
Jajaran mobil mewah berhenti di sebuah hotel berbintang lima. Hanya melihat dari pakaian dan perhiasan yang mereka kenakan, sudah bisa dipastikan jika mereka adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya raya.
Demi menyakinkan publik jika dia benar-benar telah menikah. Maka Keanu akan menggelar resepsi pernikahan yang sangat megah, yang dihadiri oleh ribuan tamu undangan. Baik dari dalam maupun luar negeri.
Diantara semua tamu undangan yang datang, terlihat mantan kekasih dan sahabat Aster. Mark dan Ghisel, mereka menjadi tamu kehormatan di acara malam ini. Karena Keanu mengundang mereka secara khusus.
"Mark, apa kita tidak salah tempat? Lihatlah semua tamu undangan yang datang, jelas-jelas Mereka semua berasal dari keluarga terpandang." ucap Ghisel sambil menatap lelaki disampingnya.
Mark menggelengkan kepalanya. "Aku rasa tidak. Kau tahu sendiri bukan, jika Keanu Xiao adalah orang yang berasal dari keluarga berada. Bahkan aku mendengar jika dia masih keturunan bangsawan, jadi kita tidak salah tempat." Jawabnya.
Ghisel mengusap lengannya. Pandangannya menyapu ke segala penjuru arah, dia benar-benar merasa tidak percaya diri berada di pesta ini. Karena semua undangan yang datang adalah orang-orang yang berasal dari kalangan atas. Pakaian, perhiasan, sepatu dan tas yang mereka kenakan bulan barang murahan seperti miliknya.
"Mark, ayo sebaiknya kita pulang saja. Aku benar-benar merasa tidak nyaman berada disini, karena ini bukan tempat yang seharusnya kita datangi." Ucap Ghisel memohon.
Seperti Ghisel, Mark pun merasa demikian. Meskipun dia memiliki perusahaan dan menjabat sebagai CEO, tetapi perusahaannya hanyalah perusahaan kecil yang tak sejajar dengan perusahaan milik orang-orang yang berada di pesta ini.
"Baiklah, memang tidak seharusnya kita datang kemari," ucapnya menimpali.
Akhirnya mak dan Ghisel pun memutuskan untuk meninggalkan pesta. Mereka tidak ingin menjadi kacung di pesta orang-orang kaya ini. Tapi baru beberapa langkah kaki mereka melangkah, seseorang tiba-tiba menghentikan langkah mereka berdua.
__ADS_1
"Kalian berdua mau pergi kemana? Bahkan acaranya pun belum dimulai sama sekali. Masa iya seorang tamu kehormatan meninggalkan pesta sebelum acaranya dimulai," seru orang itu yang langsung menyita perhatian semua orang yang berada di aula pesta.
Ribuan pasang mata itu lantas menoleh pada asal suara dan mendapati seorang wanita yang sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun putihnya menuruni tangga melingkar itu dengan begitu elegan. Disampingnya terlihat sosok tampan yang tampak gagah dalam balutan jas hitamnya. Mereka berdua adalah Aster dan Keanu.
Meninggalkan Keanu sendirian, kemudian Aster menghampiri mereka berdua. "Kalian sudah ada disini, masa mau pergi begitu saja. Apa tidak ada ucapan selamat untukku terlebih dulu. Khususnya kau, Ghisel. Sebagai sahabatku yang baik, apa kau tidak ingin mengucapkan selamat padaku?" Aster memiringkan kepalanya dan menatap Ghisel dengan tatapan meremehkan.
Wanita itu mengepalkan tangannya dan menatap Aster dengan pandangan sinis. Sebisa mungkin Ghisel menahan diri, sepertinya Aster memang sengaja ingin mempermalukan dirinya di depan umum.
"Aster, selamat untuk pernikahanmu." Ghisel mengucapkan selamat dengan kaku. Jelas sekali jika dia sedang tertekan.
