Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Melindungi Aster


__ADS_3

"Oh, jadi dia putrimu yang kau bicarakan waktu itu?! Dia cantik, aku suka dan dia sebanding dengan hutang-hutangmu padaku!!"


Perdebatan kedua wanita itu menginterupsi oleh kedatangan seorang pria dalam balutan jas hitam rapi yang datang bersama empat anak buahnya. Pria itu menghampiri Aster, Bella dan Celine. Bella tersenyum lebar melihat kedatangan mereka, yang artinya dia mendapatkan bala bantuan. Tidak ada lagi yang bisa Aster lakukan untuk mempertahankan putrinya, begitulah yang Bella pikirkan.


"Tuan Robert, kau sudah datang? Ya, benar sekali memang dia yang ingin kuberikan padamu. Bukankah dia sangat cantik." Ucap Bella dengan senyum culas tersinggung di sudut bibirnya.


Perkataan Bella yang penuh ambigu membuat Aster bertanya-tanya. Dia menatap wanita itu dengan penasaran. "Jelaskan apa maksudmu? Jangan bilang jika menjualnya pada orang ini?!" tanya Aster memastikan.


"Kalau iya memangnya kenapa? Dia adalah putriku, jadi bebas dong aku mau melakukan apapun padanya. Lagipula perjuangan dan biaya yang harus aku keluarkan untuk melahirkan dia juga tidak mudah, harusnya sebanding kan dengan kehidupan yang sudah aku berikan untuknya." Ujar Bella.


"Dasar tidak waras!! Kau benar-benar seorang ibu yang tidak berhati, bagaimana bisa kau ingin menjual Putri kandungmu sendiri pada seorang pria hidung belang untuk melunasi semua hutang-hutang mu padanya?!" bentak Aster dengan emosi. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Bella, bagaimana bisa dia ingin menjadikan putrinya sendiri sebagai alat pelunas hutang.


Celine menampar Bella dengan sangat keras, sampai membuat wajahnya menoleh ke samping. Tidak hanya satu kali, tapi beberapa kali. Dan itu adalah sebagai bentuk kemarahannya, sekarang dia tahu alasannya Bella tiba-tiba datang dan masuk ke dalam hidupnya, karena dia memiliki maksud tersembunyi.


"Celine, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah menamparku? Kau sudah tidak waras?!" bentak Bella emosi.


"KAU YANG TIDAK WARAS!!" Celine menyela ucapan Bella. "Kau benar-benar seorang ibu yang buruk. Sekarang aku tahu kenapa kau tiba-tiba datang dan mencoba masuk kembali ke dalam hidupku, jadi ini alasannya? Karena kau ingin menjadikanku sebagai alat untuk melunasi semua hutang-hutangmu?!" Tutur Celine sambil menggelengkan kepala. Dia memandang Bella dengan tatapan meremehkan.


"Kau terlalu banyak bicara. Jangan diam saja!! Tuan Robert, segera perintahkan pada anak buahmu untuk menangkap gadis ini, dia milikmu sekarang." Ucap Bella. Bella meminta supaya Robert memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Viona.


Aster menyentak tangan laki-laki itu ketika tangannya terulur kearah Celine. Dia menatap tajam pada mereka berdua secara bergantian, Aster berusaha untuk lindungi putrinya.


"Jangan coba-coba menyentuh putriku atau Aku tidak akan segan-segan pada kalian semua!!" bukan hanya sekedar gertakan saja, namun Aster benar-benar akan menghabisi mereka semua jika mereka berani menyentuh putrinya.


"Jangan dengarkan dia. Dia hanya sekedar menggertak saja, lagipula apa yang bisa di lakukan oleh perempuan sepertinya? Lagipula dia hanya sendirian," seru Bella.


Bella hanya bisa melongo saat melihat salah satu anak buah Robert di banting ke lantai oleh Aster. Membuat tiga lainnya menjadi ketar-ketir untuk maju dan melawannya, termasuk Robert sang lintah darat. Mereka terlihat ragu untuk menyerang Aster setelah melihat dia membanting temannya yang badannya jauh lebih besar dengan mudahnya.


