
Ken terus menemani Celine yang masih belum sadarkan diri, sedangkan Aster dan Keanu memutuskan pulang terlebih dulu untuk mengambil baju ganti. Ken duduk termenung di samping tempat tidur Celine, lelaki itu membungkuk dalam posisi duduknya.
Dia benar-benar tidak tahu apa yang Celine pikirkan. Bagaimana bisa dia menerjang bahaya tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, dan kenekatan yang Celine lakukan tentu saja membuat Aster merasa teramat sangat bersalah.
"Uhhhh," lengkuhan panjang yang keluar dari sela-sela bibirnya membuat perhatian Ken teralihkan. Dia menoleh dan mendapati Celine yang sudah sadar dari pingsannya. "Ge, sebenarnya ini di mana?" tanya Celine.
Wanita itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, dia merasa asing dengan tempatnya berada saat ini, ruangan serba putih dengan aroma khas yang menyengat. Mungkinkah dia berada di... rumah sakit?
"Kau sudah sadar, bagaimana perasaanmu? Apa yang terasa tidak nyaman?" Celine di berondong beberapa pertanyaan oleh Ken, memastikan apakah dia baik-baik saja atau tidak.
"Punggungku rasanya sakit sekali, bahkan untuk bergerak saja sangat sulit." Jawab Celine, mimik wajahnya menunjukkan jika dia benar-benar sedang kesakitan.
"Sebaiknya tetap berbaring dan jangan banyak bergerak. Dokter mengatakan tulang punggungmu mengalami keretakan akibat pukulan tersebut, jadi untuk sementara kau harus menggunakan kursi roda sampai keadaanmu benar-benar membaik." Ujar Ken.
"Apakah sampai separah itu?" tanya Celine memastikan.
Ken menganggukkan kepala. "Ya," dan menjawab singkat.
Namun itu bukan masalah baginya. Celine tidak masalah meskipun merasakan sakit yang luar biasa, yang endingnya dia harus berada diatas kursi roda. Yang penting ibunya selamat dan baik-baik saja, apa yang saya lakukan tentu tidak sebanding dengan pengorbanan yang telah Aster berikan padanya selama ini. Dia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak.
Celine celingukan seperti sedang mencari sesuatu."Lalu di mana Mama dan Papa?" tanya Celine, dia belum melihat batang hidung mereka berdua.
"Mereka pulang terlebih dulu untuk mengambil pakaian ganti untukmu." Jawab Ken. "Kau pasti lapar. sebelum pulang, Mama membelikan makanan kesukaanmu. Mau makan sekarang atau nanti? Perlu aku suapi?" tawar Ken.
Celine menggeleng. "Nanti saja, aku masih belum lapar. Ge, terima kasih sudah menemaniku di sini dan maaf harus merepotkan mu." ucap Celine penuh sesal.
Ken menggeleng. "Bukan masalah yang besar. Kau adalah adikku dan juga calon istriku, menjagamu tentu saja sudah menjadi tugasku. Dan dikesempatan kali ini aku ingin meminta maaf padamu atas semua sikap buruk ku padamu di masa lalu, jujur saja aku bukan melakukannya dengan sengaja. Lagipula aku tidak pernah membencimu sama sekali." Ujar Ken dan membuat Celine sedikit terkejut.
"Kau tidak pernah membenciku?" Ken menganggukkan kepala. "Lalu kenapa sikapmu begitu buruk padaku? Kau selalu bersikap menyebalkan dan tidak jarang kau membuatku menangis, apa itu bukan benci?"
Ken menggeleng. "Sekalipun aku tidak pernah membencimu, meskipun awalnya aku sangat-sangat keberatan karena kedatangan mu di keluarga Xiao, karena sejak ada dirimu kasih sayang dan perhatian mereka berdua harus terbagi, itu yang membuatku tidak siap. Namun sebenarnya aku sangat senang kau datang, karena kau adalah orang yang membuat impianku untuk memiliki seorang adik perempuan akhirnya terwujud." Tutur Ken.
__ADS_1
Celine tersenyum lebar mendengar apa yang Ken katakan. Dia lega, dia pikir Ken benar-benar membencinya, sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, hubungannya dan Ken yang sejak awal memburuk akhirnya membaik.
