Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Kita Putus Saja


__ADS_3

Sebuah mobil mewah terlihat melewati sebuah pagar tinggi dan berhenti di halaman luas sebuah mansion mewah yang memiliki tiga lantai. Seorang wanita berambut sebahu terlihat keluar dari mobil itu dan melenggang memasuki rumah mewah tersebut. Dan kedatangannya disambut oleh seorang pelayan.


"Nona Regita, pasti Anda datang untuk bertemu dengan Tuan Muda," ucap pelayan itu 100% benar.


Regita menganggukkan kepala. "Apa Tuan Muda-mu ada?" tanya wanita itu memastikan.


Pelayan itu mengangguk. "Tuan Muda, ada di dalam silakan masuk. Nona, tunggu di sini sebentar, saya akan panggilkan Tuan Muda dan memberitahunya tentang kedatangan, Nona."


"Tidak perlu!! Biar aku sendiri yang menemuinya," ucap Regita lalu melenggang pergi pelayan tersebut. Dia berjalan menuju kamar Ken yang berada di lantai dua.


Tapp ..


Regita menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja melihat pintu kamar Celine yang sedikit terbuka. Wanita itu memicingkan matanya, melihat apa yang sedang dilakukan olehnya namun Regita tidak mau ambil pusing apalagi peduli dengan yang di lakukan oleh gadis itu. Dia mengetuk pintu kamar Ken sebanyak tiga kali, namun tidak ada sahutan dari dalam.


Tanpa ada keraguan sedikitpun, Regita membuka pintu di tersebut lalu melenggang masuk ke dalam. Kamar itu dalam keadaan legang dan tidak terlihat batang hidung Ken sama sekali.


Regita berpikir jika dia sedang pergi, tapi pelayan mengatakan Jika dia ada di rumah. Sampai akhirnya telinga Regita menangkap sebuah suara yang berasal dari kamar mandi. Dia mendengar suara gemercik air dari dalam sana. Dan Regita sangat yakin jika Ken ada di dalam sana.


Bukannya menunggu sampai dia keluar, Regita malah masuk ke dalam dan membuat Ken terkejut bukan main. "Regita, apa yang kau lakukan di sini?!" kaget Ken sambil menutupi badannya yang terbuka dengan handuk.


Alih-alih menjawab. Regita malah melongo melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya . "Ken," gumam Regita dengan lirih. Dia sampai mimisan melihat Ken yang tampak begitu luar biasa tersebut. Sepanjang mereka berdua berhubungan, sudah sering Regita melihatnya yang memakai pakaian lengan terbuka. Tapi melihat Ken tellanjang ini baru pertama kalinya.


"Keluar kau dari sini!!" bentak Ken sambil emosi. Suaranya meninggi dan tatapannya menajam, membuat Regita sampai gemetar ketakutan. Baru kali ini dia melihatnya emosi.


"Ke..Ken, kenapa kau membentukku? Me..Memangnya apa salahku?" tanya Regita dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Ken menyambar botol sabun di sampingnya lalu melemparkannya ke arah Regita sambil berteriak dengan nada meninggi. "KAU TULI, YA?! AKU BILANG KELUAR!!" emosi Ken semakin tidak terkendali. Regita pun bergegas pergi meninggalkan kamar Ken. Air mata tampak mengalir dari sudut matanya.


Ken menghela napas. Dia melanjutkan mandinya yang sempat tertunda karena ulah Regita. Ken tidak tahu kenapa dia begitu berani masuk ke kamarnya tanpa ijin, padahal Ken sudah berkali-kali melarang dan meringankannya, tetapi Regita tidak pernah mau mendengar dan malah mengabaikan peringatan keras darinya.


.


.


Seorang pelayan menghampiri Regita saat melihatnya menuruni tangga sambil menangis. Dan Pelayan itu adalah orang yang menyambut Regita tadi. "Nona, kenapa anda menangis?" tanya pelayan itu kebingungan.


"BODOH!! KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU JIKA KEN SEDANG MANDI?! KARENA KEBODOHAN MU AKU MALAH DI USIR DAN DI BENTAK OLEHNYA!!" teriak Regita dengan emosi.