Melihat keributan yang berpotensi menyebabkan kerusakan,dokter pun tidak tinggal diam. "Jika kalian ingin ribut, sebaiknya jangan di sini, silahkan keluar dari sini dan selesaikan masalah kalian di tempat lain!!" pinta dokter berkaca mata itu dengan tegas.


Namun tak ada respon dari mereka. Kemudian Aster mengajak mereka semua untuk keluar. "Aku akan melayani kalian, tapi tidak di ruangan ini. Kita keluar dan ayo selesaikan semua di tempat terbuka!!" ucapnya sambil menatap mereka satu persatu. Dan mereka menyetujuinya.


.

__ADS_1


.


Aster dan Celine menatap mereka satu persatu. Empat orang bertubuh kekar berdiri di hadapan Aster dengan tatapan garang, namun di balik tatapan itu, ada rasa takut dan cemas, hanya dengan melihatnya sekali, mereka langsung tahu jika Aster bukan wanita yang lemah, Dia memiliki kemampuan bela diri yang baik yang mungkin di atas mereka.


Sementara itu...


Melihat mereka yang hanya diam membuat Bella merasa geram. "Kenapa kalian diam saja?.Tuan Robert, sebaiknya segera perintahkan anak buahmu untuk menghabisi wanita itu, Saya tidak ada lagi orang yang bisa menghalangi mu untuk mendapatkan putriku yang cantik." Ujar Bella sambil menatap pria itu dengan sebal.


"Jangan diam saja, cepat maju dan habisi wanita itu!!" perintah Tuan Robert pada anak buahnya.


Perkelahian pun tak bisa terhindarkan lagi. Mereka berempat maju bersama-sama dan menyerang Aster secara bersamaan, melihat sang Ibu dikeroyok oleh 4 orang sekaligus tak lantas membuat Celine diam begitu saja.


Menjadi putri angkat Keanu bukan berarti dia dididik menjadi wanita yang lemah, Keanu mengajarkan Celine cara melindungi dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga ketika dia berada dalam situasi yang tidak memungkinkan, Celine tahu bagaimana cara untuk mengatasinya.


Dua lawan dua, melihat kemampuan ibu dan anak itu membuat Bella dan Tuan Robert menjadi was-was. Mereka berdua sampai bertanya-tanya siapa kedua perempuan itu sebenarnya, sampai-sampai mereka memiliki kemampuan bela diri yang begitu hebat. Dua orang berhasil mereka lumpuhkan dengan mudah, tersisa dua lagi dan sekarang posisinya satu lawan satu.


Bella menatap Tuan Robert. "Bagiamana ini? Kita bisa kalah, ternyata dia bukanlah wanita yang lemah. Cepat lakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini!!" ujar Bella dengan panik.


"Jangan membuatku semakin panik, apa kau buta jika anak buahku nyaris kehilangan nyawa di tangan mereka. Daripada kau sibuk memerintah aku lebih baik pikirkan cara dan lakukan sesuatu!!" Tutur Tuan Robert.


"MATILAH KAU WANITA SIALAN!!" teriak Bella dengan nada meninggi.


Pupil mata Celine membelalak sempurna melihat cahaya mengintai ibunya. Tanpa berpikir panjang, dia berlari menghampiri Aster dan menghadang pukulan itu untuknya. "MAMA, AWAS!!"


Kedua mata Celine membulat dan mulutnya sedikit terbuka ketika balok itu menghantam punggungnya dengan keras. Seketika itu juga Celine jatuh di pelukan Aster. Bella dan Aster sama terkejut dengan apa yang saya lakukan, Bella sungguh tidak menyangka jika Celine akan menghadang pukulan itu dengan tubuhnya.


"CELINE!!" teriak Bella sambil melempar balok itu ke tanah lalu menghampiri Celine yang tidak berdaya diperlukan Aster.


Aster menyentak tangan Bella dan menatapnya dengan tajam. "Jangan pernah menyentuh putriku dengan tanganmu!!" Bentak Aster sambil mendorong Bella dengan kasar.


