
Dobrakan keras pada pintu sedikit menyita perhatian Keanu yang sedang sibuk dengan dokumennya. Terlihat Dante memasuki ruangannya dengan amarah, dan hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang suram.
"Jika kau datang hanya untuk membuat masalah, sebaiknya pergi saja, aku sibuk!!" ucap anu tanpa menatap lawan bicaranya.
Dante menggebrak meja Keanu dengan keras hingga menimbulkan suara yang mendekatkan telinga. "Kembalikan posisi, Papa." pintanya menuntut.
Keanu mengangkat kepalanya dan membalas tatapan tajam Dante dengan datar. Pria itu menyeringai sinis. "Kenapa aku harus mengembalikan posisinya, lagipula dia sangat cocok dengan posisinya saat ini." ucapnya menimpali.
"Cocok katamu?! Dia bekerja sebagai OB di perusahaan milik keluarganya sendiri, dan menurutmu itu pantas?" bentak dan teh dengan suara meninggi.
Keanu menyeringai dan menatap pria itu dengan sinis. "Ya, dia memang pantas. Sangat-sangat pantas malah, dan menjadi OB adalah satu-satunya posisi yang paling tepat untuknya," ucap Keanu menimpali.
Dengan emosi, Dante menarik kemeja yang Keanu pakai hingga tubuhnya terhuyung ke depan. "Kau benar-benar bajiingan!! Apa kau tau karena ulahmu, orang tuaku bercerai, ibu serta adikku memilih meninggalkan kami!!" teriak Dante dengan emosi.
Itu bukan urusanku, lagipula yang membuat masalah adalah dia sendiri. Bagus aku hanya menurunkan posisinya dan tidak memecatnya. Karena jika aku mau, aku sudah membuatnya membusuk di penjara!!" Keanu membalas tatapan tajam Dante, tatapannya dingin dan menusuk.
"Kau benar-benar iblis, Keanu Xiao!! Lihat saja, bagaimana aku akan menghancurkan dirimu. Tunggu dan lihat saja, aku pasti akan menghancurkan mu!! Ingat itu," Dante melepaskan cengkeramannya pada pakaian Keanu dan pergi begitu saja.
Keanu tak begitu menghiraukan ancaman Dante. Memangnya siapa dia bisa mengancamnya. Karena jika dirinya mau, sudah sejak lama Keanu membuat hidupnya hancur. Kemudian Keanu menghubungi bagian keuangan.
"Berikan gaji terakhir untuk, Dante Xiao. Dia dipecat!!" ucap Keanu pada orang yang dia hubungi. Keanu tak akan mempertahankan manusia tidak berguna seperti Dante di perusahaannya.
Tak lama setelah kepergian Dante. Pintu kembali terbuka dari luar dan kali ini yang datang adalah Aster. Wanita itu datang untuk mengantarkan makan siang untuknya. "Makan siang datang," seru Aster sambil mengangkat kotak makanan ditangannya dan menunjukkannya pada Keanu.
"Makanan itu tidak beracun bukan? Jika beracun aku tidak mau memakannya," ucapnya menimpali.
__ADS_1
Senyum di bibir Aster pun pudar seketika setelah mendengar apa yang baru saja Keanu katakan. Wajahnya merengut, Aster menatapnya dengan kesal.
"Dasar laki-laki tidak berhati, aku sempat-sempatnya datang kemari mengantarkan makan siang untukmu. Tapi dengan seenak jidat kau bertanya apakah makanan yang aku bawa ini beracun atau tidak?! sebenarnya kau ini berhati atau tidak?" Aster menatap Keanu dengan sebal.
Bukannya meminta maaf. Keanu malah tersenyum geli melihat ekspresi wanita itu yang begitu menggemaskan. Kemudian Keanu bangkit dari kursinya lalu menghampiri Aster. "Aku hanya bercanda, kenapa kau menganggapnya serius sekali. Aku selesaikan pekerjaanku dulu, setelah ini kita makan siang sama-sama," ucapnya dengan nada lembut.
Wanita itu menghela napas. Kemudian Aster menganggukkan kepalanya. "Baiklah,"
Keanu menepuk kepala Aster dengan senyum yang sama. "Aku kerja dulu," kemudian dia beranjak dari hadapan Aster dan pergi begitu saja. Keanu kembali ke mejanya.
.
.
Disiang hari yang cukup terik. Terlihat seorang wanita mengayunkan kaki jenjangnya meninggalkan Incheon airport. Wanita itu membuka kacamatanya dan memperhatikan sekelilingnya. Seringai tampak disudut bibirnya.
"Nyonya, Lim."
Perhatian wanita itu pun teralihkan. Lantas dia menoleh dan seorang laki-laki berjas menghampirinya. "Bawakan koperku." Ucapnya lalu melewati pria itu begitu saja. Sikapnya begitu angkuh dan arogan. Kemudian pria itu berjalan mengekor di belakangnya, dan masuk ke dalam mobil setelah menyimpan koper milik wanita tersebut.
"Kita langsung pulang atau~"
"Antarkan aku ke, Xiao Empire." Pintanya dan dibalas anggukan oleh pria tersebut.
"Baik, Nyonya."
__ADS_1
Wanita itu hendak menemui mantan suaminya dan memperbaiki masa lalu. Karena dia sangat yakin jika pria itu masih menyimpan cinta yang begitu besar untuknya. Apalagi mereka sudah bersama-sama selama lima tahun.
.
.
"Apa kau memiliki masa lalu?" sontak Keanu menoleh setelah mendengar pertanyaan Aster.
Pria itu memicingkan matanya dan menatap Aster penuh tanya, keanu membutuhkan sebuah penjelasan dari pertanyaan wanita itu. "Maksudku, mantan kekasih." Aster mengangguk. "Jika mantan kekasih aku tidak punya, tapi mantan istri ada." Sontak Aster mengangkat kepalanya dan menatap Keanu dengan pandangan terkejut.
"Mantan istri, jadi kau sudah pernah menikah?" aster menatap pria itu tak percaya.
Keanu mengangguk. "Ya, pada saat itu usiaku baru 22 tahun. Aku dan mantan istriku memutuskan untuk menikah setelah beberapa tahun bersama. Tapi baru satu tahun aku dan dia menjalani rumah tangga, tapi tiba-tiba wanita itu meminta bercerai. Dia kemudian menikah lagi dengan teman masa kecilnya lalu kami benar-benar berpisah." Ujarnya.
"Kau duda?!" Aster menatap Keanu tak percaya.
Pria itu mengangguk. "Ya," jawabnya sambil mengunci manik mata Aster.
Tiba-tiba Aster terdiam. Dalam hatinya dia terus bertanya-tanya, mungkinkah karena alasan itu makanya Keanu tidak ingin membuat komitmen? Mungkin saja karena dia masih trauma dengan masa lalu yang mengkhianatinya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tegur Keanu melihat kediaman Aster.
Wanita itu menggeleng. "Tidak ada, sudah lanjut makan lagi." Aster tersenyum dan kembali menyantap makan siangnya. Meskipun dalam hatinya dia terus bertanya-tanya, dia sangat penasaran dengan mantan istri Keanu yang sudah mencampakkan dirinya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.