"Ke.. Kenapa anda malah menyalahkan saya? Bahkan saya sendiri tidak tahu jika Tuan Muda sedang mandi. Sebenarnya itu adalah salah, Nona. Sudah tahu Tuan Muda mandi kenapa malah di susul masuk ke dalam, bukan saya yang bodoh tapi Anda!!" tegas pelayan itu tidak mau kalah. Dia tidak mau disalahkan oleh Regita, itulah kenapa dengan berani dia melawannya.


Pelayan itu menatap Regita dengan pandangan sinis dan meremehkan. "Heh, kenapa Anda begitu percaya diri bisa menjadi nyonya besar di rumah ini? Sedangkan Tuan Muda saja, selalu memperlakukan anda dengan dingin. Asal kau tahu saja Nona, jika sebenarnya Tuan Muda tidak benar-benar mencintaimu. Tapi dia mau menerimamu karena kasihan pada dirimu!!" ujar pelayan itu.


Tangan Regita terkepal kuat setelah mendengar apa yang di katakan oleh pelayan tersebut. Dia tahu jika Ken memang tidak pernah mencintai dirinya. Tapi memangnya harus, ya? Di katakan segamblang itu tanpa memikirkan perasaannya. Dengan menahan rasa sakit di hatinya, Regita pergi meninggalkan kediaman Xiao.


"Regita, tunggu!!" dan seruan itu menghentikan langkahnya.


Regita tersenyum lebar, itu suara Ken. Dia yakin jika Ken akan meminta maaf padanya setelah membentaknya tadi. Kemudian dia berbalik dan mendapati Ken yang sedang menuruni tangga, dia berjalan menghampirinya. Regita menyeka air matanya lalu berlari menghampiri Ken dan memeluknya.


"Ken, tanpa kau meminta maaf padaku. Aku sudah memaafkan mu, karena aku tahu kau tadi hanya emosi sesaat saja. Aku tahu itu," ucap Regita sambil mengeratkan pelukannya.


Alih-alih membalas pelukan Regita, Ken justru melepaskan pelukan itu secara paksa hingga Regita terdorong ke belakang. Regita menatap Ken dengan pandangan bingung, dia bertanya-tanya kenapa Ken harus mendorongnya. "Ken, kenapa kau malah mendorongku?" tanya Regita.

__ADS_1


"Kita akhiri saja hubungan ini. Aku sudah lelah untuk terus berpura-pura. Cari penggantiku dan lupakan aku."


Regita menatap Ken dengan mata berkaca-kaca. Dia kebingungan dan bertanya-tanya kenapa Ken harus mengakhiri hubungan mereka. Regita paham dan sadar betul bila Ken tidak pernah mencintainya, tapi harus ya mengakhiri hubungan mereka? Regita menggelengkan kepala.


"Aku tidak mau, Ken. Aku tidak ingin putus darimu, tidak apa-apa kau tidak mencintaiku, tapi jangan akhiri hubungan kita, aku mohon." lirih Regita dengan berurai air mata.


"Maaf," Ken beranjak dari hadapan wanita itu dan pergi begitu saja. Regita berteriak dan menangis sejadi-jadinya, akan tetapi Ken tidak menghiraukannya.


xxx


"KEN , KEPAN KAU JAHAT SEKALI PADAKU? KENAPA KAU HARUS MENGAKHIRI HUBUNGAN KITA, KENAPA?!"


Suara itu membuat Celine terlonjak kaget. Dia mengenali suara itu , suara yang tidak asing baginya. Penasaran, dia pun buru-buru keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dia adalah penikmat huru-hara, jadi mana mungkin Celine bisa melewatkannya?!


Celine hendak menghampiri Ken yang baru menginjakkan kakinya di lantai dua. Namun Celine mengurungkan niatnya ketika menyadari satu hal, dia melupakan kursi rodanya. Dan karena kepalang tanggung, Celine segera memainkan dramanya.


"Aahhh," Celine merobohkan tubuhnya ke depan. Beruntung Ken langsung menahannya sebelum tubuhnya berpelukan dengan lantai. Rencana Celine berhasil. "Ge, untung saja ada dirimu. Jika tidak, mungkin nasibku akan buruk."


"Apa-apaan kau ini? Kenapa bangun dari kursi rodamu? Bagaimana jika aku tidak datang dan menangkap mu tepat waktu? Laik kali jangan melakukan kegilaan lagi, mengerti?!"


Celine mengangguk. "Aku mengerti." Ucapnya sambil tersenyum lebar. Ken mengangkat tubuh Celine bridal style lalu membawanya kembali ke dalam kamar.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2