"JANGAN MELARANG KU UNTUK MENYENTUHNYA, DIA ITU PUTRIKU DAN AKU IBUNYA!!" Bella balik membentak Aster.


Tubuh Bella tersungkur ke belakang setelah seseorang menariknya dengan keras. Orang itu kemudian menghampiri Aster dan Celine, tanpa mengatakan apapun dia mengangkat tubuh Celine bridal style dan membawanya masuk ke rumah sakit. Sedangkan Robert dan anak buahnya bergelimpangan di tanah dalam keadaan babak belur.

__ADS_1


Siapa lagi yang melakukannya jika bukan Ken dan Keanu. Mereka buru-buru ke rumah sakit setelah mendapatkan telepon dari dokter jika Aster dan Celine sedang dalam masalah besar, namun mereka datang terlambat.


"Tu..Tuan Xiao, saya mohon ampuni saya dan jangan bunuh saya!!" mohon Robert sambil berlutut di depan Keanu.


"Memaafkan Mu dan membiarkanmu tetap hidup, jangan bermimpi!! Kau telah mencelakai putriku, jadi jangan berharap aku akan melepaskan mu!!" sebuah moncong senjata api menempel pada kening laki-laki itu, Robert terus menggeleng dan memohon supaya Keanu tidak membunuhnya.


"Saya mohon, jangan bunuh saya. Saya benar-benar tidak tahu jika Gadis itu adalah Putri Anda. Karena ular betina itu mengatakan pada saya jika dia adalah putrinya, dan dia berniat memberikannya pada saya sebagai jaminan hutang-hutangnya." ujar Robert memaparkan.


Lalu pandangan Keanu bergulir pada Bella dan menatapnya dengan pandangan membunuh. Keanu hendak menghabisinya namun di tahan oleh Aster.


"Ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan harus menghabisinya. Celine, kita belum tahu bagaimana keadaannya. Sebaiknya kita pergi sekarang, wanita ini kita bisa mengurusnya nanti." ucap Aster dan dibalas anggukan oleh Keanu.


"Kali ini kau selamat, namun Jangan pernah berharap aku akan melepaskan mu begitu saja, telah mencelakai putriku dan ku pastikan hidupmu akan menderita!!" Keanu melepaskan tembakannya pada kaki Robert dan Bella. Membuat keduanya berteriak histeris.


Itu hanyalah sebuah peringatan kecil untuk mereka berdua. Kali ini Keanu memang melepaskan mereka berdua, namun dia tidak berjanji mereka akan tetap hidup di pertemuan berikutnya, Bella terutama.


.


.


"Ken, bagaimana keadaan Celine?" tanya Aster setibanya dia di IGD.


Ken menggeleng. "Aku sendiri belum tahu bagaimana keadaannya, karena dokter belum keluar sampai sekarang. Semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya, kemungkinan dia mengalami cedera parah pada tulang punggungnya." Jelas Ken.


Air mata Aster seketika berjatuhan dari pelupuknya. Sedih, penyesalan dan rasa bersalah terlihat dari tatapannya. Dia merasa bersalah pada putrinya, tidak akan celaka jika dia tidak berusaha untuk melindungi dan menyelamatkannya.


"Ini semua salahku, jika bukan karena diriku dia tidak akan celaka. Kenapa Celine harus melindungi ku, kenapa dia tidak membiaskan aku saja yang di pukul oleh wanita brengsek itu?!" Aster menangis dalam pelukan suaminya. Dia benar-benar menyesali apa yang baru saja terjadi.


Keanu menghela nafas. "Jangan salahkan dirimu lagi. Itu semua bukan salahmu, yang saling lakukan semata-mata untuk melindungi mu, sebagai seorang putri pasti dia tidak rela melihat ibunya terluka di depan matanya. kita berdoa saja semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi padanya." ucap Keanu menenangkan. Aster mengangguk dalam pelukan itu.


Pandangan Ken bergulir pada pintu di depannya. Dalam artinya dia terus berdoa agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Celine.


"Kau adalah wanita yang kuat, aku yakin kau mampu melaluinya."

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2