Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Beri Aku Uang


__ADS_3

Keheningan menyelimuti kebersamaan Aster dan Bella. Aster tidak tahu untuk apa Bella mengajaknya bertemu, dia hanya mengatakan ada hal penting yang harus dibicarakan, dan itu tentang Celine. Meskipun awalnya menolak, namun ketika Bella mengungkit tentang putrinya akhirnya Aster setuju untuk bertemu dengannya.


"Waktu yang aku miliki tidak terlalu banyak. Jadi katakan dengan cepat untuk apa kau mengajakku bertemu di sini," pinta Aster mengakhiri keheningan.


"Berikan uang padaku dan aku tidak akan mengganggu kalian lagi, kau bisa memiliki Celine tanpa harus berebut denganku. Aku terlilit hutang dengan rentenir, namun tidak memiliki cara untuk melunasinya. Jika kau bersedia memberiku uang dan membantuku melunasi hutang-hutang itu, aku tidak akan mengganggu keluarga kalian lagi termasuk gadis itu." Ujar Bella.


"Berapa uang yang kau butuhkan?" tanya Aster tanpa basa-basi.


"500 juta," jawab Bella.


"Kemudian Aster menyerahkan sebuah kartu pada wanita itu beserta pin-nya. Di dalam kartu ini ada satu miliar, kau bisa memiliki semuanya dan jangan pernah mengganggu Celine lagi. Dia sudah bahagia bersama kami, jangan kau kacau kan perasaannya dengan tekanan yang kau berikan." pinta Aster.


Satu miliar bukanlah jumlah yang besar bagi seorang Aster Xiao. Dan dia tidak ragu untuk memberikan uang itu pada Bella asalkan dia tidak mengganggu Celine lagi. Celine adalah putrinya, dan selamanya dia tetap putrinya.


"Apa kau tidak ingin mengatakan apapun padaku? Dan kenapa kau memberikan uang ini tanpa ragu sedikit pun? Padahal aku sudah pernah melakukan sesuatu yang buruk padamu, apa kau tidak takut aku akan mengingkari ucapanku lalu mengambil Celine darimu?!"


Aster menyeringai dan menatap wanita itu dengan sinis. "Itu artinya kau harus siap untuk kehilangan kedua kakimu, atau bahkan nyawamu, karena aku tidak akan segan-segan untuk melakukannya jika sekali-kali lagi kau berani mengambil celine dariku!!" itu bukan sekedar ancaman, namun Astor benar-benar akan melakukannya jika Bella Sampai berani mengingkari ucapannya.


"Aku masih waras, Nyonya. Sudah cukup aku hampir kehilangan kaki kananku dan nyaris Lumpuh , aku tidak Sudi untuk mencari masalah dan gara-gara dengan keluarga iblis seperti kalian. Karena aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, sekarang aku akan pergi." Bella bangkit dari kursinya, dengan bantuan tongkat dia melenggang pergi meninggalkan Aster belum bergeming dari kursinya.


Aster menatap kepergian wanita itu dengan Tatapan yang sulit dijelaskan. Setelah meninggalkan beberapa lembar Won di atas meja, kemudian dia beranjak dan melenggang pergi meninggalkan Cafe. Satu miliar tentu tidak sebanding dengan dia harus kehilangan Celine. Uang bisa dicari, namun tidak dengan kesedihan harus berpisah dari putrinya.

__ADS_1


xxx


"Ge, Aku ingin pulang." Celine terus aja merengek dan memohon pada Ken, dia ingin pulang namun Ken tidak mengijinkannya. Dokter mengatakan jika Celine membutuhkan perawatan intensif, dan dia baru diijinkan pulang jika kondisinya benar-benar sudah membaik.


Ken menggeleng. "Sekali tidak tetap tidak!! Sekali saja, apa kau tidak bisa menjadi gadis yang penurut?! Dengarkan kata dokter dan jangan keras kepala!!" bukannya sebuah persetujuan, dia justru diomeli habis-habisan oleh Ken. Celine menghela napas, ternyata Ken sangat menyebalkan. Bukan, tapi sangat-sangat menyebalkan.


