
Celine menoleh kebelakang pada Ken yang baru saja mendaratkan pantatnya di ranjang pengantin mereka. Ada rasa hangat sekaligus bahagia menyeruak di hatinya, bahkan dia merasakan ada banyak kupu-kupu berterbangan di dadanya.
"Ge, sebaiknya kau mandi duluan. Aku mau hapus make up dulu. Aku juga sudah menyiapkan air hangat untukmu." Ucap Celine sambil melihat Ken dari pantulan cermin.
Ken hanya menganggukkan kepala tanpa mengatakan apa-apa. Dia juga sudah kegerahan karena pakaian yang melekat di badannya.
Saat ini Celine sedang sibuk dengan kapas dan cairan pembersih make up. Sudah banyak kapas dan tisu yang ia buang dan berserakan diatas meja riasnya karena make up bekas acara resepsi pernikahannya dengan Ken tadi lumayan tebal dan itu membuatnya kurang nyaman.
Wajahnya terasa gatal sekali karena tidak biasa memakai bedak berlapis-lapis seperti ini. Tapi kau bagaimana lagi, dia ingin terlihat sempurna di hari pernikahannya.
Selesai acara, Ken dan Celine menyegerakan diri kembali ke Mansion Xiao demi menghilangkan gatal-gatal pada wajah Celine akibat make up yang dia pakai.
Sesampainya di kamar Ken yang telah di dekor sedemikian rupa layaknya kamar pengantin pada umumnya. Celine segera melepas semua aksesoris yang melekat pada tubuhnya, mengganti guan indah karya perancang ternama itu dengan satin dress lengan panjang warna putih selutut yang membuat dia terlihat sangat anggun.
Pintu kamar mandi di buka dari dalam. Ken keluar dari dalam sana dan masih mendapati Celine yang masih belum beranjak dari depan cermin riasnya. Padahal sudah lebih dari 10 menit dia duduk di sana.
__ADS_1
"Kau belum selesai juga?" tegur Ken.
Dari cermin di hadapannya, Celine dapat melihat Ken baru saja keluar dari kamar mandi, tuxedo yang dipakainya sudah berganti dengan celana panjang dipadukan dengan kaos putih polos tanpa lengan. Sederhana tapi tetap terlihat sangat istimewa di mata Celine.
Celine menghela napas. Kemudian dia memutar tubuhnya meninggalkan cermin. "Kenapa wajahku rasanya gatal sekali sih, Ge!?" Rengek Celine layaknya anak kecil.
Ken yang melihat wajah memerah Celine, lantas mendekat dan menarik dagu gadis itu supaya ia bisa melihat dengan jelas apa yang menjadi masalah istrinya tersebut.
Sejenak Ken terdiam saat menyadari betapa cantiknya wajah Celine walaupun ada bercak-bercak kemerahan akibat gatal. Suara keluhan dan gerutuan gadis itu membuatnya pecah konsentrasi dari wajah ayu tersebut.
"Kau mandi saja dulu, aku akan menanyakan obat alergi pada Mama. Sepertinya kau tidak cocok dengan make up merk itu." Terang Ken yang sudah menarik Celine berdiri dari kursi.
Sampai di kamar mandi, Celine tidak langsung menguyur badanya dengan air. Dia malah berdiri menghadap cermin yang tergantung di atas wastafel, senyumnya merekah dengan sendirinya saat menyadari bahwa kini dirinya sudah dimiliki oleh suami, lelaki yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan akan menjadi pendamping hidupnya.
Pipinya memanas saat membayangkan apa yang akan terjadi dengannya dan Ken nanti malam. Dia sedang memikirkan tentang malam pertama, rasanya benar-benar konyol.
__ADS_1
"Sial!! Apa yang aku pikirkan, benar-benar memalukan!" Ujar Celine salah tingkah dan menutupi wajahnya dengan tangan. "Bisa-bisanya kau berpikiran yang bukan-bukan, Celine? Kenapa otakmu mendadak jadi messum begini?" omel Celine pada sosok di cermin, dirinya sendiri.
Setelah sibuk mengomeli dirinya sendiri, gadis itu pun memutuskan untuk segera mandi dan mengobati gatal-gatal yang masih sedikit terasa di sekitar wajahnya.
Selesai dengan acara mandinya, kembali Celine mengenakan pakaiannya yang tadi, kecuali pakaian dallamnya.
Sebelum menikah, Ken dan Celine sudah sepakat bahwa mereka akan tinggal di rumah pribadi milik Ken. Mereka sudah memutuskan untuk memulai pernikahan mereka dari nol.
Keputusan mereka itu sempat mendapat tentangan keras dari Aster, karena dia ingin mereka berdua tetap tinggal bersamanya. Tapi dia justru di omeli habis-habisan oleh Keanu yang akhirnya Keanu di diamkan selama beberapa hari oleh Aster.
Akibat penolakan mereka, Aster sampai ngambek dan mogok ketemu mereka berdua selama sepekan."Ini, Mama bilang salep ini bisa mengurangi rasa gatalnya." ucap Ken setelah melihat Celine keluar dari kamar mandi.
Celine mengangguk dan ikut duduk bersama sang suami di ranjang besar milik mereka berdua. Ia meraih gel yang ada di tangan Ken, tapi dengan segera Ken merebutnya kembali. "Kau tidak bisa mengobati wajahmu sendiri. Biar aku saja." Ucapnya dan di balas anggukan oleh Celine.
Muncul semburat merah di kedua pipinya. Antara malu dan terharu. Semua bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1
xxx
Bersambung