"Ge, sebaiknya mulai sekarang kita lupakan masa lalu dan buka lembaran baru. Aku tidak ingin ada perselisihan lagi diantara kita berdua, seharusnya kita berdua saling menyayangi bukan memusuhi." Ucap Celine sambil menggenggam tangan Ken.
Ken menganggukkan kepala. Dia mengangkat tangannya dan meletakkan diatas tangan Celine yang menggenggam jari-jarinya. "Ya, baiklah." Celine tersenyum lebar. Gadis itu kemudian berhambur ke pelukan Ken, sekarang Celine lebih berani mengekspresikan bagaimana perasaannya pada Ken. Apalagi sejak perbincangan mereka malam itu.
Sementara itu ..
Aster dan Keanu yang baru saja tiba di rumah sakit memandang pemandangan itu dengan penuh haru. Akhirnya Ken benar-benar menerima Celine di keluarga mereka. Keanu merangkul Aster, jari-jari besarnya mengusap lengan wanita itu dengan lembut, mereka saling bertatapan dan senyum tampak di sudut bibir masing-masing.
"Sebaiknya kita masuk nanti saja, jangan ganggu mereka." Ucap Keanu dan dibalas anggukan oleh Aster. Mereka berdua mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam, mereka tidak ingin mengganggu Ken dan Celine lalu menghancurkan moment indah mereka berdua.
"Kita makan malam dulu saja. Aku lapar," Celine menatap Keanu, pria itu menganggukkan kepala.
"Baiklah," akhirnya Aster bisa merasa tenang sekarang, Celine telah melewati masa kritisnya dan dia juga telah sadar dari pingsannya. Sekarang dia bisa makan dengan tenang. "Kau ingin makan malam di mana?" tanya Keanu.
"Di cafe sebelah rumah sakit ini saja. Sepertinya makanan di sana sangat enak, buktinya cafe itu selalu ramai." Ucap Celine dan di balas anggukan oleh Keanu.
Bukan hanya Aster saja yang lapar, tetapi Keanu juga. Sama halnya seperti Aster, Keanu juga tidak bisa tenang sebelum mengetahui jika putrinya baik-baik saja. Tapi sekarang mereka berdua sama-sama tenang dan tidak perlu lagi merasa takut akan keadaan Celine.
xxx
"Tuan Robert, apa-apaan kau ini? Apa kau berniat untuk Membunuhku?!" tanya Bella menyelidik.
"Segera lunasi semua hutang-hutangmu padaku, atau kau siap untuk bertemu dengan malaikat maut?! Jadi selagi aku masih memiliki hati yang besar, segera lunasi semua hutang-hutangmu itu!!" pinta Robert menuntut.
Bella menyentak senjata itu hingga pistol tersebut. Terlepas dari genggaman Tuan Robert. "Kau bercanda, ya?! Di saat seperti ini, bisa-bisanya kau memintaku untuk melunasi semua hutang-hutang itu?! Putriku masih berada di tangan mereka, seharusnya kau membantuku memikirkan cara untuk mendapatkannya kembali bukannya malah memberikan penekanan padaku!!"
"Aku tidak ingin lagi berurusan dengan mereka. Sudah cukup pria itu membuat sebelah kakiku menjadi cacat, aku tidak ingin bernasib lebih buruk lagi dari ini. Lagipula itu putrimu, bukan putriku, jadi untuk apa aku harus membantumu?! Lihat bagaimana aku sekarang, jika saja aku tidak menuruti ucapanmu, hidupku tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini. Aku akan memberimu waktu satu Minggu, jika dalam waktu satu Minggu kau tidak bisa melunasi semua hutang-hutang itu, akan Aku pastikan kau tidak bisa lagi melihat Matahari terbit dan terbenam!!" Robert memberikan ancamannya pada Bella. Bukan hanya sekedar ancaman, dia bersungguh-sungguh melakukannya.
Bella mengepalkan tangannya. Satu Minggu bukanlah waktu yang panjang, lagi pula dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 1 Minggu? 500 juta won, bukanlah jumlah yang sedikit bagi Bella. Dan menjual ginjal sekalipun jumlahnya tidak sampai sebanyak itu. Dia harus memikirkan cara untuk mendapatkan uang itu, Bella benar-benar tidak ingin berakhir mengenaskan di tangan Robert.