Gadis itu membuang muka dan menolak untuk menatap kakak angkat yang merangkap sebagai calon suaminya. "Keluarlah, biarkan aku sendirian." Pinta Celine, sikapnya menjadi sangat dingin, kedua matanya tampak berkaca-kaca. Dia benar-benar ingin pulang tapi semua orang tidak mengijinkannya, dan hal itu membuatnya kesal setengah mati. Dia menangis bukan karena merasa tertindas, tapi Celine menangis karena kesal.


Ken menghela napas. Dia mendekati Celine lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Memaksa gadis itu untuk menatap padanya.


"Aku tau kau sangat bosan, tapi ketahuilah Celine, jika ini demi kebaikanmu. Dokter menyarankan supaya kau tetap di rawat karena dia tahu betul bagaimana kondisimu, jadi mengertilah dan jangan keras kepala." Kevin memegang pipi Celine dan berbicara dengan nada yang begitu lembut.


"Maaf, karena aku sudah keras kepala dan menyusahkan mu," bisik Celine penuh sesal.


Ken menggeleng. "Kau tidak salah, memangnya siapa orang yang ingin tinggal terlalu lama di rumah sakit. Jika aku jadi dirimu, aku pun pasti akan terus merengek dan memohon supaya cepat diijinkan untuk pulang." Bisik Ken sambil terus mengusap kepala Celine.


Sikap dingin Ken celine berubah drastis. Dia tidak lagi bersikap dingin dan kejam padanya, apalagi semenjak Ken berjanji untuk selalu menjaga dan melindunginya. Dia memberikan kenyamanan pada gadis itu, agar Celine tahu jika dirinya benar-benar tulus menyayanginya.


Ken melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Celine. Satu kecupan mendarat mulus pada keningnya. "Mama, sudah datang. Aku harus kembali ke kantor sekarang." Ucap Ken dan di balas anggukan oleh Celine. Ken meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pergi ke rumah sakit saat sang ibu menghubunginya dan mintanya untuk menjaga Celine karena dia ada urusan.


Celine mengangguk. "Hati-hati di jalan," ucapnya dan di balas anggukan oleh Ken.

__ADS_1


Ken meninggalkan ruang inap Celine, menyusahkan dua wanita berbeda usia yang pastinya adalah Celine dan Aster. Aster menghampiri putrinya kemudian duduk di depannya. "Mama, dari mana saja, kenapa lama sekali? apa Mama tahu, Ken Ge terus saja mengeluh karena Mama tak kunjung datang." Ujar Viona.


"Mama pergi untuk bertemu dengan Ibu kandungmu. Dia menghubungi Mama dan meminta untuk bertemu," jawab Aster.


Celine memicingkan matanya dan menatap Aster dengan penasaran. "Dia mengajak Mama bertemu, untuk apa?" tanya Celine penasaran.


"Wanita itu meminta uang pada Mama untuk melunasi semua hutang-hutangnya, dan dia berjanji tidak akan lagi mengganggu dan mengusik ketenanganmu setelah mendapatkan uang itu." Jawab Aster.


"Dan Mama memberikannya?" tanya Celine memastikan.


Aster mengangguk. "Ya, karena dengan begitu dia tidak bisa lagi mengganggumu."


"Mama, mempercayainya? Ma, Bagaimana jika dia hanya memanfaatkan Mama dan mencari keuntungan saja? Kenapa Mama harus memberikan uang padanya, sih? Seharusnya biarkan saja, memangnya berapa yang dia minta?" tanya Celine untuk kesekian kalinya.


"Satu Milyar Won,"


Pupil mata Celine membelalak sempurna setelah mendengar jawaban itu. "Apa, satu miliar won? Ma, jelas-jelas itu bukan jumlah yang sedikit, tapi kenapa Mama malah memberikan uang sebanyak itu padanya? Ma, aku rasa dia hanya memanfaatkan Mama saja, aku benar-benar tidak rela." Ujar Celine. benar-benar menyesali keputusan ibunya untuk memberikan uang itu pada Bella


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2