas menunggu sampai dapat selesai. Kau boleh pergi," ucap Keanu.
Keanu sedang merapikan jasnya. Memastikan jika penampilannya tak ada yang kurang. Bagi Keanu, penampilan adalah poin utama dalam sebuah pekerjaan. Karena penampilan juga menunjang poin tambahan dalam pekerjaan.
Itulah kenapa dia selalu meminta para karyawannya untuk berpenampilan rapi ketika bekerja, karena bagi Keanu kebersihan dan penampilan adalah yang paling utama.
"Aku pergi dulu," ucap Keanu seraya melenggang pergi.
"Dan aku akan menunggumu!!"
.
.
__ADS_1
Bersambung