Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Papa Terhebat


__ADS_3

Bibi Lee hanya bisa meringkuk diatas tempat tidurnya karena luka yang dia alami, Bibi Lee mengalami patah tulang pada bahu sebelah kanannya karena ulah Yunna. Bukannya mau minta maaf dan menyadari kesalahannya dia malah melemparkan kesalahannya pada orang lain, dan berdalih jika yang salah adalah Bibi Lee.


Keanu tiba di kediaman Xiao tiga puluh lima menit setelah Rio menghubunginya. Meskipun awalnya dia meminta supaya Rio menyelesaikan masalah yang diciptakan oleh Yunna, tapi tetap saja Keanu merasa tidak tenang mengingat jika dia adalah wanita yang sangat licik dan berbahaya, Karana dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


"Nyonya, Tuan Muda benar-benar tidak ingin jika Anda berada disini. Jadi sebaiknya Anda pergi saja dari sini sekarang juga, sebelum Tuan Muda kembali dan marah karena melihat keberadaan Anda disini!!" pinta Rio.


"Tidak mau!! Kau pikir dirimu siapa bisa mengusirku, hah?! Aku tidak akan pergi kemanapun, karena memang disinilah aku seharusnya tinggal. Jadi jangan pernah menghalangiku apalagi memintaku untuk pergi dari sini, ini adalah rumahku dan tidak ada yang bisa menghalangiku untuk tetap berada disini!!" teriak Yunna menegaskan.


Seorang pelayan terlihat menghampiri mereka berdua lalu berdiri di depan Yunna sambil merentangkan kedua tangannya. Wanita paruh baya itu menggeleng.


"Tuan, tolong jangan mengusirnya lagi. Kasihan Nyonya Yunna, jika harus pergi. Karena Jika dia pergi, lalu dimana dia akan tinggal? Tolong kasihani dia dan biarkan dia tetap tinggal disini," cinta wanita itu memohon.


"Dia tidak boleh ada disini apapun alasannya!!" sahut seseorang dari arah depan. Semua mata kini tertuju padanya. Menatap pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Keanu. "Kau hanya seorang pelayan disini, tapi kenapa kau begitu berani menentang perintahku? Apa kau sudah bisa bekerja ditempat ini? Dan asal kau tau saja, akulah orang yang melarangnya untuk tinggal disini!!" ucap Keanu menegaskan.


Tiba-tiba wanita itu berlutut di depan Keanu, dan membuat beberapa pasang mata yang melihatnya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu. Mereka sungguh tak menyangka, jika wanita paruh baya itu akan berlutut dan memohon hanya demi Yunna supaya diizinkan untuk tetap tinggal di kediaman Xiao.


"Tuan Muda, saya mohon pada Anda biarkan Nyonya tinggal disini, karena bagaimana pun juga ini adalah rumahnya dan tempat dimana seharusnya dia tinggal," ujar pelayan itu.


Keanu menatap wanita itu dengan tersenyum meremehkan. "Memangnya berapa banyak dia membayarmu, sampai-sampai kau mau memohon dan berlutut di kakiku supaya aku mengijinkannya tinggal disini?!" Keanu menatap wanita itu dengan sinis.


Wanita itu menggeleng. "Nyonya Yuna, tidak membayar saya sama sekali, Tuan Muda. Saya memohon pada anda karena kasihan padanya, Karena bagaimanapun juga, dia dulu pernah menjadi bagian dalam hidup Anda. Jadi saya mohon pada Anda, tolong pikirkan lagi, Tuan Muda. Karena dibandingkan Nyonya Aster, dia jauh lebih berhak atas diri anda dan juga rumah ini." Terang wanita itu menuturkan.


Lagi-lagi Keanu menyeringai. "Jika kau memang sangat peduli padanya. Kau bisa tinggalkan pekerjaanmu dan pergi dari sini bersamanya,"

__ADS_1


"Ja..Jangan pecat saya, Tuan Muda. Saya masih ingin bekerja disini, sa..saya tidak memiliki maksud apa-apa, saya hanya merasa kasihan padanya." Wanita itu menggeleng , memohon supaya dirinya tidak di pecat.


"Kalau begitu jangan banyak tingkah!!" ucap Keanu dan pergi begitu saja.


