Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Kau Milikku


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun Aster masih terjaga dan sulit untuk segera tidur. Namun di sampingnya, keanu sudah tampak terlelap sejak beberapa jam yang lalu. Aster menatap pria itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Entah kenapa dia selalu melihat kesepian di dalam mata hitamnya yang dingin dan tajam.


Aster mengangkat tangan kanannya lalu mengarahkan pada wajah tampan Keanu. Menyusuri setiap lekuk tampan itu mulai dari mata, hidung dan terakhir bibir. Dan tak bisa Aster pungkiri jika Keanu benar-benar tampan, tanpa sadar dia menarik sudut bibirnya dan mengurai senyum setipis kertas.


"Hanya wanita bodoh yang berani mencampakkan pria sepertimu. Meskipun kau sempurna, tetapi aku tidak berani berharap untuk menjadi yang spesial bagimu. Karena aku sadar, jika diriku tidak akan pernah sebanding denganmu. Aku berjanji, setelah memberikan keturunan untukmu, aku akan pergi sejauh mungkin hidupmu. Kau dan anak itu bisa menjalani hidupmu pas tanpa beban," ujar Aster panjang lebar.


Entah apa yang membuat Aster tiba-tiba berubah pikiran, padahal sebelumnya dia mengatakan tidak ingin pergi dan merawat bayi mereka meskipun tanpa status yang pasti dari Keanu. Tapi tiba-tiba Aster berubah pikiran dan mengatakan akan pergi jauh dari kehidupan Keanu.


Dan tanpa Aster duga, gerakan pelan pada wajah Keanu justru mengusiknya. Membuat pria itu mau tidak mau harus membuka matanya yang sebelumnya tertutup rapat. Buru-buru Aster menarik tangannya dari wajah pria itu.


"Ma..Maaf, aku tidak bermaksud untuk membangunkan. Sebaiknya kau tidur lagi, aku tidak akan mengganggu," ucap Aster lalu bangkit dari berbaringlah.Dia hendak pergi namun dicegah oleh Keanu. "Aahhh," tubuh wanita itu terpelanting ke atas tempat tidur karena tarikan Keanu. Keanu mengungkung Aster dibawah tubuhnya.


"Berani-beraninya kau membangunkan seekor Singa yang sedang tidur, Nona?!" ucap Keanu sambil menyeringai.


Aster mengedipkan matanya melihat jaraknya dengan dengan Keanu yang begitu dekat. Bahkan saking dekatnya, sampai-sampai Aster bisa merasakan hembusan nafas Keanu yang menerpa wajah cantiknya.


"Kau terlalu dekat, mundurlah sedikit," pinta Aster dengan gugup. Wanita itu memalingkan wajahnya dan menghindari kontak mata dengan Keanu.


Bukannya menuruti permintaan Aster, Keanu justru terlihat mengerakkan jari-jarinya di pipi putih Aster yang halus tanpa noda sedikit pun. Sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk lengkungan tipis di bibir kiss ablenya. Dan tanpa ada penjelasan lebih lanjut, tentu saja Aster tahu apa yang hendak Keanu lakukan padanya.


"Aku menginginkanmu, untuk itu malam ini puaskan aku." pinta pria itu lalu mengecup singkat bibir Aster.


"Tapi kakiku sedang sakit," ucap Aster menimpali.


"Yang sakit adalah kakimu, bukan kenikmatanmu. Jadi apa yang akan kita lakukan tidak ada hubungannya dengan kakimu yang sakit. Jangan banyak alasan lagi, malam ini kau milikku." Sekali lagi keanu mencium dan memagut bibir Aster lebih dalam serta lebih panjang dari sebelumnya.

__ADS_1


Meskipun awalnya menolak, namun pada akhirnya Aster tetap menerima ciuman itu. Ketika tak ada lagi penolakan dari wanita itu, Keanu menuntun tangan Aster untuk memeluk lehernya. Ciuman mereka pun semakin dalam dan menuntut. Tak ada lagi alasan bagi Aster untuk menolaknya, toh dia juga merasakan kenikmatan yang begitu memabukkan.