__ADS_1
"Ingat, waktumu hanya satu Minggu. Jika dalam satu Minggu kau tidak bisa mengembalikan uang itu, maka harus siap menerima konsekuensinya. Ayo pergi," Robert memberi kode pada anak buahnya. Mereka berlima segera meninggalkan kediaman Bella.
Bella mengamuk dan menghancurkan apapun yang ada di dekatnya. Dia benar-benar bingung setengah mati, 500 juta won dalam satu Minggu, rasanya itu tidak mungkin.
Sepertinya dia harus melibatkan keluarga Celine untuk mendapatkan uang tersebut. Karena hanya mereka yang bisa membantunya lolos dari permasalahannya meskipun dia tidak yakin mereka akan membantunya. Tapi tidak ada salahnya dicoba terlebih dulu.
xxx
"Sayang, Mama datang..."
Seruan keras itu membuat senyum di bibir saling mengembang seketika. Orang yang dia tunggu-tunggu sedari tadi akhirnya datang juga. Aster memasuki ruang inap Celine bersama Keanu pastinya. "Ma, Pa, kalian Dari mana saja kenapa baru datang? Apa kalian tahu aku sudah menunggu kalian dari tadi?" Celine menatap mereka dengan sebal.
Aster menatap Celine penuh sesal. "Uh, maafkan Mama dan Papa, Nak. Sebenarnya Mama dan Papa sudah tiba dari tadi, tapi melihat moment romantis antara kau dan Ken, jadi kami tidak berani mengacaukannya. Akhirnya Mama dan Papa memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu," jawab Aster.
Celine mendengus. "Ya, sudahlah tidak apa-apa telat juga yang terpenting kalian sudah datang. Ma, kau tidak apa-apa kan?" tanya Celine memastikan, dia takut mereka sampai melukai Ibunya.
Aster mengangguk. "Mama, tidak apa-apa, tapi kau yang tidak baik-baik saja. Celine, sebenarnya Kau ini bodoh atau gila? Bagaimana bisa kau menahan pukulan itu untuk Mama tanpa memikirkan keselamatanmu sendiri?! Apa kau tahu bagaimana cemas dan khawatirnya Mama tadi? Bahkan Mama hampir gila saat membayangkan sesuatu yang buruk terjadi padamu, untuk itu Berjanjilah pada Mama jangan pernah melakukan hal gila lagi untukku. Mama, benar-benar tidak bisa menerimanya." Ujar Aster dengan mata berkaca-kaca..
Celine menggeleng. "Maaf Ma, tapi aku tidak bisa berjanji. Bagaimana aku bisa diam saja saat melihat Mama berada dalam bahaya, lagi pula apa yang aku lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah Mama lakukan untukku selama ini, bukankah seharusnya seorang anak melindungi orang tuanya, tidak harus orang tua yang selalu melindungi anaknya. Bukankah begitu, Pa?" pandangan Celine lalu bergulir pada Keanu. Terlihat Keanu menganggukkan kepala.
"Tapi tetap saja hal itu salah. Ingat, Celine, Ini yang pertama dan terakhir kalinya kau boleh berkorban untuk, Mama!! Apa kau mengerti, jika kau berani melakukannya sekali lagi maka jangan berpikir jika Mama akan memaafkan mu!!" Aster memberikan peringatan keras pada Celine. Dan dia tidak main-main dengan peringatannya tersebut.
Celine mengangguk. "Baiklah, Ma. Aku berjanji." tidak ada yang lebih mengerikan dibandingkan ancaman ibunya, dan dengan terpaksa dia mengiyakan permintaan Aster meskipun sangat berat.
"Nah, ini baru anak Mama." aster tersenyum lebar mendengar jawaban Celine.
Keanu mendekati Celine lalu mengusap kepala berhelaian coklat itu dengan penuh sayang. Membuat senyum di bibir Celine ikut mengembang lebar. "Cepat sembuh, Nak. Rumah terasa sepi tanpa ada canda tawamu."
"Tentu, Pa." Jawabnya sambil menganggukkan kepala.
Betapa beruntung Celine memiliki orang tua angkat yang begitu baik dan penyayang. Jika saja dia tidak dibuang ke panti asuhan oleh ibu kandungnya sendiri, mungkin dia tidak akan pernah bertemu dengan Aster dan Keanu, ternyata di balik duka terselip kebahagiaan yang tidak terkira. Bagaimana bahagianya Celine , tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
xxx
Bersambung