
Angin malam berhembus dengan kencang. Membawa hawa dingin yang menusuk sampai ke sum-sum tulang. Wanita itu mengusap lengannya, hawa dingin membuat tubuhnya sedikit menggigil. Salahnya memang, karena hanya memakai Gaun tipis yang kontras dengan udara malam ini.
Sesuatu yang hangat jatuh ke pundaknya mengalihkan perhatiannya. Lantas wanita itu menoleh dan mendapati seorang pria berdiri di belakangnya dengan tatapan dingin dan datar. Kemudian jari-jari lentiknya merapatkan mantel itu untuk mengurangi rasa dingin yang membuat tubuhnya serasa membeku.
"Kau sudah tidak waras, ya? Jelas-jelas perkiraan cuaca menyebutkan jika suhu udara ini malam ini menurun drastis. Tapi kau masih saja bertingkah bodoh dan tidak membawa pakaian hangat," alhasil dia pun kena omel habis-habisan.
"Aku lupa membawa mantelku karena terburu-buru," jawab perempuan itu.
Laki-laki itu pun menghela napas. "Kau memang betul-betul ceroboh. Bagaimana jika kau sampai sakit karena kedinginan. Berhentilah bersikap ceroboh dan menyulitkan dirimu sendiri, Aster Xiao!!" ucap laki-laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Keanu.
"Iya, iya, aku salah. Berhentilah mengoceh, sebaiknya sekarang temani aku cari makanan. Di dalam tadi aku tidak sempat makan apapun karena terlalu sibuk menemanimu menemui para tamu. Dan sekarang aku kelaparan," ujarnya sambil mengusap perutnya yang terasa keroncongan.
Lagi-lagi Keanu menghela napas. Dia benar-benar tak habis pikir dengan perempuan satu itu, rasanya Keanu ingin sekali menjitak kepala Aster saking gemasnya.
"Kau ingin makan malam dimana?" tanya Keanu.
"Di Kedai makan langgananku saja." Jawab Aster lalu menarik Keanu untuk masuk ke dalam mobil milik pria itu.
Setibanya di dalam mobil. Aster terlihat mengobrak-abrik barang-barang miliknya yang kebetulan ada di mobil tersebut, membuat Keanu kebingungan dan bertanya-tanya. "Kau sedang mencari apa?" tanya ke anu kebingungan.
"Seingatku, kemarin aku membeli beberapa dress tapi ada satu yang ketinggian disini. Tapi kenapa tidak ada, ya?" ucap Aster kebingungan. Dia terus mencari dress yang dimaksud.
Kemudian Keanu mengambil sebuah paper bag yang iya letakkan di jo paling belakang lalu menyerahkannya pada Aster. "Maksudmu dress yang ini?" ucapnya memastikan.
Kemudian Aster menoleh dan menganggukkan kepalanya. "Ya, benar yang itu." Ucapnya lalu mengambil dress tersebut dari tangan Keanu setelah memastikan dress itu yang dia cari atau bukan. "Cepat balik badan. Aku mau ganti pakaian." Pinta Aster.
__ADS_1
Keanu memicingkan mata kirinya dan menatap Aster penuh tanya. "Untuk apa kau mengganti pakaianmu segala?" dia bertanya dengan bingung.
Kemudian Gadis itu menghela nafas. "Karena tidak mungkin kita makan di kedai pinggir jalan dengan pakaian semewah ini. Karena tempat makan yang akan kita datangi bukanlah restoran maupun hotel bintang lima!!" jawabnya.
Hidup dan lahir di tengah keluarga sederhana. Membuat Aster terbiasa menjalani hidupnya dengan penuh kesederhanaan. Berbeda dengan kebanyakan perempuan seusianya yang akan lebih mementingkan penampilan dan gengsi dibandingkan harus hidup sederhana dan apa adanya.
.
.
Keanu menghentikan langkahnya setibanya mereka di kedai yang Aster maksud, pria itu menoleh dan menatap Aster dengan pandangan tak percaya. "Kau yakin mau makan malam disini?" tanya Keanu memastikan.
Aster mengangguk. "Ya, tentu saja yakin. Memangnya kenapa?" dia balik bertanya dan menatap Keanu dengan kebingungan. "Jika kau tidak mau, tidak usah ikut. Aku akan masuk sendirian," imbuhnya lalu beranjak dari hadapan Keanu.
Baru dua langkah Aster meninggalkan Keanu, tetapi langkahnya harus terhenti kembali saat pria itu mencengkram lembut lengannya. Sontak Aster menoleh dan menatap Keanu penuh tanya.
"Tapi bukankah itu kenyataannya? Dan lagipula orang kaya sepertimu kebanyakan tidak Sudi menginjakkan kaki di kedai pinggir jalan seperti ini." ucap Aster lagi.