Keanu hendak pergi ke kamarnya di lantai dua. Namun kemunculan Yunna dari kamar tamu menghentikan langkahnya. Keanu menatap wanita itu dengan tatapan kurang bersahabat.


"Sebaiknya segera angkat kakimu dari rumah ini, apapun alasannya aku tidak akan menerimamu lagi disini. Jadi sebaiknya segera pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di rumah ini, karena kau sudah tidak layak!!" ucap Keanu dan melewati Yunna begitu saja.


"Kenap Keanu, kenapa kau jadi seperti ini padaku? Mana janjimu dulu yang akan selalu mencintaiku, menjagaku, dan selalu menerimaku apa adanya? Kenapa sekarang kau malah mengingkari semua ucapanmu dan janji-janjimu padaku?! Apa semua ini karena wanita itu? Apa yang sudah jallang itu berikan padamu sampai-sampai kau tidak menginginkan aku lagi?!" teriak Yunna dengan penuh emosi.


Gyuttt...


Keanu mengepalkan tangannya mendengar kata jallang yang baru saja keluar dari bibir Yunna, yang jelas sekali dia tunjukkan pada Aster. Keanu berbalik dan langsung menampar wajah Yunna dengan keras.


"Ahh, Keanu apa yang kau lakukan?! Lepaskan, kau membuatku tidak bisa bernafas!!" jerit wanita itu sambil berusaha melepaskan celikan Keanu pada lehernya.


"Ini peringatan pertama dan terakhir dariku. Jika kau berani menyebut dia dengan kata-kata yang tidak pantas lagi, maka jangan salahkan aku jika tidak segan-segan padamu!!" kemudian Keanu melepaskan cekikikannya dan mendorong tubuh Yunna lalu meninggalkannya begitu saja.


Yunna mengepalkan tangannya dan menatap kepergian Keanu dengan marah. Dia tak akan melupakan kejadian hari ini, hanya demi orang baru Keanu sampai mau membunuhnya, dan Yunna akan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang dia terima hari ini.


"Keanu, aku pasti akan membalas perbuatanmu ini!!" dia menyeka air matanya lalu melenggang pergi.


.

__ADS_1


.


Tepukan pelan pada pundaknya sedikit mengalihkan perhatian Aster. Wanita itu menoleh dan mendapati sang ayah yang tengah tersenyum lembut padanya. Kemudian Tuan Jovan duduk di samping putrinya.


"Aster, boleh Papa bertanya sesuatu padamu?"


Aster mengangguk. "Tentu saja, Pa. Tapi tentang apa?" Aster balik bertanya.


"Tentang perasaanmu pada, Tuan Muda Xiao. Bagaimana perasaanmu yang sebenarnya, Aster? Apa kau mencintainya atau tidak? Kalian berdua sudah bersama dalam waktu yang lama, apakah perasaan itu sudah ada atau belum? Jawab Papa dengan jujur, Aster."


Aster menggelengkan kepala. "Aku sendiri tidak tahu, Pa. Bagaimana perasaanku yang sebenarnya pada dia, Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan padanya. Perasaan yang sulit dijelaskan dan digambarkan dengan kata-kata. Aku benar-benar tidak tahu,"


"Ya, sudah. Bagaimana hubunganmu dengan dia, Papa tidak akan ikut campur. Karena bagaimanapun juga, kalian berdua yang menjalaninya. Dan sebagai orang tua, Papa cuma ingin kau bahagia. Karena tidak ada lagi yang lebih penting bagi Papa selain kebahagiaanmu." Ujar Tuan Jovan sambil mengusap kepala Aster dengan lembut.


Aster menyeka air matanya lalu berhambur ke dalam pelukan ayahnya. "Pa, terimakasih telah menjadi ayah yang baik untukku. Aku sangat bahagia dan bangga terlahir sebagai putrimu. Pa, aku sangat menyayangimu." Ucap Aster sambil mengeratkan pelukannya.


Tuan Jovan tersenyum. Dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Aster. "Dasar kau ini. Papa, juga sangat menyayangimu, Aster. Kau adalah putri kebanggan, Papa. Sampai kapan pun," ucap Tuan Jovan seraya mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih, Papa. Kau adalah Papa terhebat yang ada di dunia ini,"


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2