Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Ikut Campur


__ADS_3

Setelah hampir dua Minggu di kediaman ayahnya. Akhirnya ini Aster kembali ke kediaman Xiao. Dan selama Aster berada di rumah ayahnya, hampir setiap hari Keanu selalu menemaninya disana dan memastikan dia baik-baik saja.


Kedatangannya langsung disambut oleh Bibi Lee wanita itu tersenyum lebar, melihat kedatangan Aster. "Nyonya, akhirnya kau kembali juga," ucap wanita itu Seraya memeluk Aster.


"Bibi, aku merindukanmu." Ucap Aster setengah berbisik.


"Bibi, juga merindukan Nyonya. Ayo masuk, Bibi sudah menyiapkan makanan kesukaan Nyonya. Dan Nyonya harus segera mencicipinya," ucap Bibi Lee. Dia mengajak Aster untuk masuk ke dalam, wanita itu pun begitu bersemangat karena sudah tidak sabar ingin segera memakan masakan Bibi Lee.


Sementara itu. Keanu dan Rio sudah berada di ruang kerja pria itu. Ada beberapa hal penting yang harus Rio sampaikan padanya, dia menemukan beberapa hal yang sangat mencurigakan tentang hubungan Yunna dengan salah satu pelayan di kediaman Xiao.


"Tuan Muda, coba Anda lihat ini. Ini adalah beberapa bukti yang tidak sengaja saya temukan ketika mengecek CCTV." Rio menyerahkan sebuah rekaman video pada Keanu.


Keanu memicingkan matanya, dia penasaran pada sosok wanita yang sedang berbincang dengan Yunna di taman belakang kediaman Xiao.


Dan karena posisinya memunggungi, sehingga mereka berdua tidak bisa melihat Seperti apa rupanya. Semua maid di kediaman Xiao memakai pakaian yang sama, termasuk sang kepala pelayan, sehingga tidak bisa membedakan pelayan satu dengan lainnya.


"Kira-kira Siapa wanita yang ada di video ini? Cari tahu apa hubungannya dengan Yunna, dan kenapa dia memanggilnya dengan ibu?"


Rio menggelengkan kepalanya. "Saya juga tidak tahu, Tuan Muda. Tapi saya akan segara menyelidikinya dan mencari tahu siapa orang itu," ucapnya dan dibalas anggukan oleh Keanu.

__ADS_1


"Jangan sampai orang lain mengetahuinya, aku tidak ingin rencana ini," ucap Keanu mengingatkan.


Lagi-lagi Rio menganggukkan kepala."Saya paham, Tuan Muda. Akan saya lakukan sesuai dengan perintah Anda," ucapnya. Kemudian Rio membungkuk dan meninggalkan ruangan Keanu begitu saja. Meninggalkan pria itu sendiri di ruang kerjanya.


Sekali lagi Keanu memutar video tersebut, melihatnya dengan seksama, dia benar-benar penasaran pada orang yang berbincang dengan Yunna. Dan cepat atau lambat, keanu pasti akan menemukan orang itu.


Kemudian ia beranjak dari ruang kerjanya dan mendapati Aster yang sedang menyantap makan siangnya di meja makan. Wanita itu tak sendirian, tetapi ada Bibi Lee yang menemaninya. Dan wanita itu segera berdiri ketika melihat kedatangan Keanu.


Bibi Lee membungkuk lalu mundur beberapa langkah ke belakang. "Bibi, pergilah. Dia biar aku yang menemani," ucapnya dan dibalas anggukan oleh Bibi Lee. Kemudian Zian mengambil tempat disamping Aster.


"Kau juga belum makan siang, sebaiknya kau makan juga," Aster mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk Keanu lalu meletakkannya di depan pria itu. "Kau pasti lapar, masakan Bibi Lee benar-benar sangat lezat dan aku menyukainya." ujarnya.


"A..Aku bisa membersihkannya sendiri," ucapnya dengan gugup.


Tak ingin Keanu melihat kegugupannya. Kemudian Aster melanjutkan makan siangnya, dan karena terlalu terburu-buru sampai-sampai dia tersedak makanan yang ada di dalam mulutnya."Uhuk... Uhuk..." dan Aster pun sampai terbatuk-batuk.


"Pelan-pelan, memangnya siapa yang mau meminta makananmu?" omel Keanu sambil memberikan segelas air putih pada Aster.


Namun tak ada tanggapan dari wanita itu, karena tidak mungkin Aster mengatakan yang sebenarnya, jika dia tersedak karena ulah Keanu. Dia tidak bisa mempermalukan dirinya sendiri di depan pria itu.

__ADS_1


Dan selanjutnya, makan siang mereka berdua lewati dengan tenang. Tidak ada lagi obrolan di antara mereka berdua, keduanya sama-sama saling diam setelah perbincangan singkat tersebut. Yang terdengar hanya suara piring dan sendok yang saling bersentuhan .


.


.


Kabar tentang kematian seorang pria akhir di sebuah kamar hotel sangat menggemparkan. Semua orang bertanya-tanya, orang gila mana yang sangat tega menghilangkan nyawa seseorang. Tidak ada yang tahu siapa pelakunya, karena tidak ditemukan bukti di lokasi kejadian.


Sampai saat ini polisi masih menyelidikinya, dan mencari tahu siapa pembunuh kejam itu. Tidak ada sidik jari pelaku di senjata yang di gunakan untuk menghabisi nyawa pria berkebangsaan asing tersebut. Karena si pelaku memakai sarung tangan, bahkan CCTV juga rusak.


Melihat beritanya ada dimana-mana, membuat Yunna sedikit was-was. Bagaimana tidak, karena jika kasus ini sampai terbongkar dan polisi bisa menemukan siapa pelakunya, maka akan tamat riwayatnya. Dan Yunna tidak ingin membbusuk di penjara.


"Ma, kira-kira siapa yang orang kejam itu? Kenapa dia tega sekali membunuh paman tampan itu?" ucap seorang bocah laki-laki yang tanpa sengaja melihat berita tersebut di televisi di sebuah toko yang ia lewati.


Sang Ibu menggelengkan kepalanya. "Tidak tahu tapi sebaiknya kau diam saja dan jangan banyak bertanya, karena masalah seperti ini bukanlah hal yang pantas untuk kau ikut campur. Sudah cepat jalan, kita bisa terlambat sampai di tempat les," ucap sang ibu lalu membawa putranya pergi dari sana. Dia terlalu cerewet dan ikut campur.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2