"Tapi aku bukan mereka," keanu menyahut cepat. "Asal kau tahu saja, Aster. Aku tidak pernah mempermasalahkan dimana aku harus makan. Entah itu restoran bintang lima, cafe kekinian, kedai pinggir jalan, bahkan kolong jembatan sekalipun aku tidak peduli. Selama tempat itu bersih dan rasa makanannya tidak terlalu buruk, bagiku semua itu tidaklah masalah." tutur Keanu panjang lebar.
Sepertinya Aster sudah salah menilai dirinya. Hanya karena dirinya terlahir dan berasal dari keluarga kaya, maka tidak bisa makan di kedai pinggir jalan seperti ini. Padahal ketika masih anak-anak dulu, Keanu sering sekali makan di kedai seperti ini. Meskipun bukan atas keinginannya sendiri, melainkan karena ajakan teman masa kecilnya.
"Kenapa bengong saja? Bukankah kau tadi bilang lapar dan ingin makan malam, ayo masuk." Keanu meraih tangan Aster dan membawanya masuk ke dalam kedai. Tak ada penolakan dari wanita itu, Aster berjalan disamping Keanu yang masih menggenggam tangannya.
Dan karena ini adalah akhir pekan. Maka kedai lumayan padat pengunjung. Bahkan hanya tersisa satu meja saja yang masih kosong, dan beruntung mereka berdua menempati meja itu lebih cepat. Karena jika tidak, pasti sudah didahului oleh orang lain.
__ADS_1
Meninggalkan Keanu sendirian. Aster pergi untuk memesan. Berbeda dengan restoran bintang lima, dimana pelayan datang untuk mencatat pesanan pengunjungnya. Maka di kedai ini justru pengunjunglah yang datang untuk memesannya sendiri.
Setelah memesan, Aster kembali ke mejanya. Namun tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang dan membuat pakaian orang itu kotor oleh makanannya sendiri. Dan sepertinya, Aster sedang dalam masalah besar. Pria bertubuh besar dan berwajah sangar itu menatap Aster dengan marah.
"Kau tidak punya mata, ya? Dasar wanita ceroboh, lihatlah karena ulahmu pakaianku jadi kotor dan aku kehilangan makanan yang baru kupesan. Dan aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus ganti rugi. Apa kau tahu pakaianku ini mahal, jadi cepat diganti rugi sekarang atau kuhabisi kau sekarang juga!!" pinta pria itu menuntut.
Merasa tak terima, Aster pun tak tinggal diam. Jelas-jelas bukan dirinya yang bersalah tapi pria itu. "Enak saja memintaku untuk ganti rugi. Jelas-jelas kau yang salah, jalan tidak pakai mata. Dibandingkan pakaian yang kau pakai, jelas-jelas masih lebih mahal dressku ini, dan kau sudah mengotorinya. Harga dress ini atas 10 juta Won, jadi aku tidak mau tahu ganti rugi sekarang atau aku akan menyeretmu ke kantor polisi?!" Aster balik memberi ancaman pada pria itu.
Awalnya Keanu hendak turun tangan untuk membela wanitanya. Tapi melihat keberanian Aster dan tingkah bar-barnya membuat pria itu mengurungkan niatnya. Dan Keanu sangat menikmati pertunjukan yang diberikan oleh wanita itu, dia sangat suka dengan cara Aster menghadapi kearoganan pria tersebut.
"Ke...Kenapa kau jadi bawa-bawa polisi segala?" pria itu pun mulai panik mendengar ancaman Aster.
"Memangnya kenapa? Apa kau takut, masa iya pria bertubuh gempal dan berwajah sangar sepertimu takut sama polisi. Malu dong sama tato burung hantu di lengan kananmu itu," ucap Aster menimpali.
"Yakk!! Jangan menghina aku, lagipula Siapa yang takut. Aku hanya tidak ingin masalah ini berbuntut panjang, kau hanya masalah kecil saja. Tidak perlu diperpanjang lagi, dan kau juga tidak perlu ganti rugi. Aiss, sial." pria itu beranjak dari hadapan Aster dan pergi begitu saja.
Aster tersenyum sinis, kemudian dia berbalik dan menghampiri Keanu yang sedang tersenyum ke arahnya. Dan untuk sesaat, Aster melupakan bagaimana caranya bernafas ketika melihat senyum di bibir laki-laki itu. Senyum yang tak pernah ia lihat sebelumnya, yang begitu manis dan penuh ketulusan. Disadari ataupun tidak, kedua pipi Aster saat ini memerah.
"Kau begitu berani, bajinga* seperti dia memang sesekali perlu diberi pelajaran. Ya, sudah cepat duduk. Makanan kita sudah tiba," ucap Keanu dan dibalas anggukan oleh Aster.
Kemudian wanita itu menarik kursi di depannya, dan duduk dengan nyaman di sana. Selanjutnya makan malam mereka lewati dengan tenang, tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua. Baik Aster maupun Keanu sama-sama diam dalam keheningan.
.
.
__ADS_1
Bersambung.