Lumattan dan pagutan pada bibir Aster semakin lama semakin dalam dan menuntut. Keanu terus memagut bibir itu tanpa berniat untuk melepaskannya. Tangannya pun tak dia anggurkan begitu saja. Keanu melepas setiap helai kain yang membalut tubuh Aster lalu membuangnya begitu saja.


Suasana di dalam kamar pun semakin panas. Keanu benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dia miliki. Beberapa bercak merah tanda kepemilikan tampak dibeberapa bagian tubuh Aster. Mulai dari leher sampai perutnya. Keanu benar-benar bermain dengan bringas sampai-sampai Aster tak berlitik sedikit pun.


"Aaahhhh," dessahan demi dessahan berkali-kali keluar dari bibir Aster ketika Keanu mulai memainkan jari-jarinya diarea sensitifnya. Membuat bagian itu basah sejak pertama kali Keanu menc*mbunya.


Bibir mereka masih saling bergulat panas. Dan selanjutnya bukan hanya bibir mereka yang menyatu, melewati malam yang panjang dan dingin ini untuk saling menghangatkan.


.


.


Percintaan mereka telah berakhir sejak satu jam yang lalu. Aster sudah tertidur pulas, sementara Keanu masih tetap terjaga. Pria itu tak terlihat berada di kamarnya, hanya ada Aster sendirian di kamar super mewah nan megah tersebut.


"Siapapun dirimu, cepat lepaskan aku!! Bajiingan, jangan menguji kesabaranku!!" teriak Dante dengan emosi. Tetapi sayangnya tak ada seorangpun yang menghiraukan apalagi peduli pada teriakannya meskipun ada yang berjaga.


Dante benar-benar frustasi. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, bahkan dan tidak ingat jika dia pernah memiliki masalah dengan orang lain. Dan yang menjadi pertanyaannya, gimana bisa dirinya berada ditempat asing ini, karena seingatnya dia tadi sedang beristirahat karena sekujur tubuhnya sakit semua akibat ulah Aster.


"Aaarrkkhh...!! Bajinga* kalian semua. Dasar pengecut," teriaknya memaki. Dante hanya bisa berteriak tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena tubuhnya terikat kuat, jangankan tubuhnya, bahkan kursi yang ia duduki sekalipun tak bisa dia gerakkan sama sekali.


Krieeettt....


Samar-samar Dante mendengar suara pintu dibuka dari luar serta derap langkah kaki seseorang yang datang. Dia melihat seseorang menghampirinya, tapi sayangnya tidak terlihat seperti apa rupa orang itu karena keadaan ruangan yang begitu gelap. Yang jelas adalah, Dia seorang laki-laki.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya? Memangnya masalah apa yang sebenarnya kau miliki denganku, sampai-sampai kau mengurungku ditempat seperti ini?!" bentak Dante penuh emosi.


"Sttt, jangan berteriak lagi, Kau terlalu berisik." orang itu setengah berbisik.


Kedua mata Dante membelalak sempurna, setelah mendengar suara familiar berkaur di dalam telinganya. Dante menyipitkan matanya dan menatap sosok misterius itu dengan tatapan menyelidik.


"Keanu," ucapnya tak yakin.


Orang itu pun menyeringai. Ruangan yang sebelumnya gelap gulita seketika menjadi jadi terang, setelah penerangannya dihidupkan. kedua mata dan tim membelalak sempurna setelah melihat siapa yang berdiri di hadapannya.


"Keanu, jadi benar-benar kau orangnya?! Memangnya masalah apa yang kau miliki denganku sampai-sampai kau menahanku disini?!" bentak Dante penuh emosi.


"Kau bertanya apa kesalahanmu, apa perlu kita hitung satu persatu semua kesalahan-kesalahanmu padaku? Supaya kau tahu kesalahan apa yang dirimu miliki sampai-sampai aku menahanmu disini," Keanu kembali menyeringai.


"Keanu Xiao, kau benar-benar Iblis. Aku pasti akan membbunuhmu!!"


.


.


Bersambung


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2