Aster menarik sudut bibirnya dan tersenyum lebar, menyeringai lebih tepatnya. "Terimakasih, Ghisel. Kau memang sahabatku yang paling baik. Saking baiknya, sampai-sampai kau berani menikungku dari belakang dan merebut kekasihku. Tapi tidak apa-apa, aku sudah merelakan dia untukmu. Jadi ambil saja dan jaga baik-baik supaya kau tidak tertikung seperti diriku." Ucapnya dengan senyum yang sama.
Aster melakukannya dengan sengaja, saat ini Ghisel sedang menjadi pusat perhatian. Orang-orang yang hadir di sana menatapnya dengan tatapan mencemooh. Mark pun tidak tinggal diam, dia menghampiri Aster dan menatapnya dengan tajam.
Aster menyeringai, dia menyentak tangan Mark dan membalas tatapan tajamnya. Tatapannya penuh dengan intimidasi. "Sengaja, aku rasa tidak. Lagipula yang aku katakan adalah fakta, sepertinya kau sangat mencintai wanitamu ini, makanya kau begitu melindunginya dan tidak terima ketika orang lain berusaha untuk mempermalukannya." Ujar Aster tak mau kalah.
Tatapannya lebih dingin dan lebih tajam dari sebelumnya. Aster menarik pakaian Mark dan menatapnya dengan tatapan menantang."Ini baru awal, Mark. Aku pasti akan membalas perbuatan kalian berdua padaku, sakit hatiku karena penghianatan kalian akan kubalas ribuan kali lipat. Ingat itu," ucapnya seraya melepaskan cengkeramannya pada pakaian Mark.
Keanu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Dia begitu menikmati pertunjukan itu. Tidak hanya bar-bar saja, tapi Aster juga begitu mengerikan. Tanpa sadar Keanu menarik sudut bibirnya, seringai tampak dibibir laki-laki itu.
__ADS_1
"Benar-benar wanita yang sangat unik. Kau begitu penuh dengan kejutan." ucap Keanu setengah bergumam.
Awalnya Keanu sempat merasa cemas. Dia cemas Aster tidak bisa menghadapi mereka berdua, tapi ternyata dugaannya salah karena Aster lebih bar-bar dari yang dia kira. Bahkan Aster mampu membungkam mereka berdua dengan kata-katanya.
Tidak ingin semakin dipermalukan. Mark dan Ghisel memutuskan untuk meninggalkan pesta. Mereka berdua benar-benar tidak ingin semakin dipermalukan oleh Aster.
Dan Aster pun sangat puas melihat setelah memperlakukan dua sampah itu. Dia menghampiri Keanu dengan senyum lebar, lebih tepatnya senyum peringatan. Karena Aster tidak akan tinggal diam jika laki-laki itu sampai menindasnya lagi.
"Bagaimana pendapatmu? Bukanlah aku sangat hebat?" ucap Aster dengan senyum yang sama.
"Ya, dan itu itu kau perlu diberi hadiah." Keanu menarik pinggang Aster lalu mendaratkan sebuah ciuman dibibir ranumnya. Membuat kedua matanya membelalak sempurna, terkejut setengah mati dengan apa yang Keanu lakukan. Kemudian Keanu mendekatkan bibirnya ke telinga Aster, lalu berbisik pelan. "Ini baru permulaan, yang luar biasa akan aku berikan nanti malam."
Sontak kedua mata Aster membelalak sempurna setelah mendengar apa yang Keanu katakan. Lagi-lagi Keanu menatapnya dengan seringai yang sama. Sebelum Aster membuka bibirnya dan melayangkan protesnya. Keanu memilih pergi dan menemui tamu-tamunya.
"Keanu Xiao, kau benar-benar menyebalkan!! Bisa-bisanya dia mencuri ciuman dariku dan membisikkan kata-kata fulgarr seperti itu." Gumam Aster setengah menggerutu.
Jika saja mereka tidak sedang berada di keramaian. Pasti Aster sudah meneriaki laki-laki itu dengan berbagai sumpah serapannya, tetapi dia tidak melakukannya karena Aster tidak ingin mempermalukan Keanu di depan para koleganya. Bisa-bisa nama baiknya hancur karena ulahnya, dan Aster tidak akan melakukannya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.