Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Terlambat Bangun


__ADS_3

Sinar mentari telah menunjukkan pesonanya. Bulan segera meninggalkan singgasananya. Desai angin berhembus dengan lembut, menggelitik bunga-bunga yang tumbuh subur di taman. Kuncup bunga-bunga cantik itu mulai bermekaran menimbulkan aroma yang begitu semerbak di indera penciuman.


Di salah satu kamar di sebuah mansion mewah, Terlihat seorang perempuan yang sedang berkutat dengan selimut tebalnya, padahal matahari sudah semakin tinggi menandakan jika hari sudah siang. Bahkan suara bising yang berasal dari luar kamar sekalipun tidak bisa mengusik tidur nyenyak nya.


Masih di Mansion yang sama namun di lokasi berbeda. Seorang pria muda terlihat berbincang dengan salah seorang pelayan yang sedang menyiapkan sarapan.


"Dimana Celine, apa dia belum bangun?" tanya Ken pada pelayan tersebut. .


"Sepertinya belum, Tuan Muda. Nona Celine, belum terlihat sejak pagi." jawab pelayan itu.


Ken mengangguk. Kemudian dia meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar Celine untuk melihat apakah dia sudah bangun atau belum, tapi Ken sangat yakin jika gadis itu masih belum bangun, mengingat jika Celine adalah seorang sleeping beauty.

__ADS_1


Dan benar dugaannya, ternyata Celine masih belum bangun. Dia masih asik berkutat dengan selimut tebal miliknya. Ken menghela napas. Kemudian dia menghampiri gadis itu dan membangunkannya.


"Celine, cepat bangun, ini sudah siang. Kita sarapan," Ken mengguncang pelan lengan Celine dan memintanya untuk bangun.


Namun tidak ada respon darinya. Jangankan bangun, membuka matanya saja tidak. Bahkan Celine tidak menghiraukan Ken yang sedang mencoba membangunkannya. "Celine, bangun." Tidak menyerah, Ken berusaha untuk membangunkannya. Tidak mungkin dia sarapan tanpa Celine. Jadi bagaimana pun caranya dia harus bisa membangunnya.


"Celine, bangun sekarang atau aku akan memasukkan acar mentimun secara paksa ke dalam mulutmu!!"


"Ge, jangan macam-macam!! Iya iya, aku bangun." Dengan malas Celine membuka matanya. Padahal dia masih mengantuk tapi Ken malah memaksanya untuk bangun, bahkan dia mengancam akan menyuapinya acar mentimun jika tidak kunjung bangun.


"Cepat mandi. Setelah ini kita sarapan sama-sama," ucap Ken dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Ken terpaksa memberikan ancaman pada Celine. Karena jika tidak, mungkin dia tetap tertidur pulas sampai siang nanti. Sementara mereka harus segera sarapan, Ken berencana untuk mengajak Celine pergi ke suatu tempat setelah sarapan nanti.


Setelah menunggu selama dua puluh menit. Celine pun tiba dengan penampilan yang jauh lebih fresh. Dia memakai dress terusan sepanjang lutut berlengan panjang dengan bahu dan punggung terbuka. Wajahnya hanya di poles make up tipis yang membuat kecantikannya terkesan lebih natural.


Sambil tersenyum lebar. Celine menghampiri Ken yang sudah menunggunya di meja makan. "Ge, maaf sudah membuatmu menunggu lama." Ucapnya penuh sesal.


Ken menggeleng. "Tidak masalah. Duduklah, kita sarapan." Ucap Ken dan di balas anggukan oleh Celine. Mereka melewatkan sarapan lebih dari lima menit, Ken masih harus menunggu Celine yang sedang mandi dan berias di kamarnya. Namun itu bukan masalah, hanya lima menit saja.


Ken menatap sekilas ke arah Celine yang mulai menyantap sarapannya. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Mereka menyantap sarapannya dengan tenang.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2